LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 294. Sarang Naga.



Mata merah Iris berbinar melihat banyak sekali Beast Dragon dan Beast berdarah Dragon. Dia tidak mengetahui Dragon Valley akan sangat indah seperti ini, dia ingin melihat pemandangan ini bersama semua orang.


3 ekor Beast Brass Dragon/Naga kuningan dengan sisik hampir mirip dengan Gold Dragon, tetapi lebih gelap melewati kelompok Iris. Brass Dragon dikenal sebagai salah satu Beast jenis Naga Logam yang tidak agresif, mereka tidak akan menyerang seseorang dan lebih memilih untuk berbicara. Mereka mempunyai element api, angin dan logam juga bisa menyemburkan gas tidur.


"Iris, kita sudah sampai di tempat para Dragon." Red Dragon Ignatius berkata.


Kelompok Iris mendarat di dekat sungai indah sejernih kristal yang mengalir dari Pergunungan Es. Kawanan Blue Dragon dan Bronze Dragon remaja terlihat di tepi sungai, mereka sedang mencari pasangan untuk musim kawin.


"Grooaar!" Seekor White Dragon dengan sisik indah seperti salju terbang ke arah kelompok Iris.


"Ignatius, Heros, Blaze, apakah itu kalian?" White Dragon King Snowflake bertanya seraya melihat ke arah White Dragon Aneira.


"Snowflake, mengapa kamu berada di sini dan apakah kamu mengenal Aneira?" Red Dragon Blaze bertanya.


"Aneira adalah adikku dan dia kabur dari sarang! Ayah sangat mengkhawatirkan Aneira dan dia bahkan mencarinya kemana-mana, dia takut Aneira ditangkap oleh para pemburu." White Dragon Snowflake bertanya.


Aneira mundur beberapa langkah ke belakang Asterion.


"Snowflake, Aneira sudah menjadi pasanganku! Bisakah kamu mengatakan kepada White Dragon King Snowfall, bahwa Aneira tidak akan kembali ke sarang!" Asterion menggeram ke arah Snowflake.


White Dragon Snowflake menatap Asterion dengan tajam. Dia belum pernah melihat Crossbreed Black Dragon selain Black Dragon Melanthios dan Black Dragon Heather.


"Apakah kamu anak Black Dragon Heather?"


"Namaku adalah Asterion, aku adalah Putra Black Dragon Melanthios dan Red Dragon Ignatius."


Snowflake baru mengetahui bahwa Black Dragon Melanthios adalah pasangan Red Dragon Ignatius.


Black Dragon Melanthios terkenal sangat kejam kepada setiap musuhnya, meskipun dia sangat cantik, tetapi semua Beast Dragon jantan lebih memilih untuk menjauhinya.


"Ignatius, apakah kamu adalah pasangan Melanthios?"


"Snowflake, aku kalah saat bertarung dengan Melanthios. Akhirnya aku menjadi pasangannya, Red Dragon itu adalah Ignis Putra tertuaku dan Black Dragon itu adalah Asterion putra keduaku. Ignis, Asterion dan Aneira adalah Beast kontrak Urs."


"Aneira, apakah kamu adalah Beast kontrak Urs?" Snowflake bertanya.


"Kakak, aku adalah Beast Kontrak Tuan Urs." Aneira menjawab.


"Baiklah, aku akan kembali ke sarang dan memberitahu Ayah bahwa kamu adalah Beast Kontrak Urs." Snowflake berkata.


"Mengapa kamu tidak marah saat mendengar aku adalah Beast kontrak manusia?"


"Apabila itu manusia lain, aku pasti akan sangat marah. Namun, apabila Urs aku dan Ayah akan baik-baik saja. Aneira, kamu sekarang bebas menentukan tujuan hidupmu sendiri. Seandainya aku bukan White Dragon King selanjutnya, aku ingin menjadi Beast kontrak Tuan Urs." Snowflake menjawab.


"Snowflake, terima kasih karena sudah mengizinkan Aneira menjadi Beast kontrak suamiku." Iris berkata.


"Manusia, apakah kamu datang ke sini dengan kelompok Ignatius?" Snowflake bertanya.


"Tuan White Dragon, nama saya adalah Iris Lion Heart atau Iris Regulus. Saya pergi ke Dragon Valley sebagai perwakilan suami saya Lazarus Regulus atau Urs The North." Iris menjawab.


