
Kelompok Lazarus sampai di Hutan Cerulean, mereka memasuki Hutan Cerulean dengan berjalan kaki karena apabila mereka terbang akan terkena oleh kabut ilusi dan memancing Beast rank tinggi yang tinggal di Hutan Cerulean.
Suasana Hutan Cerulean sangat lembab di tumbuhi banyak Pohon Giant Iron Wood. Pohon yang bisa tumbuh sampai 50 meter dan berbagai macam pepohonan besar lainnya.
Kabur-kabut tipis terlihat di Hutan Cerulean bagian luar dan suara Beast serangga terdengar sangat nyaring. Seolah-olah mereka berada di dunia lain, berbeda dengan Hutan Eternal Poison, Hutan Emerald dan Hutan Atlanta. Hutan Cerulean penuh dengan rawa, lembah, sungai dan tebing-tebing terjal berkabut tempat Beast terbang Rank Tinggi bersarang.
Menurut Orion di setiap wilayah mempunyai Beast penguasa. Semakin masuk ke bagian inti Hutan Cerulean semakin kuat Beast penguasa wilayah itu.
Hutan Cerulean disebut surga untuk Beast element kayu karena kepadatan energi mana elemen kayu, air dan tanah di sana. Ekosistem di Hutan Cerulean bagian terdalam juga sangat terjaga dan belum banyak terjamah oleh ras Humanoid.
Seorang Beastman beruang bertubuh kekar, berambut coklat dan mata biru bersama sekelompok orang menghampiri kelompok Lazarus. "Ludger! Apakah kamu ingin mencari Herbal di Hutan Cerulean?"
"Bedros, sudah lama tidak bertemu dan bagaimana kondisi di Hutan Cerulean?" Ludger bertanya.
"Hutan Cerulean wilayah luar baik-baik saja, tetapi wilayah bagian dalam sangatlah berbahaya. Bahkan bagi Party Marcenary Rank S yang beranggotakan 3 orang ranah Legendary." Bedros menjawab, kemudian kelompok mereka berjalan lebih dekat ke arah kelompok Lazarus.
Bedros dan anggota Marcenary melihat seekor Legendary Beast Forest Phoenix, Emerald Lion dan Winged Nine-Colored Poison Snake di sana.
"Bajingan!! Apakah kalian adalah ilusi yang diciptakan oleh Beast!" Bedros dan kelompoknya mengeluarkan Artefak senjata.
Kelompok Lazarus bingung dengan ekspresi Bedros dan kelompoknya. Bagaimanapun penglihatan di dalam kabut sangatlah buram, apalagi di Hutan Bagian Luar yang mempunyai lapisan kabut ilusi yang tipis.
"Bedros! Kepala batu! Apakah kamu tidak mengenali siapa mantan pemimpin Party Nine Head Golden Lion!" Hector berseru.
"Hector!!"
Bedros dan yang lainnya berlutut. Mereka mengetahui bahwa mereka tidak berada di dalam ilusi.
"Apa tujuan kalian sebenarnya di Hutan Cerulean? Bukankah kalian ke sini bukan untuk berburu?"
"Yang Mulia! Kami pergi ke Hutan Cerulean untuk mencari Marquis Grifone Golden Eyes bersama pasukannya yang melarikan diri ke Hutan Cerulean setelah kalah perang dengan pasukan wilayah Steel Heart." Seorang Beastman tikus berkata.
"Kaisar Hector, maafkan kami karena tidak bisa melaksanakan tugas kami yang telah diberikan oleh Duchess Eilaria." Seorang wanita Beastman Leopard berkata.
"Hector, Ludger, apa tujuan kalian ke sini? Siapa manusia dan 3 Beast rank tinggi yang berada bersama kalian?" Bedros bertanya.
"Bedros, kami pergi ke Hutan Cerulean untuk berlatih dan perkenalkan mereka adalah suami Cicitku Grand Duke Lazarus Regulus, Putra pertamanya Alastair Regulus dan Pangeran Pertama Kekaisaran Lion Heart Icarus Lion Heart." Hector berkata.
"Apa!! Apakah rumor tentang Grand Duke Lazarus Regulus yang mengontrak lebih dari 20 Beast Rank Tinggi itu benar?" Bedros bertanya.
