LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 377. Tragedi Kekaisaran Lion Heart.



Seorang wanita ras Oni berambut perak panjang dan mata merah, memakai pakaian khas Benua Timur Golden Sun berwarna biru tua sedang memeras kain. Dia kemudian mengompres kepala Lazarus, sudah 7 bulan Lazarus tertidur dan semua orang tidak mengetahui kapan dia bangun.


"Akira, sekarang adalah giliran ku." Iris berkata.


"Iris, apakah Urs terlihat sangat kurus. Tubuhnya seperti hanya tulang dilapisi oleh kulit." Akira menatap Lazarus dengan tatapan sedih.


"Pertempuran itu membuat Lazarus kehilangan banyak berat badan bahkan aku tidak mengetahui berapa lama Urs akan tertidur karena saat perang Kerajaan Terra, dia tertidur selama 6 bulan." Iris menjawab.


"Theresia sudah melahirkan seorang putra." Reina berkata.


"Urs, masih belum sadar dan dia melewatkan kelahiran anak Theresia." Akira berkata.


Lazarus perlahan membuka matanya, dia merasakan tubuhnya sangat lemah dan perut yang sangat lapar.


"Air." Lazarus menggenggam tangan Akira.


"Urs!" Reina dan Akira berteriak.


Iris segera membawakan air untuk Lazarus, kemudian Lazarus minum dengan cepat seolah-olah seekor Beast yang baru selesai berhibernasi.


"Berapa lama aku tertidur?" Lazarus bertanya.


"7 Bulan." Akira menjawab.


"Tunggu, bukankah aku melewatkan kelahiran semua anakku?" Lazarus bertanya.


"Tidak, Theresia baru saja melahirkan. Freya, Carissa, Diana dan Felicity akan melahirkan 1 sampai 2 bulan lagi." Iris menjawab.


"Aku ingin melihat Putraku!" Lazarus berteriak.


Akira mengendong Lazarus di punggungnya, mereka kemudian sampai di tempat Theresia dan yang lainnya.


"Urs/Ayah/Ayah Mertua/Kakek." Semua orang terkejut melihat Lazarus yang sudah sadar, tetapi kondisi Lazarus sungguh memperhatikan dengan tubuh yang hanya tulang dilapisi oleh kulit. Mereka mengetahui tubuh Lazarus adalah efek samping saat dia mengobati semua orang.


Iris membantu Lazarus berjalan ke arah Deviela yang tertidur di samping bayinya.


"Theresia, Putraku mempunyai rambut emas sepertimu." Lazarus tersenyum.


"Tidak, dia mempunyai wajah yang sangat mirip denganmu lihat mata biru miliknya." Theresia menjawab.


"Siapa namanya?" Lazarus bertanya.


"Maafkan aku karena aku sudah memberi nama terlebih dahulu. Namanya adalah Julius Regulus, seperti nama yang kamu berikan sebelum aku melahirkan." Theresia tersenyum.


"Putraku Julius." Lazarus tersenyum.


"Urs, mengapa tubuhmu sangat kurus?" Leonhart bertanya.


"Leonhart, apakah kalian semua sudah kembali untuk berlibur. Aku baik-baik saja dan kita akan mempunyai 6 anggota keluarga baru lagi." Lazarus melirik ke arah Freya, Lilian Carissa, Diana dan Felicity.


2 orang anak kecil ras Oni wanita dan laki-laki menghampiri Lazarus, mereka adalah Akari dan Akihiro.


Akari adalah anak Lazarus dan Reina, dia mempunyai rambut berwarna hitam panjang dan mata biru. Sedangkan kakaknya Akihiro adalah anak Lazarus dari Akira, dia mempunyai rambut hitam pendek dan mata biru.


"Urs, dia adalah Adik kecil kami. Apakah kamu mengenalnya?" Arion bertanya.


"Halo. Urs, senang bertemu dengan Anda." Akihiro dan Akari membungkuk ke arah Lazarus.


Lazarus mengendong Akihiro dan Akari di pundaknya. Dia sudah lama tidak bertemu mereka berdua terutama Akari.


