LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 305. Strategi Perang.



Kelompok Lazarus pergi ke tempat persembunyian tepat di sebuah goa yang berada di dekat Ancient Mountain Turtle.


Ryota dan Herakles segera mengangkat sebuah batu besar yang menghalangi pintu masuk goa, kemudian mereka semua memasuki goa itu.


"Apakah kalian bersembunyi di sini?" Kaisar Julian bertanya.


Lazarus mengangguk. "Tempat ini adalah tempat yang lumayan aman, tetapi tempat ini tidak dapat disembunyikan dari indra Beast rank tinggi dan Skill Tracker seseorang Job Hunter. Namun tetap saja kami tidak mendapatkan masalah yang berarti, hanya ada beberapa pengintai. Kelompok kami akan selalu berpindah-pindah tempat agar musuh tidak bisa mengetahui keberadaan kami."


Semua orang duduk di sana, sedangkan Lazarus menatap ke arah Kaisar Julian dan pasukannya.


"Kaisar Julian, bisakah kamu dan pengikutmu membuat kontrak jiwa kesetiaan sementara denganku?" Lazarus bertanya ke arah pria Demon berambut hitam panjang dengan gradasi ungu itu.


"Mengapa aku yang merupakan seorang Kaisar Kekaisaran Darkness Dragon harus membuat kontrak kesetiaan denganmu? Seharusnya kamu yang membuat kontrak kesetiaan denganku!" Kaisar Julian berteriak.


"Baiklah, Kakek dan semua orang bunuh mereka semua karena mereka hanya akan menjadi penghambat kita semua." Lazarus berkata.


"Tunggu!"


"Kaisar Julian, kamu awalnya adalah musuhku dan ingin membunuhku. Aku bukanlah seseorang naif yang akan menyelamatkan musuhku tanpa bayaran. Apabila kamu tidak ingin bekerja sama, maka agar tidak menjadi masalah di masa depan lebih baik aku membunuh kalian."


Kaisar Julian dan semua pengikutnya terkejut. Seseorang ranah Legendary di hadapan mereka dapat menjadi pemimpin orang-orang ranah Mythical dan Legendary. Apabila mereka bertarung sekarang dengan kelompok Lazarus. Pasti mereka tidak mempunyai kesempatan untuk menang.


"Aku akan memperbaiki semua Artefak kalian. menempa Artefak baru untuk kalian dan memberikan Potion juga Eliksir untuk kalian. Solon, Jaan, Jino, Akira dan yang lainnya juga sudah membuat kontrak perjanjian jiwa sementara denganku. Kita mempunyai musuh yang sama dan aku yakin bisa bisa membalas dendam, kemudian keluar dari Hutan Cerulean hidup-hidup apabila kalian bergabung denganku." Lazarus mengulurkan tangan.


"Apakah kamu seorang Black Smith?"


"Aku adalah seorang Black Smith dan Beast Master ranah Legendary. Aku yang membuat Artefak semua orang dan bagaimana keputusanmu?"


Julian memikirkan apa yang dikatakan Lazarus, tetapi meskipun anggota kelompok Lazarus penuh dengan orang-orang ranah Mythical dan Legendary. Namun musuh sangatlah banyak begitupun dengan orang-orang kuat di pihak mereka.


"Meskipun kelompoknya kuat, tetapi dia hanya mempunyai kemungkinan kurang dari 20% untuk menang melawan Pasukan Aliansi Kekaisaran Silver Phoenix," batin Julian.


"Hahaha. Apakah kamu berpikir kelompok kita hanya mempunyai kemungkinan menang kurang dari 10%? Apabila bertarung secara langsung di wilayah luas kita tidak mempunyai kesempatan untuk menang dengan sedikit korban jiwa. Namun kita bertarung di Hutan Cerulean, aku sudah mengetahui medan dan wilayah Hutan Cerulean. Artefak dan kekuatan kelompok kita lebih unggul dari kelompok musuh. Aku sudah memikirkan sebuah rencana untuk menghancurkan mereka semua." Lazarus berkata.


"Aku dan pengikutku setuju untuk membuat perjanjian kontrak sementara denganmu."


Tidak mempunyai pilihan lain, Kaisar Julian menerima tawaran Lazarus. Kaisar Julian mengetahui bahwa kesempatan bertahan hidup akan jauh lebih besar dengan bekerja sama dengan kelompok Lazarus.


