
Lazarus melihat ke arah Galan dengan mata yang lebar, kemudian berkata menggunakan transmisi suara. "Kakek Galan kita tidak boleh membuat keributan di sini. Mari kita lupakan terlebih dahulu masalah itu sampai rapat Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar di mulai empat hari lagi."
"Lazarus, kami akan menuruti nasihatmu." Galan menjawab.
"Mantan Kaisar Galan apa yang terjadi?" Kaisar Aldric bertanya.
"Hahaha. Aldric kecil, sudah lama tidak bertemu! Aku dan Agatha hanya terkejut saat Iris menceritakan tentang Lazarus yang mendapatkan banyak Material Beast dan telur Beast saat berjudi batuan sedimen di Kasino Acasha. Maafkan aku dan Agatha karena membocorkan sedikit aura mana dan lanjutkan pertunjukan." Galan tertawa terbahak-bahak.
Kaisar Suci Aldric melanjutkan lagi pertunjukan. Sekarang adalah pertunjukan ketiga. Seorang wanita cantik berambut hitam tergerai, mata ungu, memakai gaun merah dengan gambar Black Phoenix membawa sebuah Guzheng/kecapi timur ke atas panggung.
"Sebastian, apakah kamu mengenal wanita cantik itu?" Lazarus bertanya.
"Putri Huang Qingyu dari Kekaisaran Golden Crow. Seperti halnya Feng Xueyin, dia adalah salah satu dari 21 wanita cantik di Benua Timur Golden Sun." Sebastian menjawab.
Huang Qingyu memperkenalkan dirinya, kemudian dia berkata ingin memainkan Guzheng berjudul "A Phoenix That Flies Freely In The Sky."
Huang Qingyu mulai memetik sinar Guzheng, dengan sangat terampil. Alunan melodi yang sangat merdu membuat seseorang terpesona. Butuh bakat dan Skill untuk memainkan Guzheng semerdu dan seindah itu dan hanya sedikit orang di Benua Timur yang dapat menyaingi Skill Guzheng Huang Qingyu.
Lazarus belajar dengan berbagai alat musik dari Jiang Yun, Lucius dan Orion yang sangat berbakat memainkan alat musik. Mereka mengajarkan Lazarus bagi seorang pemusik setiap petikan, gesekan, pukulan gendang, dan tiupan melodi mengandung arti tersendiri yang ingin di sampaikan oleh pemusik.
Lazarus merasakan rasa kesepian, kerinduan dan harapan untuk kebebasan. Huang Qingyu seperti burung Phoenix yang terjebak di dalam sangkar, dia ingin terbang bebas di angkasa. Namun mereka tidak mengizinkannya terbang dengan bebas dan mengurungnya dalam sangkar.
"Cucuku, hanya sedikit orang yang mempunyai Skill dalam bermain alat musik Guzheng dan Putri Huang Qingyu adalah salah satu orang terbaik dalam bermain Guzheng. Apakah kamu mengetahui ada seseorang di masa lalu yang sangat ahli dalam bermain Guzheng sampai para roh element, Dewa dan Dewi, tumbuhan dan Beast terpesona olehnya." Galan berkata.
"Menurutku Huang Qingyu adalah seorang pemusik yang berbakat." Lazarus menjawab.
Huang Qingyu selesai memainkan Guzheng miliknya.
"Plak! Plak! Plak!"
Semua orang bertepuk tangan karena mereka sangat menikmati alunan musik Guzheng Huang Qingyu. Para pria dari 4 Benua segera pergi ke panggung untuk berkenalan dan menjalin hubungan dengan Huang Qingyu.
"Cucuku, apabila kamu melihat seorang wanita yang lajang kamu bisa melamarnya dan jika wanita itu menerima lamaranmu. Kamu bisa menjadikan wanita itu sebagai istrimu."
"Kakek, aku sudah mempunyai istri dan 10 calon Istri! Bukankah aku akan terlalu serakah apabila aku melamar seorang wanita lagi?"
Huang Qingyu melihat ke arah para pria yang ingin mengobrol dengannya. Namun dia tidak tertarik kepada semua pria itu.
"Apakah kalian mengetahui makna dari lagu yang aku mainkan?" Huang Qingyu bertanya.
Semua pria mempunyai mata yang berbinar, begitupun dengan Aland, Siegfried, Halton, dan semua pria yang berada di ruang pesta dansa. Mereka ingin menarik perhatian Huang Qingyu dengan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Huang Qingyu.
