
Kelompok Lazarus sampai di Istana Kekaisaran Lion Heart. Semua penjaga segera membukakan gerbang Istana Kekaisaran saat melihat Lazarus dan Iris datang.
"Salam Grand Duke Regulus." Semua penjaga Istana membungkuk, kemudian memandu kelompok Lazarus ke Istana Kekaisaran Lion Heart.
Lazarus melihat banyak sekali prajurit yang berjaga dan berpatroli di Ibukota Kekaisaran Lion Heart dalam perjalanan. Dia tidak mengetahui apa alasan penjagaan Ibukota Kekaisaran Lion Heart lebih ketat dari biasanya.
"Paman!" Icarus berlari ke arah Lazarus dan Iris bersama Calista di sampingnya.
"Icarus, apa yang telah terjadi?" Iris bertanya.
"Paman, apakah kamu tidak mengetahui bahwa pertemuan darurat Kerajaan dan Kekuatan besar akan dimulai?" Calista bertanya seraya menatap mata biru Lazarus.
"Aku ingin bertemu dengan Altair." Iris berkata.
"Bibi, tunggu!" Calista berteriak.
Namun Iris, Lazarus dan Rias terus berjalan ke ruang pertemuan Kekaisaran Lion Heart.
"Calista, apakah Paman belum mengetahui bahwa pertemuan akan diadakan di wilayah Regulus?" Icarus bertanya.
"Aku mengira surat yang dikirim ke wilayah Regulus datang terlambat." Calista menjawab.
Iris membuka gerbang itu dan melihat Altair bersama 7 istrinya sedang duduk dan disekitarnya terlihat 92 mantan istri Altair. Mereka kelihatannya sedang membicarakan masalah pribadi.
"Lazarus, Iris, mengapa kalian datang kemari?" Altair bertanya dengan ekspresi bingung.
"Altair, apakah kami tidak boleh mengunjungimu?" Lazarus bertanya.
"Bukan itu maksudku! Bukankah kalian seharusnya sekarang sedang bersiap-siap di Kastil Regulus untuk pertemuan darurat?" Altair bertanya seraya menatap ke arah Rias.
"Tunggu, apakah Regulus akan menjadi Tuan Rumah pertemuan darurat Kerajaan dan Kekuatan Besar?" Lazarus bertanya.
Altair mengangguk. "Kaisar Erland, Kaisar Alcander dan Kaisar Agathias memutuskan Regulus akan menjadi tempat pertemuan darurat Kerajaan dan Kekuatan Besar tiga hari lagi."
Lazarus berdiri membeku saat mendengar jawaban Altair, dia mengetahui bahwa perang besar akan terjadi. Namun dia tidak mengira perang akan terjadi secepat ini.
Lazarus, Iris dan Rias duduk di kursi di dekat Altair dengan ekspresi serius banyak sekali yang harus, dia siapkan sebelum perang besar terjadi.
"Nona-nona cantik bisakah aku meminta waktu sebentar untuk berbicara dengan Altair dan Florencia?" Lazarus tersenyum.
6 istri Altair dan 92 mantan Istri Altair mengetahui Lazarus akan membicarakan sesuatu yang sangat penting dengan Altair. Mereka berpamitan kepada Lazarus dengan senyum menggoda mereka dan pergi meninggalkan ruang pertemuan.
Altair dan Florencia menatap ke arah Rias, mereka belum pernah mengenal dan melihat seorang wanita Demon bermata emas yang mempunyai kecantikan menyaingi Iris, Lilian dan Helene.
"Namanya adalah Rias, dia adalah tamu terhormat wilayah Regulus." Lazarus memperkenalkan Rias.
"Nona Rias, kamu sangat cantik seperti bulan purnama yang indah." Altair tersenyum.
Rias hanya menatap mata Altair, kemudian Altair merasakan dirinya sedang berada di sebuah ruangan sangat gelap dan hanya ada sepasang mata emas indah bersinar terang menatap ke arahnya. Namun dia merasakan kengerian saat melihat sepasang mata emas indah itu seolah-olah seekor hewan buas yang sangat kuat sedang mengintainya dalam kegelapan.
