
Leonardo berlari ke arah Lazarus dan yang lainnya seraya membawa 100 orang wanita Beastman. Di sana semua wanita Beastman berlutut seraya meneteskan air mata karena Lazarus dan yang lainnya sudah menyelamatkan mereka dari tangan monster itu.
"Apakah kamu sudah menyelamatkan semuanya?" Lazarus bertanya.
Leonardo terdiam.
"Leonardo! Katakan apa yang kamu lihat di penjara bawah tanah!" Raja Hector memegang bahu Leonardo.
"Ruang penyiksaan! Beserta lebih dari 1000 mayat wanita dari berbagai ras! Kakek, maafkan karena aku tidak bisa menyelamatkan mereka semua." Leonardo membungkuk.
"Master, pria itu pantas untuk mati ribuan kali!" Celestial berkata.
"Aku setuju dengan Celestial." Asterion dalam bentuk kucing hitam menjawab.
Sebastian kembali dari ruang rahasia, dia membawa sebuah catatan informasi tentang pemberontakan.
Marquis Blaze mempunyai Skill Kepemimpinan dan Administrasi Rank S, dia bisa dibilang adalah seorang Bangsawan yang cerdas dan berbakat.
Lazarus mengingat Nyonya Tiara, tetapi Nyonya Tiara lebih setia dibandingkan dengan Blaze.
Kelompok Lazarus membaca semua catatan itu dan Blaze adalah salah satu orang yang berperan besar dalam menyusun rencana pemberontakan. Dia adalah seorang yang tidak mempunyai royalitas dan berpihak kepada pihak mana yang lebih menguntungkan untuknya.
Blaze menulis semua pihak yang mendukung pemberontakan dan semua pihak yang mendukung Raja Hector dan Ratu Leona. Semua rencana Marquis Blaze disusun dengan sangat rapih. Siapapun yang menang di dalam perang, dia akan tetap mendapat keuntungan.
"Pria yang sangat cerdas, tetapi pria itu tidak setia!" Reiga tersenyum lebar.
"Reiga, apabila seseorang tidak mempunyai kekuatan. Mereka akan menggunakan kecerdasan untuk bertahan hidup." Sebastian tersenyum lebar.
Lazarus melirik ke arah Hector dan Leona yang terbakar oleh amarah. Dia mengetahui bahwa pengkhianatan ini sudah disusun sebelum Raja Hector naik tahta.
"Scars ingin memanfaatkan Hector dan Leona untuk memerintahkan Kerajaan Beastman. Setelah Kerajaan Beastman maju dan menjadi Kekaisaran Beastman, mereka akan merebut Kerajaan Beastman dari Raja Hector. Apakah kalian mengetahui merebut lebih mudah dari membangun? Seperti seseorang yang saling bertarung untuk memperebutkan Artefak berharga." Lazarus berkata.
Leona dan Hector mengeluarkan Artefak senjata. Mereka ingin membunuh para pengkhianat itu, selain para pengkhianat itu telah membunuh pangeran pertama. Mereka juga membunuh para Bangsawan lain yang setia kepada Raja Hector.
"Apa yang ingin kalian lakukan?" Lazarus menghentikan Raja Hector dan Ratu Leona.
"Urs, aku ingin mencabik-cabik mereka semua!" Raja Hector menjawab.
"Kalian akan mati dengan tragis, apabila pergi ke sana dengan tergesa-gesa. Mari kita susun rencana, aku, Sebastian dan Reiga akan membantu kalian." Lazarus berkata, kemudian membuat kursi dan meja es untuk mereka duduk.
Raja Hector mengangguk, dia sudah melewati banyak pertarungan hidup dan mati bersama Lazarus. Dia mengetahui Lazarus adalah seseorang yang tidak akan mengkhianatinya.
"Hector, berikan medali emas Raja kepada Leonardo!"
Raja Hector memberikan sebuah medali emas kepada Leonardo. Medali itu dibuat dari darah semua Raja Kerajaan Beastman terdahulu dan lambang Raja Kerajaan Beastman setiap generasi. Para Raja Beastman terdahulu bisa meminjamkan medali itu kepada bawahan, anak atau pengikutnya.
Orang yang mempunyai medali ini, bisa memerintahkan Bangsawan lain, Rakyat Kerajaan Beastman dan yang paling utama adalah memerintahkan Guardian Beast Kerajaan Beastman. Kata-kata orang yang membawa medali ini sama dengan perkataan Raja Kerajaan Beastman.
"Urs, apa yang harus aku lakukan selanjutnya?" Leonardo bertanya.
"Leonardo, kamu harus memimpin semua pasukan Kerajaan Beastman, semua Klan Beastman yang setia dan 12 Guardian Beast untuk membantai pemberontak." Lazarus memberikan nama-nama orang yang berada di Faksi Cruel, Leonis dan Argus.
"Bukankah itu sama saja dengan perang saudara?" Leonardo menggertakan giginya.
