LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 385. Perang Memperebutkan Wanita.



Helga memacu kereta kudanya dengan pelan, sedangkan Lazarus sedang menyisir rambut perak Veronika. Blossom mirip dengan Altair, sedangkan Veronika mirip dengan Iris. Veronika, Amarilis dan Aris mewarisi rambut perak Iris, tetapi Veronika mewarisi mata hijau Cassandra.


"Veronika kecil, apakah kamu suka burung?" Lazarus bertanya.


"Urs, aku sangat suka burung." Veronika menjawab.


"Aku sudah mengatakan kepadamu untuk memanggilku Kakek berkali-kali. Sudahlah, aku akan memberikan jepitan rambut berbentuk burung." Lazarus memasang jepitan rambut berbentuk burung di rambut panjang Veronika.


Leonhart, Arion dan Akihiro menatap para wanita dengan iri. Mereka mendapatkan hadiah dari ayahnya, sedangkan mereka tidak mendapatkan apapun. Meskipun mereka mengetahui bahwa harus menghormati wanita dan menjunjung tinggi wanita, mereka tetap iri melihat itu semua.


"Charon Aris Albion, kemari lah." Lazarus tersenyum.


"Urs, aku adalah seorang Bangsawan terhormat. Aku tidak ingin memakai jepitan rambut indah." Charon membusungkan dadanya.


"..."


Lazarus mengeluarkan sebuah Short Sword Rank Epik berwarna perak dengan ukiran seekor singa kepada Charon.


Seketika iris mata merah Charon berbinar melihat Artefak Short Sword itu. "Urs, Short Sword yang sangat indah."


"Silver Lion Short Sword." Lazarus memberikan Artefak itu kepada Charon.


Lazarus mengeluarkan 3 Artefak Short Sword yang berbeda dari Artefak penyimpanannya. Dia kemudian memberikan Artefak Short Sword Darkness Dragon kepada Arion, Artefak Short Sword Black Lion kepada Leonhart dan Artefak Short Sword Jinlong kepada Akihiro.


"Urs, Artefak ini sangat indah. Ibu mengatakan kepadaku bahwa Ayah adalah seorang Black Smith rank Legendary." Akihiro berkata.


"Putraku, bolehkah aku melihat tandukmu?" Lazarus bertanya.


"Tunggu, tandukku sedikit lagi akan patah. Meskipun akan tumbuh lagi, tetapi hal itu sangat menyakitkan!" Akihiro menjawab.


"Apakah kamu seorang ras Oni pria?" Lazarus bertanya.


"Urs, aku adalah seorang ras Oni pria sejati." Akihiro menjawab.


"Patahkan tandukmu sendiri dan buktikan kepadaku kamu adalah seorang pria sejati." Lazarus berkata dengan dingin.


Akihiro menghela nafas dalam-dalam, kemudian dia mematahkan sepasang tanduknya. Ras Oni akan kehilangan tanduk sebanyak 1 kali sebelum dewasa karena tanduk ras Oni adalah sumber cadangan energi mana dari ras Oni.


"Sakit!" Akihiro berteriak.


"Cih, Akihiro kamu pengecut aku mematahkan tandukku sendiri. Ibu mengatakan bahwa untuk melihat keberanian seorang ras Oni kamu harus mematahkan tanduk muda milikmu." Akari menatap tajam ke arah Akihiro.


Lazarus mengeluarkan sebuah kalung, pisau pahat dan bor kecil untuk membuat lubang. Tanduk milik Akihiro sangat kecil, tetapi tanduk ini berguna untuk di jadikan Artefak kenang-kenangan.


Lazarus mulai mengukir sebuah pola yang sangat indah dan memasang sebuah permata biru kecil di tengahnya. Dia melubangi tanduk itu dan memasangkannya ke tali kalung. Artefak yang sangat indah terbentuk.