"Altair, apakah kamu baik-baik saja?" Lazarus bertanya karena bingung Altair tiba-tiba membeku dan dahinya berkeringat padahal sekarang adalah musim gugur.
"Aku baik-baik saja dan Lazarus apa yang kamu ingin katakan?" Altair tersenyum.
Lazarus menghela nafas, kemudian melirik ke arah gerbang Istana Kekaisaran Lion Heart. "Icarus, Calista dan Helene, daripada kalian menguping pembicaraan kami. Bukankah lebih baik kalian masuk dan bergabung dengan pembicaraan?"
Gerbang terbuka Calista, Icarus dan Helene masuk ke ruang pertemuan dan duduk di samping Lazarus. Mereka sudah menggunakan Artefak penyembunyian, tetapi Lazarus tetap bisa merasakan kehadiran mereka.
"Grand Duke Regulus, maafkan aku karena sudah menguping pembicaraan kalian." Helene tersenyum cerah, dia sebenarnya hanya ingin membayar pajak tahunan wilayah Leonis kepada Altair. Namun dia tidak menyangka bahwa akan bertemu Lazarus.
Jantung Helene berdetak dengan kencang. Dia tidak mengetahui mengapa jantungnya berdetak dengan cepat seperti saat dia pertama kali bertemu kekasihnya di kehidupan yang lalu. Sebagai reinkarnator yang bereinkarnasi dengan ingatan dan perasaan masa lalunya, dia tidak mengetahui mengapa dia bisa seperti ini.
"Helene, panggil saja aku dengan sebutan Urs. Meskipun usiamu lebih muda dariku, tetapi posisi dan gelar kita sama." Lazarus berkata.
"Urs." Helene tersenyum cerah, kemudian dia melirik ke arah Rias yang berada di samping Iris.
Mata Rias dan Helene saling bertemu, mereka saling menilai satu sama lain dan naluri mereka merasakan bahaya.
"Mata emasnya mirip sekali dengan Gisella dan rambutnya sangat mirip Reus Eternal Night. Tunggu dari aura dan garis darahnya, bukankah dia adalah Eternal Night Demon yang bukan berasal dari Planet Antares? Apa tujuan ras Demon Planet Auriga datang ke Planet Antares?" batin Helene.
"Wanita ini sangat berbahaya." batin Rias.
Helene dan Rias dengan cepat menjauh ke tengah ruang pertemuan yang luas dan mengambil jarak.
Helene mengeluarkan aura ranah Legendary level 87 miliknya. Berbagai macam atribut mana element berkumpul di sekitarnya. 5 Spirit King terbentuk di sekeliling Helene, seekor naga yang terbuat dari api Spirit King Salamander, seekor elang yang terbuat dari angin Spirit King Sylph, seekor banteng yang terbuat dari tanah Spirit King Gnome dan seekor Phoenix yang terbuat dari cahaya Spirit King Candace.
Rias mengeluarkan aura ranah Mythical level 91, dia sudah memulihkan mananya sampai ranah Mythical. Meskipun ranah King miliknya masih tersegel, apabila dia dengan paksa melepas segel ranah Emperor miliknya. Dia akan langsung naik ke Planet Auriga, dia masih penasaran dengan sosok Lazarus dan ingin mengenal lebih banyak Lazarus.
Semua orang tidak mengetahui apa yang terjadi.
Helene menggunakan Skillnya dan menciptakan 30 Great Sword kegelapan di sekelilingnya, sedangkan 5 Spirit King element cahaya, air, angin, api dan tanah siap untuk menyerang Rias.
Semua orang terdiam karena terkejut. Mereka tidak mengetahui apa alasan Rias dan Helene tiba-tiba bertarung yang lebih membuat mereka terkejut adalah saat melihat keahlian Skill pengendalian Rias dan 5 Spirit King yang dikontrak oleh Helene.
Saat Iris dan yang lainnya diam tidak bergeming. Lazarus sudah menggunakan Skill benang bajanya untuk menahan Rias dan Helene.
"Light Barrier!" Iris yang baru tersadar segera menggunakan Skillnya untuk melindungi semua orang.