"Putra dan Putriku. Sudah berapa lama kalian berada di wilayah Regulus?" Lazarus bertanya.


"1 Bulan kami bermain dengan Saudara Alastair, Saudari Amarilis, Aris, Veronika dan Blossom." Akari menjawab


"Akari, kamu sangat lucu berbeda dengan Putriku Gardenia dan Ariana yang sangat nakal." Lazarus tersenyum.


"Urs, apakah kamu baik-baik saja?" Gardenia bertanya.


"Aku baik-baik saja dan aku membutuhkan banyak makanan untuk kembali ke tubuh semula. Freya, Carissa, Felicity dan Diana kalian harus beristirahat, maafkan aku karena tidak bersama kalian selama 7 bulan ini." Lazarus berkata.


"Kami baik-baik saja dan kami sangat mengkhawatirkan kamu karena pulang dalam kondisi seperti itu. Namun Iris terus meyakinkan kami bahwa kamu baik-baik saja." Freya tersenyum.


"Kakek." Seorang anak kecil berambut perak dan mata merah menarik kaos Lazarus.


"Charon, aku sudah lama tidak bertemu denganmu." Lazarus mengendong Aris.


"Ayah mertua, apakah aku menganggu mu karena pergi ke wilayah Regulus?" Chiron bertanya.


"Chiron, Regulus adalah rumahmu kamu bebas untuk pergi kemari." Lazarus tersenyum.


Lazarus terdiam sesaat, kemudian mengingat tentang Amara. "Apakah Amara datang ke sini untuk melangsungkan upacara pernikahan?"


"Aku menunggu selama 6 bulan lebih." Amara yang duduk di samping jendela berkata.


"Maafkan aku." Lazarus berkata.


"Aku bahagia kamu baik-baik saja." Amara tersenyum.


Lazarus dan yang lainnya pergi ke ruang makan.


...****************...


Semua orang memperhatikan Lazarus yang memakan seekor Demon Beast Red Bull panggang utuh beserta 50 ekor Multi Colour Chicken panggang serta buah-buahan yang berada di sana. Mereka tidak mengatakan apapun kepada Lazarus karena mereka mengetahui Lazarus sudah lama tidak makan.


"Kelihatannya Kastil Regulus menjadi sangat ramai." Lazarus tersenyum.


"Urs, apakah kamu melupakan sesuatu?" Deviela bertanya.


"Aku melupakannya!" Lazarus berteriak dan mengeluarkan banyak herbal serta Elemental Tree dari Artefak penyimpannya.


"Yggdrasil Tree muda!" Alyssa dan Ariana berteriak.


"Alyssa, kamu harus menanam dan merawat pohon muda ini. Aku mengetahui hanya ada 2 Yggdrasil Tree di Planet Antares, tetapi dengan satu pohon muda ini berarti ada 3." Lazarus berkata.


"Serahkan kepadaku." Alyssa berkata dengan mata berbinar.


Elise masuk ke ruang makan Regulus bersama Calista. Mereka ingin menemui Alastair dan Iris untuk menyampaikan sesuatu yang penting mengenai Kekaisaran Lion Heart.


Calista berlutut. "Bibi, Ayah mengatakan kepadaku untuk meminjam kekuatan pasukan Regulus. Gelombang Beast di wilayah Aslan dan Leonis sangat besar dan kami membutuhkan bantuan dari kalian."


"Apakah Helene dan Kakek Tua Elenio membutuhkan bantuan?" Lazarus bertanya.


"Paman, apakah kamu sudah bangun?" Calista bertanya.


"Aku baru saja bangun dan aku akan pergi ke Kekaisaran Lion Heart memimpin 10.000 pasukan bantuan sekarang." Lazarus menjawab.


"Tunggu, kamu harus beristirahat." Freya berkata.


"Aku sudah lama tertidur dan aku harus menggerakkan otot-otot milikku. Alastair, apakah kamu siap menjadi seorang Grand Duke?" Lazarus bertanya.


"Ayah, aku belum siap." Alastair menjawab.


"Alastair, aku mengetahui kamu sudah siap menjadi seorang Grand Duke sebagai Putra tertua keluarga Regulus kamu harus menjadi seorang Grand Duke." Lazarus berkata.