"Baiklah, selamat datang di Dragon Valley dan ingatlah Dragon Valley adalah tempat yang berbahaya, sebagian Beast Dragon terutama Klan Colour Dragon memusuhi manusia." White Dragon Snowflake berkata, kemudian terbang ke arah para Beast Dragon betina. Namun para Beast Dragon betina itu seolah-olah menjauh dari Snowflake.


"Aneira, mengapa para Beast Dragon betina itu menjauhi Snowflake?" Iris bertanya.


"Groooar!" Snowy yang berada di pelukan Iris menggeram pelan.


"Kak Snowflake sudah mempunyai pasangan dan pasangannya adalah Beast King White Dragon White Moon. Semua Beast Dragon betina itu takut dengan Kakak Ipar White Moon." Aneira menjawab.


Ignis dan yang lainnya mengakui keberanian Snowflake. Beast Dragon jantan dikategorikan menjadi dua soal mencari pasangan. Pertama adalah Alpa Male yang bisa melakukan poligami seperti Red Dragon Ignis dan Red Dragon Agni, sedangkan kedua adalah Betta Male yang hanya setia pada satu pasangan seumur hidup seperti halnya Black Dragon Asterion dan Red Dragon Ignite.


Dalam hubungan Alpa Male jantan adalah yang berkuasa, dia bisa mengawini banyak betina, sebaliknya dalam hubungan Betta Male betina (Alpa Female) adalah yang berkuasa dan Beast Dragon jantan (Betta Male) bisa saja mati apabila menggoda Beast Dragon betina lain karena sang betina adalah yang berkuasa dalam hubungan.


Kelompok Iris berjalan lebih jauh ke ujung sungai, di sana mereka melihat air terjun dan banyak Beast Dragon yang sedang mencari pasangan. Mereka semua adalah Beast Dragon berdarah murni yang berasal dari Klan Metalik Dragon, Netral Dragon dan Colour Dragon.


Asterion menatap seekor Beast Silver Dragon, Light Dragon dan Darkness Dragon betina yang dikerumuni oleh kawanan Beast Dragon jantan. Mereka mempunyai kecantikan menyaingi Gold Dragon Rhea.


"Asterion, apakah kamu mau mati?" Aneira berkata dengan dingin.


"Tidak, aku hanya sedikit terpesona!" Asterion menjawab.


...****************...


"Ignis, apakah kamu bisa memikat mereka?" Rhea bertanya.


"Aku adalah seekor Red Dragon jantan yang tampan. Meskipun aku tidak setampan Asterion, tetapi aku yakin bisa memikat ketiga Beast Dragon betina itu." Red Dragon Ignis menjawab.


Darkness Dragon mempunyai tubuh yang ramping, mata berwarna ungu, sisik berwarna hitam seperti malam, sayap kelelawar berwarna hitam dan 4 tanduk hitam di kepalanya. Sedangkan Light Dragon betina mempunyai tubuh yang ramping, mata berwarna kuning keemasan, sisik berwarna putih, sayap berwarna putih seperti burung dan sepasang tanduk berwarna putih dengan gradasi kuning. Hanya Light Dragon yang mempunyai sayap berbulu seperti burung.


"Heros, Blaze, kalian harus tetap disini untuk mengawasi Iris." Red Dragon Ignatius berkata.


"Ignatius, apa maksudmu?" Heros bertanya dengan ekspresi bingung.


"Ignatius, apakah kamu ingin menantang Black Dragon Heather?" Blaze bertanya.


Ignatius mengeluarkan api dari hidungnya. Dia mengetahui bahwa Heros dan Blaze tidak berada dalam kondisi prima untuk bertarung. Blaze mengalami obesitas dan kesulitan untuk terbang, dia bahkan berhenti berkali-kali saat terbang dan Heros mempunyai tubuh yang kurus, meskipun energi mananya sangat banyak. Namun Heros akan terluka parah akibat satu serangan dari Heather.


"Ayah, apakah kamu memerlukan bantuanku?" Red Dragon Ignis bertanya.


"Tidak! Aku akan mengalahkan Heather dengan kemampuanku sendiri. Aku akan membayar semua rasa malu yang telah aku terima dari Melanthios di masa lalu." Ignatius menjawab dengan ekspresi serius.


Heros dan Blaze melihat ke arah Ignatius. Mereka merasakan Ignatius jauh lebih kuat dari masa lalu. Tubuh yang kekar berotot penuh dengan bekas luka, tatapan yang tajam serta aura yang berapi-api membuat Ignatius seperti sosok Red Dragon yang sangat perkasa.


