LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 312. Pemimpin Yang Kejam.



Wilayah Selatan Hutan Cerulean terlihat kawanan Green Forest Drake, Earth Wyvern, Forest Wyvern, Earth Drake dan beberapa Beast rank rendah dan sedang pergi ke sarang Silver Dragon Soldrake.


"Urs, aku hanya mempunyai sedikit pengikut tidak seperti Darkness Fang, Black Cloud dan Hei Lan." Silver Dragon Soldrake berkata.


"Tidak, aku mengira kawanan Beast ini sudah cukup karena Black Cloud akan bergabung dengan kita." Lazarus berkata.


Lazarus menaiki punggung Forest Phoenix Linwood, kemudian terbang di atas 7000 pasukan yang terdiri dari beberapa orang anggota Kerajaan/Kekaisaran dan Kekuatan Besar yang di selamatkan oleh Julian dan yang lainnya.


"Apakah kalian ingin ikut bersamaku untuk berperang?" Lazarus berteriak.


Semua orang gemetar mendengar Lazarus mengatakan untuk berperang. Semua orang mempunyai ekspresi yang berbeda-beda dan pemikiran berbeda-beda.


"Aku tidak memaksa kalian untuk ikut berperang bersamaku. Aku mengetahui kalian berasal dari Kerajaan/Kekaisaran dan Kekuatan Besar yang berbeda. Kalian mempunyai tujuan masing-masing untuk pergi ke Hutan Cerulean, apabila kalian tidak ingin ikut berperang pergilah dari pasukan dan keluar dari Hutan Cerulean. Ingatlah pilihan ada di tangan kalian, aku tidak akan memberi kesempatan dua kali." Lazarus berteriak.


1000 orang meninggalkan pasukan Lazarus, mereka adalah orang-orang yang diselamatkan dan di kumpulkan oleh pasukan Lazarus.


"Tuan, mengapa kami harus mengorbankan nyawa kami? Bukankah lebih baik kami pergi meninggalkan Hutan Cerulean?" Seorang pria kekar berambut coklat acak-acakan dengan kumis, janggut dan jambang berteriak.


"Tuan, perang di Hutan Cerulean bukanlah urusan kami! Sebaiknya kita semua harus pergi keluar dari Hutan Cerulean untuk menyelamatkan diri. Bertahan hidup lebih penting dari apapun." Seorang Beastman tikus berkata.


1000 orang itu melangkah pergi meninggalkan pasukan Lazarus. Mereka adalah Marcenary, Petualang, Kriminal dan Anggota Kekuatan Besar yang tidak mempunyai hubungan tentang perang ini.


"Tunggu!"


"Tuan, apa yang kamu inginkan? Bukankah kamu yang menyuruh kami untuk pergi?" Seorang pria berambut hijau panjang ikal dengan mata biru bertanya.


"Apakah kalian lupa tentang sesuatu? Kembalikan Potion dan Artefak yang telah kelompokku berikan kepada kalian!" Lazarus berteriak.


"Hahaha. Tuan, kami tidak meminta bantuan kepada kalian! Ingatlah, kalian sendirilah yang sukarela membantu kami. Mengapa kami harus menyerahkan Potion dan Artefak yang sudah kalian berikan?" Seorang pria ranah Legendary berambut coklat dan mata biru tertawa.


Julian dan semua anggota pasukan Lazarus menggertakan giginya. Mereka menyesal karena menolong orang-orang yang tidak tahu berterima kasih.


"Hahaha. Kehidupan kalian bukanlah urusanku karena kalian bukan anggota pasukanku. Ingatlah aku bukanlah seorang dermawan yang menyelamatkan kalian dengan gratis. Artefak dan Potion itu adalah milik orang-orang yang gugur saat bertarung melawan Beast dan Pasukan Aliansi. Mereka yang sebenarnya sudah menyelamatkan kalian, sebagai orang yang diselamatkan bukankah kalian harus mengetahui cara membalas budi?" Lazarus bertanya.


Julian, Magnolia, Kaguya, Yun Shan dan yang lainnya menatap ke arah 1000 pasukan itu. Mereka mengetahui bahwa semua yang dikatakan Lazarus masuk akal, Potion dan Artefak yang diberikan kepada 1000 orang itu bisa menyelamatkan hidup anggota pasukan mereka saat di Medan perang.