"Mengapa mereka belum menyerang?" Icarus bertanya.
Lazarus berjalan ke tengah Helene dan Rias seraya meminum secangkir teh. Semua orang melihat bahwa ruang pertemuan sudah di penuhi oleh benang baja serta tubuh Helene dan Rias sudah terikat oleh benang baja itu layaknya seekor kupu-kupu emas dan kupu-kupu hitam yang terjebak dalam jaring laba-laba.
"Urs, apa yang kamu lakukan! Wanita ini sangat berbahaya!" Helene berteriak.
"Urs wanita itu yang ingin menyerangku terlebih dahulu, aku hanya membela diri." Rias menjawab dengan suara dingin seraya menatap tajam ke arah Helene. Seolah-olah seekor pemburu yang menatap mangsanya, begitupun dengan Helene.
"Aku tidak peduli dengan masalah diantara kalian. Namun bisakah kalian tidak bertarung di Istana Kekaisaran Lion Heart? Apabila serangan itu dilepaskan ruang pertemuan akan hancur dan kalian bukanlah seorang anak kecil yang akan menyerang hanya karena masalah kecil." Lazarus berkata seraya meminum tehnya.
"Urs, wanita itu sangat berbahaya!" Helene berteriak.
"Helene, Rias adalah tamuku. Meskipun kamu seorang Duchess, tetapi kamu tidak berhak untuk menyerang tamuku, bukankah kamu sama saja tidak menghargaiku dan wilayah Regulus?" Lazarus menatap tajam ke arah Helene.
Helene mengetahui bahwa semua ini adalah kesalahannya karena tidak bisa mengontrol emosi dan ketenangannya. Seharusnya Helene menyelidiki Rias terlebih dahulu sebelum bertindak dan dia mengingat tentang Demon Supreme Realm, Demon Supreme Reus dan Demon Supreme Gisella adalah orang-orang kejam di Planet Auriga.
"Kalian harus saling meminta maaf. " Lazarus berkata.
"Maafkan aku." Helene berkata.
"Tidak, pasti kamu mempunyai pengalaman yang buruk kepada ras Demon. Aku juga akan melakukan hal yang sama, jika aku menjadi kamu." Rias menjawab.
"Baiklah, kalian bisa melepaskan benang itu sendiri karena benang baja itu hanyalah Artefak Rank Elite." Lazarus tersenyum, kemudian menoleh ke arah Altair dan Icarus.
Altair menatap Rias dan Helene tanpa berkedip dengan wajah tidak bersalah dan hidung yang mengeluarkan banyak darah. Sedangkan Icarus sudah kehilangan kesadaran dengan darah yang terus mengalir dari hidungnya.
Helene dan Rias merasakan sesuatu yang aneh, kemudian melihat ke arah tubuh mereka yang terikat dengan benang baja.
"Ahhhhhhkk!" Helene berteriak dan segera melepaskan benang baja yang mengikat tubuhnya, sedangkan Rias seolah-olah tidak memedulikan itu semua dan tetap dengan ekspresi datar.
Helene berlari ke arah Lazarus, kemudian menampar wajahnya dan berlari keluar dari ruang pertemuan. Calista segera menyusul Helene, dia berhenti sebentar di dekat pintu dan menoleh ke arah Lazarus dengan tatapan jijik seolah-olah melihat sampah, kemudian lanjut mengejar Helene. Bagaimanapun Helene masih berusia 18 tahun, meskipun mempunyai tubuh yang indah. Lazarus sudah kelewatan karena melakukan hal itu kepada seorang wanita muda.
"Urs!" Iris memegang bahu Lazarus.
Lazarus merasakan sebuah sabit berada 1 Cm di dekat lehernya. Nalurinya mengatakan untuk lari, tetapi tubuhnya tidak bisa menuruti pikirannya. Tubuh Lazarus gemetar dan keringat mengalir dari dahinya.
"Altair, apakah kamu bisa membantuku di sini?" Lazarus bertanya.
"Urs, maafkan aku tidak bisa membantumu karena aku juga mempunyai masalah di sini." Altair menjawab.
