LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 112. Kerajaan Terra.



"Jack, kita sudah sampai di Kerajaan Terra." Seorang pria ras pallum mempunyai rambut pirang berkata.


Ras pallum seperti ras Dwarf mereka mempunyai tinggi 140-150 cm. Akan tetapi, mereka tetap akan awet muda meskipun rambut mereka telah memutih. Orang-orang menjuluki ras itu sebagai anak abadi karena mereka terlihat selalu terlihat seperti anak berusia 12-15 tahun.


"Brant, Liavin, Greisy menurut Saint Ver. Takdir kita berada di Kerajaan Terra, kita sudah sampai di Kerajaan Terra." Seorang pria paruh baya memakai jas rapih berwarna hitam, Rambut pirang disisir rapih, kumis yang panjang memakai kacamata dengan banyak bekas luka di wajahnya berkata seraya memberikan 10 Koin emas kepada Ras Pallum itu.


"Jack, aku sudah 300 tahun mencarinya, apakah kamu berpikir orang yang aku cari berada di sini?" Seorang pria kekar memakai armor berkarat, berambut coklat perunggu panjang dengan bekas luka memanjang di mata kanannya berkata dia adalah Brant.


"Brant, menurut instingku pria yang dapat menyelamatkan Klan ku berada di sini. Aku merasakan aura Dragon dan mencium aroma Dragon tidak jauh dari sekitar sini." Seorang pria Beastman Dragonnewt berbadan kekar berambut hitam panjang, 2 tanduk berwarna hitam di kepalanya, sepasang sayap berwarna hitam serta ekor bersisik berkata. Pria Dragonnewt itu mempunyai bekas sayatan memanjang di pipi kirinya.


"Liavin, aku setuju denganmu! Aku juga merasakan Elder Vulcan dan beberapa orang ranah Legendary di dekat sini. Menurut Ver suamiku masih belum mati dan pria itu dapat memberitahu aku keberadaan suamiku Garth sudah 100 tahun aku mencarinya." Seorang wanita cantik berambut hijau panjang bergelombang dengan mata hijau berkata.


"Greisy, mengapa kamu mencari suamimu? Kamu sudah terlalu lama terjebak di Dungeon Matilda untuk meneliti Sihir Black Mage. Apakah suamimu akan mengenalimu saat bertemu? Kamu terlihat tidak berubah seperti 100 tahun lalu dan kamu menceritakan suamimu saat itu hanyalah seorang ranah Grand Master. Mungkin dia sudah mati karena usia." Jack berkata.


"Instingku mengatakan dia masih hidup!" Greisy melirik tajam ke arah Jack. "Jack, mengapa pembunuh berdarah dingin sepertimu mencari orang itu? Bukankah, kamu adalah mantan Pemimpin Serikat Pembunuh Night Hunter?"


"Greisy, semua itu hanyalah masa lalu. Sekarang aku hanyalah Jack seseorang yang ingin menebus dosanya. 58 tahun yang lalu aku membunuh suatu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Aku tidak mengetahui bahwa yang aku bunuh adalah Pangeran Arka Boreas dan Putri Fang Ying Golden Sun. Akan tetapi, saat aku melihat anak itu menangis dan melihat mata biru anak itu, aku tidak tega membunuhnya dan membuangnya ke pintu kuil." Jack terbatuk dan memuntahkan seteguk darah.


"Jack, kamu sudah terlalu tua. Meskipun kamu sudah menembus ranah Legendary, tetapi usiamu akan habis sebentar lagi. Tidak ada Potion, Eliksir rank Mythical yang bisa memanjangkan usia, kecuali kamu menembus ranah Mythic, menjadi Undeath atau memakan Potion/Eliksir diatas ranah Mythical." Brant berkata.


"Hahaha. Dahulu aku terlalu naif tidak membunuh anak itu. Mengapa aku yang terkenal sebagai King Of Slaughter mempunyai akhir hidup seperti ini. Aku ingin segera menemui anak itu sebelum aku mati dan mengatakan semuanya. Aku juga akan memberikan pesan dan Harta peninggalan Ayah dan Ibunya.. Sebelum itu aku tidak akan mati dengan tenang." Jack memuntahkan banyak darah lagi.


...****************...


Iris tertidur nyenyak di punggung Lazarus. Sejak kematian Lazarus Iris tidak pernah tidur dengan nyenyak. Dia selalu menyesali mengapa dia tidak mencegah Lazarus saat itu.


"Saint Iris, bangunlah kita sudah sampai di Kerajaan Terra." Lazarus berkata.


