LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 329. Kekaisaran Terkuat Kedua Di Benua Selatan Moonlight.



Aurora dan lebih dari 10 wanita Ice Demon mendekati Lazarus. Mereka semua adalah sepupu jauh Lazarus dan merupakan cucu juga cicit wanita Demon Emperor Laufey yang belum menikah.


"Urs, namaku adalah Luciana Eternal Frost. Cucu tertua dari 72 bersaudara." Seorang wanita ras Demon berambut biru muda panjang dan mata biru berkata.


"Namaku Laila Eternal Frost, cucu kedua dari 72 bersaudara." Seorang wanita ras Demon berambut putih panjang bergelombang dengan ujung biru muda dan mata biru berkata.


"Pangeran Sebastian, aku mencintaimu." Seorang wanita ras Demon kecil berambut putih salju dengan ikatan Twintail berkata seraya membawa sebuah boneka Unicorn.


Sebastian mengusap kepala gadis kecil itu. "Nona, kamu terlalu muda untukku. Kamu harus menunggu selama 30 tahun lagi untuk menikahi ku."


"Bibi Luciana, Laila dan 2 bibi yang lainnya bisakah kalian menyingkir dari sini? Perawan tua seperti kalian tidak cocok berada di sini." Seorang wanita berambut Demon dengan rambut putih ujung biru berkata.


"Bang!!" Aurora memukul kepala wanita itu.


"Anne, apakah kamu merupakan bahwa aku juga salah satu perawan tua itu! Apabila aku mendengar hinaanmu satu kali lagi, aku akan menjadikanmu makanan Blue Claws." Aurora berkata seraya memperlihatkan 2 gigi taring di mulutnya.


"Sepupu, Bibi Aurora ingin membunuhku!" Anne memeluk tangan Lazarus.


Deviela menyentuh kepala Anne. "Fufufu. Nona kecil, apabila kamu berusaha menggoda suamiku dengan Skill penggoda. Aku tidak akan segan untuk memberikanmu kepada Beast liar."


"Deviela, maafkan aku." Anne menjulurkan lidahnya.


"Bibi Luciana, apakah semua cucu dan cicit perempuan kalian sudah menikah?" Lazarus bertanya.


"Fufufu. Bajingan, kamu tidak boleh menyebut seorang wanita Demon sebagai Bibi." Luciana tersenyum halus, tetapi Lazarus merasakan semua bulu kuduknya merinding.


"Semua saudaraku sudah menikah, tinggal aku, Laila, Luciana dan Sylvie yang belum menikah. Sedangkan hanya ada 4 cicit Kakek yang belum menikah." Aurora berkata.


"Saudari, aku sudah mempunyai seorang pasangan. Sekarang dia akan datang ke Kastil Istana Kekaisaran Eternal Frost bersama keluarganya untuk melamar ku." Seorang wanita cantik berambut biru muda di sebelah kanan dan rambut putih di sebelah kiri tersenyum cerah. Dia adalah cucu ke lima Sylvie.


"Siapa yang melamar mu?" Aurora bertanya.


"Namanya adalah Yashamaru/Ronin Putra satu-satunya dari Demon Emperor Shiroyasha Moonlight Frost. Aku bertemu dengannya saat menjadi perwakilan Kekaisaran Eternal Frost dan kita berdua saling jatuh cinta." Sylvie menjawab.


Semua orang terkejut dengan jawaban Sylvie. Terutama Luciana, Laila dan Aurora yang tertekan. Berarti tinggal mereka bertiga yang belum menikah diantara 72 Cucu Demon Emperor Laufey.


Demon Emperor Laufey bersama 12 istrinya kembali ke ruang pertemuan. Terlihat wajah Demon Emperor Laufey tetap dingin dan aura tubuhnya memancarkan perasaan dingin.


"Julian, apakah kamu benar akan menyerang Kekaisaran Silver Phoenix?" Demon Emperor Laufey bertanya dengan mengeluarkan aura yang sangat kuat.


