LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 354. Saudara Kembar.



Pagi hari suara burung berkicau dengan merdu dan suara benturan logam terdengar. Suasana Akademi Sirius masih terlihat seperti biasanya.


"Tuan Urs, apakah kamu sudah bangun?" Seorang wanita ras Beastman harimau berambut emas dan mata ungu mengetuk pintu, sesaat kemudian pintu itu tiba-tiba terbuka.


Elena masuk ke kamar Lazarus karena dia mengira Lazarus yang membukakan pintu, kemudian dia melihat Lazarus yang tertidur lelap hanya menggunakan celana pendek yang terbuat dari sisik buaya.


Elena menatap ke arah wajah tidur Lazarus, dia kemudian terfokus kepada dada bidang dan abs di perut Lazarus.


Elena mencoba untuk menyentuh dada Lazarus, tetapi Lazarus segera menggenggam tangan Elena.


"Mengapa kamu bisa masuk ke kamarku?" Lazarus bertanya.


"Maafkan aku Tuan Urs, aku mengira kamu yang menyuruhku masuk dan pintu kamarmu tidak terkunci." Elena menjawab.


Lazarus melihat gagang pintu berwarna perak dan yakin bahwa seseorang sudah masuk ke dalam kamarnya.


"Penyusup, mengapa aku tidak merasakan ada seorang penyusup yang masuk ke kamarku?" batin Lazarus.


Lazarus mencari sesuatu di bantal dan kasurnya, dia kemudian melihat sehelai rambut berwarna emas yang bukan miliknya. Elena tidak mengetahui yang dia lakukan oleh Lazarus dan tetap berlutut dan sekali-kali mencuri pandang.


"Alastair mempunyai rambut pendek dan bukan dia yang menyusup ke kamarku. Rias tidak mungkin menyusup ke kamarku dan tidak ada aroma Rias di bantalku. Penyusup itu pasti Blossom atau Reese." batin Lazarus.


Lazarus pergi ke luar jendela, kemudian menemukan sehelai rambut berwarna hitam. Namun rambut itu berbeda dengan rambut yang dia temukan di bantalnya.


"Elena, mari kita pergi ke ruang makan." Lazarus berkata seraya menggunakan pakaiannya.


"Sesuai perintahmu, Tuan." Elena menjawab.


****************


Di meja makan terlihat Iris dan yang lainnya sudah berkumpul untuk sarapan. Para pelayan Penginapan menghidangkan banyak makanan dan minuman enak di meja makan.


"Hohoho. Urs, kami sudah lama menunggumu." Merlin tertawa.


Lazarus duduk di kursi yang sudah di siapkan dan Elena berdiri di sampingnya.


"Elena, duduklah." Lazarus berkata.


"Sesuai perintahmu, Tuan." Elena menjawab.


Elena duduk di samping Lazarus, kemudian dia menatap ke arah Blue Spider Crab yang sangat besar di depan meja. Elena sudah belajar bagaimana cara makan Bangsawan dari Tiara, tetapi dia belum mengetahui bagaimana seorang Bangsawan memakan kepiting.


Lazarus melirik ke arah Elena yang kebingungan, kemudian membawa pisau tumpul. "Elena, apakah kamu belum belajar dari Tiara bagaimana makan kepiting?"


"Maafkan aku, Tuan."


Lazarus menusuk bagian sendi kaki kepiting, kemudian mematahkan kaki kepiting. "Kamu bisa menusuk sendi di kaki kepiting, kemudian mematahkannya dengan mudah. Patahkan semua capit dan kaki kepiting, kemudian buka cangkang kepiting menjadi dua. Gunakan palu kecil untuk memecah capit dan cangkang kepiting, kemudian keluarkan daging kepiting dan kita tinggal memakannya." Lazarus membukakan kepiting Elena satu per satu dan Elena memperhatikannya dengan teliti.


"Terima kasih Tuan Urs." Elena tersenyum.