"Aku belum siap masih banyak hal yang aku harus pelajari darimu." Alastair menjawab.


"Baiklah, apabila kamu sudah siap. Kamu harus memberitahuku." Lazarus tersenyum.


"Apakah kamu tidak marah?" Alastair bertanya.


"Tidak. Aku tidak marah karena semua itu adalah keinginan putraku." Lazarus menjawab.


"Ayah, aku pasti akan menjadi seorang Grand Duke." Alastair berkata.


"Viscount Albion, bagaimana dengan wilayah Blackton?" Lazarus bertanya.


"Ayah mertua, wilayah Blackton adalah tempat strategis dan sekarang wilayah itu semakin maju." Chiron menjawab.


Calista melihat ke arah Reina dan Akira, dia tidak mengetahui siapa mereka.


"Perkenalkan nama mereka adalah Reina dan Akira 2 istriku pasti kamu sudah mendengar banyak tentang mereka. Pria kecil ini adalah Akihiro dan gadis kecil ini adalah Akari, sedangkan bayi kecil yang berada di gendongan Theresia adalah Julius." Lazarus berkata.


"Fufufu. Kami hanyalah selir." Reina terkekeh.


"Paman, berapa banyak istri dan selirmu?" Calista bertanya.


"13 orang." Lazarus menjawab.


"Tunggu, bukankah kamu mempunyai 12 Istri?" Calista bertanya.


"Amara adalah calon Istriku." Lazarus menjawab.


Calista lahir di keluarga besar dan Ayahnya mempunyai 99 istri, meskipun banyak istrinya yang sudah bercerai. Namun sifat Altair masih belum berubah terutama saat melihat wanita cantik.


"Lilian, bisakah kamu mengambilkan aku saus?" Lazarus bertanya.


Lilian memberikan sebotol saus kepada Lazarus.


"Panggil Alyssa, dia masih belum makan. Katakan padanya untuk mengurus semua herbal itu setelah makan." Lazarus berkata.


"Tuan Urs, Nyonya Alyssa mengatakan akan makan sebentar lagi." Elena menjawab.


"Alastair, apakah kamu ingin ikut bersamaku ke Kekaisaran Lion Heart?" Lazarus bertanya.


"Ayah, aku akan ikut denganmu dan memperlihatkan kekuatan pasukan Regulus." Alastair menjawab.


"Aku ingin ikut bersama Urs ke Kekaisaran Lion Heart." Leonhart berkata.


"Leonhart, apakah kamu ingin ikut bertarung melawan Beast bersama Ayahmu. Nyaww?" Cathrine menatap tajam ke arah Leonhart.


"Kakek, sudah mengajariku Skill berpedang." Leonhart menjawab.


"Ibu Cathrine bahkan aku sudah sering melawan Beast di alam liar." Arion menjawab.


"Baiklah, kalian boleh ikut jika kalian bisa mengalahkan Ignis." Lazarus berkata.


"Urs, Ignis adalah Red Dragon yang merupakan salah satu Beast terkuat di Planet Antares. Kami sekarang tidak mempunyai kesempatan untuk melawannya." Ariana berkata.


"Kalian hanya menjadi beban ku dalam pertempuran. Apabila kalian sudah menembus ranah Expert aku berjanji akan membawa kalian." Lazarus menjawab.


"Urs, kami akan tinggal di sini selama 1 tahun." Reina berkata.


Akira mengangguk. "Aku khawatir kepada Akihiro dan Akari yang ingin melihat keluarganya."


"Reina, Akira, Regulus adalah rumah kalian dan kalian tidak boleh takut kepada Alastair yang akan mengusir kalian karena aku membuat 17 kastil megah yang tidak berpenghuni. Apabila Alastair sudah menjadi Grand Duke aku akan pindah ke kastil kosong itu bersama yang lainnya." Lazarus menjawab.


"Tidak, Ayah aku tidak akan mengusir kalian dari wilayah Regulus!" Alastair berteriak.


"Aku mengetahui sifat putraku yang manis." Lazarus mencubit pipi Alastair.


