
Lazarus, Alyssa, Amarilis dan Diana berpamitan pada Alastair dan yang lainnya.
"Urs, semoga Dewi Cahaya Electra memberkati perjalananmu." Iris tersenyum.
"Terima kasih." Lazarus berterima kasih.
"Diana. Blossom ingin mendengar cerita petualangan kakek Urs, saat kamu sudah pulang ke Kastil Regulus." Blossom memeluk Diana.
"Baiklah, nona Muda saya akan menceritakan semuanya." Diana mengelus kepala Blossom sambil tersenyum tulus.
Blossom dan yang lainnya masuk ke kereta kuda Bangsawan Regulus, butuh waktu dua minggu perjalanan sampai ke wilayah dan 3 minggu perjalanan sampai ke Kastil Regulus.
"Kakek, Blossom menyayangimu.." Blossom tertawa seraya melambaikan tangan.
Urs membalasnya dengan senyuman.
...****************...
Hari sudah sore. Lazarus dan yang lainnya berjalan-jalan di sekitar kota. Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi Lazarus.
"Urs, apakah kamu lapar? Bagaimana jika kita makan terlebih dahulu." Amarilis berkata.
"Tuan Urs, aku bisa memasak makanan kebetulan Skill memasak saya adalah Rank A." Diana melanjutkan.
"Maaf, Nona Amarilis dan Nyonya Diana, aku mempunyai janji dengan seseorang untuk makan malam bersama mereka.." Lazarus menjawab.
"Apakah mereka seorang wanita? Panggil aku dan Alastair dengan nama saja.. Karena kita sudah menjadi teman.. Kamu juga bisa memanggil Diana dengan namanya." Amarilis tersenyum.
"Fufufu, Urs kamu memanggil Alyssa dengan namanya, apakah kamu mengetahui Alyssa sudah berusia 100 tahun." Diana terkekeh kecil.
"Urs, mempunyai janji dengan anggota party yang aku ikuti. Diana, Bagi ras Elf berusia 100 tahun seperti seorang manusia berumur 25 tahun." Alyssa berkata.
"Baiklah, aku akan pergi ke Guild petualang. Apakah kalian ingin ikut?" Lazarus bertanya.
Kami ikut
Lazarus bersama para wanita akhirnya pergi ke Guild Petualang. Alyssa yang menunjukkan jalannya. Karena Amarilis dan Diana tidak mengetahui arah untuk pergi ke Guild petualang, karena bukan berasal dari Kota Lion Castle.
Pandangan semua orang terfokus pada Alyssa dan yang lainnya, karena wajah mereka sangat cantik dan mempesona.
"Nona cantik apakah kalian ingin pergi bersamaku?" Seorang pria mabuk bertanya.
Alyssa dan yang lainnya menatap pria mabuk itu dengan tatapan dingin.
Fireee
Amarilis menggunakan sihir api miliknya dan membakar celana pria mabuk itu. Pria mabuk, itu berlari dengan panik untuk memadamkan api di celananya.
"Bahkan, di Ibukota Kekaisaran masih banyak pria seperti itu." Amarilis berkata.
Diana mengangguk, mereka semua sering mengalami hal yang serupa.
"Aku ingin menggantung pria itu di ujung pohon yang sangat tinggi." Alyssa berkata.
Lazarus hanya memperhatikannya dengan ekspresi kosong.
'Para wanita ini sangat menakutkan!!'
Lazarus, akhirnya sampai ke Guild Petualang cabang Kota Lion Castle. Mereka, sudah berjanji untuk bertemu Fane di sini.
Saat Lazarus memasukinya dia mencium aroma minuman keras yang kuat. Guild Petualang ini seperti Bar abad pertengahan.
Semua petualang berbagai ras wanita dan pria memperhatikan Lazarus saat memasuki Guild Petualang.
Tuan Kamu sangat tampan, apakah kamu membutuhkan Party..
Gadis cantik, apakah kalian akan memberikan Quest aku Drake pemimpin Party Black Wyvern Rank D akan melakukannya
"Tuan Urs, kami berada di sini." Fane berteriak seraya melambaikan tangannya ke arah Lazarus.
Lazarus dan semua wanita, menghampiri meja makan Fane, di sana sudah berada Gerald dan Gareth yang sedang meminum Bir.
Lazarus dan para wanita duduk di kursi di samping Party Black Cat.
"Tuan Urs, Kami sudah melaksanakan semua perintahmu, sekarang Fred yang sedang mengurus Nyonya Tears, bukankah kamu bersama Alyssa? Aku tidak melihatnya... Seperti yang diharapkan dari Tuan Urs, kamu mendapatkan tiga wanita yang sangat cantik! Kamu membuatku sangat iri!" Fane berkata seraya tersenyum tulus.
Fane menyemburkan bir yang dia minum ke wajah Gareth karena terkejut.
'Gadis Elf yang sangat cantik itu mempunyai suara dan sifat yang tidak asing.' pikir Fane.
"A-apakah, Ka-kamu Alyssa?" Fane bertanya dengan sedikit tergagap.
Alyssa, yang dia kenal adalah gadis Elf yang tidak pernah merawat dirinya, dan rambut matanya selalu tertutupi oleh rambutnya.
"Fufufu, aku sudah mengatakan bahwa aku adalah gadis Elf paling cantik di kampung halamanku." Alyssa terkekeh kecil.