"Ini hadiahku dan aku akan membawa satu lagi tandukmu untuk kenang-kenangan." Lazarus berkata.


"Terima kasih." Akihiro menjawab.


Lazarus menatap ke arah Gardenia dan Ariana, dia mengetahui bahwa dia dan yang lainnya lupa membuat lubang anting di telinga mereka saat bayi. Sedangkan Cassandra sudah membuat lubang anting di telinga Veronika dan Reina sudah membuat lubang anting di telinga Akari.


"Ariana, kemari lah." Lazarus berkata.


Ariana berbaring di pangkuan Lazarus, kemudian Lazarus mengeluarkan sebuah jarum kecil yang sangat tajam.


"Urs, apakah kamu ingin membuat lubang tindikan di telinga Ariana?" Veronika bertanya.


"Aku dan yang lainnya lupa membuat lubang di telinga Gardenia dan Ariana." Lazarus menjawab.


"Urs, membuat lubang tindikan sangat sakit." Veronika berkata dengan suara gemetar.


"Urs, bisakah kamu membuat lubang tindikan lain kali?" Ariana bertanya.


"Tutup matamu." Lazarus berkata.


Ariana menutup matanya. Dia sedikit ketakutan saat Lazarus ingin membuat lubang di telinganya, tetapi dia tetap percaya kepada Lazarus.


"Buka matamu." Lazarus berkata seraya mengambil kapas untuk menutupi luka di telinga Ariana.


"Apakah sudah selesai?" Ariana bertanya.


Lazarus mengangguk. "Ariana, aku adalah seorang profesional. Aku membuat lubang tindikan tanpa rasa sakit."


"Kelahiran 14 adalah penggemar aksesoris dan dia mengajarkan aku tentang Skill untuk membuat tindikan tanpa rasa sakit," batin Lazarus.


Lazarus mengeluarkan anting-anting emas berbentuk bunga dan memasangnya di telinga Ariana.


"Anting yang sangat indah." Ariana tersenyum seraya melihat pantulan dirinya di sebuah cermin.


Gardenia mempunyai mata berbinar dan menyuruh Lazarus untuk membuat lubang tindikan di telinganya.


"Putriku kalian terlihat cantik memakainya." Lazarus berkata.


"Terima kasih." Ariana dan Gardenia membungkuk.


Akari tersenyum. Dia mendapatkan anting-anting dari Lazarus saat dia masih bayi. Dia mengetahui bahwa Lazarus memperlakukannya sama dengan saudaranya yang lain.


Meskipun mereka berbeda Ibu dan mereka terlahir dari seorang selir, dia dan Akihiro sudah mengira bahwa para saudaranya akan memperlakukan mereka dengan buruk. Akan tetapi, Lazarus dan yang lainnya memperlakukan mereka dengan baik.


"Tuan Urs, apakah kita harus menggunakan jalan biasa atau memutar untuk melihat wilayah Lion Heart karena masih banyak waktu sampai makan malam." Helga tersenyum.


"Urs, aku ingin melihat wilayah Kekaisaran Lion Heart karena wilayah ini berbeda dengan wilayah Kekaisaran Moonlight Frost dan Regulus yang selalu tertutupi salju." Akihiro berkata.


"Baiklah." Lazarus menjawab.


...****************...


Lazarus melewati wilayah Viscount Laurel dan Count Ash. Meskipun wilayah Count Ash lebih luas daripada Viscount Laurel, tetapi jumlah prajurit Viscount Laurel lebih banyak dan kotanya lebih maju.


Keluarga Bangsawan Viscount Laurel dan Count Ash bermusuhan selama beberapa generasi. Awalnya leluhur mereka adalah sahabat sekaligus rival, tetapi persaingan keturunan mereka sekarang menjadi tidak sehat. Sedikit saja percikan api perang wilayah akan terjadi.


Altair sudah berulang kali berusaha mendamaikan mereka. Akan tetapi, mereka tidak pernah berdamai.


