
Serkan berlari dengan sekuat tenaga ke arah panggung penonton. Seorang wanita cantik ras Beastman harimau berambut putih keperakan, mata emas dan tinggi 160 Cm berlari di belakang mereka, memakai baju berwarna coklat yang kebesaran.
"Selene, aku hanya ingin mengatakan sesuatu."
"Aku sudah mengetahuinya. Identitasmu tidak boleh tersebar karena akan sangat berbahaya. Apabila kamu diketahui oleh Baxia, dia akan memaksa kamu kembali ke alam atas." Selene berkata.
"Bagaimana kamu mengetahuinya?"
"Orang tuaku berasal dari alam atas begitupun dengan orang tua Celestial Rainbow Phyton. Mereka meninggalkan kami di Planet Antares agar kami bisa hidup dengan bebas." Selene berkata seraya melompat dari satu dahan pohon ke pohon lain.
Serkan dan Selene akhirnya sampai di tempat Iris dan Emil yang sedang menonton pertarungan. Dia kemudian memberikan Lazarus kepada Emil untuk diobati.
"Serkan, apa yang terjadi?"
"Emil, aku tidak sengaja mengeluarkan ranah asliku dan Urs jatuh pingsan. Apakah dia mati?" Serkan membungkuk seraya melihat Lazarus, yang tertidur di paha Iris.
"Fufufu. Lazarus, baik-baik saja! Dia hanya kehabisan mana." Iris berkata seraya meminumkan Mana Potion kepada Lazarus.
Emil melihat ke arah Selene. "Siapa wanita itu?"
"Emil, dia adalah Selene pasanganku. Bukankah kamu yang menyuruh Urs, untuk mencarikan aku pasangan? Kamu juga memberikan 5 Inti Mythical Beast kepadaku untuk melamar Selene."
"Urs, bilang kepadaku. Dia membutuhkan Inti Mythical Beast untuk Beast kontraknya di masa depan! Dia menukar 4 Inti Mythical Beast itu dengan sebuah Skill Book Rank S+ Nine Darkness Serpent Dagger Art." Emil mengeluarkan sebuah Skill Book dengan sampul berwarna perak.
"Apaaa!! Berarti Urs, sudah membohongiku dan mengapa dia kehabisan mana? Padahal dia tidak bertarung atau menggunakan Skill yang dapat menghabiskan banyak mana." Serkan terkejut dengan jawaban Emil.
"Tunggu! Apa yang dilakukan Urs pada saat itu?"
Serkan menceritakan semua apa yang terjadi.
"Serkan, rambut Emperor Beast sangat sulit untuk disisir. Hanya orang dengan ranah Mythical yang mempunyai kekuatan dan kapasitas mana besar yang dapat menyisir bulu Void Beast dan Emperor Beast. Bahkan seorang ranah Legendary akan kesulitan menyisir bulu seekor Emperor Beast selama 2 jam!!" Emil berkata.
"Apa!! Berarti Urs, membantuku dengan kemauannya sendiri?" Serkan menatap ke arah Lazarus.
Emil mengangguk ringan.
"Hahaha. Kamu harus menepati janjimu." Lazarus bangkit, kemudian menghisap mana di udara.
"Tenang saja! Aku akan menepati janjiku! Namun aku harus meminta persetujuan dari Selene." Serkan berbicara dengan Selene mendiskusikan tentang kontrak yang dibuatnya dengan Lazarus.
Mana Lazarus sudah pulih 90%, dia sekarang sudah siap untuk bertarung dengan Aidyn. Dia melihat ke arah Arena hijau, biru dan merah. Di arena hijau Eira sedang bertarung dengan Alastair, sedangkan di arena biru Kaisar Cyril dan Lilith yang terluka padah masih bertarung.
"Urs, aku menyetujuinya. Apabila kami mempunyai seorang bayi, kami akan memercayakan dia kepadamu." Selene berkata.
"Hahaha. Aku sudah mendengar semua tentangmu dari Selene. Aku sekarang tidak khawatir menitipkan bayiku kepadamu." Serkan terkekeh.
...****************...
Lazarus melihat pertarungan Kaisar Cyril dan Permaisuri Lilith. Mereka sekarang sudah mencapai pertarungan puncak, dan akan melakukan serangan penghabisan.
"Iris, apakah kamu sudah memasang taruhan seperti apa yang aku katakan?"
"Aku sudah memasangnya. Aku bertaruh pada pertandingan Seri dan hanya aku yang bertaruh 10 Juta Koin Emas kepada hasil pertandingan Seri. Apabila kita menang hasil taruhan kita akan dikalikan 2000." Iris memberi Lazarus sebuah kertas taruhan dengan lambang seekor Black Dragon.
"Cih.. Lilith yang akan memenangkan pertarungan ini. Dia sudah memberikan luka serius kepada Cyril." Emil berkata.
Lilith dan Cyril menyerang menggunakan serangan terkuat mereka. Mereka berdua terkena oleh serangan itu dan jatuh ke tanah. Lilith dan Cyril mencoba untuk bangkit, tetapi mereka tidak bisa untuk bangkit.
