
Pagi hari suara Beast burung berkicau dan Beast ayam berkokok. Lazarus dan Sebastian tidur diantara Golden Fang, Amethyst, Sirius dan Regulus. Mereka terlihat tertidur sangat lelap karena kehangatan bulu dari Golden Fang dan yang lainnya.
"Master, bukankah kamu akan melanjutkan perjalanan ke Kerajaan Terra?" Asterion berkata.
Lazarus dan Sebastian perlahan membuka matanya.
"Lazarus, aku belum pernah tidur nyenyak selama ini, tetapi aku sekarang mengetahui bahwa tidur dengan memeluk Beast rank tinggi sangat nyaman." Sebastian berkata.
"Sebas, kita harus melanjutkan Perjalanan Ke Kerajaan Terra!" Lazarus berseru.
"Baiklah, aku takut semua orang khawatir karena tidak menemukan kita di Istana Kerajaan Simfonia." Sebastian menjawab.
Linwood terbang ke arah Lazarus dan Sebastian seraya membawa banyak bayi Beast. Seekor bayi Epik Beast Silver Leopard dan Grand Demon Beast Earth Lion sangat menarik perhatian Lazarus.
"Linwood, darimana kamu membawa banyak bayi Beast?" Lazarus bertanya.
"Tuan Urs, mereka adalah bayi Beast yang terpisah dari kelompoknya saat terjadi Gelombang Beast. Aku berencana untuk membesarkan mereka dan menjadikannya pengikutku." Linwood menjawab.
"Kyuuu.." Seekor bayi Grand Demon Beast Golden Fire Fox berbulu kuning keemasan melihat ke arah Lazarus dengan mata penasaran.
"Linwood, apakah aku boleh membawa 4 bayi Beast rank sedang?" Lazarus bertanya.
"Tuan Urs, kamu boleh membawa mereka! Akan tetapi, hanya ada 8 bayi Epik Beast yang aku temukan. Aku belum menelusuri semua bagian hutan untuk mencari bayi Beast rank sedang lagi." Linwood menjawab.
"Baiklah, aku akan membawa bayi Epik Beast Silver Leopard, Grand Demon Beast Earth Lion dan Grand Demon Beast Golden Fire Fox jantan itu." Lazarus berkata.
Linwood, memberikan 3 bayi Beast kepada Lazarus.
"Kyuu.." Dua ekor anak Epik Beast Violet Mink melompat ke bahu Lazarus dan mengusapkan kepala mereka.
"Apakah kalian berdua adalah 2 anak Beast Violet Mink yang meminta bantuan?" Lazarus tersenyum.
"Master, mereka mengatakan ingin melihat dunia luar." Celestial berkata.
"Baiklah, aku akan menitipkan kalian berdua ke Master yang sangat baik. Celestial bisakah kamu menggunakan Skillmu dan membuat celah dimensi ke Istana Kerajaan Simfonia?"
"Master, aku dan kelompokku sudah kehabisan banyak mana saat membuat celah dimensi ukuran besar. Aku kira aku membutuhkan waktu 1 bulan untuk mengisi mana element ruang sampai mana milikku terisi penuh."
"Baiklah, aku akan kembali ke Kerajaan Simfonia menaiki punggung Sirius dan Amethyst."
"Master, apakah kamu akan pergi?" Darkness bertanya.
"Darkness, aku akan pergi sekarang." Lazarus menjawab.
"Hahaha, tenang saja! Kami semua mempunyai kontrak jiwa dengan Master, apabila Master dalam bahaya kami akan segera mengetahuinya." White berkata.
Lazarus, kemudian mengeluarkan banyak daging Beast, Inti Beast dan timbunan koin emas untuk Asterion dan semua Beast kontraknya.
"Master, apakah kamu ingin aku ikut bersamamu?" Asterion bertanya.
"Asterion, kamu harus melindungi semuanya sampai Ignis bangun. Aku akan memanggil kalian menggunakan Skill Celes, apabila kalian merindukanku. Asterion, apakah emas ini sudah cukup untuk menjadi harta di sarangmu?" Lazarus mengusap kepala Asterion.