"Putri Huang Qingyu, makna lagu yang kamu mainkan adalah tentang seekor burung Phoenix yang terbang bebas di angkasa." Siegfried berteriak dari balkon lantai 2.
"Putri Huang Qingyu, makna lagu yang kamu mainkan adalah tentang seekor Phoenix yang terbang melewati sungai dan gunung untuk mencari takdirnya." Aland berkata.
Huang Qingyu menggeleng ringan seraya tersenyum lembut. "Terima kasih karena telah menjawab Pangeran Siegfried dan Raja Aland, tetapi jawaban kalian belum tepat."
Seorang pria Demon kekar berambut hitam dan mata merah melihat Huang Qingyu dengan mata berbinar. "Putri Huang Qingyu, makna lagu yang kamu mainkan adalah tentang seekor burung Phoenix yang terbang bebas di angkasa, tetapi Phoenix itu tidak bisa terbang karena kehilangan kedua sayapnya dan kesepian."
Huang Qingyu tersenyum. "Maafkan aku Pangeran Karl Moonlight, jawabanmu kurang tepat. Namun jawabanmu hampir benar."
Para pria di pesta dansa yang tertarik kepada Huang Qingyu saling berbisik. Mereka ingin menjawab pertanyaan Huang Qingyu dan menarik perhatian Huang Qingyu.
"Kesepian, kesedihan, kerinduan, terkekang, terkurung di dalam sangkar dan mengharapkan kebebasan." Lazarus berkata.
Huang Qingyu terkejut mendengar jawaban Lazarus.
"Siapa yang menjawab itu?" Huang Qingyu bertanya seraya melirik ke arah semua orang di balkon lantai 2, dia kemudian melihat ke arah seorang pria tampan berarmor hitam, berambut putih dan mata biru sejernih permata safir.
"Tuan, siapa namamu?" Huang Qingyu bertanya.
"Namaku adalah Lazarus Regulus dan orang-orang dekatku memanggil aku Urs The North." Lazarus menjawab.
Semua orang terkejut karena Lazarus dapat menjawab pertanyaan Huang Qingyu dengan benar. Mereka penasaran siapa pria yang telah menjawab pertanyaan saat itu, tetapi saat mereka melirik ke arah ruang VIP Utara mereka mengetahui pria yang menjawab pertanyaan Huang Qingyu adalah pria yang memenangkan perjudian batu sedimen kemarin.
"Seorang pemusik dapat menyampaikan emosi mereka kepada pendengar melalui alunan musik. Alunan melodi dari Guzheng milikmu penuh dengan kesepian, kerinduan, dan terkekang. Seperti seekor Beast Phoenix yang terkurung dalam sangkar dan merindukan bagaimana rasanya terbang bebas di angkasa. Putri Huang Qingyu aku hanya belajar sedikit tentang Guzheng dari seorang pria buta. Skill milikku dalam bermain Guzheng tidak sebaik milikmu." Lazarus menjawab.
Galan dan Semua Bangsawan Benua Utara Boreas terkejut dengan jawaban Lazarus. Guzheng dan suling adalah alat musik yang sangat sulit. Berbeda dengan biola yang mempunyai 4 senar dan gitar yang mempunyai 6 senar. Guzheng mempunyai 21 senar.
"Hahaha. Tuan Urs, kamu mempunyai kemampuan dalam menilai musik. Akan tetapi, apakah kamu bisa memainkan musik? Bukankah berkata sangat mudah dibandingkan dengan melakukannya?" Karl berkata.
"Karl, Diamlah!" Sebastian berkata dengan dingin.
Tubuh Karl gemetar karena melihat kakaknya Sebastian berada di samping Lazarus. "Tuan Urs, maafkan aku dan lupakan perkataanku yang tadi! Aku tidak bermaksud untuk menggertak kamu."
"Fufufu. Pria muda, bukankah kamu sangat ahli dalam menggoda wanita? Aku ingin mendengar alunan melodi yang kamu mainkan." Seorang Beastman wanita rubah salju berkata.
"Maafkan aku Nyonya dan aku tidak ingin memainkan Guzheng sekarang. Aku takut banyak wanita yang berada di sini terpesona oleh alunan melodi ku dan aku sudah mempunyai Istri, Anak, Cucu dan 10 Calon Istri. Aku takut mereka akan cemburu kepadaku." Lazarus berkata dengan suara penuh percaya diri.