Julian bangkit dari tempat duduknya. "Ayah Mertua, para bajingan itu telah menjebakku dan pasukanku. Urs, Sebastian dan Deviela berada di sana, aku ingin meminta bantuan Kekaisaran Eternal Frost untuk membantuku."


"Julian, apabila ayahmu Alger berada di sini. Dia pasti akan membunuhmu karena ingin menghancurkan Kekaisaran Darkness Dragon dengan menyerang Kerajaan terkuat kedua di Benua Barat Zephyra." Laufey menjawab dengan dingin.


"Ayah Mertua, bukankah Kekuatan Kekaisaran Eternal Frost sebanding dengan Kekaisaran Moonlight? Aku ingin membalaskan dendam semua pasukanku dengan membantai Kekaisaran Silver Phoenix, aku hanya membutuhkan sedikit bantuanmu!" Julian berteriak.


Demon Emperor Laufey mengulurkan tangannya, kemudian leher Julian tertarik ke tangan Laufey. Semua orang terdiam melihat itu semua karena bagaimanapun Julian adalah Kaisar Kekaisaran Darkness Dragon.


Demon Emperor Laufey mencekik leher Julian, sedangkan Julian berusaha melepaskan diri.


"Apakah kamu ingin 4 Benua berperang kembali seperti zaman ketiga?" Demon Emperor Laufey bertanya.


"Ayah mertua, apakah kamu akan membiarkan mereka tetap berkeliaran dan membunuh ras Demon?" Julian bertanya seraya menggertakan giginya.


Laufey melemparkan Julian dengan keras, tetapi Lazarus segera terbang dan menangkap Julian. Meskipun dirinya harus ikut terlempar dan menabrak dinding hingga hancur.


"Terima kasih." Julian berkata.


"Bisakah kamu beristirahat untuk memulihkan lukamu terlebih dahulu?" Lazarus bertanya.


"Urs kami pasti lebih mengetahui, bagaimana kekejaman Kekaisaran Silver Phoenix? Kita harus membalas dendam!" Julian berteriak.


"Aku tahu, tetapi sekarang bukan saat yang tepat untuk membalas dendam. Aku, Yun Shan, Sebastian dan Alcander sedang mencari informasi tentang Kekaisaran Silver Phoenix dan sekutunya. Sekarang Kerajaan dan Kekuatan Besar di 4 Benua dalam kondisi panas, sedikit saja kita membuat pergerakan yang salah perang besar akan terjadi." Lazarus menjawab.


Lazarus dan Julian kembali duduk ke kursi mereka. Dia sekarang mengetahui tujuan Julian datang ke Kekaisaran Eternal Frost adalah untuk meminta bantuan kepada Demon Emperor Laufey.


"Urs, mengapa kamu membantunya?" Laufey bertanya.


"Kakek, Julian adalah temanku. Aku mengetahui bahwa Anda juga sedang mencari informasi tentang Kekaisaran Silver Phoenix dan menunggu saat yang tepat untuk menyerang. Namun Anda masih memiliki keraguan karena tubuh Anda yang terluka parah akibat membangun Kekaisaran Eternal Frost di masa lalu." Lazarus menjawab.


"Apakah Root dan Nyonya Reese yang mengatakan aku terluka?" Laufey bertanya dengan ekspresi sedikit tercengang.


"Tidak, aku mengetahuinya dari detak jantung Anda. Meskipun kamu terlihat kuat, tetapi bagian dalam tubuh Anda rusak dan apabila dibiarkan luka dalam itu akan menjadi penyakit parah." Lazarus menjawab.


Aura dingin memenuhi ruang pertemuan, Laufey menatap Lazarus dengan dingin.


"Putraku Urs, Jujurlah kepadaku. Apakah kamu sengaja memberikan Eternal Frost Lily kepadaku?" Laufey bertanya.