"Master, koin emas ini sudah cukup untuk menjadi harta di sarangku." Asterion menjawab.
Koin emas, perak, platinum dan material langka adalah hal yang paling berharga bagi seekor Beast jenis Dragon.
Lazarus berpamitan kepada Asterion dan yang lainnya, kemudian dia menaiki punggung Sirius sedangkan Sebastian menaiki punggung Amethyst.
"Lime, Celes, Sirius, Amethyst, kalian berempat harus menjaga Master!" Asterion, Golden Fang dan yang lainnya berteriak.
"Auuuu.." Sirius melolong.
"Grooar.." Amethyst mengaum.
Amethyst dan Sirius, kemudian berlari dengan sangat cepat pergi dari Hutan Emerald. Mereka tahu bahwa Asterion dan yang lainnya percaya kepada mereka. Amethyst dan Sirius tidak akan mengkhianati kepercayaan mereka dan akan melindungi Lazarus dengan mempertaruhkan nyawa mereka.
"Hahaha, aku percaya kepada Sirius dan Amethyst! Mereka pasti akan menjaga Master dengan baik! Seekor Purple Thunder Lion dan Moonlight Fenrir adalah Beast yang mempunyai kebanggaan sangat tinggi untuk melindungi kelompoknya." Kai tertawa.
"Kai! Wilayah milikmu adalah bagian tengah Hutan yang tersembunyi.. kawanan Epik Beast Violet Mink dan Violet Snake akan menjadi pengikutmu! Kamu harus menjaga mereka sesuai dengan permintaan Celes." Asterion berkata.
"Baiklah!" Kai dan kawanan Beast Violet Mink sedikit menjauh dari kelompok Beast Lazarus. Dia tahu bahwa perebutan wilayah teritorial akan terjadi.
"White, kamu akan membuat sarang di dekat aliran sungai! Pergilah, Master telah memerintahkan kamu untuk menjaga kedua junior." Zinovia menggeram.
"Baiklah, aku akan menjadikan wilayah sungai sebagai sarangku." White mendesis.
White pergi ke samping Kai.
"Aummmm.." Golden Fang terbang, kemudian menerkam dan menggigit leher Asterion.
Asterion membalas gigitan Golden Fang.
Kyle dan Darkness, berjalan ke arah Zinovia. Mereka mengeram seakan-akan ingin mencabik daging Zinovia.
"Hahaha. Sudah lama aku tidak bertarung dengan serius!" Zinovia berkata, kemudian tanah di sekitarnya membeku.
"Zinovia, kita bukanlah lawan yang lemah!"
"Aummm.." Emerald dan Regulus mengaum dan pergi ke arah Crimson.
Crimson hanya mendesis seraya melihat ke arah mereka berdua dengan tatapan tajam.
"Apakah kalian berdua menganggap aku Beast terlemah di antara Beast kontrak Master?" Crimson berkata.
Saat melihat mata Crimson. Emerald dan Regulus merasakan mereka berada di mulut seekor ular raksasa.
"Hahaha, Goldie lihat kedua singa itu menantang Crimson! Apakah semua Beast jenis kucing besar bodoh!" Asterion tertawa.
"Regulus, Emerald pergilah! Crimson, bukanlah lawan kalian bahkan apabila aku melawannya aku hanya mempunyai kemungkinan menang 10%!" Golden Fang berteriak dengan keras.
Crimson merayap dengan sangat cepat ke arah Emerald dan melilitkan ekornya ke leher Emerald, kemudian melemparnya dengan keras ke arah pohon besar.
"Apakah kalian belum mengetahuinya Beast kontrak yang dapat menandingi Ignis, tetapi dia tidak mengincar posisi Alpa dan lebih memilih menjadi pengikut Ignis? Crimson lebih kuat dariku dan Goldie! Meskipun Crimson baru mencapai ranah Grand Demon Beast belum lama ini! Bahkan jika aku, Goldie dan Zinovia bekerja sama kita bertiga masih bukanlah tandingan Crimson, kecuali kita bertarung dengan mempertaruhkan nyawa kita." Asterion tersenyum lebar.