Semua orang memandang Elena dan Lazarus. Mereka mengetahui Elena adalah seorang pelayan bukanlah seorang istri atau selir.


"Urs, darimana kamu mempelajarinya?" Deviela bertanya dengan tatapan kosong.


"Aku adalah seorang Bangsawan dan aku pasti mengetahui bagaimana cara makan Bangsawan." Lazarus menjawab.


Seorang pelayan membawa 5 Rainbow Chicken panggang dan menghidangkannya di depan Lazarus.


"Selamat makan." Lazarus berkata, kemudian memakan utuh Rainbow Chicken panggang dengan tulangnya.


Elena, Reese, Roland, Merlin, Elena, Rias, Gladius dan Louise terkejut dengan cara makan Lazarus seperti seorang Barbarian yang sangat rakus.


"Mengapa kalian terkejut?" Lazarus bertanya.


Iris dan keluarga Regulus sudah sering makan bersama dengan Lazarus dan cara makan Lazarus seperti seorang yang belum makan selama 1 minggu. Bahkan Deviela mengira bahwa perut Lazarus tidak berdasar.


Semua orang melanjutkan sarapan mereka dan berpura-pura tidak memperhatikan Lazarus.


"Pelayan aku memesan 3 ekor Green Forest Lamb panggang utuh!" Lazarus berteriak.


Sesaat kemudian para pelayan menghidangkan 3 ekor Green Forest Lamb panggang utuh di meja Lazarus.


Semua orang melihat Lazarus yang memakan 1 Green Forest Lamb panggang utuh hanya selama 5 menit. Padahal 1 Green Forest Lamb utuh bisa dimakan oleh 5 orang pria dewasa.


"Urs, mengapa kamu sarapan dengan porsi dua kali lebih banyak dari biasanya. Nyawww?" Cathrine tersenyum.


"Aku memerlukan banyak energi untuk pergi ke Dungeon Moonlight dan mempelajari Moonlight Sword Art." Lazarus menjawab seraya mengunyah paha Green Forest Lamb panggang.


Roland menatap ke arah Iris, Deviela dan Cathrine, dia melihat banyak piring makanan dan makanan penutup yang sudah kosong tanpa dia sadari.


"Apakah semua anggota keluarga Regulus mempunyai nafsu makan yang besar?" Rias bertanya.


"Tidak, hanya aku dan semua istriku yang mempunyai nafsu makan yang besar. Bahkan nafsu makan Deviela, Iris dan yang lainnya setara denganku." Lazarus menjawab.


"Seseorang pernah mengatakan bahwa seorang istri adalah cerminan suaminya dan sekarang aku melihat sendiri kata-kata itu adalah benar." Merlin berkata.


"Cathrine, ada 2 orang yang menyusup ke kamarku seorang wanita berambut emas dan seorang wanita berambut hitam." Lazarus berkata.


"Tunggu, bukankah pintu kamarmu terkunci dan penjagaan sangat ketat. Nyaww." Cathrine menjawab.


Lazarus mengeluarkan 2 helai rambut berwarna emas dan hitam, kemudian menggambar sebuah Rune sihir kecil.


"Reese, apakah kamu yang menyusup ke kamarku?" Lazarus bertanya.


"Tidak, aku tidur bersama Iris, Deviela dan Cathrine. Aku tidak menyusup ke kamarmu, Iris dan yang lainnya bisa menjadi saksiku!" Reese berteriak.


"Blossom, aku ingin meminta satu helai rambutmu." Lazarus berkata.


Blossom memberikan satu helai rambutnya sesaat kemudian tidak ada yang terjadi dari rambut Blossom.


"Kakek, aku tidur bersama Ibu saat malam hari dan Ibu mengetahui aku saat aku ingin menyelinap ke kamarmu." Blossom menjawab.


Rias mengingat saat Sherina menyusup ke kamar Lazarus dengan membobol kunci kamar Lazarus, sedangkan dia menyusup ke kamar Lazarus melalui jendela dan dia sudah membersihkan semua jejak dan barang bukti malam itu.