1700 orang itu hanya memikirkan diri mereka sendiri dan tidak memikirkan kelompok dan anggota pasukan Lazarus. Mengapa mereka harus rela memberikan Artefak dan Potion yang sangat berharga untuk orang-orang picik dan tidak tahu berterima kasih seperti mereka.


200 orang berubah pikiran karena mengetahui bahwa tanpa bantuan pasukan Lazarus. Mereka akan terbunuh sejak lama dan sudah seharusnya mereka membalas budi kepada Lazarus dan pasukannya.


"Tuan Urs, kami tidak mempunyai Job Pertarungan kami hanyalah Black Smith, Alchemist dan Herbalis yang tidak akan membantu banyak dalam perang yang akan datang." Seorang wanita Elf berkata.


"Tuan Urs, meskipun Skill Black Smith kami tidak sehebat para Dwarf. Namun, kami akan membantu untuk mencari Material, memperbaiki dan membuat Artefak untuk perang yang akan datang." Seorang pria kurus berambut hijau tersenyum lebar.


Lazarus tersenyum Job Alchemist, Black Smith dan Herbalis sangat membantu di dalam pasukan Lazarus. Kelihatannya mereka pergi ke Hutan Cerulean untuk mencari Herbal dan Material langka di kawal oleh beberapa Marcenary.


"Aku akan menerima kalian." Lazarus berkata.


"Tuan Urs, aku sudah tidak tahan! Bukankah seharusnya kita membunuh 1500 orang yang tidak tahu berterima kasih itu?" Herakles berteriak seraya mengeluarkan aura ranah Mythical.


"Urs, berikan perintah! Aku akan segera membunuh mereka semua!" Carissa berteriak.


Seorang pria kekar berambut abu-abu panjang dan mata perak melangkah ke arah pasukan Lazarus. Orang itu mengeluarkan aura ranah Mythical dan merupakan orang yang paling kuat di dalam kelompok pasukan itu.


"Hahaha. Anak muda, namaku Mountain Destroyer Even! Biarkan kami pergi atau kami akan menyerang kalian semua, meskipun kami kalah. Namun kalian akan mendapatkan kerugian yang signifikan! Berikan juga kami Potion Rank Unique, Potion Rank Epik Artefak Rank Legendary dan Artefak Rank Epik kualitas terbaik! Serahkan semua Herbalis, Alchemist dan Black Smith di pihakmu! Kami akan memaafkan dan melupakan penghinaanmu kali ini!" Even berteriak seraya tertawa terbahak-bahak.


1500 orang itu mengeluarkan Artefak senjata mereka. Mereka berpikir meskipun pasukan Lazarus 3 kali lebih banyak, tetapi pasukan mereka jauh lebih kuat dari pasukan Lazarus.


"Aku menyesal telah menyembuhkan mu!" Magnolia berteriak.


Even menjilat bibirnya. "Anak muda, serahkan juga wanita dengan topeng Light Dragon itu. Dia mempunyai Skill penyembuhan dan kelihatannya dia adalah wanita yang cantik."


"Hahaha. Bajingan, aku tidak pernah melihat orang-orang tidak malu seperti kalian! Aku sudah menyelamatkan kalian dan memberikan kalian semuanya untuk bertahan hidup. Akan tetapi, kalian berani mengancam dan memeras aku!" Lazarus mengeluarkan aura haus darah.


Pasukan Lazarus menggertakan giginya, tetapi Sebastian segera menghentikan mereka untuk menyerang karena Lazarus mempunyai sebuah rencana.


"Ingatlah kita sekarang berada di Hutan Cerulean. Di sini tidak ada hukum seperti di Kerajaan dan Kekaisaran di dunia luar hanya orang kuat yang bertahan hidup. Kekuatan adalah segalanya dan yang lemah hanya akan mati!" Even tersenyum lebar.


"Siapapun yang tidak ingin bertarung menyingkirlah, kemudian tinggalkan Potion dan Artefak kalian dan pergi dari sini!" Lazarus berteriak.


50 orang menyingkir dari pasukan Even, mereka mengetahui bahwa pertempuran akan terjadi. Mereka berpikir akan mengikuti siapa yang memenangkan pertempuran ini. Bukankah mereka akan mendapatkan keuntungan, bagaimanapun hasil dalam pertempuran ini.