"Linwood, bertarung lah denganku! Meskipun aku terluka parah, tetapi Master telah memberikan kita banyak Heal Potion." Crimson mendesis dan mencoba memprovokasi Linwood.
"Aku harus menjadi lebih kuat agar bisa membantu Master!" batin Crimson.
"Hahaha. Sudah lama aku tidak bertarung dengan serius!" Linwood melebarkan sayapnya dan menatap Crimson dengan mata yang tajam.
Sebagai Beast rank tinggi mereka mempunyai insting untuk bertarung dengan Beast rank tinggi lainnya. Terutama untuk memperebutkan wilayah dan lawan jenis. Mereka kebanggaan jenis mereka bahkan Ignis dan Storm awalnya musuh dan sudah bertarung ribuan kali.
...****************...
*Istana Kerajaan Simfonia.
"Alyssa, apakah kamu menemukan Urs dan Sebastian?" Iris bertanya.
"Iris, aku tidak menemukan Urs dan Sebastian di manapun, Carissa dan Eira sedang mencari mereka di Kota." Alyssa menjawab.
"Ibu, apakah mungkin tuan Urs pergi? Aku, Charlotte dan Eleanor belum berpamitan dan berterima kasih kepada Tuan Urs." Amarilis bertanya.
Amarilis mempunyai banyak urusan di Magic Tower karena Tuan Cynderyn mengundurkan diri. Sedangkan Charlotte dan Eleanor sudah menyelesaikan urusan mereka di Hutan Emerald untuk mencari Beast kontrak.
"Urs, tidak akan pergi tanpa berpamitan." Altair berkata.
"Pertemuan akan dilakukan 20 menit lagi. Nyaww. Apakah Urs dan Tuan Sebastian berada di dalam masalah Nyaawww." Cathrine berkata.
"Auuuu.."
Suara lolongan Beast jenis serigala terdengar dari luar gerbang Kerajaan Simfonia.
"Buka Gerbang! Tuan Urs dan Sebastian akan masuk ke Istana!" Ketua Pengawal Gerbang berteriak dengan wajah pucat, dia belum pernah melihat seekor Beast jenis serigala seindah itu. Penampilan Sirius sekarang sangat indah dan menarik perhatian semua orang.
"Urs dan Sebastian, telah kembali!" Alyssa berkata.
Lazarus dan Sebastian memasuki gerbang istana Kerajaan Simfonia. Mereka berdua terlihat sangat gagah dan elegan menaiki Legendary Beast Moonlight Fenrir dan Purple Thunder Lion seraya membawa Carissa dan Eira di belakang mereka.
"Kelihatannya Nona Carissa dan Putri Eira telah menemukan mereka." Charlotte berkata, kemudian melirik ke arah Iris dan Alyssa yang berada di sampingnya.
Alyssa mempunyai wajah yang terlihat marah. Sedangkan Iris meskipun tersenyum, tetapi Charlotte seperti merasakan aura hitam di sekitar Iris.
"Apakah kita terlambat?"
"Aku sudah menemukan Urs." Carissa turun dari punggung Sirius.
"Nona, aku akan membantumu untuk turun." Sebastian mengulurkan tangan untuk membantu Eira untuk turun seraya tersenyum halus.
"Terima kasih, Tuan Sebastian." Eira berterima kasih dengan wajah memerah.
"Urs! Darimana saja kamu!" Alyssa berteriak seraya menjewer telinga Lazarus.
"Alyssa, aku mempunyai urusan di Hutan Simfonia! Maafkan aku karena telah pergi tanpa izin!" Lazarus menjawab.
"Fufufu. Tuan Urs, pasti kamu sudah merasakan musim semi! Berjalan-jalan di kota dengan menunggangi seekor Moonlight Fenrir dengan seorang wanita cantik.. Semoga Dewi Electra selalu memberkahi istri dan kedua anakmu di kampung halamanmu." Saint Iris berkata.
