
Lazarus menatap ke arah semua Beast kontraknya, dia awalnya tidak akan mengira bahwa akan mengontrak banyak Beast rank tinggi.
Victor melihat warna jiwa Lazarus dan Sebastian, dia melebarkan matanya karena tidak mengetahui jiwa Lazarus sangat berbeda.
Sebastian mempunyai warna jiwa hitam dan Siegfried mempunyai warna jiwa putih. Namun Lazarus mempunyai warna jiwa yang sangat indah, setengah jiwa berwarna hitam keunguan dan setengah jiwa berwarna emas.
Jiwa Lazarus terdapat banyak rantai yang mengikat banyak jiwa yang sangat kuat, dia sekarang mengetahui bahwa setiap orang mempunyai warna jiwa yang berbeda. Dia sekarang bisa mengetahui sifat baik dan jahat, Victor berlutut dan muntah karena melihat dunia dengan cara berbeda.
"Bajingan, kamu harus belajar dengan Skillmu lama kelamaan kamu akan terbiasa. Eye Of Soul sudah menyelamatkanku berkali-kali." Siegfried berkata.
"Bagaimana, kamu bisa baik-baik saja melihat dunia seperti ini?" Victor bertanya.
"Pejamkan matamu dan fokus bayangkan dengan penglihatan normal. Kamu bisa melihat dengan kondisi normal." Siegfried menjawab.
Victor memejamkan matanya, kemudian dia melihat dengan normal.
"Skill Eye Of Soul bisa di nonaktifkan, tetapi Skill itu bisa aktif sendiri tergantung emosi pengguna. Victor, aku sangat tidak menyukaimu jiwa berwarna putih yang dibungkus dengan warna abu-abu. Seorang yang terlahir menjadi baik, tetapi berusaha menjadi jahat karena keadaan." Siegfried berkata.
"Siegfried, meskipun kita mempunyai leluhur yang sama. Aku sangat membencimu, tetapi aku lebih memercayai mu daripada saudara laki-laki ku yang lain." Victor tersenyum kecut.
"Hahaha. Aku bisa saja menusuk mu dari belakang karena warna jiwa bisa berubah. Namun aku tidak pernah melihat jiwa seperti Urs, jiwa yang sangat indah dan aku tidak mengetahui dia adalah orang baik atau jahat." Siegfried tersenyum.
Lazarus menghampiri Siegfried dan Victor. "Siegfried, Victor, apakah kalian ingin mengetahui warna asli jiwa seseorang?"
"Urs, apakah kamu mengetahui cara mengetahui warna asli jiwa seseorang?" Victor bertanya.
Lazarus mengangguk. "Warna asli jiwa seseorang akan terlihat saat orang itu selangkah menuju kematian."
Tubuh semua orang gemetar mendengar jawaban Lazarus. Mereka masih belum mengetahui apa saja kegunaan Eye Of Soul karena 3 Skill mata tertinggi sangat misterius.
"Hahaha. Aku hanya bercanda." Lazarus tertawa.
Siegfried mengingat tentang melihat warna jiwa seseorang saat mereka sekarat. Dia sudah membunuh banyak orang seumur hidupnya dan melihat jiwa hitam seseorang berubah warna saat sekarat. Perkataan Lazarus sangat masuk akal karena warna jiwa sesungguhnya akan terlihat saat selangkah menuju kematian.
"Ao Yue, Golden Sun, Albion, Snow Flower, Sun Flower, kalian harus kembali ke wilayah Regulus. Para Beast buaya itu saling menyerang tanpa pemimpinnya. Aku takut para buaya akan menyerang penduduk Regulus. Apabila kalian tidak kembali, aku akan membunuh semua Beast buaya dan menjadikan kulit mereka menjadi tas, ikat pinggang dan jubah." Lazarus berkata.
"Master, aku akan kembali bersamamu." Albion berkata.
...****************...
Harald menciptakan sebuah bangunan dari tanah. Lazarus mengatakan bisa menyambungkan kembali kaki Baldur, tetapi seumur hidupnya Harald belum pernah melihat seseorang menyambungkan bagian badan yang terputus dan bisa normal kembali.
"Urs, bisakah kamu memulihkan tanganku?" Ega bertanya dengan tangan yang di perban.
"Tidak, aku tidak bisa meregenerasi tangan seseorang dan kamu bisa menggunakan Artefak tangan buatan untuk menggantikan tanganmu." Lazarus menjawab.
"Baiklah." Ega berkata.
Baldur, Lazarus, Iris, Harald dan Sebastian masuk ke dalam ruangan yang terbuat dari tanah. Mereka akan menyambungkan kaki Baldur yang telah terputus.
