
1 tahun kemudian tepat di musim semi, pembangunan wilayah Regulus selesai. Butuh waktu 1 tahun 2 bulan untuk menyelesaikan pembangunan Ibukota Regulus.
300,000 pekerja terlihat sangat bahagia. Mereka menyelesaikan semua perintah Lazarus dengan sangat sempurna.
Tepat di sebuah altar megah di dalam benteng kedua. Lantai yang dilapisi oleh batuan marmer putih, dengan patung singa hitam raksasa bermata biru. Altar ini akan dijadikan tempat untuk berlatih para pasukan wilayah Regulus.
Lazarus, memakai armor dan jubah hitam pergi ke tangah-tengah altar, dia sangat tampan dengan jubah dan Raegal Armor berwarna hitam.
"Duke Regulus! Semoga Para Dewa memberkahi kamu!"
"Auuuuu.."
"Grooooaaar!"
Para Beast melolong dan mengaum melihat Lazarus, sedangkan semua pekerja bersorak gembira.
Iris, Freya, Alyssa, Diana, Carissa, Cathrine, Felicity, Theresia, Lilian dan Deviela berjalan ke samping Lazarus.
"Alyssa berhati-hatilah! Kamu sudah mengandung selama 8 bulan! Apabila kamu berjalan dengan cepat, kamu akan jatuh dan akan berakibat buruk kepada bayimu!" Carissa mengandeng tangan Alyssa.
"Apakah mengandung itu sangat menyakitkan? Aku kesulitan berjalan karena merasakan perutku sangat berat!" Alyssa berkata seraya memegang perutnya.
"Deviela, aku sangat iri kepadamu." Felicity berkata seraya membantu Deviela untuk berjalan.
"Aku yakin kalian semua juga akan mengandung." Deviela menjawab seraya tersenyum halus.
"Berhentilah berkata seperti itu! Kamu sudah mengandung selama 9 bulan dan anakmu akan segera lahir!" Reese tersenyum. Reese sangat senang karena seorang anak dari Deviela, anggota Kekaisaran Moonlight akan bertambah.
Cathrine memakai gaun berwarna merah, dia mempunyai perut buncit yang 2 kali lebih besar dari perut Alyssa dan Deviela. Freya dan Theresa mengejar Cathrine yang berlari dengan cepat.
"Urs!!!" Cathrine memeluk tangan Lazarus.
"Cathrine, jangan berlari! Apabila kamu terjatuh, anakmu akan terluka!" Lazarus berteriak..
"Maafkan aku, Nyaww."
Alastair, Cassandra dan Blossom pergi ke arah Lazarus. Terlihat Cassandra mengendong seorang bayi perempuan berambut perak dan mata hijau. Dia adalah putri kedua Alastair yang diberi nama Veronika Regulus.
Lazarus berjalan ke arah Cassandra. "Cassandra, bolehkah aku mengendong Veronika?"
"Ayah, kamu boleh mengendong Veronika kecil." Cassandra memberikan Veronika kepada Lazarus.
Veronika kecil menatap wajah Lazarus dengan ekspresi bingung, tetapi saat Lazarus tersenyum Veronika mengulurkan tangan dan menyentuh wajah Lazarus.
"Cucuku, Veronika." Lazarus bergumam.
Semua wanita yang berada di sana menatap Lazarus dengan tatapan lembut. Selain Lazarus adalah pria yang tampan, cerdas, pekerja keras dan kuat. Dia juga mempunyai hati yang sangat lembut.
Lazarus mengembalikan Veronika kepada Cassandra. Rambut perak Veronika berasal dari genetik Iris, sedangkan iris mata hijau Veronika berasal dari Cassandra.
"Aku mengucapkan terima kasih semua orang karena telah membantu Pembangunan Wilayah Regulus siang dan malam! Semoga para Dewa dan Dewi memberkahi kalian!"
"Hidup Duke Lazarus Regulus!"
"Hidup Urs The North!"
Semua orang memiliki ekspresi yang campur aduk. Setelah pembangunan wilayah Regulus, mereka akan kembali kepada kehidupan sebelumnya.
Sebenarnya mereka ingin tinggal di wilayah Regulus, tetapi mereka takut Duke Lazarus Regulus dan para Bangsawan Regulus tidak mengizinkannya.