Helga melihat 10.000 pasukan Laurel yang di pimpin oleh Viscount Harry Laurel bergerak ke wilayah perbatasan Ash. Di sana terlihat Count Ivan Ash dan semua pasukannya sudah bersiap.


"Helga, mengapa kamu memberhentikan keretamu?" Lazarus bertanya.


"Perang wilayah terjadi di depan diantara Count Ash dan Viscount Laurel." Amarilis berkata.


"Alastair, pergi ke Istana Kekaisaran Lion Heart dan Helga jaga anak-anak dan bawa kereta pelan-pelan ke tengah pasukan. Aku ingin melihat apa penyebab perang ini, mereka memimpin langsung perang dan membawa masing-masing 10.000 pasukan. Sudah 5 tahun mereka gencatan senjata dan mereka biasanya hanya berperang dengan 500 pasukan. Apakah mereka akan berperang habis-habisan?"


"Sesuai perintahmu." Alastair dan Helga menjawab.


Lazarus menaiki punggung Two-tailed Silver Fox Sil bersama Blossom pergi ke arah pasukan yang ingin berperang.


"Harry, apakah kamu sudah mencuci bersih lehermu?" Seorang pria tampan berambut pirang panjang, mata hijau, memakai armor berwarna hitam bertanya seraya mengacungkan Great Sword berwarna merah.


"Hahaha. Ivan, aku akan memajang kepalamu di gerbang kastil ku." Seorang pria tampan berambut coklat, mata hijau, dengan bekas luka cakaran di mata kanannya, memakai armor berwarna merah menjawab seraya mengacungkan Artefak Spear berwarna perak.


"Bajingan, mengapa kalian berdua ingin berperang?" Lazarus bertanya.


"Siapa itu!" Ivan dan Harry berteriak bersamaan. Mereka tidak mengetahui orang bodoh mana yang berani menyebut mereka berdua bajingan.


Mereka melirik ke arah seorang pria tampan berambut hitam panjang dan mata biru, menaiki seekor Epik Beast Two-tailed Silver Fox. Raut wajah mereka berubah saat melihat Lazarus pergi ke arah mereka, begitupun pasukan mereka yang gemetar.


"Ivan dan Harry, bukankah kalian bekerja sama 1 minggu yang lalu saat menghadapi gelombang Beast di wilayah Leonis dan Aslan?" Lazarus bertanya.


"Lazarus, mengapa kamu berada di sini?" Viscount Harry Laurel bertanya.


"Lazarus, kami hanya ingin memperjuangkan harga diri kami." Count Ivan Ash menjawab.


"Aku sedang membawa anak dan cucuku melihat wilayah Kekaisaran Lion Heart. Aku kebetulan melihat kalian ingin berperang. Apakah Altair mengetahui tentang perang kalian?" Lazarus turun dari punggung Sil dan berjalan ke tengah pasukan.


"Lazarus, semua ini bukan urusanmu!" Harry berteriak.


"Lazarus, aku akan membunuh bajingan ini sebelum aku melaporkannya kepada Kaisar Altair!" Ivan berteriak.


"Bodoh, apakah kalian ingin berperang habis-habisan?" Lazarus bertanya dengan ekspresi tenang.


"Harry, yang mengajakku berperang terlebih dahulu." Ivan menatap tajam ke arah Harry.


"Tidak, Ivan yang terlebih dahulu memprovokasi ku!" Harry berteriak.


"Apa alasan kalian berperang?" Lazarus bertanya.


Ivan dan Harry terdiam mendengar jawaban Lazarus. Mereka tidak bisa mengatakan bahwa alasan sebenarnya, mereka berperang habis-habisan adalah untuk memperebutkan gadis cantik berusia 17 ahun.


"Jawab pertanyaan ku!" Lazarus berteriak.


