LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 156. Regulus Belajar Terbang.



Seekor Red Dragon terbang ke arah Kastil Regulus. Terlihat di cakar Red Dragon itu ada sebuah kantung yang terbuat dari kulit Beast. Mythical Beast Red Dragon Ignatius adalah nama Red Dragon perkasa itu.


"Duke Regulus, seekor Red Dragon memasuki Ibukota Regulus." Lucy masuk ke ruang kerja Lazarus di sana Iris, Alastair, Tiara, Cassandra dan Icarus sedang mengurus berkas.


"Biarkan Red Dragon Ignatius memasuki halaman Kastil! Akhirnya dia datang dan membawa pesananku. Nyonya Tiara dan Cassandra aku akan memberikan sisa sedikit berkas ini untuk kalian. Maafkan aku karena aku harus pergi dengan Iris, Alastair dan Icarus ke suatu tempat."


"Sesuai perintahmu Ayah/Tuan Urs."


Cassandra dan Nyonya Tiara melihat berkas yang di isi oleh Lazarus. Mereka sangat kagum karena Lazarus mengisi semua berkas dengan sangat baik dalam waktu beberapa hari.


"Tuan Urs, sangat cerdas! Aku berpikir rumor yang beredar di luar sana tidaklah benar." Nyonya Tiara berkata.


"Tiara, aku setuju denganmu." Cassandra menjawab.


*Halaman Kastil Regulus.


Red Dragon Ignatius mendarat di halaman Kastil. Semua Beast yang berada di halaman Kastil segera menghampiri Ignatius.


"White Winged Silver Wind White Lion muda dan Moonlight Fenrir! Tunggu bukankah Singa Angin Perak Bersayap Putih sudah punah dan Fenrir Cahaya Bulan sangat langka!" Ignatius berkata.


"Ignatius sudah lama tidak bertemu! Aku kira kamu sudah mati dan kamu juga sudah menembus ranah Mythical Beast." Winter berkata.


"Hahaha. Aku hampir saja mati."


Regulus melompat dari satu dahan pohon ke dahan lainnya seraya melebarkan sayap burung berwarna putih. Dia sekarang sedang belajar terbang, tetapi dia masih belum bisa terbang di udara.


"Tunggu, apakah Singa bersayap itu tidak bisa terbang."


"Regulus, baru berevolusi dan sedang belajar terbang. Aku kira dia membutuhkan waktu 1 bulan untuk terbang." Sairorgh berkata.


Ignatius tersenyum lebar, kemudian memanggil Regulus. "Beast muda, kemari aku akan mengajarkan kamu terbang dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit kamu bisa terbang dengan bebas di angkasa."


"Paman, sudah lama tidak bertemu! Aku adalah Regulus singa botak yang membantumu di Kerajaan Terra. Apakah kamu bisa mengajarkan aku terbang?"


"Singa botak!" Ignatius terkejut seingatnya Lazarus mempunyai seekor singa botak yang tidak mempunyai Surai dan bulu.


"Apakah Leluhur yang membuat Ayah, Ibu dan Singa Botak berevolusi?" batin Ignatius.


Ignatius meletakan kantung yang terbuat dari kulit Beast, kemudian mencengkram Regulus dengan 4 cakarnya dengan erat.


"Paman apa yang ingin kamu lakukan?" Regulus bertanya dengan suara gemetar.


"Aku akan mengajarkan kamu terbang dengan cepat."


Red Dragon Ignatius membawa Regulus terbang ke atas langit yang sangat tinggi. Sairorgh mengetahui apa yang akan di lakukan Ignatius dan segera terbang menyusul Ignatius.


"Ignatius, apakah kamu ingin menjatuhkan Regulus dari ketinggian?"


"Sairorgh, cara tercepat untuk seekor Beast bersayap terbang adalah menjatuhkannya dari ketinggian."


"Ignatius, bagaimana jika Regulus mati?"


"Kamu harus menangkapnya di bawah. Namun, apabila Regulus mati karena terjatuh dari ketinggian mungkin sudah menjadi takdirnya." Red Dragon Ignatius tersenyum lebar.


"Lepaskan aku!" Regulus berteriak.


"Nak, apakah kamu benar ingin aku lepaskan?"


Regulus melihat ke bawah ternyata mereka sudah berada jauh di atas langit. Bahkan udara di atas langit jauh lebih hangat dari di atas tanah.


Sairorgh segera terbang ke bawah dan bersiap-siap untuk menangkap Regulus. Apabila rencana Red Dragon Ignatius gagal.


"Nak, apabila kamu tidak bisa terbang! Kamu hanya akan menjadi beban Tuanmu. Kamu mempunyai element angin dan logam. Kamu bisa terbang dengan cepat melebihi kecepatan naga. Seekor Beast kuat yang bahkan bisa membunuh Dragon normal tidak akan mati dengan mudah. Bahkan setiap Beast terbang akan menjatuhkan bayi Beast dari ketinggian agar mereka bisa terbang." Red Dragon Ignatius berkata.


Regulus membulatkan tekad,kemudian merasakan mana element angin di sekitarnya.


"Apakah kamu siap?"


"Aku siap!"


Red Dragon Ignatius melepaskan cengkeramannya, kemudian Regulus merentangkan sepasang sayap dan merasakan element angin di udara.


"Regulus!" Lazarus berteriak saat melihat Red Dragon Ignatius menjatuhkan Regulus dari atas langit.


Regulus jatuh bebas seraya berusaha mengibaskan sepasang sayapnya. Sesaat sebelum tubuhnya menyentuh tanah Regulus terbang dengan merasakan angin.