"Apakah kalian mengetahui wilayah Regulus hanya mempunyai penduduk 17,000 orang? Jumlah anggota Aliansi The North 8000 orang, bahkan jumlah penduduk Ibukota Regulus tidak mencapai seperempat dari jumlah penduduk Ibukota wilayah Duke dan Marquis yang bisa mencapai 100 ribu-200 ribu?"
Semua orang saling berbisik, tetapi mereka tidak mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Duke Lazarus Regulus selanjutnya.
"Siapapun yang tidak mempunyai tempat tinggal, kalian bisa tinggal di Regulus dan aku juga tidak akan melarang kalian untuk pindah ke wilayah Regulus asalkan kalian membawa surat izin dari para Bangsawan dan Kerajaan/Kekaisaran tempat kalian tinggal dulu!!!" Lazarus berteriak.
Semua orang terkejut mendengar jawaban Lazarus.
"Kejayaan untuk wilayah Regulus!!!"
"Kejayaan untuk wilayah Regulus!!"
"Apakah ada sesuatu yang ingin ditanyakan? Wilayah Regulus mempunyai 23 tambang, pertanian luas dan wilayah yang sangat luas yang belum di bangun. Sistem saluran air untuk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Meskipun banyak sekali Gelombang Beast, tetapi dengan 4 dinding berlapis yang kokoh, banyak Artefak perlindungan Rank Legendary, Artefak penyerangan Rank Legendary, ruangan bawah tanah untuk berlindung, Guardian Beast rank tinggi dan yang terpenting adalah para prajurit rank Grand Master, Expert dan Legendary yang selalu berjaga 24 jam. Aku kira di masa depan penduduk Ibukota Regulus akan semakin banyak dan kita harus membangun kota-kota yang sama di wilayah sekitar." Lazarus berkata.
Seorang pria Elf berlutut. "Grand Duke, apakah kota ini dikhususkan untuk semua ras dan tidak ada diskriminasi antar ras humanoid?"
"Aku bersumpah atas nama para Dewa, Regulus terbuka untuk semua ras termasuk Elf, Dark Beastman dan Beastman. Namun kalian pasti mengetahui apa hukuman bagi seorang pengkhianat, pemberontak dan penyusup?" Lazarus bertanya.
Semua orang mengetahuinya lebih dari 3000 orang penyusup terbunuh dalam 1 tahun ini.
"Kami mengerti Grand Duke Lazarus Regulus!"
"Ingatlah, apapun pilihan kalian. Semua berada di tangan kalian. Aku tidak akan memaksa kalian untuk menerima penawaran ini. Namun aku berjanji akan bersifat adil kepada kalian semua dan tidak akan membedakan kaum jelata dan bangsawan. Aku dan 12 Bangsawan Regulus yang lain juga berasal dari kaum rakyat jelata." Lazarus tersenyum.
"Grand Duke, kami tidak mempunyai tempat tinggal! Bolehkah kami menatap di sini?" Lebih dari 50,000 orang berkata.
"Baiklah, tetapi kalian harus membuat plat identitas kepada Tiara. Pekerjaan kalian akan ditentukan menurut Job, Skill dan Keinginan kalian."
"Terima kasih, Grand Duke Lazarus Regulus!"
"Apakah ada yang ditanyakan lagi?"
"Grand Duke, kami semua mempunyai keluarga di tempat kami tinggal. Namun kamu membiarkan kami untuk pulang selama 1 bulan. Meskipun kami tidak bisa menetap di wilayah Regulus, tetapi saat kamu membutuhkan bantuan pembangunan untuk wilayah Regulus. Kami semua akan selalu siap!" Seorang pria berambut merah berkata.
"Hahaha. Selama 1 tahun ini, kami hidup dengan enak! Menurutku kami akan selalu merindukan wilayah Regulus." Seorang pria berambut hijau berkata.
"Baiklah, pertemuan ini sudah selesai dan semoga para Dewa selalu memberkahi kalian! Apabila kalian membutuhkan sesuatu, kalian bisa menanyakannya pada Tiara."
"Sesuai perintahmu, Sir!" Semua orang menjawab.
Lazarus dan anggota keluarga Regulus kembali ke Kastil Regulus yang dibangun. Calista memperhatikan punggung Lazarus, dia merasakan hatinya semakin bergejolak lagi dan lagi saat melihat pamannya.
"Apakah, aku jatuh cinta pada paman Lazarus?" batin wanita berambut pirang keemasan dengan mata hijau itu.
...****************...