"Ayah." Amarilis berkata.


"Amarilis, apa yang kamu inginkan?" Lazarus bertanya.


"Gate dimensi yang menghubungkan wilayah Regulus dan Blackton." Amarilis menjawab.


Charon mengangguk. "Wilayah Blackton adalah milikmu dan kami harus membutuhkan waktu lama untuk pergi ke wilayah Regulus. Gate Dimensi akan sangat membantu kami."


"Baiklah, aku dan Roseanne akan membuatnya." Lazarus menjawab.


...****************...


Keesokan harinya.


Bleddyn dan 10.000 pasukan Regulus dan anggota Aliansi The North telah sampai di Ibukota Regulus. 7000 pasukan penunggang Beast, 2000 Mage, 1000 Swordman dan 1000 Spearman sangat mencolok.


"Groooaaarr!" Ignis mengaum. Di belakangnya terdapat banyak Beast kontrak Lazarus.


Lazarus dan Alastair yang memakai armor berwarna hitam keluar dari gerbang Kastil Regulus.


"Salam Cahaya Regulus Grand Duke Lazarus Regulus dan singa Regulus Alastair Regulus." Semua pasukan memberi salam kepada Lazarus dan yang lainnya.


"Master." Asterion berkata seraya membawa seekor singa berbulu dan bersurai hitam dengan panjang 2,5 meter serta seekor singa putih betina dengan 6 sayap burung berwarna putih gradasi biru muda.


"Blizzard dan Adam, apakah kalian sudah menembus ranah Demon Beast?" Lazarus bertanya.


"Rooooaar." Adam mengaum.


"Master, sudah lama tidak bertemu." Blizzard meneteskan air matanya saat melihat Lazarus.


"Master aku Darkness, aku hidup kembali. Akan tetapi, Dewa Gail tidak mengizinkan aku untuk mengatakan kepadamu bahwa aku Darkness," batin Blizzard.


"Hahaha. Kamu mengingatkanku kepada seniormu Darkness. Apakah kamu ingin membuat kontrak denganku?" Lazarus bertanya.


"Aku ingin membuat kontrak denganmu." Darkness menjawab.


Lazarus membuat kontrak dengan Adam dan Darkness, dia kemudian berhasil membuat kontrak dengan mudah. Sekarang dia mempunyai 53 Beast kontrak dan 3 calon Beast kontrak.


"Regulus." Lazarus berkata.


"Baiklah." Regulus terbang ke arah Lazarus.


Lazarus menaiki punggung Winged Silver Wind White Lion Regulus, kemudian terbang ke atas langit.


"Namaku Grand Duke Lazarus Regulus penguasa tanah Regulus. Kita akan pergi bertempur melawan gelombang Beast di wilayah Barat dan Selatan Kekaisaran Lion Heart. Bagi semua pasukan yang sakit atau tidak ingin berperang keluar dari barisan!" Lazarus berteriak.


"Hidup Grand Duke Regulus!" Semua pasukan bersorak.


"Baiklah dan berapa sisa pasukan yang menjaga wilayah Regulus. Aku tidur selama 7 bulan dan tidak mengetahui total pasukan Regulus sekarang." Lazarus berkata.


Brant berjalan ke arah Lazarus. "Ada 50.000 pasukan, 40.000 Beast jinak dan 3000 Aliansi The North yang tersisa di 12 Kota di wilayah Regulus."


"Brant, bukankah kita hanya mempunyai 25.000 pasukan?" Lazarus bertanya.


"7 bulan lalu kita hanya mempunyai 25.000 pasukan. Akan tetapi sekarang jumlah pasukan Regulus 2 kali lipat lebih banyak. Bahkan diantara 4 Duke Kekaisaran Lion Heart pasukan kita adalah yang paling kuat, meskipun jumlahnya tidak sebanyak pasukan Leandro dan Kekaisaran Lion Heart. Zhuge Li, Tiara, Jane dan beberapa orang mengatur wilayah Regulus dengan sangat baik sehingga wilayah Regulus berkembang dengan cepat. Kejahatan di tekan dengan sangat baik, sehingga rakyat menjadi semakin makmur hanya sedikit laporan kejahatan di wilayah Regulus." Brant tersenyum.