"Master, aku bisa terbang!" Regulus berteriak seraya melesat ke atas langit.


Red Dragon Ignatius mendarat di samping Lazarus, kemudian sedikit membungkuk. "Leluhur, aku sudah membawakan semua yang kamu telah perintahkan."


"Red Dragon Ignatius, aku sangat berterima kasih. Bagaimana dengan keadaan mereka bertiga?"


"Eos sedang menjaga mereka bertiga. Aku akan melindungi mereka bertiga sebelum mereka selesai melakukan Rebirth. Namun aku rasa mereka membutuhkan waktu sekitar 5-15 tahun untuk selesai melakukan Rebirth."


"Baiklah, terima kasih. Sampaikan salamku kepada Evanthe dan Ignite. Aku akan ke sana setelah semua urusanku selesai dan siapa Eos?"


"Eos adalah Gold Dragon betina muda. Putri dari sepupuku Gold Dragon Xanthus yang dititipkan kepada Ibu. Apakah kamu ingin menikahinya?"


"Ignatius, aku sudah mengatakan kepadamu, aku adalah Manusia!"


"Baiklah, apabila kamu membutuhkan bantuanku. Beri aku pesan dan aku akan segera membantumu. Kamu juga mendapatkan pesan dari Kakek Buyut Karserin, dia berkata kamu harus pergi ke tengah samudera karena Pertapa Agung ingin bertemu denganmu."


"Baxia? Mengapa dia ingin bertemu denganku?"


"Leluhur, mengapa kamu mengetahui siapa Pertapa Agung! Hanya Beast Rank tinggi yang mengetahui nama dan jenis Pertapa Agung."


"Aku hanya membacanya di sebuah Buku Kuno. Seekor Holy Beast yang bertahan sejak zaman pertama." Lazarus berkata.


"Baiklah, aku akan kembali ke sarangku untuk mengawasi ketiga Beast muda itu dan aku ucapkan terima kasih karena kamu telah mengurusnya dengan baik." Ignatius berpamitan kepada semua orang, kemudian terbang kembali ke sarangnya.


Lazarus membawa kantung yang dibawa oleh Red Dragon Ignatius dan memperlihatkannya kepada Iris, Icarus dan Alastair. Kantung itu berisi banyak material rank Epik dan Legendary berkualitas tinggi.


"Ayah, apakah kamu ingin membuat Artefak? Bukankah kamu bukan seorang Black Smith?" Alastair bertanya.


"Aku akan menempa Artefak dan Cincin pernikahan. Aku juga sudah berjanji untuk melatihmu dan Alastair." Lazarus menjawab.


Semua orang terkejut mendengar perkataan Lazarus. Memang seseorang dapat membuat Artefak tanpa Job Black Smith, tetapi hasil yang didapatkan tidak sebagus Artefak yang ditempa seorang Black Smith.


"Iris, bisakah kamu melakukan Upacara Kebangkitan? Aku rasa aku bisa mempunyai 1 Job lagi karena 3 tahun sudah berlalu."


"Baiklah." Iris tersenyum lembut.


Iris mengetahui Artefak yang akan di tempa oleh Lazarus adalah rank rendah atau sedang. Meskipun memakai Material Rank tinggi, tetapi Iris sangat bahagia karena Lazarus sudah berusaha semampunya.


Sirius dan Celestial menghampiri Lazarus, kemudian Iris melakukan upacara kebangkitan kepada Lazarus..


Lazarus sampai di suatu ruangan yang tidak asing di sana tertulis berbagai macam Job yang dapat di pilih oleh Lazarus.


•Alchemist Rank C--> SS High Great Alchemist.


•Swordman Rank D--> SSS Saint Swordman.


•Fire And Ice Magician Rank S-->SSS Sage Elemental Fire, Ice, Darkness, Light.


•Black Mage Rank C-->SS Sage Of Plague.


•Beast Master A--> SSS Divine Beast Master.


•Spearman Rank D--> SSS Spearman Fire, Light, Ice, Darkness.


•Black Smith Rank A+ -> SS Saint Black Smith.


.....


"Master, apakah ini semua Job mu? Aku tidak mengetahui seorang ras Humanoid mempunyai banyak Job diatas Rank SS." Sirius berkata.


"Yaps, untuk sekarang aku ingin memilih Job Black Smith. Setelah pelatihan neraka semua Jobku dapat berevolusi dan aku juga mempunyai beberapa Job baru yang dapat di pilih selain Black Smith," Lazarus bergumam.


"Master, perang memang seperti Abyss, tetapi apabila kamu mati itu jauh lebih buruk dari Abyss." Sirius menjawab.


Lazarus mengelus kepala Sirius di ruang kesadarannya. "Sirius, kamu adalah keluargaku yang sangat baik! Setelah semua urusanku selesai, aku akan mengajakmu Celes, Regulus dan Onyx bermain."


Lazarus perlahan membuka matanya. Semua orang menoleh ke arah Lazarus Job baru apa yang didapat Lazarus setelah upacara kebangkitan.


"Iris, aku mendapatkan Job Black Smith Rank A+ ."


"Suamiku, kamu sangat berbakat." Iris memeluk tangan Lazarus.


Regulus terbang memutari Kastil Regulus dengan wajah yang pucat. "Master, aku tidak mengetahui bagaimana caranya mendarat! Paman, tidak mengajarkan aku bagaimana cara mendarat!"


Lazarus menyentuh dahinya, kemudian menyuruh Sairorgh untuk mengajari Regulus mendarat.