"Baldur, apakah kamu mempunyai kata-kata terakhir sebelum operasi di mulai?" Lazarus bertanya.
Baldur berkeringat dingin. Dia mengetahui operasi akan berjalan sangat menyakitkan, tetapi dia harus menahannya agar kakinya bisa tersambung kembali.
Sebastian memasuk kedua tangan dan kaki Baldur, kemudian Harald menutup mata Baldur dengan sebuah kain berwarna hitam.
"Urs, berapa lama kamu belajar tentang pembedahan?" Baldur bertanya.
"Aku pernah melakukan operasi sebanyak 13 kali, tetapi kamu adalah pasien penyambungan kaki pertamaku." Lazarus berkata seraya membersihkan tangannya menggunakan Slime.
"Apaa!" Baldur berteriak dan meronta-ronta, dia mengetahui nyawanya akan berada dalam bahaya.
"Sebastian, tutup mulutnya!" Lazarus berteriak.
"Baiklah." Sebastian tersenyum lebar dan menutup mulut Baldur, dia sangat menikmati menyiksa seseorang dan operasi Baldur membuatnya sangat senang.
Lazarus mulai operasinya dengan hati-hati, kemudian Harald memegangi tubuh Baldur yang terus meronta-ronta seperti seekor sapi yang akan di sembelih.
Lazarus menjahit semua Otot, saraf, ligamen, dan pembuluh darah, dia mengetahui bahwa kaki Baldur terpotong sangat rapih. Apabila salah satu bagiannya hancur dia akan sangat kesulitan untuk menyambungkannya.
2 jam berlalu semua orang menunggu hasil operasi Baldur. Vulcan berjalan bolak-balik di depan pintu ruangan yang terbuat dari tanah karena suasananya sangat hening.
Lazarus berada dalam proses terakhir yaitu menjahit kaki Baldur, dia sudah menyelesaikan prosesnya.
"Apakah berhasil?" Iris bertanya.
"Aku berhasil, Sebastian lepaskan penutup mulutnya." Lazarus berkata.
"Sakit!" Baldur berteriak dengan keras.
Semua orang yang berada di luar mendengar teriakan Baldur, dia mempunyai wajah pucat dan mata berlinang saat melakukan operasi.
Lazarus menyuruh Baldur menggerakkan jarinya, sesaat kemudian jari kaki Baldur sedikit bergerak. Lazarus segera membalut kaki Baldur dengan perban, kemudian dia mengolesinya dengan cairan lengket yang berasal dari Ice Worm. Cairan itu seperti semen yang bisa mengeras apabila dibiarkan di udara terbuka.
"Kakiku." Baldur menangis tersedu-sedu karena sekarang dia bisa merasakan kakinya sendiri.
"Baldur, kamu harus beristirahat selama 5 bulan dan harus menggerakkan kakimu selama 2-5 menit setiap hari." Lazarus berkata.
"Saudara Urs, terima kasih karena sudah mengobati Adikku." Harald berkata.
"Baldur telah mewarisi Skill dari Earth Hero Balder dan dia akan menjadi salah satu Dwarf terkuat di masa depan. Baiklah sekarang adalah saatnya kita membagi harta hasil jarahan dengan adil." Lazarus berkata.
Galan dan yang lainnya memasuki ruangan itu. Mereka melihat Baldur yang mempunyai kaki, padahal awalnya kakinya sudah putus.
"Aku sangat iri." Ega berkata.
"Ega, apa yang terjadi kepada tanganmu?" Galan bertanya.
"Aku bertemu dengan seekor Beast Mink berbulu emas dan pola perak saat aku ingin menangkapnya, dia memotong tanganku dan pergi membawa tanganku." Ega menjawab.
"Tuan Ega, kamu beruntung. Kamu tahu Cyrille hampir mati karena seekor Silver Wind Mink. Ingatlah kita harus selalu waspada dengan Beast kecil karena lengah sedikit saja bisa membunuhmu." Lazarus berkata.
"Aku beruntung karena Beast Mink itu tidak menyerang leherku." Ega berkata.
Semua orang mengeluarkan harta jarahannya dan membaginya dengan adil sesuai perjanjian. Orang yang paling diuntungkan dalam perjalanan ini adalah Baldur, Altair, Eric, Victor dan Hector.
Lazarus melirik ke arah semua orang karena harta jarahan bagiannya sangat banyak. Semua orang hanya tersenyum, saat operasi Baldur mereka sudah mendiskusikan bagaimana hasil pembagian harta dengan adil.
Menurut mereka Lazarus sangat layak untuk mendapatkan semua ini, bahkan dia mendapatkan 2 Black Illusion HellFire Rank Mythical.