"Lazarus, perang ini bukanlah urusanmu dan wilayah Regulus. Kami ingin menyelesaikan masalah ini menggunakan cara seorang Ksatria." Harry menjawab.


"Siapa yang bisa memberitahuku alasan Harry dan Ivan berperang?" Lazarus bertanya.


Semua pasukan tidak menjawab. Mereka tidak ingin mengkhianati Tuan mereka, meskipun mereka mengetahui tentang alasan perang ini.


"Baiklah, aku dan wilayah Regulus akan ikut dalam perang ini dan perang akan menjadi perang 3 sisi. Kebetulan wilayah Ash dan Laurels adalah wilayah strategis, kemudian wilayah Regulus bisa menguasai wilayah Laurel dan Ash." Lazarus tersenyum.


"Kaisar Altair, akan sangat marah." Ivan berkata.


"Lazarus, kita tidak mempunyai masalah di masa lalu. Aku tidak ingin membuat masalah dengan wilayah Regulus." Harry berkata.


Mereka mengetahui wilayah Regulus sekarang sangat kuat bahkan lebih kuat dari 4 wilayah lainnya. Apabila di masa lalu, mereka bisa dengan mudah menghancurkan wilayah Regulus yang sangat miskin.


Akan tetapi, sekarang wilayah Regulus berkembang dengan pesat dan mereka tidak mempunyai kesempatan untuk menang bahkan jika mereka menggabungkan pasukan. Menantang wilayah Regulus saat ini sama saja dengan mereka bunuh diri.


"Grand Duke Lazarus Regulus,, aku akan memberitahumu!" Seorang pria berambut abu-abu, berbadan gemuk seperti bola, menaiki seekor Black Iron Horse berlari ke arah Lazarus.


Seorang wanita cantik, memakai penutup wajah yang hanya memperlihatkan iris mata berwarna perak dan rambut emas panjang yang tergerai berada di belakang Baron Alvin Evans.


"Grand Duke Lazarus Regulus, tolong berikan keadilan kepadaku dan putriku Anastasya!" Baron Alvin Evans dan Anastasya berlutut.


Lazarus diam seketika saat melihat mata perak yang sangat indah, dia mengingat awal pertemuannya dengan Helene, Iris dan Lilian. Akan tetapi, mata perak itu sangat indah dan membuat dirinya terdiam seketika.


"Alvin!" Harry dan Ivan berteriak dengan ekspresi ketakutan.


"Apabila kalian berani bergerak sedikitpun dari tempat kalian, aku bersumpah akan membunuh kalian semua." Lazarus menggertak semua orang seraya mengeluarkan aura ranah Mythical.


"Grand Duke Lazarus Regulus, Count Ivan Ash dan Viscount Harry Laurel awalnya mengunjungi ku untuk membicarakan tentang bisnis gandum dan herbal. Mereka ingin aku mewakili mereka untuk membuat hubungan kerja sama dengan wilayah Regulus." Baron Alvin berkata.


"Teruskan." Lazarus menjawab.


"Di hidupku aku hanya mempunyai 2 orang istri. Aku menikahi Amelia dan dia mati saat aku berada di medan perang, kemudian aku jatuh cinta lagi kepada Kylie Green yang merupakan kakak dari Almarhumah Viscount Vincent Green dan menikahinya. Kylie sangat mencintaiku dan aku juga sangat mencintainya, tetapi takdir berkata lain dan Kylie meninggal saat melahirkan." Baron Alvin menangis tersedu-sedu.


"Apakah gadis itu adalah putrimu, bukankah kamu tidak mempunyai keturunan?" Lazarus bertanya.


"Putriku Anastasya adalah seorang gadis yang diberkahi oleh para Dewa seperti Saint Iris, Putri Lilian dan Duchess Helene Leonis. Dia dilahirkan dengan kecantikan yang membuat bunga iri, aku sangat menyayanginya." Baron Alvin menangis tersedu-sedu.


"Ayah." Anastasya berkata.