"Tidak, aku sebenarnya tidak akan memberikan Herbal Eternal Frost Lily Rank Void kepada Anda. Aku juga membutuhkannya dan aku sebenarnya berencana menjualnya di Black Market untuk mendanai pertahanan dan persenjataan wilayah Regulus." Lazarus menjawab.


"Apakah kamu mengetahui cepat atau lambat akan terjadi perang?" Laufey bertanya.


Lazarus mengangguk. "Perang akan terjadi dan Kekaisaran Eternal Frost adalah Kekaisaran terkuat kedua di Benua Selatan Moonlight dan akan ikut mengambil bagian dari perang itu."


"Kamu benar dan aku sekarang mengetahui apa alasanmu memberikan Herbal Eternal Frost Lily kepadaku. Pertama kamu mempunyai lebih dari satu herbal, apabila kamu tidak mempunyai lebih dari satu herbal kamu tidak akan memberikannya kepadaku. Kedua kamu tidak ingin mewarisi tahta Kekaisaran Eternal Frost dan memberiku Herbal itu agar aku bisa terus memimpin dan Ketiga kamu sama dengan Julian ingin meminta bantuan kepadaku." Laufey menatap Lazarus dengan dingin.


Lazarus berlutut. "Kamu sudah mengetahuinya dan aku memerlukan bantuan pasukan Kekaisaran Eternal Frost untuk menjadi pengikutku."


"Berapa jumlah pasukan yang kamu inginkan?" Laufey bertanya.


"10,,000 pasukan yang terdiri dari 2 ranah Mythical, 2 ranah Legendary, 10 ranah Epik dan beberapa ranah Expert, Grand Master dan Master." Lazarus menjawab.


"Kamu pasti mengetahui bahwa Kekaisaran Eternal Frost terkenal dengan pasukannya yang kuat. Namun mengapa kamu hanya meminta 10,000 pasukan?" Laufey bertanya.


Laufey tersenyum. "Baiklah aku akan memberikan 10,000 pasukan, tetapi aku harus memikirkan 2 ranah Mythical yang akan dikirim ke Regulus."


"Kakek, biarkan aku yang pergi ke wilayah Regulus." Luciana menawarkan dirinya.


"Baiklah, Luciana adalah salah satu ranah Mythical yang kuat. Aku akan memercayakan Luciana dan Sylvie kepadamu." Laufey berkata.


"Kakek, aku akan menikah!" Sylvie berkata.


"Apakah, kamu tahu Kekaisaran Eternal Frost masih membutuhkan Laila dan Aurora? Apabila mereka berdua di kirim ke wilayah Regulus bagaimana dengan Gelombang Beast di wilayah Utara dan Selatan?" Laufey menatap tajam ke arah Sylvie.


"Baiklah, aku mengerti." Sylvie menjawab.


"Ronin adalah sahabatku dan kamu bisa mengajak Ronin untuk tinggal di wilayah Regulus." Lazarus berkata.


"Sepupu, apakah itu benar?" Sylvie bertanya.


"Aku akan meminta izin kepada Demon Emperor Shiroyasha kebetulan dia adalah Kakak Iparku karena aku menikahi adiknya." Lazarus menjawab.


"Urs, apakah kamu menikahi Akira?" Laufey bertanya.


"Aku menikahinya di Hutan Cerulean dan Julian, Deviela dan Sebastian menjadi saksinya." Lazarus melirik ke arah Sebastian.


"Julian, mengapa kamu tidak mengatakan kepadaku bahwa Lazarus menikahi Akira?" Laufey bertanya.


"Ayah Mertua, kamu tidak bertanya." Julian menjawab.


Seorang prajurit memasuki ruang pertemuan, kemudian berlutut. Dia mengatakan bahwa Demon Emperor Daji Kekaisaran Nine Tailed Fox dan Demon Emperor Shiroyasha Kekaisaran Moonlight Frost datang berkunjung.


"Biarkan mereka masuk." Laufey berkata.


