
Selain untuk melihat hiburan dan bersenang-senang, pesta dansa juga sebagai tempat untuk menunjukkan bakat dan mencari pasangan.
Pesta dansa diadakan selama 2 hari dan di sini orang-orang terkenal berkumpul dari 4 Benua di Planet Antares. Kastil terdiri dari 2 lantai, Kaisar Erland, Kaisar Alcander, Kaisar Feng Yun dan Kaisar Agathias beserta pemimpin dari Kekuatan Besar di Planet Antares melihat pertunjukan dari lantai 2.
Mereka terkadang pergi ke lantai pertama untuk berdansa dan menunjukan bakat mereka. Bakat yang dipertunjukkan adalah 3, bernyanyi, bermusik dan menari.
"Pesta dansa akan dimulai jam 9 malam sampai selesai. Para hadirin sekarang adalah waktu menunjukan bakat dari semua orang berbakat dari Planet Antares. Aku Kaisar Aldric merasa terhormat sebagai tuan rumah untuk Pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar. Aku harap kalian menikmati makanan, minuman dan semua pertunjukan di Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar!" Kaisar Aldric berkata menggunakan Artefak pengeras suara.
Semua orang bersorak gembira. Mereka ingin sekali melihat pertunjukan bakat dari orang-orang berbakat di Planet Antares.
Seorang pelayan berambut putih salju pendek, mata biru kristal, memakai jas rapih berwarna hitam menghampiri Lazarus dan yang lainnya.
"Apakah Anda Duke Lazarus Regulus dan Saint Iris?" Pelayan itu bertanya.
"Saya adalah Duke Lazarus Regulus."
"Ibu Suri Agatha, sudah menyiapkan kursi untuk Duke Lazarus Regulus dan keluarganya." Pelayan itu membungkuk.
Lazarus dan Iris memanggil Alastair, Cassandra dan Blossom, kemudian mereka berusaha mencari Amarilis di kerumunan orang.
"Ayah!" Amarilis melambaikan tangan seraya berjalan ke arah Lazarus.
Di samping Amarilis adalah seorang pria tampan kurus berambut coklat panjang, mata hijau, memakai tuksedo berwarna hitam. Pria itu adalah Chiron Albion Kekasih Amarilis dan putra dari Kaisar Agenor Albion.
"Salam Duke Lazarus Regulus!" Chiron membungkuk dengan ekspresi canggung, dia mengetahui Lazarus adalah musuh bebuyutan Ayahnya.
"Apakah kamu Chiron?"
"Duke Lazarus, Na-namaku Chiron Albion." Chiron berkata dengan suara terbata-bata.
"Apakah Ayahmu Agenor tidak menghadiri pesta dansa?"
"Ayah sedang berlatih karena 3 hari lagi, dia akan bertarung dengan seseorang bernama Rhodes."
"Baiklah, kamu tidak perlu gugup saat berbicara denganku. Aku adalah seorang Ayah yang sangat mencintai putrinya. Aku berharap di masa depan kamu tidak menyakiti Amarilis. Apabila kamu menyakiti Putriku di masa depan, aku akan datang kepadamu dan memotong salah satu tanganmu."
Chiron mempunyai wajah pucat. "Terima kasih, Duke Lazarus! Aku sangat mencintai Amarilis dan aku akan menjaganya dengan baik!"
"Putraku Chiron, sekarang kamu adalah bagian dari Regulus. Apabila Agenor berani membuat masalah, aku sendiri yang akan menghadapinya."
"Terima kasih," Chiron Albion bernafas lega, dia berpikir Lazarus tidak akan merestui hubungannya dengan Amarilis.
Keluarga Lazarus dan Chiron dipandu oleh pelayan itu pergi ke kursi yang sudah di persiapkan di lantai 2 untuk menonton pertunjukan bakat di lantai 2.
Mereka sampai di lantai 2 dan bertemu dengan seorang pria kekar paruh baya, Eira, Lynelle, Kaisar Alcander dan Ibu Suri Agatha yang sudah menunggu di sebuah meja yang merupakan tempat VIP untuk menonton pertunjukan.