"Aku menyembunyikannya dari dunia luar selama 15 tahun karena aku hanyalah seorang pria biasa yang hanya mempunyai sedikit wilayah dan pasukan. Aku mengetahui kecantikan Anastasya akan membuat keributan, jika diketahui oleh orang-orang. Apakah kamu ingat tentang tragedi yang diakibatkan oleh Saint Iris di masa lalu? Aku tidak ingin tragedi itu terulang kembali. Berbeda dengan Saint Iris, Putri Lilian dan Duchess Helene yang mempunyai dukungan di belakang mereka, sebagai seorang Baron aku tidak mempunyai kekuatan dan kekuasaan untuk melindungi Anastasya." Baron Alvin berkata.


Lazarus mengangguk.


"Viscount Harry Laurel dan Count Ivan Ash tidak sengaja melihat Anastasya yang sedang bermain di taman Kastil. Mereka kemudian terpesona oleh kecantikan Anastasya dan melamar Anastasya. Namun Anastasya menolaknya karena dia ingin mencari pasangannya sendiri seperti kedua ibunya. Seorang pria yang mencintainya dengan tulus tanpa melihat kecantikannya. Viscount Harry dan Count Ivan Ash berperang untuk menentukan siapa yang pantas untuk menjadi suami dari Putriku Anastasya." Baron Alvin menjelaskan.


"Aku mengerti kecantikan bisa membuat seorang pria saling membunuh dan Kerajaan saling berperang. Banyak sekali singa jantan di Kekaisaran Lion Heart seperti contohnya kedua orang bodoh ini. Apabila Edgar, Altair, Icarus dan singa jantan lain melihatnya. Urusan ini akan semakin besar." Lazarus menjawab.


"Grand Duke Lazarus Regulus, aku memohon tolong jaga putriku. Dia adalah keturunanku satu-satunya dan pewaris nama Evans." Baron Alvin berkata.


"Aku tidak bisa melindungi putrimu." Lazarus menjawab.


"Mengapa kamu tidak bisa membawa putriku?" Baron Alvin bertanya.


Lazarus berjalan ke arah Alvin dan Anastasya. "Di Kastil dan wilayah Regulus banyak sekali singa jantan. Aku pernah menjaga seorang gadis Beastman yang sangat cantik, tetapi banyak sekali pria mengejarnya. Pada saat aku melarang mereka untuk mengejar Elena, mereka mengatakan kepadaku bahwa aku tidak mempunyai hak untuk melarang mereka. Apabila aku menikahi Elena, mereka berjanji tidak akan mengejar lagi Elena."


"Bagaimana nasib putriku? Apakah aku harus meminta Kaisar Altair untuk merawatnya?" Baron Alvin bertanya.


"Tidak!" Lazarus, Harry dan Ivan berteriak bersamaan.


"Baron Alvin, Altair pasti menjadikan Anastasya istrinya yang ke 100. Altair adalah seekor predator yang alami terutama saat melihat wanita cantik." Lazarus menjawab.


"Grand Duke Lazarus Regulus, apa yang harus aku lakukan?" Baron Alvin bertanya.


"Aku menyerahkan Elena kepada Helene. Aku akan pergi membawa Anastasya ke wilayah Leonis dan meminta bantuan Helene untuk menjaganya." Lazarus tersenyum.


"Terima kasih, Grand Duke Lazarus Regulus." Anastasya menjawab.


"Lazarus, urusan kita belum selesai bukankah Anastasya bisa aman jika menikah denganku?" Viscount Harry bertanya.


"Harry kita belum menentukan siapa yang akan menikahi Anastasya." Count Ivan Ash menjawab.


Icarus, Altair dan Alastair memimpin 30.000 Pasukan Kekaisaran Lion Heart berlari menuju ke tempat ini.


"Apakah kamu melaporkannya kepada Altair?" Count Ivan Ash bertanya.