"Tunggu, mengapa kalian memberikan aku banyak sekali harta jarahan?" Lazarus bertanya.
"Kami sudah membuat keputusan bersama bahwa kamu berhak mendapatkan semua harta ini." Iris berkata.
"Iris, kamu tidak mengambil bagian?" Lazarus bertanya.
"Iris, apakah saat aku tertidur kamu yang mengurus wilayah Regulus?" Lazarus bertanya.
"Lazarus, bukan hanya aku yang mengurus wilayah Regulus. Akan tetapi, semua orang ikut membantu wilayah Regulus. Freya, Diana, Alyssa Carissa, Cassandra dan yang lainnya sudah bekerja keras untuk bertambah menjadi lebih kuat, mereka tidak ingin menjadi beban untukmu." Iris tersenyum cerah.
"Aku sangat beruntung mempunyai kalian di sampingku." Lazarus menjawab.
Semua orang terpesona dengan senyuman Iris, mereka belum pernah melihat wanita secantik Iris. Namun Altair sang singa jantan tidak terpesona oleh kecantikan Iris karena dia dekat dengan Iris sejak dalam kandungan.
"Apakah kalian tidak mengetahui di balik wajah cantik itu adalah seekor Beast yang sangat ganas," batin Altair.
Lazarus menyelesaikan urusannya dengan semua orang, kemudian berpisah dengan kelompok Kekaisaran Silver Phoenix karena kontrak kerja sama sudah selesai. Semua orang sudah mendapatkan keuntungan yang besar dari perjalanan ini.
"Urs." Grung berkata.
"Grung, apa yang kamu inginkan?" Lazarus bertanya.
"Aku akan pergi punggung Baxia dan Pergunungan Helios tidak akan mempunyai penguasa tertinggi. Aku akan memeberikan Pergunungan Helios dalam pengawasanmu." Grung berkata, kemudian mengeluarkan sebuah mutiara kecil berwarna merah dari mulutnya.
"Elder Dragon Pearl!" Red Dragon Agni berteriak.
"Mutiara itu adalah lambang dari Elder Dragon, kamu bisa menjadikannya sebagai liontin, gelang atau anting-anting. Semua Dragon pasti bisa merasakan auranya, bahkan Elder Dragon yang berada di alam atas." Grung berkata.
"Terima kasih. Aku akan membalas kebaikanmu." Lazarus berkata, kemudian memejamkan matanya.
Semua orang tidak mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh Lazarus. Tiba-tiba aura yang sangat kuat terasa di Pergunungan Helios, sebuah celah dimensi membelah langit sebuah kepala Black Dragon Turtle sangat besar muncul di atas langit. Terlihat kumis panjang berwarna hitam dan mata emas yang jernih di dalam Black Dragon Turtle itu. Kepala itu memancarkan aura kebijaksanaan dan mata itu seolah-olah sudah melalui waktu sangat panjang.
"Great Sage Baxia." Runara bergumam.
Semua Beast yang berada di sana terkesima melihat penguasa semua Beast Planet Antares, bahkan kepalanya sangat besar. Mereka tidak bisa membayangkan seberapa besar tubuhnya.
Semua orang menatap ke arah kemunculan Baxia, mereka sangat beruntung karena bisa melihat kemunculan Baxia. Para Beast segera berlutut ke arah Baxia, bahkan Grung yang perkasa membungkuk ke arah Baxia.
"Sahabatku, apakah kamu memohon kepadaku untuk mengakuimu sebagai penguasa 7 gunung dan Beast?" Baxia berkata, dia berkata tidak menggunakan mulutnya. Suaranya dikirim langsung kepikiran semua orang dan Beast yang berada di sana.
"Baxia, kamu terlalu kaku dan terima kasih karena sudah datang sendiri ke sini. Aku hanya kamu mengirim pengikut ke sini untuk menjemput Runara." Lazarus bertanya.
"Kamu tidak pernah berubah." Baxia menjawab.
Iris dan semua orang terkejut Baxia dan Lazarus mengobrol dengan santai seolah-olah sudah kenal sangat lama. Bahkan Laufey dan Galan tidak bisa menggerakkan kaki mereka, Baxia bisa membunuh semua Beast dan orang di sini hanya dengan satu serangan.
"Mengapa kamu tidak pergi ke tengah Benua untuk melihatku?" Baxia bertanya.
"Baxia, bukankah kita sering bertemu?"
"Tidak, bertemu langsung sangat berbeda. Apakah kamu memerlukan bantuan lain karena aku akan segera tertidur?" Baxia bertanya.
"Berapa lama kamu tertidur?" Lazarus bertanya.
"2 hari."