Iris perlahan membuka matanya, kemudian melihat sebuah gunung dengan gerbang besar di depannya. Kerajaan Terra berada di bawah Gunung Terra dan Pergunungan Helios.


"Kita sudah sampai di Kerajaan Terra. Nyaww." Cathrine berteriak.


"Saudaraku, akhirnya kita sudah sampai di Kerajaan Terra." Elder Tyron, Vulcan dan Theodore menghampiri Lazarus.


Lazarus dan Iris turun dari punggung White Fang. Para Beastman jenis kucing, kucing besar, anjing dan serigala pergi ke arah Lazarus.


"Tuan Urs, istriku sedang hamil apakah kamu memperbolehkan aku untuk mengusap kepala Lord Sirius dan White Fang?" Sepasang Beastman serigala berambut dan berbulu coklat berkata.


"Aku mengizinkan kalian." Lazarus tersenyum.


"Tuan Urs, terima kasih atas semuanya. Nyaww." Cathrine berjalan ke arah Lazarus.


"Nona Cathrine, semua itu sudah menjadi tugasku sebagai Eksekutif Guild Perjalanan Aquila." Lazarus menjawab.


"Tuan Urs, kamu telah memberikanku banyak pelajaran berharga. Apabila kamu membutuhkan bantuanku dengan senang hati membantumu." Calvin membungkuk ke arah Lazarus.


Lazarus melirik ke arah jari manis Calvin dia seperti memakai sebuah cincin pernikahan.


"Tuan Calvin, apakah kamu sudah menikah?"


"Tuan Urs, aku sudah menikah, tetapi istriku telah meninggal lebih dari 100 tahun yang lalu. Namanya adalah Greisy Calvin dia adalah teman masa kecilku dan seorang gadis cantik dan pintar. Greisy mengatakan kepadaku akan pergi ke Dungeon Mathilda, tetapi dia tidak pernah kembali sejak saat itu. Namaku adalah Garth Calvin." Calvin tersenyum seraya mengingat masa lalunya.


"Tuan Calvin, maafkan aku karena membuka luka lamamu." Lazarus meminta maaf.


"Tidak! Tuan Urs, tidak membuka luka lamaku, aku teringat kepada Greisy yang ingin menjadi seorang Necromancer dan Black Mage terkuat di Planet Antares. Meskipun aku selalu memikirkannya setidak menit dan detik, tetapi aku mengetahui bahwa hanya sebuah keajaiban yang dapat mempertemukan aku dan Greisy." Terlihat air mata menetes di mata pria tua itu.


"Seandainya, aku menembus ranah Legendary lebih cepat. Aku akan pergi menyelamatkan Greisy. Akan tetapi, saat aku pergi ke sana Greisy sudah tidak ada dan hanya menyisakan banyak tulang-belulang dan Magic Staff Greisy yang patah." batin Calvin.


Elder Vulcan, Theodore dan Tyron dan lebih dari 30,000 pasukan Dwarf pergi ke arah gerbang Kerajaan Terra.


"Buka gerbangnya kami sudah pulang!" Elder Vulcan berteriak.


Gerbang sedikit terbuka dan seorang Dwarf berambut abu-abu, seraya membawa selembar kertas keluar dari gerbang itu. Setelah Dwarf itu keluar gerbang tertutup kembali.


Elder Vulcan dan yang lainnya bingung melihat itu semua. Mereka merasakan sesuatu yang salah telah terjadi saat mereka tidak berada di Kerajaan Terra.


"Elder Vulcan! Alberich sekarang adalah Raja Dwarf! Menyerah dan bersumpah setia kepada Raja Alberich!"


Pasukan Dwarf berteriak marah. Mereka tidak menduga saat mereka tidak ada ke empat ketua Klan melakukan kudeta.


Elder Vulcan berjalan ke arah Dwarf berambut abu-abu, kemudian memenggal kepalanya.


"Pengkhianat pantas untuk mati! Alberich buka Gerbang! Mari kita berduel satu lawan satu sampai salah satu diantara kita mati! Jangan menjadi pengecut dan menyandera Raja Thorin dan rakyat Kerajaan Terra!" Elder Vulcan berteriak dengan sangat keras.


"Hahaha. Vulcan, kamu tidak pernah berubah bergabunglah denganku! Aku akan membuat Kerajaan Terra berjaya!" Suara teriakan yang sama kerasnya terdengar dari balik gerbang.


Elder Vulcan memperkuat auranya dan ingin menghancurkan Gerbang Kerajaan Terra.


Lazarus segera menghentikannya.