"Seseorang menyusup dengan membobol pintu menggunakan sebuah kawat dan orang yang bisa melakukan hal itu tanpa diketahui adalah Sherina. Sedangkan orang yang menyusup melalui jendela hanyalah Reese." Lazarus berkata.


Reese melebarkan matanya saat malam dia tidur nyenyak dengan memeluk Cathrine.


"Aku akan membuktikan bahwa aku bukan pelakunya." Reese memberikan satu helai rambut ke arah Lazarus, sesaat kemudian kedua rambut itu saling mengikat.


Rias terkejut melihat semua itu karena sebenarnya rambut yang berada di tangan Lazarus adalah rambutnya.


"Tidak mungkin!" Reese berteriak.


"Apakah kamu masih tidak ingin mengaku?" Lazarus bertanya.


"Aku tidak akan pernah menyusup ke kamar seorang pria yang sudah beristri tanpa persetujuan istrinya. Tunggu! Maksudku aku tidak pernah menyusup ke kamarmu!" Reese berteriak.


"Rambut yang aku temukan di jendela adalah rambutmu. Rias tidak mungkin menyusup ke kamarku!" Lazarus berteriak.


"Seseorang pasti telah menjebakku dan membawa sehelai rambutku!" Reese berseru.


"Urs, aku tidak bisa tidur dan menyusup ke kamarmu." Rias berkata.


Semua orang menatap ke arah Rias yang mengakui perbuatannya. Namun rambut yang berada di jendela memang milik Reese.


"Rias, apakah kamu yang mengambil sehelai rambut Reese dan meletakkan di jendela?" Lazarus bertanya.


Rias menggeleng ringan. "Urs, rambut itu bukan milik Reese. Akan tetapi, rambut itu adalah milikku."


"Sherina, apakah Rias yang menyusup ke kamarku?" Lazarus bertanya.


"Senior Lazarus, Nona Rias yang menyusup ke kamarmu dan dia juga mempunyai gangguan tidur sama sepertiku. Namun kami tidak melakukan apapun kepadamu kami hanya tidur selama 30 menit dan kembali ke kamar." Sherina menjawab seraya memakan puding.


Semua orang melirik ke arah Sherina. Mereka tidak mengetahui sejak kapan Sherina duduk di sana.


"Sherina, sejak kapan kamu di sana?" Reese bertanya.


"Reese, apa maksudmu? Sherina sudah duduk di sana sejak awal." Lazarus menjawab.


"..."


Lazarus menyentuh dagunya. "Reese dan Rias, bisakah aku meminta sehelai rambut kalian?"


"Baiklah."


Reese dan Rias memberikan sehelai rambutnya kepada Lazarus.


Lazarus meletakkan 2 helai rambut itu di Rune sihir dan rambut itu saling menyatu. Rias dan Reese terkejut melihat itu semua karena kedua rambut itu bukanlah rambut dari orang yang sama.


"Apa yang terjadi?" Louise bertanya.


"Kakek, Merlin bisakah kamu membantuku di sini?" Lazarus bertanya.


Merlin pergi ke samping Lazarus, kemudian melihat ke arah rambut yang menyatu itu. "Urs, apakah kamu menguasai Skill sihir darah?"


"Aku tidak menguasainya hanya seorang ras Vampire yang menguasainya dan aku harus memastikan semua ini." Lazarus berkata dengan wajah serius.


"Apakah kalian melihat Helkaros?" Lazarus bertanya.


Lazarus menggigit jari-jarinya, dia mengetahui hanya 0,001 % Rias dan Reese adalah saudara kembar identik. Namun dia tidak bisa memastikannya hanya dengan Skill Sihir dasar seperti ini.


"Gate!" Merlin menggunakan Skill element ruangnya dan sebuah pintu celah dimensi tercipta di depannya.


"Kakek, apakah kamu bisa menggunakan Skill element ruang?" Lazarus bertanya.