Kaisar Julian dan para pengikutnya meneteskan darahnya ke kertas kontrak yang diberikan oleh Solon. Mereka mengetahui Lazarus mempunyai kemampuan karena dapat menyakinkan semua orang itu.


"Apa rencanamu?" Kaisar Julian bertanya.


Lazarus menciptakan sebuah meja dari es, kemudian dia menciptakan beberapa boneka kecil seperti bidak catur dari es. Dia menjelaskan secara terperinci rencananya, semua orang terkesima dengan rencana Lazarus yang merangkum semua hal.


...****************...


Di luar Goa Lazarus 100 orang anggota pasukan Aliansi Kekaisaran Phoenix, Organisasi Black Scorpion Orchid, Kerajaan Nebula, Kerajaan Black Bull, Kerajaan Silver Night dan Kekaisaran Black Crow sedang bersiap-siap untuk menyerang.


"Rain, apakah di sini tempat orang-orang yang membunuh pasukan Black Iron?" Seorang pria berambut abu-abu dengan bekas luka tanda X di wajahnya berkata seraya bermain dengan sebuah bilah belati.


"Cloud, mereka semua bersembunyi di dalam goa itu." Seorang pria berambut biru tinta pendek berkata seraya menunjuk ke arah Beast Scent Butterfly yang hinggap di batu besar.


Cloud menggenggam erat pisau belatinya, kemudian mengalirkan energi mana element petir ke pisau belati dan melemparkannya ke arah batu besar itu. Sehingga batu besar itu hancur berantakan.


"Masuklah, mereka pasti sudah terluka parah setelah bertarung melawan pasukan Black Iron!" Rain memerintahkan Cloud dan semua pasukannya untuk masuk ke dalam goa.


Cloud duduk di dahan pohon, dia seperti sangat bosan melakukan hal ini.


"Aku ingin sekali membunuh seseorang yang kuat dan melihat wajah keputusasaannya." Cloud bergumam seraya menjilat bilah Artefak belatinya.


"Swooosshhh!"


Banyak anak panah melesat ke arah pengikut Cloud, sesaat kemudian seorang pria berarmor lengkap berwarna putih kebiruan menerkam Cloud dari atas langit.


"Serangan!!" Cloud berteriak.


Rain dan semua pasukan segera keluar dari goa dengan tergesa-gesa karena mendengar teriakan dari Cloud. Mereka melihat seorang pria yang menyerang Cloud dengan sangat mudah. Pria itu mematahkan kedua tangan Cloud dan satu kaki Cloud, kemudian memiting lehernya dengan lengannya dan menempelkan sebuah Artefak Dagger berjarak 1 inchi dari leher Cloud.


"Bajingan! Siapa kamu! Aku adalah seorang Marcenary Rank S dan seorang Swordman Ranah Legendary level 81!" Cloud berteriak.


"Diamlah, apabila kamu mengatakan satu kata lagi aku akan memenggal lehermu!" Alcander berseru dan bilah pisau belati itu menggores leher Cloud hingga berdarah.


Rain menyuruh semua pasukannya untuk tidak menyerang. Namun mereka harus selalu berwaspada karena pemimpin mereka di sandera oleh musuh.


"Tuan, siapa Anda? Apakah Anda mempunyai masalah dengan kelompok kami?" Rain bertanya.


"Aku seharusnya yang bertanya mengapa kalian menyerang tempatku?" Alcander bertanya.


"Tuan lepaskan Ketua kami dan kita bisa membicarakannya baik-baik." Rain berkata.


"Hahaha. Bukankah negoisasi hanyalah berguna untuk orang yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan setara? Jilat terlebih dahulu sepatuku, kemudian kita bisa bernegosiasi." Alcander menjawab.


"Bajingan! Kerajaan Black Bull tidak akan pernah melepaskan kamu!" Cloud berteriak.


Rain menyentuh dagunya. Aliansi antara Kerajaan Black Bull, Kekaisaran Silver Phoenix dan Kerajaan lainnya adalah sebuah rahasia.


"Bisakah kamu menjelaskannya secara rinci?" Alcander memperkuat genggamannya.


"Cih. Semua pasukan jangan pikirkan Cloud dan serang orang itu menggunakan semua kekuatan dan Skill kalian!" Rain memerintahkan semua pasukan untuk menyerang Alcander dan Cloud, mereka tidak memikirkan nyawa pemimpinnya.


"Lightning Ball!"


"Fire Ball!"


"Fire Archery Art gaya terakhir Giant Fire Arrow!"