Para Priest dan Paladin segera menghentikan pertarungan dan membawa Kaisar Cyril dan Permaisuri Lilith keluar dari arena untuk diobati.
"Seri!" Iris berteriak.
"Hasil dari pertarungannya adalah Seri!" Kaisar Aldric mengumumkan hasil pertarungan.
"Bajingan!!! Lilith, aku kehilangan 1 Milyar Koin Emas karena kamu." Demon Emperor Arhat berteriak.
"Ayah!! Kami kehilangan 7 Milyar Koin Emas Kekayaan Kekaisaran Avalon karena kamu!" Grace dan Gil berteriak.
"Bajingan Tua, aku kehilangan 5 Milyar Koin emas karena kamu!" Perdana Menteri Huang Lang berteriak.
"Lilith, aku kehilangan 17 Milyar Koin emas karena kamu!!!" Demon Emperor Rhodes berteriak.
Bangku penonton menjadi sangat ribut, mereka kalah taruhan dengan nominal yang sangat besar. Bahkan ada seorang Bangsawan yang menangis tersedu-sedu karena memasang semua kekayaannya kepada Kaisar Cyril atau Permaisuri Lilith.
"Darren, apakah ada yang memenangkan taruhan?" Galan bertanya.
Darren terbang keatas panggung, di sepanjang hidupnya dia baru pertama kali melihat hanya satu orang yang memasang taruhan seri dan menang.
"Aldric, apakah aku boleh meminta waktu sebentar?"
"Silahkan."
"Aku ingin mengatakan hanya satu orang yang memasang seri dalam pertaruhan ini." Demon King Darren berkata menggunakan Artefak pengeras suara.
"Darren, siapa orang itu?" Galan berteriak, dia kehilangan 3 Milyar Emas karena bertaruh kepada Cyril.
"Saint Iris, bertaruh kepada hasil pertarungan Seri dan memasang 10 Juta Koin emas. Berarti taruhannya dikali 2000 menjadi 20 Milyar Koin Emas dan Aliansi Black juga akan memberikan hadiah tambahan pada Saint Iris Lion Heart." Darren tersenyum lebar, kemudian sedikit membungkuk.
Semua orang terkejut karena mendengar Saint Iris menang dalam taruhan ini. Mereka tidak percaya bahwa Iris memasang 10 Juta Koin emas dan hanya seorang diri yang memenangkan taruhan ini.
"Tunggu! Apakah Iris curang?" Reese berteriak.
"Reese, mereka tidak curang! Iris memasang 2 Milyar Koin Emas kepada kemenangan Lilith dan 10 Juta Koin Emas pada hasil seri! Bukankah sesuai peraturan seseorang dapat memasang ke hasil seri dan satu pemenang? Akan tetapi, hampir semua orang tidak memasang ke hasil seri!"
"Bodoh!! Aku melupakannya!!! Karena Pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar sudah diadakan beberapa kali dan di setiap pertarungan hanya ada satu pemenang dan tidak pernah hasil Seru. Aku melupakan bahwa kita dapat memasang ke hasil seri!!" Demon King Baal berteriak.
Semua orang melebarkan matanya.
Iris berjalan ke atas panggung, memakai gaun berwarna biru tua yang indah. Semua pandangan tertuju kepada kecantikan wanita berambut perak dan mata merah itu.
Darren memberikan cek Golden Bank dengan nominal 20 Milyar Koin Emas, kemudian dia memberikan Iris 1 buah telur Epik Beast Darkness Blade Mantis, 1 buah telur Grand Demon Beast Metal Rhinoceros Beetle dan Sebuah Long Sword berwarna putih.
Lazarus bangkit dari kursinya. "Artefak Long Sword Light Dragon, Elaine!" batin Lazarus.
"Tuan Darren, apa kamu mengetahui rank dan efek dari Artefak ini?"
"Aku tidak mengetahuinya. Namun Artefak ini dibuat dengan berbagai macam Material berharga. Banyak orang yang mengira pedang panjang ini adalah Artefak rank Legendary atau Mythical dan berusaha membuat kontrak, tetapi mereka tidak berhasil. Akhirnya Artefak ini hanya di simpan di gudang, tetapi kamu bisa menjualnya seharga 100 Juta Koin emas untuk dilebur kembali." Darren menjawab.
Iris membungkuk, kemudian menyampaikan beberapa kata dan kembali ke kursi duduk di samping Lazarus.
"Lazarus, aku mendapatkan banyak uang!!" Iris berkata.
"Iris, kamu harus menyimpan semua kekayaanmu untuk masa depan." Lazarus merangkul Iris.
"Aku akan memberikannya kepadamu." Iris tersenyum lebar.
"Baiklah, aku akan menyimpannya untukmu. Apabila kamu membutuhkan uang, kamu boleh memintanya kepadaku." Lazarus tersenyum halus.
"Suamiku, apakah kamu mengenal Artefak Long Sword yang diberikan oleh Demon King Darren."
"Iris, kita akan mengatakan padamu saat kita sudah tiba di Regulus."
"Baiklah," Iris bersandar di bahu Lazarus.
"Pertandingan Berikutnya Pangeran Siegfried Zephyra Vs Pangeran Karl Moonlight! Di arena biru!" Kaisar Aldric berkata.