"Cucuku, akhirnya kamu datang!" Ibu Suri Agatha bangkit dari kursinya, kemudian memeluk Lazarus.
"Nenek, aku sangat bahagia bertemu denganmu lagi. Perkenalkan, Istriku Iris, Putraku Alastair, Putriku Amarilis, Menantuku Cassandra, Calon Menantuku Chiron Albion dan Cucuku Blossom." Lazarus berkata seraya melepaskan Raegal Helm di kepalanya.
Alastair dan yang lainnya terkejut. Ibu Suri Agatha adalah salah satu orang terkuat di Planet Antares. Mereka tidak mengetahui Lazarus mempunyai hubungan dengan Ibu Suri Agatha dan Kekaisaran Boreas.
"Hahaha. Cucuku duduklah di sampingku! Aku ingin melihat wajah anak dari Putraku Arka dan keluarganya." Pria paruh baya bertubuh kekar, rambut putih bergradasi biru es dan memakai Armor rank Legendary berwarna biru muda berkata.
Lazarus memakai Skill Eye Of Divine Beast Master dan melihat status pria paruh baya itu. Dia melihat paruh baya itu sudah berusia 7000 tahun dan mempunyai level 98 lebih tinggi dari para Beast King dan orang-orang kuat yang pernah Lazarus temui sebelumnya.
"Hahaha. Cucuku, apakah kamu menggunakan Skill Eye Of World untuk melihat statusku? Apakah Kakekmu ini sangat kuat sampai wajahmu menjadi pucat?" Pria paruh baya itu tertawa terbahak-bahak.
"Galan, kamu tidak boleh menggoda cucuku! Lazarus, perkenalkan Kakek Tua itu adalah Mantan Kaisar 2 generasi sebelumnya Galan Nicolas Boreas. Dia adalah suamiku dan Kaisar Kekaisaran Boreas sebelumnya." Ibu Suri Agatha berkata.
Tubuh semua orang gemetar karena mendengar nama Kaisar Galan Nicholas Boreas. Mereka berpikir Kaisar Galan telah mati 3000 tahun yang lalu karena dia mempunyai usia yang lebih tua dari Raja Arthur.
"Ice King!" batin Lazarus.
"Cucuku Lazarus Regulus, wajahmu mirip seseorang yang aku kenal di masa lalu. Bisakah kamu menggunakan Skill garis keturunan Bangsawan Utara?" Mantan Kaisar Galan berkata, dia seperti pernah bertemu Lazarus di masa lalu.
Lazarus menggunakan Skill garis keturunan Bangsawan Utara. Rambut hitam panjangnya berubah menjadi warna putih salju. Penampilan Lazarus sekarang sangat mirip dengan kelahiran ke 19 White King Orion.
"Orion..." Galan bergumam dengan wajah terkejut dan tidak percaya.
Lazarus tersenyum. "Kakek, apakah aku dengan rambut putih sangat tampan?"
Tanpa sadar Galan meneteskan air mata. "Hahaha. Cucuku, duduklah di sini dan nikmatilah pertunjukan bersamaku dan Agatha!" Galan mengusap air matanya.
Semua orang duduk bersama Kaisar Alcander, Ibu Suri Agatha dan Mantan Kaisar Galan. Mereka terlihat sangat gugup saat duduk di meja itu karena diperhatikan oleh anggota keluarga Kekaisaran Boreas dan Bangsawan Boreas yang duduk di sebelah meja Ibu Suri Agatha.
Semua wanita Keluarga Kekaisaran Boreas dan Keluarga Bangsawan Boreas saling berbisik tentang seorang pria yang sangat tampan di samping Ibu Suri Agatha. Mereka tidak mengetahui di Benua Utara Boreas ada seorang pria setampan Lazarus di Ibukota Kekaisaran Boreas.