"Rain, mengapa kalian mengkhianati aku! Aku tidak pernah sekalipun berbuat jahat kepada kalian semua dan melindungi kalian semua!" Cloud berteriak seraya mengeluarkan aura haus darah.


"Hahaha. Cloud, kamu adalah pemimpin yang sangat baik. Meskipun kamu sangat bengis kepada semua musuhmu. Namun apabila kamu dibiarkan hidup, maka semua pujian dan kekuasaan hanya akan menjadi milikmu. Apabila kamu mati, kami semua mempunyai kesempatan untuk bersinar." Rain tersenyum lebar.


"Rain!!!"


Duke Levin segera berlari ke depan Alcander untuk menghadang semua serangan itu. Sebagai Job Heavy Knight, dia adalah petarung barisan paling depan dan mempunyai Stat Vit dan Def yang sangat tinggi. Dia juga mempunyai berbagai macam Skill tipe pertahanan yang kuat.


"Giant Earth Shield!"


Sebuah perisai besar yang terbuat dari bumi menghalangi serangan pasukan Rain. Berbeda dengan pasukan Black Iron, pasukan Rain hanya terdiri dari 2 orang ranah Legendary, 20 orang ranah Epik, dan sisanya adalah ranah Expert, Grand Master dan Master.


Kelompok Lazarus melompat dari atas pohon, mereka kemudian menyerang pasukan Rain dengan semua kekuatan mereka.


"Jebakan!" Rain berteriak.


"Orang-orang itu adalah Ranah Legendary dan Mythical! Bahkan 2 orang ranah Epik itu adalah seorang Ksatria Elite!" Seseorang berteriak.


"Kaguya, kamu harus menculik 10 orang."


"Tuan Urs, bagaimana dengan sisanya?" Kaguya yang memakai armor ringan berwarna hitam dan topeng seekor kucing berwarna hitam bertanya.


"Bunuh sisanya dan jangan biarkan satu orang pun lolos."


"Baiklah!"


"Semua pasukan mundur!" Rain memerintahkan.


Kaguya menerjang ke arah pasukan itu bersama yang lainnya untuk mundur. Akan tetapi, Kaisar Julian bersama para pengikutnya sudah berada di jalan pelarian dan menghadang pasukan Rain yang ingin melarikan diri.


"Rain Sword Art!" Rain menggunakan Skill pedangnya element air berkumpul di bilah pedang Rain dan membebaskannya ke arah Julian.


"Black Fire Body!" Tubuh Kaisar Julian dilapisi oleh api berwarna hitam keunguan. Dia kemudian menerjang ke arah Rain. Sedangkan pasukannya yang memakai armor hitam dan topeng seekor serigala hitam membunuh sisa pasukan Rain yang lainnya.


Rain adalah seseorang yang lumayan kuat, dia berhasil menandingi Kaisar Julian dalam 15 menit. Apabila Rain melawan seseorang ranah Legendary normal, dia akan menang dengan mudah. Namun lawannya adalah Kaisar Julian, terlihat tubuh Rain yang terbakar oleh api hitam keunguan.


"Panas! Bunuh aku!" Rain berteriak kesakitan seraya menggeliat di tanah.


Kaisar Julian menjentikkan jarinya. Api di tubuh Rain segera padam seketika, tetapi luka bakar yang berada di wajah dan tubuh Rain sangatlah parah dan bisa membuat Rain mati kapan saja.


"Apakah kalian sudah selesai?" Julian yang memakai armor hitam dengan topeng seekor Darkness Dragon bertanya.


"Kaisar Julian, kami sudah selesai membunuh mereka semua!" Seorang pengikut Julian berkata.


"Panggil aku Julian karena Urs adalah pemimpinnya kalian harus mengesampingkan tentang hubungan gelar, tuan dan bawahan untuk saat ini."


"Baiklah, Julian."


Julian mengangkat tubuh Rain yang sekarat, dia kemudian membawanya ke hadapan Lazarus.


"Bunuh aku!" Rain memohon.


Julian melemparkan tubuh Rain ke hadapan Cloud, karena salah satu strategi Lazarus adalah untuk menyerang bagian luar dan dalam Aliansi Kekaisaran Phoenix. Dia akan menggunakan Cloud untuk


Semua orang sudah menyelesaikan tugas mereka, kemudian mengambil Artefak senjata dan Artefak penyimpanan dari semua orang yang telah mereka kalahkan.