Lazarus membalikkan badannya dan melihat Altair mempunyai wajah pucat karena kehilangan banyak darah dari mimisannya. Florencia berusaha menghentikan mimisan Altair dan menatap Lazarus dengan tatapan seperti Calista.
"Aku mengetahui darimana Calista mendapatkan tatapan itu." batin Lazarusm
"Iri..." Sebelum Lazarus mengatakan sesuatu sebuah pukulan yang sangat keras dilapisi oleh element cahaya mendarat di dada perut Lazarus.
Lazarus terlempar dengan keras dan menghancurkan tembok kastil karena pukulan itu.
"Altair, aku akan mengganti biaya kerusakannya dan Lazarus kita akan membicarakan masalah ini setelah sampai di kastil." Iris tersenyum.
Lazarus bangkit, kemudian mengeluarkan Artefak pelindung dada Rank Unique di balik bajunya. Terlihat di Artefak pelindung itu tercetak bekas tinjuan Iris.
"Sejak kapan kamu memakainya?" Iris bertanya.
"Aku selalu memakainya untuk berjaga-jaga dan Iris bukankah kamu semakin kuat?" Lazarus bertanya.
"Fufufu. Aku selalu latihan fisik bersama Freya dan semua orang. Aku merasakan tubuhku semakin kuat." Iris tersenyum seraya mencubit pipi Lazarus.
Helene dan Calista kembali ke ruang pertemuan.
"Maafkan aku." Lazarus berkata.
"Fufufu. Urs, kamu harus bertanggung jawab apabila di masa depan tidak ada pria yang menikahi ku." Helene terkekeh.
"Tidak! Aku tidak ingin seperti Raja Charon Arsen yang mati di ranjang karena mempunyai 121 Istri dan Selir!" Lazarus segera menolak.
Semua orang kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan pembicaraan.
"Lazarus, apa yang ingin kamu sampaikan?" Altair bertanya.
"Perang besar akan terjadi. Pria tua dengan 3000 Istri dan Selir itu kelihatannya sudah.mulai bergerak." Lazarus menjawab dengan ekspresi serius.
"Apa maksudmu? Kaisar Kekaisaran Golden Sun, Feng Yun?" Altair bertanya.
Lazarus mengeluarkan sebotol Wine dan meminumnya. "Bukan hanya itu Kekaisaran Silver Phoenix, Kerajaan Black Bull, Kekaisaran Black Crow dan beberapa Kerajaan serta Kekuatan Besar sudah bergerak. Bahkan Kekaisaran Terkuat ketiga di Benua Selatan Kekaisaran Black Hell sudah mulai bergerak."
"Tunggu! Kekaisaran Golden Sun adalah penguasa absolute Benua Timur Golden Sun, mereka adalah Kekaisaran yang mempunyai pasukan paling banyak di empat Benua dan apabila Kekaisaran Golden Sun beraliansi dengan Kekaisaran Silver Phoenix dan Kekaisaran Black Hell bukankah hal itu akan menjadi perang skala besar seperti di zaman ketiga?"
Lazarus mengangguk. "Kaisar Feng Yun mempunyai ambisi yang besar, aku pernah satu kali bertemu dengannya setelah Perang Kerajaan Terra dan aku mengetahui dari sahabatku Feng Yun Shan Pangeran Ke Tujuh bahwa Ayahnya sedang merencanakan sesuatu yang jahat."
"Apakah kamu akan ikut dalam perang itu?" Altair bertanya.
Lazarus mengeluarkan sebatang rokok, kemudian menyalakannya. "Aku akan ikut dalam perang ini dan apakah kamu lupa bahwa dalam darahku mengalir juga darah Kekaisaran Golden Sun?"
"Baiklah, Kekaisaran Lion Heart akan membantumu." Altair berkata.
Semua orang yang berada di sana merasakan udara semakin berat. Apabila perang besar terjadi akan semakin banyak korban.
"Urs." Iris memeluk tangan Lazarus.
"Iris, tenanglah aku tidak berencana untuk mati. Aku akan memperlihatkan neraka kepada semua musuhku, sampai-sampai mereka memohon untuk mati!"