"Aku adalah Great Sage Merlin dan aku sudah berpergian ke seluruh wilayah di Planet Antares. Aku akan meminta bantuan kepada Adonis untuk memastikan dugaanku benar atau salah." Merlin memasuki pintu celah dimensi itu.


30 menit berlalu semua orang menunggu Merlin. Rias dan Reese bingung dengan apa yang dipikirkan oleh Lazarus dan Merlin sepanjang hidupnya mereka hanya bertarung dan mempelajari Skill sihir serangan dan Skill pertarungan.


Sesaat kemudian celah dimensi terbuka. Merlin, Adonis bersama Amara, Acasha, Adara, Camilla dan Bella keluar dari celah dimensi itu.


Merlin mempunyai dua mata lebam dan bibir yang bengkak, dia kelihatannya sudah mengalami serangan fatal.


Seorang wanita Vampire berambut hitam panjang, Sklera mata hitam dan Iris mata berwarna biru menendang punggung Merlin dengan keras, dia adalah Leluhur Vampire Camilla Rose Black Moon dan istri dari Reiga.


Lazarus segera menangkap Merlin. "Apa yang terjadi dan mengapa kalian menyerang Merlin?"


"Urs, Kakek Tua itu berteleportasi di kamar Bella!" Acasha berteriak.


"Kecelakaan, aku tidak sengaja berteleportasi di kamar Bella seingat ku di wilayah itu adalah taman bunga bukan sebuah kastil!" Merlin berteriak.


"Maafkan aku mungkin semua ini hanya sebuah kesalah pahaman dan aku yang memerintahkan Merlin ke Kekaisaran Black Fortress." Lazarus berkata.


"Gilbert, apakah kamu membutuhkan bantuanku?" Adonis tersenyum.


"Adonis, aku memerlukan bantuanmu untuk menggunakan Skill Blood Lineage." Lazarus menatap serius ke arah Adonis.


"Blood Lineage!" Rias dan Reese berteriak bersamaan. Skill silsilah darah adalah Skill Unique ras Vampire untuk mengetahui silsilah darah. Biasanya digunakan untuk mengetes hubungan antara ayah, anak atau keluarga.


"Baiklah, apakah kamu bertemu dengan seseorang yang mengaku sebagai anak haram mu?" Adonis bertanya.


"Tidak, aku ingin kamu menggunakan Skill Blood Lineage kepada Demon Emperor Reese dan Rias." Lazarus menjawab.


Adonis menatap ke arah Rias dan Reese, dia mengetahui bahwa Rias dan Reese mempunyai wajah yang sangat identik. Bahkan postur dan tanduknya sama yang membedakan hanyalah warna mata.


Lazarus berjalan ke arah Rias dan Reese. "Demon Emperor Reese dan Nyonya Rias, bisakah aku meminta sedikit darah kalian? Aku akan bertanggung jawab dengan semua apa yang terjadi selanjutnya."


Reese dan Rias segera menyayat jari mereka dan Lazarus menampungnya menggunakan tangan kanan serta tangan kirinya, kemudian berjalan ke arah Adonis.


"Skill Blood Lineage!" Adonis menggunakan Skillnya.


Sesaat kemudian darah itu terbang ke udara dan berputar untuk beberapa saat, kemudian bersatu menjadi sebuah bola tanpa cacat.


Tubuh Adonis, Lazarus, Merlin dan semua Vampire di sana gemetar. Darah itu menyatu dan membentuk sebuah bola dengan sempurna, bahkan darah seorang ibu, ayah dan anak kandung tidak akan menyatu dan membentuk bola sesempurna ini.


"Mustahil!" Lazarus berteriak.


"Apakah aku sedang bermimpi?" Merlin bertanya.


"Urs, apa hasilnya?" Rias bertanya.


"Urs, mengapa kamu kelihatan ketakutan seperti itu?" Reese bertanya.


Roland dan semua orang yang berada di sana berdiri membeku melihat ekspresi Lazarus dan semua orang.