"Elder Vulcan, Gerbang Kerajaan Terra sangat kuat! Kamu tidak bisa menyerangnya dengan paksa. Apabila kamu memaksa masuk dengan melubangi gunung penduduk akan menderita karena tertimbun tanah longsor." Lazarus berkata.


"Saudara, maafkan aku karena tidak bisa menahan diri." Elder Vulcan menjawab.


"Seandainya kita mempunyai cetak biru peta Kerajaan Terra kita dapat mengetahui jalan rahasia lain untuk masuk ke Kerajaan Terra tanpa melewati gerbang." Elder Theodore berteriak dengan mata merah.


Lazarus memperlihatkan tangan kanannya dan dijari manisnya terlihat sebuah Cincin Berwarna perak dengan ukiran Rune kuno Dwarf.


"Cincin Draupnir!!!" Elder Vulcan berteriak.


"Urs, sejak kapan kamu memiliki Cincin Draupnir?" Iris bertanya.


"Tuan Urs, apakah darimana kamu mendapatkan Cincin Draupnir?" Lilian bertanya.


"Urs, Cincin Draupnir adalah Harta Suci Dwarf, apakah kamu ingin menjadi incaran semua Dwarf di planet Antares karena memiliki Cincin Draupnir!" Carissa berkata.


"Aku sudah menduganya! Urs, memiliki Cincin Draupnir karena tidak ada Artefak penyimpanan seluas itu untuk menyimpan banyak harta selain Cincin Draupnir dan Qiankun Pearl." Sebastian tersenyum lebar.


"Elder Vulcan, apakah kamu akan membunuh Urs karena memiliki Cincin Draupnir? Apabila kamu berani membunuh Urs Kekaisaran Boreas akan membalas dendam." Lynelle melirik Elder Vulcan dengan mata yang tajam.


"Pasukan Dwarf pergi ke kedalaman Pergunungan Helios bersama Tuan Urs dan yang lainnya Dewi Bumi Gaia berada di pihak kita!" Elder Vulcan berteriak.


"Sesuai perintahmu, Sir." Semua pasukan Dwarf menjawab mereka sekarang tidak khawatir kepada keluarga mereka yang terjebak di Kerajaan Terra.


Lazarus, Iris, Carissa, Sebastian, Lynelle dan Eira pergi ke Pergunungan Helios bersama dengan pasukan Dwarf mereka tahu Lazarus dan Elder Vulcan mempunyai rencana.


"Tuan Urs, apakah Guild Perjalanan Aquila harus membantumu. Nyaww?" Cathrine bertanya.


"Cathrine, lanjutkan perjalanan! Kekuatan Besar tidak boleh mencampuri urusan pribadi sebuah Kerajaan dan Kekaisaran. Berbeda dengan saat perang dengan Kekaisaran Nightmare dan Gelombang Beast kali ini adalah perang saudara." Lazarus menjawab.


"Barnard, pimpin perjalanan! Kalian harus segera meninggalkan wilayah Kerajaan Terra. Nyaww." Catherine memberi perintah.


"Sesuai perintahmu, Nona Cathrine."


Barnard memerintahkan semua anggota Guild Perjalanan Aquila untuk melanjutkan perjalanan meninggalkan Cathrine dan Calvin berada di sana.


"Mengapa kalian tidak ikut pergi?" Lazarus bertanya.


Catherine menggeleng ringan. "Aku ingin membantu Tuan Urs Nyaww.. Meskipun aku bagian dari Guild Perjalanan Aquila, tetapi aku dan Calvin juga adalah anggota Guild Marcenary. Nyaww."


Cathrine memberikan kartu anggota Guild Marcenary Beast King Rank A miliknya sedangkan Calvin memberikan kartu anggota Guild Marcenary Beast King Rank S miliknya


"Bagaimana mungkin?" Lazarus terkejut.


"Fufufu. Apakah kamu lupa bahwa Raja Hector adalah Kakek Buyutku dan Raja Hector adalah pemimpin Guild Marcenary Beast King. Nyawww." Catherine membusungkan dadanya.


Note: Power Of Orang Dalam.


"Hahaha. Nona Cathrine, Tuan Calvin Kerajaan Terra akan membayar kalian berdua dengan nominal yang besar setelah perang ini selesai." Elder Vulcan tertawa terbahak-bahak.


"Urs, berapa kemungkinan kita menang di dalam perang ini?" Freya bertanya.


Lazarus dan Elder Vulcan tersenyum lebar. Mereka memikirkan suatu hal yang sama.


"Menurutku kemungkinan menangnya adalah 80%."