"Aku menyuruh Alastair untuk melaporkan perang terjadi di perbatasan wilayah Laurel dan Ash. Aku sebenarnya hanya menggertak kalian untuk mengulur waktu sampai pasukan Ibukota Kekaisaran Lion Heart tiba." Lazarus tersenyum halus seraya melangkah ke arah kereta kuda dan membawa White Dragon Horse Lotus.


"Bajingan!" Ivan dan Harry berteriak.


Lazarus mengulurkan tangannya ke arah Anastasya, dia akan pergi ke wilayah Leonis untuk meminta bantuan Helene untuk menjaga Anastasya.


"Nona, bisakah kamu ikut denganku?" Lazarus tersenyum.


Anastasya merasakan jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Dia belum pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya.


"Terima kasih, Grand Duke Lazarus Regulus." Anastasya membalas uluran tangan Lazarus dan menaiki punggung White Dragon Horse bersama Lazarus.


"Anastasya kamu bisa memanggilku Kakek Urs atau Tuan Urs dan Blossom katakan kepada Iris bahwa aku akan terlambat untuk pulang." Lazarus berkata.


"Baiklah." Blossom tersenyum.


"Tunggu, Lazarus urusan kita belum selesai!" Viscount Harry Laurel berteriak.


"Harry, Ivan, apabila Altair mengetahui dan melihat Anastasya. Menurut kalian apa yang akan Altair lakukan?" Lazarus bertanya.


"Pergilah, kami akan menjelaskan masalah ini kepada Kaisar Altair!" Count Ivan berteriak.


Lazarus memacu White Dragon Horse Lotus pergi menuju wilayah Leonis, sedangkan Anastasya memeluk erat tubuh Lazarus.


"Tuan Urs, Ayah sudah menceritakan banyak hal tentangmu. Dia mengatakan kamu adalah seorang pria baik hati dan pemberani, tetapi setelah aku bertemu denganmu aku merasakan kamu lebih dari itu. Kamu terlihat seperti seorang Ksatria berkuda putih di dalam kisah yang aku baca." Anastasya tersenyum.


"Nona, apakah kamu melihat ke dalam jiwa seseorang tanpa meminta izin?" Lazarus bertanya.


Tubuh Anastasya gemetar. "Tuan Urs, maafkan aku karena telah lancang menggunakan Skill Eye Of Soul kepadamu."


"Anastasya, apabila kamu adalah Putri Kylie berarti kamu adalah keponakan Vincent." Lazarus berkata.


"Aku mendengar dari Ayah bahwa kamu berada di Party petualang yang sama dengan Paman Vincent." Anastasya berkata.


"Anastasya, aku sangat mengenal Vincent. Anastasya, apakah kamu percaya bahwa aku adalah orang yang membunuh Vincent?" Lazarus bertanya.


"Tuan Urs, Paman Vincent pasti melakukan kesalahan yang sangat besar kepadamu sehingga kamu membunuhnya." Anastasya menjawab.


"Apakah kamu tidak dendam kepadaku karena mengetahui aku sudah membunuh Paman dan keluargamu satu-satunya dari pihak Ibu?" Lazarus bertanya.


Anastasya memeluk erat tubuh Lazarus. "Aku membaca buku harian ibu. Paman Vincent adalah pria yang sangat jahat dan berkhianat kepada semua temannya. Apakah kamu merasa bersalah kepadaku? Bukankah kamu adalah seorang pria yang baik karena sudah membantuku?"


Aroma bunga tercium dari gaun Anastasya.


"Kamu adalah seorang gadis yang sangat baik." Lazarus berkata.


"Tuan Urs, terima kasih."


...****************...


Rein menjaga gerbang Kastil Leonis bersama 7 orang. Mereka melihat Lazarus menaiki punggung seekor White Dragon Horse dari kejauhan.