Louise terengah-engah dia tidak mengetahui bahwa Rias mempunyai seorang saudara kembar identik di alam bawah. Jika ras Demon dan Dark Beastman yang berada di Benua Eternal Night mengetahuinya pasti akan terjadi keributan yang besar.


"Skill Sweet Dream Rank SS." Louis diam-diam menggunakan Skillnya untuk membuat semua orang tertidur dan menghapus ingatannya.


"Reese, apakah kamu pernah melihat keluargamu?" Lazarus bertanya.


"Tidak, aku adalah seorang Demon yatim piatu yang dibesarkan oleh Demon Emperor Graham dan Demon Emperor Albert. Mereka tidak pernah menceritakan darimana asal usulku." Reese menjawab.


"Rias, apakah usiamu 20,000 tahun?" Lazarus bertanya.


"Urs, apakah Louise yang memberitahumu?" Rias bertanya.


"Tunggu, usiaku juga 20,000 tahun." Reese berkata.


"Aku seharusnya mengetahui dari awal Agathias, Rhodes, Daryan, Reiga, Deandra, Sebastian dan Elias adalah Demon rank 11 dan 12, mereka tidak mungkin lahir di satu Keluarga Kekaisaran Demon di Planet Antares. Rias dan Reese apakah kalian mengetahui bahwa kalian adalah saudara kembar identik?" Lazarus bertanya.


"Apaaa!" Reese dan Rias berteriak mengakibatkan penginapan bergetar.


Master Heath dan Lidya yang merasakan gejolak aura segera pergi ke penginapan Lazarus.


"Apa yang terjadi!" Master Heath dan Lidya mendobrak pintu penginapan dan melihat Cathrine, Sherina, Roland, dan semua orang sudah tertidur nyenyak. Lidya merasakan ngantuk dan jatuh pingsan.


Di sana hanya ada Iris, Heath, Adonis, Rias, Deviela, Gladius, Reese, Merlin dan Lazarus yang masih tetap bangun.


"Memory Erasing Powder." Merlin mengeluarkan bubuk penghilang ingatan dan menyebarkannya ke udara.


"Apakah kalian sudah menghapus ingatan semua orang?" Lazarus bertanya.


Merlin, Louise dan Adonis mengangguk.


"Urs, apa yang terjadi?" Iris bertanya.


Lazarus melirik ke arah Iris, Heath, Deviela dan Gladius yang tidak terpengaruh dengan Skill Louise dan bubuk penghilang ingatan Rank Mythical Merlin.


"Mengapa kalian masih sadar?" Lazarus bertanya.


"Urs, kami sudah meminum penawar bubuk penghilang ingatan dan kami mempunyai Afinitas dari Skill Mind." Deviela menjawab.


"Urs, apakah kamu melupakan aku seorang Saint dan dilindungi oleh Dewi Electra?" Iris bertanya.


"Lazarus, apa yang terjadi di sini?" Heath yang setengah sadar bertanya.


"Master Heath, mengapa kamu sadar?" Lazarus bertanya.


"Seorang pria tua mengajarkan aku tentang Skill Mind." Heath menjawab seraya memperlihatkan pahanya yang tertusuk berlati.


"Louise awasi mereka semua sampai mereka sadar dan aku, Rias, Reese, Master Heath, Gladius, Adonis, Kakek Merlin dan Adonis akan pergi ke suatu tempat aman untuk membicarakan hal yang serius." Lazarus berkata.


"Baiklah."


"Louise, tenang saja semua orang di sini bisa dipercaya dan kamu tidak boleh berpikiran untuk membunuh semua orang." Lazarus berkata.


Rias menatap Louise dengan tajam sesaat kemudian dia merasakan sabit dewa kematian tepat berada di lehernya.


"Aku bersumpah jiwa atas Dewi Kegelapan Nyx tidak akan membunuh mereka semua." Sebuah Rune terbentuk di dada kiri Louise.