"Saint Iris, apabila istri dan kedua anakku mengetahui tentang semua itu. Mereka pasti akan membiarkan aku karena sekarang aku sudah mempunyai gelar Bangsawan. Bukankah di Planet Antares perbandingan pria dan wanita 1:4 sedangkan di Kekaisaran Avalon dan Kerajaan Pendragon perbandingan pria dan wanita 1:9 karena kebanyakan pria terbunuh saat Gelombang Beast dan perang besar?" Lazarus menjawab.
"Lazarus! Sekarang kamu sangat pintar bersilat lidah! Aku ingin sekali memukuli kamu saat ini!" batin Iris.
Mata merah Iris melirik ke arah mata Lazarus dengan tatapan yang tajam. Lazarus merasakan sebuah sabit kematian berjarak 1 Cm dari lehernya.
"Fufufu. Pasti banyak wanita cantik yang tertarik dengan pria tampan seperti Urs." Amarilis terkekeh kecil.
"Amarillis, bisakah kamu pergi bersamaku setelah ini?" Mata merah Iris melirik ke arah Amarilis.
Amarilis merasakan ibunya dalam suasana hati yang buruk.
"Ibu, setelah ini aku harus kembali ke Magic Tower!" Amarilis menjawab dengan wajah pucat.
"Urs, kita ingin berpamitan kepadamu karena telah menemani kita ke Hutan Emerald. Meskipun banyak sekali hal yang terjadi di dalam perjalanan." Charlotte berkata.
"Tuan Urs, terima kasih untuk semuanya." Eleanor berkata seraya membungkuk dan mengangkat sedikit gaunnya.
Lazarus teringat sesuatu. Dia kemudian mengeluarkan bayi Epik Beast Silver Leopard, Violet dan Grand Demon Beast Earth Lion, kemudian memberikannya kepada Eleanor.
"Nona Eleanor, maafkan karena tidak dapat membantu kamu berburu Beast kontrak. Aku mendapatkan kedua bayi Beast ini dari Linwood. Ketika kamu sudah menembus ranah Master kamu bisa mengontrak kedua Beast ini." Lazarus berkata.
Eleanor melihat kedua bayi Beast itu dengan mata berbinar.
"Tuan Urs, terima kasih aku akan merawat mereka dengan baik" Eleanor menerima kedua bayi Beast itu.
Lazarus, kemudian pergi ke arah Amarilis dan mengeluarkan bayi Grand Demon Beast Golden Fire Fox dari cincin Draupnir.
Amarilis melirik ke arah bayi Golden Fire Fox yang mempunyai bulu kuning keemasan. Beast Golden Fire Fox adalah Beast yang sangat setia kepada pemiliknya, mereka bahkan sangat langka dan mempunyai kemungkinan berevolusi menjadi Legendary Beast.
"Nona Amarilis, aku akan memberikan rubah kecil kepadamu. Anggap saja sebagai rasa terima kasihku karena kamu telah membantuku selama perjalanan." Lazarus tersenyum.
"Aku tidak bisa menerima sesuatu yang berharga darimu. Artefak yang Tuan Urs berikan kepadaku sudah sangat berharga. Aku tidak ingin memanfaatkan kebaikan Tuan Urs." Amarilis menjawab.
"Urs, biarkan saja Alastair yang memilikinya! Selain gemar mengoleksi Artefak dia juga sekarang gemar bermain dengan Sil yang telah berevolusi menjadi Epik Beast Two-tailed Silver Snow Fox." Iris berkata.
"Apa! Bukankah Urs, pernah memberikan telur Silver Snow Fox kepada Blossom! Aku tidak boleh membiarkan Alastair memiliki Beast ini!" batin Amarilis.
"Urs, setelah aku memikirkannya. Aku akan menerima bayi Gold Fire Fox itu!" Amarilis memeluk bayi Beast Golden Fire Fox itu di pelukannya dan mengusap kepalanya.
"Kyuu.." Salah satu anak Epik Violet Mink yang berada di bahu Sebastian melompat ke bahu Alyssa.
"Alyssa, kelihatannya si kecil itu menyukaimu! Aku akan memberikannya kepadamu."
"Terima kasih, Urs."