"Apakah namamu Cloud?' Lazarus bertanya.


"Tuan, nama saya Cloud." Cloud menjawab.


"Aku akan mengampuni mu, apabila kamu menceritakan apa saja yang kamu ketahui."


"Tapi, Pemimpin sudah meletakan sebuah Beast Soul Centipede di dada kananku, dan apabila aku mengatakannya tubuhku akan meledak." Cloud menggertakan giginya..


"Baiklah, aku akan mengeluarkan kelabang itu terlebih dahulu." Lazarus mengeluarkan sebuah pisau kecil dan dengan hati-hati membedah dada Cloud, kemudian mengeluarkan seekor Beast kelabang kecil berwarna hijau di dada Cloud.


"Freeze!"


Lazarus membekukan kelabang itu karena apabila dia membakar atau membunuh kelabang, seseorang yang memasang kelabang itu akan langsung mengetahuinya.


Butter yang memakai topeng kumbang tanduk emas segera menyimpan Beast Soul Centipede itu ke Artefak penyimpanan Beast miliknya. Bagi seorang Insect Tamer seperti Butter semua Beast serangga adalah harta berharga.


"Selesai, kamu bisa menceritakan semuanya dan apabila kamu berbohong aku akan langsung membunuhmu."


Magnolia pergi ke hadapan Lazarus dan Cloud seraya membawa Artefak Libra True Rank Legendary.


Cloud menceritakan semua yang dia tahu. Semua orang terkejut mendengar cerita Cloud. Bukan hanya Kekaisaran Silver Phoenix yang bergabung dengan rencana konspirasi ini, tetapi ada 8 Kerajaan, Kekaisaran dan Kekuatan Besar yang terlibat di dalamnya.


"Pengkhianat!" Rain berkata.


"Ice Cursed!" Carissa menggunakan Skill element kutukannya dan memasangnya di jantung Cloud juga sepuluh pengikutnya.


Cloud merasakan jantungnya sangat dingin. Namun jantungnya kembali normal seketika seolah-olah sebuah rantai di letakkan di jantungnya.


"Cloud, aku akan mengampuni kamu. Apabila kamu mau bekerja sama dengan kami." Lazarus berkata.


"Tapi!"


"Hahaha. Carissa sudah memasang kutukan pembeku di jantung kalian. Apabila kalian berkhianat jantung kalian akan membeku dan hancur. Cloud, ingatlah sahabat dan pengikutmu telah mengkhianatimu dan seorang Tuan mana yang memasang Soul Centipede ke jantung kalian? Bukankah kamu dan pengikutmu hanyalah bidak sekali pakai yang bisa di gantikan?" Lazarus berkata, kemudian memberikan sebuah pisau belati dan topeng ular kepada Cloud.


"Kamu sudah membunuh banyak orang. Namun aku mengetahui dalam dirimu masihlah seorang pria yang baik. Setelah perang ini berakhir aku berjanji akan melindungi kalian setelah keluar dari Hutan Cerulean dalam kondisi hidup-hidup." Lazarus berbisik ke telinga Cloud.


Cloud mengerutkan keningnya, kemudian berjalan ke arah Rain.


"Cloud tunggu! Tidak!!!"


"Tuan, aku akan bekerja sama denganmu dan apa yang harus aku lakukan?"


"Kamu akan menjadi telinga dan mataku, kemudian kamu dan 10 orang lainnya akan menghasut semua orang. Katakan bahwa ada orang yang berkhianat di Aliansi mereka dan adu domba mereka dari dalam. Sehingga mereka ragu-ragu dan saling mencurigai satu sama lain." Lazarus berkata seraya membenarkan dislokasi tulang tangan kaki kiri dan tangan kanan Cloud.


"Baiklah, aku mengerti!" Cloud menjawab, kemudian kembali bersama 10 pengikutnya ke tempat pasukan utama berkumpul.


"Demon!" Levin berteriak.


"Hahaha. Levin rencana ini hanyalah permulaan dan kita sudah mempunyai banyak informasi penting dari Cloud. Kita akan melanjutkan rencana kita sehingga para bajingan itu akan hancur dari luar dan dalam." Lazarus tersenyum lebar.


"Carissa, apakah dia suamimu?" Kazuya bertanya.


"Urs sangat tampan saat tersenyum seperti itu."


"Bukankah Urs memakai topeng?" Bedros bertanya.


"..."


...****************...


36 Strategi Zhuge Liang.