Semua orang bersumpah untuk tidak menyebarkan apa yang mereka lihat dan dengar hari ini.


Roland perlahan membuka matanya. "Apa yang terjadi kepadaku, bukankah aku saat ini sedang makan? Tunggu, aku merasakan sudah melupakan sesuatu hal yang penting!"


Lazarus dengan cepat pergi ke belakang Roland dan meminumkannya Divine Wine yang berada di sebuah botol Potion berukuran 5 Cm.


"Divi..." Sebelum Roland menyelesaikan perkataannya dia tertidur.


"Kakek!!" Roland berteriak.


"Urs, apa yang kamu berikan kepada Roland?" Merlin bertanya.


"Potion penghapus ingatan." Lazarus bertanya.


"Soul!" Adonis menggunakan Skill jiwanya dan merasakan tidak ada orang yang sadar di tempat itu, kemudian mereka pergi bersama Heath keruangan rahasia yang aman.


"Bisakah kamu keluar penguntit?" Louise bertanya di ruangan yang kosong.


Sesaat kemudian asap berwarna putih keluar di hadapan Louise dan membentuk seorang pria ras Demon kurus dengan topi bulat seraya merokok.


"Padahal semua orang tidak menyadari keberadaan ku. Kamu adalah satu-satunya Demon yang bisa mengetahui keberadaanku." Joker berkata seraya menghisap sebatang rokok.


"Urs yang memberitahuku kamu sedang mengawasi kita dan di alam atas seorang Demon yang mempunyai Skill kamuflase dan penyembunyian aura sepertimu sangat langka. Bahkan Nona Rias dan aku hanya sedikit merasakan kehadiranmu, tetapi Urs melarang kami untuk membunuhmu." Louise tersenyum lebar.


"Hahaha. Menarik aku adalah Joker 3 dan masih ada 6 orang yang mempunyai Skill yang sama denganku." Demon King Joker berkata.


"Pasti kamu terlahir dari Eksperimen Clonning dan maafkan aku karena aku harus membunuhmu." Tubuh Louise membesar sehingga memperlihatkan otot-ototnya yang kekar, tanduknya ikut membesar dan sepasang sayap kelelawar besar berwarna hitam keluar dari punggungnya. Aura Louise sekarang sudah menembus ranah Void.


"Ranah Void!" Joker berteriak, kemudian berubah menjadi asap dan pergi. Namun Louise segera menangkapnya dan mencabik-cabiknya menggunakan cakar yang tajam. Joker yang terluka parah berhasil keluar dari penginapan, tetapi dihalangi oleh sebuah Barrier berwarna merah muda dengan gradasi ungu.


"Urs yang memberitahuku untuk menggunakan Nightmare Barrier saat aku menunjukan ranah asliku, tetapi Barrier ini hanya dapat bertahan selama 5 menit dan waktu itu lebih dari cukup untuk mencabik-cabik mu. Sebagai pelayan setia Putri Rias aku tidak akan membiarkanmu keluar hidup-hidup." Louise berkata.


Joker melihat bentuk Louise sama seperti pahatan Demon yang terukir dalam Kuil kuno dan merupakan seorang Demon yang sudah dilupakan oleh sejarah.


"Apakah kamu Kaisar Nightmare I!!!"


"Hahaha. Aku tidak mengetahui seseorang di Planet Antares masih mengingat namaku, tetapi kamu harus mati di sini!" Louise berseru.


"Tidak!" Joker berteriak.


Louise mencabik-cabik tubuh Joker dengan sangat kejam. Dia kemudian membakar mayat Joker menggunakan api berwarna ungu hingga tidak tersisa.


Louise kembali ke ranah Mythical Level 93, kemudian Barrier yang menutupi penginapan hilang seketika seolah-olah tidak ada yang terjadi di penginapan.


"Hohoho. Antares sungguh indah, tetapi aku sekarang tidak berhubungan dengan Antares dan Naraka Shura apakah kamu bahagia di sana?" Louise tersenyum.