Lazarus duduk di singgasana, sedangkan Iris dan Reese duduk di singgasana yang berada di kursi indah yang sudah di siapkan.
"Aku akan pergi ke Hutan Carulean bersama Alastair, Icarus dan Raja Hector untuk menembus ranah Legendary." Lazarus berkata.
Ruangan itu menjadi hening. Lazarus dan Alastair hanya memberitahukan rencana mereka kepada Iris dan Cassandra.
"Apaa! Keledai bodoh, apakah kamu akan berlatih? Berapa lama dan berarti kamu akan meninggalkan kami semua?" Alyssa berkata dengan suara bergetar.
"10-20 tahun, bahkan lebih! Bagi seorang ranah Epik dan Legendary waktu itu sangat singkat! Aku berjanji kepada kalian, aku akan kembali setiap satu tahun sekali selama satu Minggu untuk melihat kondisi kalian." Lazarus berkata.
Semua wanita di sana menjadi marah, mendengar perkataan Lazarus. Terutama Alyssa, Deviela dan Cathrine yang menggertakan giginya. Hutan Carulean adalah salah satu tempat paling berbahaya di Planet Antares.
"Aku tidak mengizinkanmu untuk pergi!" Lilian berteriak.
"Urs, apabila kamu ingin pergi! Maka aku akan ikut denganmu." Carissa berkata.
"Urs, aku juga akan ikut ke Hutan Eternal Poison bersamamu." Freya berkata.
"Bukankah, seharusnya kamu tinggal di wilayah Regulus? Mengapa kamu harus berlatih di Hutan Carulean?" Theresia menatap tajam ke arah Lazarus.
"..."
"Bisakah kalian diam! Aku tidak pergi ke Hutan Carulean untuk liburan! Aku tidak akan membawa kalian ke dalam bahaya! Sesuatu bisa saja terjadi di kedalaman Hutan Carulean! Theresia, aku memiliki wilayah Regulus, tetapi diluar sana masih banyak orang yang akan mengincar wilayah Regulus karena keserakahan mereka! Apabila aku tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi wilayah Regulus, maka lama-kelamaan Regulus akan direbut atau dihancurkan!'
"Urs, kamu masih bisa bergantung kepada kami semua untuk melindungi Regulus." Deviela berkata seraya menyentuh perutnya.
"Nenek, tolong nasihati Urs agar tidak pergi ke Hutan Carulean!" Deviela menyentuh tangan Reese.
"Urs, bisakah kamu tidak pergi ke Hutan Carulean? Aku berjanji akan melindungi mereka semua dari semua ancaman." Reese berkata.
"Tidak! Apabila kamu yang melindungi mereka, bukankah musuhmu akan menjadi musuh mereka? Di masa lalu kamu sudah menyinggung banyak Beast dan orang kuat dan mereka menunggu waktu untuk membalas dendam kepadamu."
"Aku pasti bisa mengalahkan mereka! Aku merupakan salah satu orang terkuat di Planet Antares!"
"Reese, kamu sungguh kekanak-kanakan! Apakah kamu mengira kamu orang terkuat di Planet Antares dan kamu orang yang mempunyai kekuatan mutlak? Aku mengetahui seberapa keras kamu berlatih selama 1 tahun berada di wilayah Regulus, tetapi apakah Albert, Graham, Rainsword dan Levi lebih lemah darimu?"
Reese berkeringat dingin. Mendengar nama-nama itu. Meskipun keempat Demon Emperor itu berada di puncak kekuatan di Planet Antares, tetapi mereka tetap mati dan terluka parah. Seolah-olah sinar matahari yang redup di malam hari.
"Apakah kamu terlalu arogan? Mengatakan kamu adalah puncak kekuatan di Planet Antares?"
"Urs, apa tujuanmu dalam mengejar kekuatan? Bukankah di masa depan kamu akan menjadi salah satu orang terkuat di Planet Antares dan Planet Auriga?" Reese bertanya.
"Aku mengejar kekuatan bukan untuk menjadi Kaisar, Raja, Pahlawan, pelindung dunia, Orang yang tercatat dalam sejarah atau ketenaran. Akan tetapi, aku mencari kekuatan untuk bertahan hidup dan melindungi semua orang yang aku sayangi. Aku bisa terlihat seperti seorang Saint di antara pengikut-pengikutku, tetapi aku juga bisa menjadi lebih kejam dari Demon pada musuh-musuhku. Reese, kamu sudah hidup sangat lama. Apakah kamu masih belum mengetahui bagaimana hukum di Planet Antares dimana kekuatan adalah segalanya?"