"Baiklah, kami berjanji akan menjaga Iris." Heros menjawab.


Red Dragon Ignatius melebarkan sayap berwarna merahnya, kemudian terbang ke wilayah Black Dragon Heather. Dia ingin menebus semua rasa malu yang dia dapatkan di masa lalu. Dia tidak ingin lari lagi dan diam seperti seorang pengecut, saat dia di tempat pengasingan, dia sudah mengalahkan banyak Dwarf dan Beast rank tinggi yang kuat. Sekarang adalah waktunya untuk mengambil kembali harga dirinya.


"Kadal merah, berapa kemungkinan Ayah dapat mengalahkan Bibi Heather?" Black Dragon Asterion bertanya.


"Asterion, Aneira, bisakah kalian mengikuti Ignis?"


"Iris, mengapa kami harus mengikutinya? Ayah sudah bertekad untuk bertarung sampai mati. Apabila aku dan Aneira ikut campur dalam pertarungan Ayah, bukankah itu adalah hal yang tabu diantara para Beast Rank tinggi?"


"Tetapi... Ignatius, adalah Ayah kalian!" Iris berteriak.


"Master, sudah membunuh Ibu Kami Black Dragon Melanthios dalam pertarungan yang adil dan kami sudah tidak mempunyai dendam dengan Master. Bukankah mati dalam pertarungan yang adil adalah kehormatan bagi seekor Dragon?"


Tubuh Iris gemetar, dia lupa bahwa Asterion adalah seekor Dragon. Beast dan ras Humanoid mempunyai peraturan yang berbeda. Meskipun tidak semua Beast menghargai hubungan keluarga, tetapi kebanyakan mereka tidak peduli dengan kematian keluarganya. Bahkan Gold Dragon Evanthe tidak peduli kepada Red Dragon Ignatius yang diburu oleh semua ras Dwarf.


Asterion melebarkan sayapnya. "Iris, aku akan membantu Ayah, tetapi aku tidak bisa menjamin aku akan membawanya dalam kondisi sehat. Master, sungguh beruntung mempunyai pasangan sepertimu dan aku pasti akan mendapat hukuman dari Master, jika aku tidak mematuhi perintahmu."


"Hahaha. Apakah kamu tetap mempunyai hati yang hangat di balik tampang hitam dan kejam mu?" Ignis tertawa.


Asterion mencambukkan ekornya ke wajah Ignis, kemudian berkata, "Ignis, cepatlah taklukkan para Dragon betina. Mereka pasti akan menjadi bantuan yang besar untuk Master."


Asterion dan Aneira terbang menyusul Red Dragon Ignatius. Mereka mengetahui wilayah kekuasaan Black Dragon Heather akan hancur berantakan karena pertarungan Ignatius dan Heather.


Iris bernafas lega seraya memeluk Ice Qilin Snowy. Meskipun Asterion sangat kejam dan bengis, tetapi dia masih mematuhi perintah Iris.


"Rhea, kemari lah." Iris berkata dan membisikkan sesuatu kepada Rhea.


Rhea mengangguk, kemudian pergi ke arah Silver Dragon, Light Dragon dan Darkness Dragon betina.


Semua Beast Dragon jantan melihat ke arah Gold Dragon betina cantik yang berjalan ke arah mereka, tetapi Gold Dragon Rhea tidak memedulikan mereka dan terus berjalan ke arah Silver Dragon, Light Dragon dan Darkness Dragon betina.


"Groooooarrr!"


Gold Dragon Rhea menyemburkan api berwarna jingga ke arah tiga Dragon betina itu.


"Apa yang kamu lakukan!" Silver Dragon betina berteriak.


"Apakah pasanganmu berada di sini! Kami tidak tertarik kepada mereka dan mengapa kamu menyerang kami?" Light Dragon betina berteriak.


"Cih. Gold Dragon, apakah kamu ingin mati?" Darkness Dragon menunjukan cakar-cakarnya yang tajam.


Gold Dragon Rhea dengan cepat melarikan diri ke arah Red Dragon Ignis, dia mengetahui dari Iris cara agar dapat menarik perhatian ketiga Dragon betina itu.


Tubuh Ignis gemetar ketakutan melihat Rhea yang sudah memprovokasi 2 ekor Legendary Beast dan 1 ekor Epik Beast Dragon betina Variant. Ignis menoleh ke arah Iris dan yang lainnya, tetapi Iris dan yang lainnya sudah pergi menjauh.