Seorang penjaga memberitahu seorang pelayan wanita, kemudian pelayan wanita itu berlari ke dalam Kastil untuk memberitahu kedatangan Lazarus kepada Duchess Helene Leonis.


"Apakah dia mengunjungi ku?" Helene tersenyum cerah.


"Nona, mengapa kamu sangat bahagia hari ini?" Gadis cantik ras Beastman Golden Tiger dengan rambut emas panjang dan mata ungu bertanya.


"Elena, bawakan gaun milikku yang paling indah. Aku harus bersiap-siap sebelum bertemu dengannya." Helene menjawab.


"Baiklah." Elena menjawab.


Pelayan Kastil Leonis memandu Lazarus, terlihat Elena sudah menyambut kedatangannya di dekat pintu.


"Tuan Urs, apakah kamu pergi ke Kastil Leonis untuk mengunjungi ku dan membawaku kembali ke wilayah Regulus?" Elena tersenyum dengan wajah merah.


"Elena, saudaramu Reinhart akan kembali 2 bulan lagi untuk liburan. Aku mengunjungi wilayah Leonis untuk meminta bantuan Helene." Lazarus tersenyum.


Elena melihat ke arah wanita memakai penutup wajah yang berada di samping Lazarus, tetapi dia tidak mengatakan apapun dan memandu Lazarus ke ruang tahta.


"Fufufu. Urs, apakah kamu sengaja mengunjungi ku?" Helene duduk di singgasana menggunakan gaun terbaiknya.


Elena melebarkan matanya, dia sekarang mengetahui alasan mengapa Duchess Helene sangat senang.


"Aku memerlukan bantuanmu." Lazarus duduk di kursi bersama Anastasya.


"Apa yang bisa aku bantu?" Helene bertanya.


"Anastasya." Lazarus berkata.


Anastasya melepaskan penutup wajahnya dan memperlihatkan wajah yang sangat indah seperti porselen yang diukir oleh para Dewa


"Gadis yang sangat cantik, apakah dia adalah kekasihmu atau selirmu?" Helene bertanya.


"Salam Duchess Helene namaku adalah Anastasya Evans putri dari Baron Alvin Evans." Anastasya memperkenalkan dirinya.


"Aku membutuhkan bantuanmu untuk menjaga dan merawat Anastasya. Dia adalah seorang gadis yang baik. 2 Bangsawan Lion Heart hampir berperang untuk memperebutkannya." Lazarus menjawab.


"Seorang gadis yang diberkahi, tetapi dimana ada berkah di sana ada kutukan karena dunia tersusun dari hukum sebab dan akibat. Aku akan menjaga Natasya seperti saudariku sendiri, kamu bisa menyerahkan Natasya kepadaku." Helene berkata.


"Terima kasih." Lazarus menjawab.


"Apakah kamu ingin bermalam di Kastil Leonis?" Helene tersenyum menggoda.


"Maafkan aku, tetapi aku harus menolak tawaranmu karena keluargaku sedang menunggu untuk makan malam. Aku sudah berjanji kepada Putriku Ariana untuk memasakan bekal untuknya." Lazarus tersenyum.


Lazarus sedikit berbincang dengan Helene dan Elena, kemudian dia berpamitan karena harus pulang sebelum makan malam.


"Apakah pria itu tidak tergoda oleh gadis cantik sepertiku?" Helene bertanya.


"Duchess Helene, Tuan Urs bahkan selalu menjauhi gadis-gadis. Dia sepertinya mempunyai trauma terhadap para wanita, di masa lalu dia pergi ke sebuah Restauran bersama Kaisar Altair dan ternyata Restauran itu bergabung dengan rumah bordil. Nyonya Carissa dan Iris yang mengetahuinya mengamuk dan membuat Tuan Urs bersikap dingin kepada setiap wanita." Elena menjawab.


"..."


...****************....


"Hachuu. Apakah seseorang membicarakan ku?" Lazarus bergumam.