Semua wanita semakin penasaran dengan alunan melodi Lazarus saat memainkan Guzheng. Mereka ingin sekali mendengar semerdu apa alunan Guzheng Lazarus.
"Tuan Urs, kamu terlalu percaya diri kepada Skill Guzheng milikmu. Bukankah sebaiknya kamu membiarkan semua orang yang berada di sini mendengarkan, melihat dan menilai Skill musikmu?" Moonlight King Deandra bertanya.
"Tuan Urs, aku juga ingin mendengar alunan melodi dari Guzheng milikmu dan akan meminjamkan Guzheng milikku untuk kamu mainkan." Huang Qingyu berkata.
Semua pria di ruang pesta dansa menatap Lazarus dengan wajah iri dan marah. Mereka ingin sekali menarik perhatian bunga-bunga indah di pesta dansa, tetapi semua perhatian mereka tertuju kepada Lazarus.
Seorang pria kurus dengan rambut coklat dan mata biru berteriak. "Tuan Urs, apakah kamu sangat percaya diri karena memiliki wajah tampan?"
"Count Marcus benar! Kamu harus memainkan satu lagu agar kita bisa mendengar semerdu apa alunan Guzheng milikmu." Seorang pria gemuk berambut biru dan mata biru tersenyum lebar.
"Hahaha. Tuan Urs, aku mengetahui kamu adalah seorang pria yang sangat beruntung! Akan tetapi, apakah kamu cuman berbicara omong kosong untuk menarik perhatian para wanita?" Seorang pria kekar dengan kulit coklat dan rambut pirang berteriak.
Lazarus menatap para pria itu dengan mata dingin, kemudian menyuruh Iris pergi ke sampingnya.
Lazarus memeluk pinggang Iris dan Carissa yang memakai gaun berwarna hitam dan biru kristal. Wajah Iris dan Carissa memerah karena tiba-tiba Lazarus memeluk pinggang mereka.
Semua pria terpesona dengan kecantikan Carissa dan Iris.
Lazarus tersenyum lebar. "Aku bukanlah seorang pria yang serakah! Aku sudah mempunyai 11 wanita cantik di sampingku. Bukankah seharusnya kalian yang menunjukan bakat kalian untuk membuat seorang wanita cantik dan berbakat terpesona?"
Saint Iris!
Putri Carissa Boreas!
Apakah pria itu adalah suami Saint Iris yang meninggal? Tunggu-tunggu nama suami Saint Iris adalah Lazarus Regulus
Semua pria saling berbisik. Mereka Iri kepada Lazarus karena bisa mendapatkan Saint Iris yang di impikan oleh semua pria di ruang pesta dansa.
Lazarus seperti seseorang yang memasukan kayu bakar ke dalam api. Bukankah sama saja dia sudah menyinggung semua pria yang menghadiri pesta dansa.
"Tuan Urs, apakah karena kamu mempunyai wajah yang tampan? Kamu bisa menjadikan banyak wanita menjadi budakmu!" Seorang pria berambut jingga panjang, mata merah berkata.
"Aku mempunyai wajah yang lebih tampan darimu. Jadi, banyak wanita cantik yang menyukaiku." Lazarus menjawab dengan percaya diri.
"Ka-kamu!" Pria itu tergagap.
"Fufufu. Lazarus, apabila kamu sangat percaya diri untuk memainkan Guzheng kamu harus memainkan satu lagu untuk semua orang yang berada di sini. Aku ingat kamu hanya bisa memainkan drum dengan melodi tidak beraturan di masa lalu." Alyssa berkata.
"Alyssa, aku tidak ingin memainkan Guzheng. Apakah kamu ingin aku memikat semua wanita yang berada di sini?"
"Hahaha. Lazarus, apakah kamu hanya bicara omong kosong! Aku sangat kecewa karena Iris memilih seorang pria sepertimu." Aidyn tertawa terbahak-bahak.
Lazarus tersenyum lembut, kemudian melompat ke atas panggung dari lantai 2. "Putri Huang Qingyu, aku akan meminjam Guzheng milikmu dan memainkan satu lagu. Judul lagu itu adalah "The Deep Sorrow Of A Man Who Lost Everything/ Kesedihan Yang Mendalam Dari Seorang Pria Yang Kehilangan Segalanya."
Hahahaha Bajingan! Apakah kamu bercanda aku tidak pernah ingat ada lagu berjudul itu.
Hahaha. Tuan Urs, kamu telah membuat perutku sakit karena tertawa