"Apabila dibiarkan lebih lama akan lebih banyak orang yang akan menjadi korban! Apabila kita menyerang sekarang, mereka tidak akan pernah menduga bahwa kita menyerang mereka terlebih dahulu. Mereka pasti belum sempat untuk menyiapkan semuanya dan kemenangan akan digapai dengan mudah." Lazarus berkata.
"Tetapi—"
Lazarus mencekik leher Leonardo. "Bajingan! Apakah kamu memikirkan serangan ini sangat licik? Mereka juga menggunakan rencana licik, yang tidak sesuai dengan jiwa ksatria! Apakah kamu takut untuk membunuh orang-orang mu sendiri? Aku tidak mengakui seorang pria yang naif sepertimu! Apakah kamu ingin melihat kepala semua keluargamu di pajang di tengah alun-alun Ibukota?"
Lazarus melepaskan cekikannya. "Ingatlah, sejak Zaman kuno kekuatan adalah segalanya. Banyak orang yang mati karena rasa kasihan, kita terkadang harus menjadi orang kejam untuk melindungi orang-orang yang kita sayangi."
"Terima kasih!"
"Celestial, pergilah bersama Leonardo!"
"Sesuai perintahmu, Master!" Celestial melompat ke bahu Leonardo.
"Leonardo, ingatlah kamu harus membunuh semua orang yang melawan. Apabila mereka menyerah atau terluka parah, jangan bunuh mereka dan tunggu sampai aku dan yang lainnya membunuh orang yang bertanggung jawab atas semua ini. Mereka akan diberikan hukuman setelah perang ini." Lazarus berkata.
Leonardo tersenyum, dia mengetahui Lazarus masih mempunyai hati dan bukan seorang pemimpin tirani. "Aku mengerti! Setelah perang ini selesai mari kita bermain dengan Leonhart, Gardenia dan Arion." Leonardo pergi ke Istana Kerajaan Beastman bersama para wanita.
...****************...
"Urs, apakah hanya kita berlima yang akan menyerang ke Markas Scars?" Sebastian bertanya.
"Enam! Demon apakah kamu melupakanku?!' Asterion berteriak.
"Maafkan aku, Black Dragon yang perkasa." Sebastian tersenyum seraya mengusap lembut kepala Asterion.
Markas Scars berada di Hutan Silver Snake. Di sana ada sekitar 20,000 pasukan ranah Elite, Master, Grand Master, Expert dan Epik. 3000 War Beast, Magical Beast, Demon Beast, Grand Demon Beast dan Epik Beast yang telah di jinakkan.
9 orang ranah Legendary, 4 Legendary Beast dan 2 orang ranah Mythical. Dalam catatan itu juga tertulis Scars merawat seekor White Dragon muda yang dia beli dari Black Market.
Black Market seperti Gold Bank adalah salah satu dari 12 Kekuatan Besar di Planet Antares. Mereka adalah organisasi misterius.
Semua orang yang bertransaksi di Black Market harus menggunakan topeng dan menyembunyikan identitasnya.
"Master, aku mengingat sesuatu dari ingatan warisanku tentang Black Market!" Asterion berseru.
"Apakah kamu mengetahui tentang eksekutif Black Market?" Lazarus bertanya.
"Lebih dari itu! Aku bahkan mengetahui siapa saja pendiri dan pemimpinnya!" Asterion berteriak.
"Katakan padaku!" Reiga berteriak.
"Black Market didirikan oleh 5 orang dan 2 diantaranya adalah Beast King. Red Dragon King Agni, Demon Emperor Graham, Black Dragon King Magna, Klan Beastman Moonlight Fox dan Demon Emperor Luffey. Mereka menjual Skill Book terlarang, Narkoba, Beast rank tinggi, informasi dan beberapa barang berharga." Asterion berkata.
Semua orang terkejut mendengar perkataan Asterion. Pendiri Black Market adalah rahasia tingkat tinggi.
"Tunggu! Apa hubungan Black Dragon King Magna dengan Black Dragon King Raegal?" Lazarus bertanya.
"Black Dragon King Magna adalah kakekku dan Ayah Ibu Black Dragon Melanthios! Dia juga adalah putra dari Black Dragon King Raegal. Bisa dibilang semua Beast Black Dragon masih mempunyai kekerabatan/satu garis darah." Asterion menjawab.
"Demon Emperor Daji, Demon King Darren, Nenek Agatha, aku, Ignis dan Asterion juga adalah bagian dari Black Market? Sebastian dan Reiga, apakah kalian mengetahui Darren adalah pemimpin Black Market generasi ini?" Lazarus bertanya.
"Kami tidak mengetahuinya! Saat Pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar, Agni, Magna, Darren, Daji, Cynthia Eternal Frost dan Agatha seolah-olah tidak saling berteman dekat." Sebastian menjawab.
"Kalian harus merahasiakan semua ini dan jangan sampai informasi ini bocor!"
"Kami bersumpah!"
Kaisar Alcander, Kaisar Erland dan Kaisar Agathias melihat dari kejauhan.
"Agathias, apa yang mereka katakan?" Kaisar Erland bertanya.
"Aku tidak bisa mengupingnya. Tempat ini terlalu jauh!"