Blossom kecil memeluk Cassandra, dia tidak mengenal siapa orang-orang berambut putih yang duduk bersamanya. Sedangkan Altair dan Amarilis hanya duduk membeku tidak tahu bagaimana membuka pembicaraan.
Chiron yang berada di samping Amarilis berkeringat deras, dia ingin segera melarikan diri dari tempat ini. Namun jika dia melarikan diri sama saja dia mengkhianati kepercayaan Lazarus.
"Blossom kecil, dia adalah Paman buyut, kakek buyut dan nenek buyutmu! Kamu tidak boleh takut kepada mereka semua dan Iris bukankah aku sudah mengatakan bahwa Nenek ingin bertemu denganmu." Lazarus membuka pembicaraan.
Duke Galan tersenyum saat melihat Amarilis dan Alastair. Meskipun mereka tidak mewarisi garis darah Bangsawan Utara, tetapi mereka sangat kuat dan berbakat.
"Fufufu. Saint Iris, terima kasih karena sudah menjaga cucuku dengan baik dan apakah kamu Blossom? Kamu sangat cantik dan imut! Nona Cassandra apakah aku boleh memeluknya?"
"Tidak, Lazarus yang merawat aku dengan baik."
"Silahkan, Ibu Suri Agatha..." Cassandra menjawab dengan ekspresi gugup.
"Apakah kamu Nenek Buyut?" Blossom bertanya dengan mata berbinar.
"Aku Nenek buyutmu gadis kecil."
"Blossom, ingin mempunyai seorang Nenek."
"Fufufu. Gadis yang sangat pintar."
Semua orang bernafas lega. Mereka mengetahui Ibu Suri Agatha dan Keluarga Bangsawan Boreas sangat baik.
Lazarus mengeluarkan Wine Garcia berusia 5000 tahun. Dia mengetahui dari Kelahiran ke 19 White King Orion. Ice King Galan adalah seseorang yang sangat menyukai Wine.
"Hahaha. Cucuku yang baik, kamu sudah menyiapkan hadiah terbaik untukku! Wine berusia 5000 tahun sangatlah langka! Cepat tuangkan Wine itu ke gelasku!" Galan tertawa terbahak-bahak.
Lazarus tersenyum, kemudian membuka botol Wine itu. Aroma wine yang sangat harum tercium ke seluruh ruangan.
Lazarus menuangkan Wine itu ke semua cangkir dan gelas semua orang. Diana menemukan 30 botol Wine berusia 5000 tahun, kemudian dia memberikannya kepada Lazarus. Namun Lazarus mengembalikan 20 botol Wine itu kepada Duke Donovan dan hanya mengambil 10 botol Wine.
Seorang Dwarf berambut putih dan mata biru menghampiri meja Lazarus karena mencium aroma Wine yang sangat enak. Dwarf itu adalah Raja Boar, Raja Kerajaan Dwarf Snow Wolf Castle.
"Saudaraku! Apakah Wine berusia 5000 tahun itu milikmu? Aku bisa mencium aroma Wine itu dari 30 meja dari sini dan segera pergi ke sini!" Raja Boar memeluk Lazarus seraya melirik ke arah Wine yang di pegang oleh Lazarus dengan mata berbinar.
"Boar, sudah lama tidak bertemu! Apakah kamu sudah menembus Job Black Smith ranah Mythical!"
"Galan? Apakah kamu masih hidup!"
"Hahaha. Aku berada di sini dengan tubuh yang sangat sehat. Aku masih mempunyai banyak energi untuk hidup selama 3000 tahun lagi." Galan tertawa seraya meneguk segelas Wine berusia 5000 tahun.
Seorang pelayan menyiapkan satu kursi lagi untuk Raja Boar, kemudian Lazarus menuangkan Wine itu ke cangkir Raja Boar. "Hahaha. Minuman keras yang aku minum selama ini seperti sampah dibandingkan Wine berusia 5000 tahun ini."
Kedatangan Raja Boar mencairkan suasana. Sekarang Alastair, Amarilis, Cassandra dan Chiron bisa berbicara santai dengan Lynelle, Eira, Kaisar Alcander dan Permaisuri Roselia.