Reese bangkit dari kursinya, kemudian berlari meninggalkan ruangan itu. Deviela ingin mengejar Reese, tetapi Diana menghentikannya. Lilian, Freya dan Felicity segera mengejar Reese.
Iris bangkit dari kursinya, kemudian menampar keras pipi Lazarus.
"Lazarus, kamu sudah keterlaluan! Reese hanya ingin mengatakan apa yang ada di hatinya dengan tulus, tetapi kamu sudah menyakiti hati Reese!" Iris berteriak.
Lazarus menyadari bahwa dia sudah sangat kelewatan. "Aku akan meminta maaf kepada Reese."
Iris seperti seorang ibu, sahabat dan kakak perempuan bagi Lazarus. Iris selalu menasihati dan menghukumnya saat dia salah. Tanpa Iris mungkin Lazarus akan mempunyai sifat egois, keras kepala dan arogan.
Sesaat kemudian Reese kembali ke ruangan itu.
"Demon Emperor Reese, maafkan aku karena telah membuatmu bersedih."
"Urs, apa maksudmu? Aku hanya menerima panggilan dari Reiga dan Galan di Artefak White Dragon Telecommunication Pearl. Mereka mengatakan akan kembali ke Regulus saat ini dan semua tim eksplorasi selamat dan baik-baik saja. Namun 3000 Beastman Red Dragon& White Dragon telah gugur, sedangkan White Dragon King Galan dan Red Dragon King Sarion kembali ke sini dalam keadaan sekarat."
"Apaaa!"
"Urs, aku juga mendapat panggilan dari Ayah. Dia berkunjung untuk membicarakan sesuatu." Alyssa berkata seraya membawa Artefak Pearl berwarna hijau.
"Urs, Saudara Kyros, Ayah dan Siegfried juga akan berkunjung hari ini. Mereka ingin menyembunyikan hal ini darimu." Theresia dan Felicity berkata.
"Begitupun dengan ayah dan ibuku." Freya berkata.
".."
Semua istri Lazarus yang lain juga berkata hal yang hampir sama.
"Kakek Hector, Ayah dan Ibu akan berkunjung sebentar lagi dan Urs, aku merasakan perutku sangat sakit Nyaaaw." Cathrine berkata dengan nafas terengah-engah.
"Urs, aku juga merasakan akan melahirkan saat ini!" Deviela menggertakan giginya.
"Saint Iris, Lady Diana dan para pelayan segera bantu Lady Deviela dan Lady Cathrine untuk melahirkan! Siapkan segalanya!" Tiara berteriak dengan sigap.
"Sesuai perintahmu, Nyonya Tiara!" Semua orang menjawab.
"Bertahanlah!"
Rion dan Orcblorg masuk ke ruang singgasana Regulus.
"Apa yang terjadi?" Lazarus bertanya.
"Kaisar Erland, Raja Legolas, Tim Eksplorasi Utara, Kaisar Agathias, Kaisar Alcander, Raja Hector, Tuan Leonardo, Kaisar Altair dan Kaisar Aldric meminta pertemuan dengan Anda!"
"Suruh mereka menunggu di ruang tamu dan hidangkan makanan dan Wine terbaik! Katakan pada mereka bahwa Deviela dan Cathrine melahirkan!! Aku harus menunggu mereka berdua di sana." Lazarus berkata, kemudian berlari dengan cepat ke arah Cathrine dan Deviela.
"Urs!!" Reese berteriak.
"Apa lagi?"
"Ruangannya di sebelah barat! Ruangan sebelah timur adalah ruang makan!" Reese tersenyum.
"Maafkan aku!"
...****************...
"Iris, apakah saat kamu melahirkan Alastair dan Amarilis. Lazarus panik seperti itu?" Reese bertanya.
Iris menggeleng ringan dengan ekspresi sedikit sedih. "Lazarus, tidak ada di sampingku saat aku melahirkan Alastair dan Amarilis. Aku mengira tanpa ada Alastair dan Amarilis aku akan menyusul kematian Lazarus."
"Maafkan aku, semoga saja kamu melahirkan seorang anak lagi." Reese memeluk Iris.
Iris menggeleng ringan. "Reese, bisakah kamu tinggal di Regulus? Bagiku, dan yang lainnya kamu sudah seperti saudari tertua kami."