Seorang pria ras Elf berambut pirang dan Orc berambut putih melangkah ke arah Lazarus.


"Pembangunan banyak Akademi sangat membantu anak-anak wilayah Regulus. Terutama rakyat jelata yang tidak diperbolehkan untuk belajar. Aku Serka perwakilan ras Orc dan Dark Beastman berterima kasih kepada penguasa tanah Regulus." Serka berlutut.


"Grand Duke, namaku Asfi aku berterima kasih kepadamu karena sudah menerimaku. Perkebunan herbal sangat berkembang pesat di wilayah Blackton dan kamu membangun Akademi di wilayah Blackton. Aku sudah sangat berterima kasih kepadamu." Asfi berlutut.


Lazarus melompat ke hadapan semua orang dan mengeluarkan Claymore Frostmoure. Dia mengeluarkan aura ranah Mythical yang sangat kuat dan menancapkan Frostmoure ke tanah.


"Aku tidak peduli kalian adalah ras manusia, Demon, Elf, Orc, Beastman, Dark Beastman, Barbarian, Dark Elf, Dwarf dan darimana asal kalian. Kalian semua sekarang sudah menjadi penduduk Regulus, aku akan menjaga kalian semua memberikan kalian tempat tinggal, pekerjaan dan lahan untuk kalian bajak. Akan tetapi, semua itu adalah pilihan kalian. Sifat semua orang berbeda tidak ada yang sama dan kedamaian adalah sebuah bayangan semu. Kejahatan akan ada saat semua orang masih mempunyai keserakahan,pemikiran dan kepentingan masing-masing. Ingatlah aku akan memberikan hukuman sesuai dengan dosa yang kalian buat entah itu keluarga, sahabat, teman, bangsawan atau rakyat biasa aku memberikan hukuman sesuai dengan kesalahan yang telah mereka buat. Namun sebagai penguasa tanah Regulus aku hanya ingin memberi kalian semua tempat yang bisa kalian sebut rumah." Lazarus berkata..


Semua orang mengangkat senjata mereka. "Kejayaan bagi wilayah Regulus!"


Semua pasukan bersorak. Mereka mengetahui Lazarus adalah seorang pemimpin yang layak mereka ikuti.


"Berilah kemenangan untuk wilayah Regulus dalam pertempuran dengan gelombang Beast ini dan jangan sampai membuat teman kalian malu. Aku Brant berjanji akan membawa kemenangan untuk Tuanku Lazarus Regulus, meskipun harus mengorbankan nyawaku." Brant berlutut.


"Ahhhhhhh." Semua orang berteriak seraya mengangkat senjata mereka. Tidak ada keraguan sedikitpun di hati mereka untuk mengorbankan nyawa demi tuan mereka.


"Pergi ke Kekaisaran Lion Heart!" Lazarus berteriak.


Lazarus dan Alastair memimpin 10.000 pasukan ke Ibukota Kekaisaran Lion Heart untuk bertempur dengan gelombang Beast di wilayah Leonis dan Aslan.


...****************...


"Pria itu adalah pemimpin yang sangat pemberani dan kompeten. Dia bisa menggerakkan hati semua pengikutnya, bahkan menaikan moral pasukannya. Pemimpin yang hanya terlahir 10.000 tahun sekali. Seandainya Kekaisaran Fire Dragon mempunyai Kaisar sepetinya mungkin saat ini Kekaisaran Fire Dragon akan menjadi salah satu Kekaisaran terkuat." Fillmore berkata.


"Aku setuju bahkan dia lebih cakap dari Ayahku " Rias menjawab.


"Terkadang aku melihat Urs sebagai orang asing yang tidak aku kenal. Dia seperti mempunyai banyak kepribadian di dalam dirinya." Reese berkata.


"Aku semakin tertarik dengannya." Ash menjawab.


"Hohoho. Aku tidak mengetahui kekacauan apa yang akan dia sebabkan saat berada di Planet Auriga." Merlin tertawa.