Apaaaa
Apakah dia Alyssa Elf pemabuk yang selalu berjudi? Tunggu Apakah sejak dahulu Alyssa sangat cantik.
Tidak, Gadis Elf Cantik itu adalah Alyssa yang selalu mencuri Uang dari para bandit.
Oh Dewi Cahaya Electra, apakah aku sedang bermimpi.
Terjadi keributan di Guild Petualang, mereka tidak percaya Alyssa sangat cantik.
Diam!
Seorang wanita kekar, berkulit coklat dan berambut merah berteriak. Wanita itu mempunyai tinggi 2 meter memakai pakaian yang terbuat dari kulit Beast Beruang dan warna mata merah seperti api.
Wanita itu adalah Astrid Ketua Guild Petualang cabang Kota Lion Castle. Astrid berasal dari Kerajaan North Sea dia adalah seorang Warrior ranah Epik.
Astrid berjalan ke arah meja Lazarus. Dengan tatapan serius dan aura yang mengintimidasi, Saat dilihat dari dekat banyak sekali luka di tubuh Astrid, menandakan dia sudah berkali-kali melakukan pertarungan hidup dan mati.
"Astrid, sudah lama tidak bertemu." Diana tersenyum.
Ternyata Diana sudah lama mengenal Astrid.
"Apakah kamu Diana kecil? Diana kecil yang selalu bersama Black Lion? Sudah lama tidak bertemu." Astrid memeluk Diana dengan kuat.
"Astrid, kamu menghancurkan semua tulang-tulangku! Lepaskan... Aku akan mati jika kamu memelukku sekuat itu!" Diana berteriak.
"Maafkan aku... Aku terlalu bersemangat." Astrid meminta maaf.
"Astrid, aku mendengar berita, bahwa saat Kematian Tuan Lazarus, kamu pulang ke Kerajaan North Sea." Diana berkata.
"Aku pulang ke Klan Red Bear di Kerajaan North Sea selama 20 tahun, tapi saat itu Kerajaan North Sea sedang mengalami perang saudara, karena Klan Iron Bull ingin menyatukan 20 Klan di North Sea. Aku ikut berperang bersama Klan Red Bear, dan entah mengapa klan kami memenangkan perang itu dan menjadi penguasa Absolute Kerajaan North Sea." Astrid menjelaskan.
Apa! Ketua Guild adalah seorang bangsawan! Dia adalah keluarga Kerajaan.
Semua petualang menjadi berisik, mereka baru mengetahui Astrid adalah, seorang anggota Keluarga Kerajaan North Sea.
"Astrid adalah anak perempuan tertua Ketua Klan Red Bear, dia bukan hanya seorang Anggota Keluarga Kerajaan melainkan Pewaris tahta Kerajaan North Sea." Alyssa berkata seraya tersenyum halus.
Apaaa!
Semua petualang terkejut mendengar perkataan Alyssa.
"Gadis Elf, kamu tidak pernah berubah.. Sekarang! bayar hutangmu totalnya 30 Koin emas!" Astrid menatap Alyssa dengan tatapan dingin.
"Urs, berikan aku 30 Koin emas, untuk membayar hutangku." Alyssa memegang tangan Urs seraya memohon dengan mata berbinar.
Lazarus mengambil 30 Koin emas dari Cincin Draupnir dan memberikannya pada Astrid. "Ketua Guild, apakah kamu di sini untuk menjalin kerja sama, dengan Kekaisaran Lion Heart? Dan bukankah Eric The Iron Blood hanya mempunyai satu putri?"
Eric The Iron Blood adalah salah satu dari Daftar 77 Star.
"Mata ungu, wajahmu mirip dengan Black Lion, apakah kamu pernah ke North Sea? Aku ditugaskan oleh ayahku untuk menjalin kerja sama dengan Duke Leandro. Dan sekarang ayahku mempunyai dua putri, karena 21 tahun lalu, ayahku menikahi seorang wanita dari Kerajaan Pendragon, dan melahirkan satu orang putri dia adalah adikku Freya, kebetulan dia sekarang tinggal bersamaku." Astrid berkata kemudian meneguk segelas besar bir.
Mendengar nama Freya semua orang menjadi terdiam.
"Urs, Freya adalah seorang gadis yang sangat cantik. Bahkan, di usia 21 tahun dia sudah menembus ranah Expert. Orang-orang menjulukinya Red Rose Princess, karena mempunyai rambut dan mata merah yang indah." Fane berkata.
Princess adalah julukan 21 wanita cantik yang belum bersuami dan berusia kurang dari 50 tahun di Benua Barat (Zephyra). Iris dan Diana dahulu masuk ke dalamnya. Sedangkan Alyssa masuk daftar sebelum Iris karena usianya 2 kali usia Iris.
"Tetapi karena sikapnya yang dingin dan dia selalu menolak pria yang menyatakan cinta padanya, dia mendapatkan julukan lain "Penghancur hati 1000 pria." Kecantikannya tidak kalah dari Amarilis dan Charlotte." Alyssa melanjutkan.
Sesaat kemudian terdengar suara seorang wanita. "Kakak perempuan, aku sudah menyelesaikan Questnya."
"Freya, aku akan memperkenalkan kamu dengan teman lamaku." Astrid menjawab.