"Ignis!! Mereka ingin menyerangku!" Gold Dragon Rhea berteriak dan bersembunyi di balik tubuh Ignis.


"Groooarrr!" Ketiga Beast Dragon betina itu menggeram ke arah Ignis.


"Red Dragon, apakah kamu pasangan Gold Dragon betina itu?" Darkness Dragon betina bertanya.


Ignis menatap 3 Dragon betina itu dengan tatapan tajam. Dia mengetahui untuk memikat Beast Dragon betina yang arogan, sang Beast jantan harus memperlihatkan kekuatan dan dominasinya. Gold Dragon Rhea sudah membuat kesempatan agar Red Dragon Ignis bisa memperlihatkan kekuatannya.


3 Beast Dragon betina mencoba menilai Ignis. Mereka belum pernah melihat seekor Red Dragon tampan yang mempunyai sisik merah, sayap lebar dan tubuh kekar sebelumnya. Berbeda dengan Beast Dragon jantan lainnya yang pernah mereka lihat, Ignis seperti sudah melewati banyak pertarungan hidup dan mati.


Seekor Darkness Dragon dan Silver Dragon jantan bertubuh sedikit kurus menghampiri Ignis. Mereka ingin menarik perhatian 3 Dragon betina dengan mengalahkan Ignis karena mereka belum pernah melihat dan mendengar nama Ignis.


"Red Dragon, pergilah dari sini! Bukankah kamu sudah mempunyai pasangan yang cantik?" Silver Dragon jantan itu memegang kepala Ignis, tetapi Ignis tetap diam seraya menahan amarah.


"Hahaha. Gold Dragon betina, tinggalkan Red Dragon lemah itu dan jadilah pasanganku." Bronze Dragon itu mengulurkan tangannya ke arah Gold Dragon Rhea.


Ignis segera menggenggam tangan Bronze Dragon itu dengan kuat, kemudian melemparkannya dengan mudah sampai menghantam batuan sungai. Setelah itu dia menggigit leher Silver Dragon dan menekannya ke tanah dengan keras.


"Seekor Silver Dragon muda yang belum mencapai ranah Legendary Beast berani bersikap arogan kepadaku!" Ignis menginjak kepala Silver Dragon jantan itu ke tanah.


"Maafkan aku!" Silver Dragon jantan muda itu berkata.


"Groooarrr!"


Bronze Dragon itu bangkit dan menyerang ke arah Ignis dengan semburan petir, tetapi Ignis hanya menahan serangan itu dengan tubuhnya.


"Banggg!"


Ignis mencambukkan ekornya ke arah badan Bronze Dragon itu, kemudian menyemburkan api berwarna merah ke arah Bronze Dragon.


"Aku kalah!" Bronze Dragon itu mengakui kekalahan karena dia tidak mempunyai kesempatan untuk menang melawan Red Dragon yang satu ranah di atasnya.


"Petir Goldie, Kai dan Amethyst lebih kuat dari semburan petir mu." Ignis berkata.


Kawanan Beast Dragon mengerumuni Ignis dan 3 Beast Dragon betina. Mereka mengetahui Red Dragon itu sangat kuat dan merupakan Alpa Male.


"Apakah kalian ingin bertarung? Kalian bertiga majulah dan apabila kalian kalah, kalian harus menjadi pasanganku!" Ignis berteriak seraya mengeluarkan aura Legendary Beast miliknya.


"Groooarrr!"


Ketiga Beast betina itu mengaum melihat Red Dragon jantan yang sangat arogan di wilayah mereka.


"Namaku adalah Darkness Dragon Celena."


"Namaku adalah Light Dragon Annora."


"Namaku adalah Silver Dragon Giselda."


"Aku adalah Ignis! Bisakah kita bertarung sekarang?'


Iris, Heros dan Blaze melihat dari kejauhan. Mereka mengetahui Ignis adalah seekor Red Dragon yang kuat, meskipun Ignis kalah. Namun dia tidak akan kalah tanpa perlawanan.


"Iris, Ignis akan kalah saat melawan 3 Dragon betina itu." Black Liong Ao Yue berkata.


"Fufufu. Ada satu persamaan diantara semua ras wanita. Mereka selalu menilai pria dari kekuatan dan keberaniannya, meskipun Ignis kalah. Namun keputusan ada di tangan Beast Dragon betina itu." Iris menjawab.