"Soldrake, Magna, Ragnar, Reiga, Kaguya dan Alcander bunuh mereka semua dan ambil semua Artefak dan Potion yang telah kita berikan kepada mereka. Sebastian ambil Potion dan Artefak dari 50 orang itu, apabila mereka menolak bunuh mereka!" Lazarus memerintahkan.


3 Ekor Dragon dewasa terbang dengan cepat keluar dari sarang Silver Dragon Soldrake dan mengelilingi pasukan Even. Sedangkan Kaguya, Alcander dan Reiga segera menyerang pasukan Even.


Even yang melihat 3 Beast Dragon dan 3 orang yang membantai orang-orangnya gemetar ketakutan. Dia merasakan orang-orang ini bukanlah orang-orang normal dan sudah mengalami banyak pertempuran.


"Bang!!" Alcander menyerang Even menggunakan Artefak tombaknya. Suara benturan logam terdengar sangat keras, Even merasakan genggaman tangannya mati rasa saat Artefak senjata mereka berbenturan.


"Apakah kamu berpikir aku orang yang lemah!" Even memperkuat auranya mana element api berkumpul dan disekitarnya.


2 jam berlalu pertempuran berakhir. Terlihat ditengah Medan pertempuran Even dan 5 orang ranah Legendary berlutut dengan luka berdarah-darah. Sebuah tombak berwarna putih terlihat berjarak 1 Cm di leher Even.


Anggota pasukan Lazarus terkejut karena pasukan berjumlah 1500 orang itu berhasil dikalahkan oleh 3 Beast Dragon dan 3 Orang dengan sangat mudah.


"Mereka lumayan kuat, tetapi lawan mereka adalah 3 Beast King." Magna berkata seraya menatap ke arah mayat-mayat di sekitarnya. Lazarus sudah mengatakan kepada Magna bahwa dia tidak boleh menggunakan racun, asam dan gas korosif untuk bertarung dengan mereka karena pasukan yang lain akan terdampak dan Artefak juga Potion tidak akan hancur.


Lazarus menghampiri Even seraya menunggangi punggung Linwood.


"Tuan Urs, aku menyesal! Tolong ampuni nyawaku dan aku akan ikut berperang bersamamu!" Even memohon.


"Even, bukankah kamu yang mengatakan kepadaku bahwa kekuatan adalah segalanya dan hanya orang kuat yang dapat bertahan. Aku sudah memberikan kesempatan kepadamu berkali-kali, tetapi kamu tidak mendengarnya."


"Tuan Urs, aku menyesal! Apabila Guild Marcenary Four Continent mengetahui, kamu sudah membunuhku. Maka mereka akan membalas dendam dan membunuhmu!" Even berteriak.


"Hahaha. Ingatlah Hutan Cerulean tidak mempunyai mata dan mulut. Bahkan seorang Raja dan Kaisar bisa saja mati di Hutan Cerulean. Gelar, pangkat, dan Latar belakangmu di sini tidak berguna." Lazarus berkata, kemudian berbisik di telinga Alcander. "Bunuh dia!"


"Semoga Para Dewa memberikan kematian yang menyakitkan untukmu! Aku akan menunggumu di Aby.." Even berteriak, tetapi sebelum dia menyelesaikan kata-katanya. Alcander sudah memenggal kepala Even.


Kaguya dan Reiga juga membunuh orang-orang yang lain setelah melihat Alcander memenggal Even.


"Aku sudah sering mendengar orang-orang menyumpahi aku. Namun kelihatannya kita tidak akan bertemu di Abyss." Lazarus bergumam.


Semua anggota pasukan Lazarus menatap ke arah Lazarus. Mereka bersyukur memilih pilihan tepat. Apabila mereka salah memilih, mungkin mereka akan bernasib sama dengan Even dan yang lainnya.


"Namaku Urs The North, aku tidak bisa berjanji kepada kalian bahwa kalian semua akan bisa keluar hidup-hidup dari Hutan Cerulean. Musuh sudah memasang Artefak bernama Absolute Domain yang menutupi semua jalan keluar Hutan Cerulean. Namun aku bersumpah atas nama Para Dewa aku akan melindungi kalian sebagai pemimpin yang baik. Akan tetapi, apabila kalian berani mengkhianati aku. Mungkin kalian sudah mengetahui nasib semua orang yang berani mengkhianati ku." Lazarus berteriak.