"Bagaimana dengan Darkness Castle dan wilayahku?"
"Tinggalkan saja kepada seseorang untuk mengurusnya. Bukankah Lady Clara belum mempunyai wilayah? Kamu sudah memerintah lebih dari 15,000 tahun dan bukankah saatnya kamu untuk pensiun?"
"Benarkah?"
Iris mengangguk.
"Baiklah, aku akan tinggal di sini! Aku akan membawa Adara untuk tinggal bersamaku dan mengapa ada 6 Kastil lagi yang tidak di tempati?"
"Kastil Golden Rose adalah kastil aku, Lilian, dan saudari Felicity. Kastil Red Rose adalah Kastil tempat tinggal Diana dan Freya. Kastil Ice Rose adalah kastil Carissa. Kastil Light Rose adalah Kastil Iris. Kastil Regulus adalah tempat Alastair dan keluarganya tinggal, Kastil Green Rose adalah Kastil Alyssa, Deviela dan Cathrine. Sebenarnya setiap orang diberikan 1 kastil, tetapi mereka jenuh tinggal sendirian dan semua Kastil dibuat menggunakan Artefak dan Material yang sesuai dengan atribut mana mereka." Theresia berkata.
"Tunggu, mengapa Freya dan Carissa tinggal sendirian dan tidak seorang pun yang boleh memasuki kastil Carissa?" Reese bertanya.
"Freya tinggal sendirian karena dia selalu berlatih siang dan malam. Dia takut akan menganggu yang lainnya, sedangkan Carissa tinggal sendirian dan melarang semua orang untuk masuk ke kastilnya termasuk Lazarus, mungkin karena hobi uniknya." Felicity membuat sebuah celah dimensi ke dalam kastil Ice Rose.
Iris, Theresia dan Reese penasaran dengan hobi Theresia. Akhirnya mereka pun masuk ke celah dimensi itu.
Di dalam Kastil Carissa mereka melihat banyak lukisan Lazarus. Patung Lazarus dalam berbagai pose dan beberapa Artefak rusak yang pernah dipakai oleh Lazarus.
Yang paling mencolok adalah patung Lazarus setinggi 15 meter yang sedang menaiki punggung seekor Black Dragon.
"Apaa ini!!" Iris berteriak.
"Carissa sangat terobsesi dengan Lazarus. Bukan hanya dia menyiapkan banyak gambar, lukisan, patung dan Artefak rusak Lazarus. Namun ada satu hal yang menjadi harta Carissa." Felicity tersenyum kemudian berjalan ke tengah Altar sebuah etalase dari kaca kristal dan di dalamnya ada sebuah celana hitam yang terbuat dari kulit Epik Beast Darkness Lion.
"Ini!!" Iris mengingat tentang Lazarus yang membeli Artefak Celana Rank Unique di pelelangan. Dan tidak menggantinya selama beberapa Minggu. Namun celana itu hilang saat Lazarus sedang mandi di sungai bersama Party Golden Lion.
"Dari ukurannya aku mengetahui itu milik Lazarus!!" Theresia berteriak.
Felicity mengangguk.
Iris tersenyum lebar. "Apabila Lazarus mengetahuinya aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Mungkin Lazarus akan melihat Carissa sebagai seorang wanita yang sangat mesum."
"Semua orang punya hobi masing-masing! Bahkan Agathias, Sebastian, dan Karl hobi mencuri." Reese mengangguk.
"Karena celana ini Lazarus menggantung Sebastian di puncak pohon! Dia mengira Sebastian yang mencuri celananya." Iris berkata.
"Aku takut Alyssa mengetahuinya! Wanita bermulut pedas itu, tidak bisa berbohong dan menyembunyikan rahasia." Theresia berkata.
"Fufufu. Apakah kalian sudah puas untuk melihat koleksiku? Aku mencari kalian atas perintah Lazarus dan aku tahu bahwa kalian akan menyusup kemari." Carissa terkekeh kecil.
"Carissa!!" Reese dan yang lainnya berteriak, mereka seolah-olah menjadi seorang pencuri yang tertangkap basah.
"Aku akan menjadikan kalian semua patung es dan jangan harap kalian keluar kalian dari sini. Kecuali kalian bersumpah untuk merahasiakan semua ini." Carissa menyerang Iris dan yang lainnya.
"Maafkan kami!"