Sesaat kemudian seorang wanita ras Beastman rubah salju dengan sembilan ekor bersama seorang wanita ras Oni berambut putih panjang dan mata biru masuk ke ruang pertemuan.


"Fufufu. Aku belum pernah melihat ruangan pertemuan yang suram dan dingin ini penuh dengan kehangatan." Demon Emperor Daji berkata.


"Laufey, aku datang ke sini untuk melamar cucumu untuk putraku Yashamaru!" Yashamaru berteriak.


"Ibu kamu baru sembuh dan tidak boleh berteriak sekeras itu de Gozaru!" Ronin berseru.


"Shiro, apabila kamu terus berteriak seperti itu Akihiro akan ketakutan!" Akira berkata seraya mengendong seorang bayi, dia kemudian menatap ke arah Lazarus yang duduk tidak jauh dari sana.


"Urs!!" Akira dengan cepat memberikan Akihiro kepada Shiroyasha, kemudian berlari ke arah Lazarus dan memeluknya.


"Akira!"


"Aku merindukanmu!"


"Akira, aku juga merindukanmu. Namun aku kesulitan untuk bernafas." Lazarus berkata.


"Maafkan aku." Akira segera melepaskan pelukannya.


"Akira, apakah dia adalah Ayah Akihiro?" Shiroyasha menatap tajam ke arah Lazarus.


"Shiro, Urs adalah Ayah Akihiro dan suamiku." Akira tersenyum.


Shiroyasha memberikan Akihiro kepada Daji, kemudian mengeluarkan aura ranah Mythical level 97 miliknya. Lantai ruang pertemuan retak karena kekuatan Shiroyasha. "Aku akan mematahkan semua tulangnya karena dia pria bajingan yang meninggalkanmu dan Akihiro yang baru lahir. Aku sangat terkejut karena tiba-tiba kamu pulang membawa seorang bayi yang baru lahir."


"Tunggu, aku tidak meninggalkan Akira dan apakah Akira tidak menceritakannya kepadamu?" Lazarus bertanya.


"Shiro, tenanglah! Aku akan menjelaskannya!" Akira berteriak.


Menyingkirlah dari sana dan aku akan segera mematahkan semua tulangnya.


"Ronin, tahan ibumu!" Lazarus berteriak.


"Ibu tenang.." Ronin ingin menahan ibunya, tetapi tiba-tiba dia sudah terlempar dengan keras dan membuat tembok hancur.


"Ronin!" Sylvie berteriak, kemudian membantu Ronin.


"Aku tidak memerlukan penjelasan. Kamu adalah pria yang lebih buruk dari kotoran!" Shiroyasha berteriak.


"Fufufu. Sungguh menarik, Akihiro apakah kamu putra dari Grand Duke Lazarus Regulus?" Daji terkekeh.


"Diam!!" Laufey berteriak seraya mengeluarkan aura intimidasi yang kuat. Semua orang seketika terdiam karena merasakan aura Demon Emperor Laufey.


Shiroyasha menarik kembali auranya, tetapi tetap menatap tajam ke arah Lazarus.


"Urs, apakah dia cicitku yang lain?" Laufey bertanya.


"Aku mempunyai 8 anak dari 6 wanita yang berbeda." Lazarus menjawab.


"Kamu sudah mengakui bahwa kamu hobi memainkan wanita! Pria sepertimu tidak layak untuk hidup!" Shiroyasha berteriak.


"10 Istri dan 2 selir. Aku tidak seperti pria lain yang mempunyai ratusan istri dan selir. Sedangkan aku tidak meninggalkan Akira, tetapi Akira yang meninggalkanku!" Lazarus berteriak.


"Shiro, Lazarus mengatakan agar aku dan Reina tinggal di wilayah Regulus. Akan tetapi, karena rasa bersalah kami menolaknya." Akira mengangguk.


"Apa?"


Daji memberikan Akihiro kepada Lazarus.


"Arion lihatlah dia adikmu." Deviela berkata.