Semua orang merasa ngeri saat melihat mayat Even dan pasukannya yang mati dengan tragis.


"Urs The North!" Magnolia bersorak.


Semua pasukan bersorak mengikuti Magnolia.


Lazarus berjalan menghampiri Julian. "Ingatlah puncak gunung menginspirasi para pemimpin, tetapi lembah yang mendewasakan mereka. Semua orang akan mengikuti pemimpin yang menurut mereka pantas untuk mereka ikuti dan seorang pemimpin yang terlalu pintar, bodoh, baik atau kejam tidak pantas menjadi pemimpin."


"Urs, apakah aku pantas menjadi seorang Kaisar?" Julian bertanya.


"Semua hal membutuhkan proses dan di masa depan kamu akan menjadi Kaisar yang melebihi Agathias." Lazarus berkata.


"Terima kasih."


"Sebastian, kumpulkan orang-orang yang mempunyai Job Black Smith, Herbalis dan Alchemist. Kelihatannya dalam beberapa bulan ini kita harus bersiap-siap untuk perang yang akan datang!" Lazarus berteriak.


"Hahaha. Baiklah, aku akan melakukannya dan apakah ada perintah lainnya?" Sebastian bertanya.


"Pergilah bersama Ronin dan Linwood untuk mengawasi perang di wilayah timur Hutan Cerulean. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dan laporkan kepadaku. Di dalam pasukan aliansi musuh, aku mempunyai banyak mata-mata dan mereka akan bekerja sama denganmu." Lazarus melemparkan daftar nama mata-mata kepada Sebastian.


"Hahaha. Membuat musuh jadi kawan, kemudian menggunakan mereka untuk menyebarkan informasi agar pasukan musuh saling mencurigai dan akhirnya mereka saling terpecah belah. Urs, kamu adalah pria yang sangat licik, tetapi jahat dan licik tidak cocok untukmu." Sebastian tertawa.


"Sebas, apa maksudmu?"


"Sebagai bayanganmu biarkan aku yang akan melakukan rencana jahat dan licik." Sebastian menjawab.


"Bajingan!! Lazarus, kamu harus menjelaskan semua ini!" Iris berteriak dari dalam sarang Silver Dragon Soldrake.


"Sial! Apakah aku akan mati sebelum perang ini dimulai!" Lazarus bergumam.


...****************...


"Baxia, apakah kamu mendengarku?"


"Urs, apa yang terjadi?"


"Bolehkah aku berubah menjadi Emperor Beast?" Lazarus bertanya.


"Apakah kamu berurusan dengan kawanan Beast?" Baxia bertanya.


"Tidak! Aku berurusan dengan ras humanoid yang bekerja sama dengan Beast!"


"Aku tidak bisa mengizinkannya lagi keseimbangan dunia akan kacau saat merasakan aura Emperor Beast. Planet Antares sendiri akan berusaha membunuhmu atau Planet Antares akan mengirimkan mu dengan paksa ke Planet Auriga. Planet Auriga bukan berada dalam wilayah kekuasaanku, melainkan kekuasaan Beast yang sedikit lebih kuat dariku." Baxia menjawab.


"Baiklah, aku mengerti dan apakah kamu bisa mengirimkan beberapa Beast untuk menjemput Beast King Mountain Turtle? Dia adalah Beast kura-kura darat tua seukuran bukit. Dia ingin sekali pergi ke punggungmu untuk menikmati sisa hidupnya." Lazarus berkata.


"Baiklah, aku akan mengirimkan beberapa Beast untuk menjemputnya. Urs, aku tidak dapat merasakan keberadaan mu. Apakah kamu sedang berada di Hutan Yggdrasil, Dragon Valley, Hutan Cerulean atau di sebuah Barrier rank Void?" Baxia bertanya.


"Aku berada di Hutan Cerulean! Baxia, cepatlah kirimkan Beast King pengikutmu."


"Mereka sedang dalam perjalanan kelihatannya 6 bulan lagi mereka sampai di tempatmu. Apabila mereka tidak mengunjungi keluarga dan wilayah mereka terlebih dahulu."


"Terima kasih." Lazarus berkata.