"Tunggu, Saudara Urs, sejak kapan kamu mempunyai rambut putih salju?" Raja Boar bertanya seraya meneguk segelas Wine.
"Raja Boar, aku hanya menggunakan Skill Garis Bangsawan Utara. Warna rambutku sebenarnya adalah hitam legam." Lazarus menjawab.
"Galan, apa hubunganmu dengan Lazarus?"
"Lazarus, adalah Putra Arka sahabatmu dan cucuku." Galan menjawab.
Raja Boar terkejut, kemudian menyemburkan Wine ke wajah Lazarus. Dia adalah sahabat dan teman masa kecil Ayah Lazarus Pangeran Arka.
"Saudara Urs, maafkan aku!"
"Hahaha, Saudara Boar! Kamu tidak perlu meminta maaf." Lazarus berkata, kemudian tetesan-tetesan Wine yang membeku jatuh ke meja.
Seorang pelayan segera datang ke meja Lazarus dan membersihkannya.
"Hahaha. Cucuku, kontrol sihir element esmu sangat baik! Apabila Alcander yang berada di posisimu wajahnya sudah basah karena semburan Wine Boar." Galan tertawa.
"Cih... Kakek, bajingan kecil itu tidak pernah menghormati aku sebagai Kaisar dan Kakak Iparnya. Dia selalu menantang aku dan menghinaku!"
"Cebol! Berhentilah mengadu! Bukankah kamu yang pertama kali memprovokasi aku!"
"Kakek, lihatlah! Dia tidak menghormati aku dan selalu menghinaku!"
Galan mengingat kedua putranya yang sudah meninggal. Arka dan Arkana, Ayah Lazarus dan Alcander mereka mempunyai sifat yang sama dan selalu berkelahi.
"Hahaha."
Galan tertawa.
"Kakek, mengapa kamu tertawa?" Lazarus bertanya.
"7000 tahun kehidupanku aku sangat senang! Seandainya Dewi Kematian Thanatos mencabut nyawaku sekarang aku akan dengan senang hati menerimanya. Kedua cucuku sangat mirip dengan kedua putraku." Kaisar Alcander menjawab.
"Kakek, jangan berkata seperti itu! Kamu harus panjang umur dan melihat cucuku tumbuh besar!" Lazarus dan Kaisar Alcander berkata bersamaan, mereka kemudian saling melirik.
Kaisar Alcander mengingat tentang Arka dan Arkana yang berkata perkataan yang sama. "Ayah, jangan berkata seperti itu! Kamu harus panjang umur dan melihat putraku tumbuh besar." Namun, mereka berdua tidak bisa melihat semua putra dan putrinya tumbuh besar dan menikah.
Galan menggeleng ringan." Tidak, kita bertiga akan terus hidup dan melihat anak dan keturunan kita tumbuh, menikah dan mempunyai keturunan lagi."
Semua orang melihat ke arah panggung di lantai kedua. Seorang Goblin berjalan ke atas panggung untuk mengumumkan pertunjukan bakat pertama.
"Pertunjukan pertama adalah Pangeran Sebastian Moonlight dan Nona Evangeline Blue Moon. Mereka akan menampilkan drama musikal berjudul "Prince Of Darkness And Princess The Madness." Goblin itu berkata menggunakan Artefak Pengeras Suara.
Semua orang bersorak!
Nona Evangeline kamu sangat cantik!
Pangeran Sebastian aku mencintaimu!
Lazarus bangkit dari kursinya. "Sebastian!!"
Lazarus terkejut karena melihat Sebastian dan Evangeline di atas panggung. Dia berkata akan menemui Lazarus di pesta, tetapi Lazarus tidak menyangka Sebastian akan bernyanyi diatas panggung.
Sebastian tersenyum lebar kepada semua orang, kemudian melirik ke arah Lazarus dengan tatapan penuh misteri. Akan tetapi, entah mengapa naluri Lazarus merasakan Sebastian sedang merencanakan sesuatu.