"Bodoh, kamu hanya tertidur selama 2 hari aku kira kamu akan berhibernasi selama 2000 tahun." Lazarus menjawab.
"Aku mempunyai banyak tugas dan aku tidak bisa berhibernasi." Baxia tersenyum.
"Apakah kamu mempunyai herbal dan material berharga?" Lazarus bertanya.
"Urs, aku mempunyai herbal di punggungku, tetapi herbal itu tidak terlalu berharga sedangkan Material aku tidak mempunyainya selain mana Crystal. Kamu tahu banyak sekali Beast di punggungku dan mereka memakan herbal-herbal itu." Baxia menjawab.
"Aku meminta 2 Beast yang bisa menjaga Hutan Emerald, meskipun mereka telah pensiun dan memutuskan hubungan dunia luar. Akan tetapi, bukan Beast yang terlalu tua paling tidak Beast yang lahir di zaman kelima." Lazarus berkata.
"Apakah hanya 2?" Baxia bertanya.
Lazarus mengangguk.
Seekor Ice Phoenix jantan dan White Dragon betina terbang keluar dari celah dimensi, mereka terlihat sangat kuat. Galan dan Laufey melebarkan matanya karena mengetahui kedua Legendary Beast itu.
"Paman Agni, sudah lama tidak bertemu dan Soldrake." White Dragon itu tersenyum.
"Tunggu, bukankah kamu sudah mati?" Red Dragon Agni bertanya.
"Aku tersesat setelah pertarungan panjang, kemudian terbawa arus ke punggung Great Sage Baxia. Akhirnya aku tinggal di sana, jujur saja dunia luar lebih menyenangkan daripada di punggung Baxia bagi White Dragon berusia 5000 tahun sepertiku. Kamu tahu aku mempunyai usia lebih muda dari Ignatius dan Melanthios. Setelah kalian sampai di punggung Baxia kalian tidak boleh keluar tanpa izin " White Dragon betina itu bertanya.
"Lime!" Lime melompat-lompat.
"Lime, sudah lama tidak bertemu." Ice Phoenix jantan itu berkata.
Lazarus menatap ke arah semua Beast yang berada di sana. "Apakah kalian ingin pergi ke punggung Baxia bersama Grung?"
"Hohoho. Aku akan pergi ke punggung Great Sage." Kepala putih Gemini berkata.
"Aku sudah tidak khawatir meninggalkan semua pengikutku." Kepala hitam Gemini berkata.
"Gemini berhati-hatilah. Kelihatannya Orion sangat senang melihatmu." Lazarus berkata.
"Tuan Orion, semoga dia bahagia di Taman Eden sampai kami bertemu lagi dengannya." Kepala putih Gemini berkata.
"Gemini, aku adalah Orion, aku senang melihatmu baik-baik saja," batin Lazarus.
"Tuan Urs, terima kasih atas segalanya." Kepala hitam dan putih Gemini memeluk Lazarus ular cobra kepala dua itu terlihat sangat sedih, tetapi mereka mengetahui bahwa punggung Baxia adalah tempat yang sangat baik untuk mereka.
"Sesna, apakah di punggungmu banyak ular cobra rank tinggi betina?" Lazarus bertanya.
"Archion, di punggungku banyak sekali ular cobra betina. Meskipun kebanyakan sudah berusia lebih dari seribu tahun." Baxia melebarkan matanya. "Apakah kamu memanggilku Sesna?"
"Hahaha. Aku hanya bercanda, aku mengetahuinya dari seseorang." Lazarus menjulurkan lidahnya seraya menutup satu matanya.
"Great Sage Baxia, kami tidak bisa mempertahankan celah dimensi ini lebih lama lagi." Semua Beast ruang berkata.
Baxia mendekatkan kepalanya dengan hati-hati ke arah Grung, kemudian Gemini naik ke punggung Grung. Kadal raksasa tanpa ekor itu melompat ke kepala Baxia.
"Urs, terima kasih dan selamat tinggal semoga di masa depan kita bisa bertemu lagi!" Grung berteriak.
Lazarus mengangkat tangannya ke udara.
"Kamu boleh memiliki semua herbal dan material yang berada di sarangku. Aku sekarang tidak membutuhkannya." Grung menjawab.
Kepala Baxia masuk ke dalam celah dimensi bersama Grung dan Gemini. Sesaat kemudian Celah dimensi itu perlahan menghilang.
Semua Beast mengaum melihatnya, sekarang Lazarus sudah diakui oleh Great Sage Baxia sebagai penguasa 7 Hutan. Mereka sangat senang melihat itu. Nama Lazarus akan selalu dikenal dikalangan para Beast.
Seperti Biasa Up 1-2-3 Chapter perhari.