"Rumor ini adalah benar dan kembalilah ke Kota Red Lion untuk melindungi kota dari serangan Marquis Grifone. Aku takut dia dan sisa pasukannya sudah keluar dari Hutan Cerulean dan bersembunyi untuk melakukan serangan balasan." Ludger berkata.
"Sesuai perintahmu, Duke!" Bedros dan yang lainnya menjawab.
"Bedros, aku akan melanjutkan perjalanan ke kedalaman Hutan Cerulean. Apabila aku menemukan Grifone dan sisa pasukannya aku akan membunuhnya." Hector berkata..
"Tunggu! Kedalaman Hutan Cerulean sangat berbahaya! Apakah kalian membutuhkan kami untuk mengawal kalian? Kabut di bagian tengah Hutan Cerulean sudah tidak ada dan hanya sedikit tempat bersembunyi dari Beast rank tinggi." Bedros mempunyai wajah pucat.
Kelompok Lazarus tersenyum.
"Tuan Bedros, kami sudah mengetahui semua bahaya di Hutan Cerulean. Kami juga sudah siap menanggung semua resikonya termasuk kematian." Alastair menjawab.
Bedros tersenyum. "Hahaha. Aku ingin sekali pergi bersama kalian! Aku sudah lama ingin pergi ke kedalaman Hutan Cerulean, tetapi aku tidak mempunyai teman yang sangat berani untuk pergi ke kedalaman Hutan Cerulean! Bolehkah aku pergi bersama kalian untuk pergi ke Hutan Carulean untuk berlatih bersama kalian?" Bedros berkata.
"Urs, bagaimana keputusanmu?" Hector bertanya.
"Baiklah Tuan Bedros, kamu boleh pergi bersama kita kedalaman Hutan Cerulean. Akan tetapi, saat berada di kedalaman Hutan Carulean apapun bisa terjadi." Lazarus berkata.
"Aku sudah mengetahui dan akan menerima semua resikonya. Bahkan bila itu adalah kematian." Bedros menjawab.
Bedros memerintahkan anggota Partynya yang lain untuk kembali dan melindungi Kota Red Lion. Kelompok Lazarus, kemudian melanjutkan perjalanan ke wilayah tengah Hutan Cerulean.
...****************...
"Icarus, naiklah keatas pohon untuk melihat situasi!"
"Master, mengapa kamu tidak memerintahkan ku?" Linwood bertanya.
"Linwood, apabila kamu terbang untuk melihat kondisi wilayah. Aku takut Beast rank tinggi melihat dan merasakan kehadiranmu. Kita harus menghindari pertarungan yang sia-sia untuk menghemat energi sebisa mungkin.."
"Baiklah,"
Icarus dengan cepat memanjat ke atas pohon seraya melompati batang pohon ke batang pohon lain. Dia mengeluarkan sebuah Artefak berbentuk teropong yang sudah Lazarus perkuat dengan Rune Sihir Purify.
"Apa yang kamu lihat?" Lazarus bertanya menggunakan Artefak Raegal Earring.
"Aku melihat kawanan Demon Beast Mist Crane yang terbang ke arah barat dan seekor Epik Beast Forest Wyvern yang mengejar mereka." Icarus menjawab menggunakan Raegal Earring.
"Baiklah, berarti wilayah ini bukanlah wilayah Beast rank tinggi. Apabila masih ada kawanan Forest Wyvern yang mengejar kawanan Mist Crane." Lazarus menjawab.
Ludger dan Bedros terkejut melihat itu semua. Lazarus bisa berkomunikasi dengan Icarus yang berada di puncak pohon dan Artefak apa yang digunakan oleh Icarus sehingga bisa menembus kabut yang tebal.
"Urs, artefak telekomunikasi apa yang kamu gunakan?" Bedros bertanya.
"Aku melupakannya! Aku seharusnya memberikan ini kepada kalian." Lazarus memberikan sepasang Raegal Earring kepada Bedros dan Ludger.
Artefak Raegal Earring digunakan menggunakan batu magnetic sehingga mereka tidak harus melubangi telinga mereka.
"Emerald, Linwood, Rainbow, kalian harus mencakar dan meninggalkan aroma kalian di tempat ini. Sehingga Beast rank tinggi dan rank sedang tidak akan menyerang kita."
"Sesuai perintahmu, Master!"
Emerald dan Linwood mencakar pepohonan di sana, sedangkan Rainbow menggosokkan tubuhnya ke pepohonan yang berada di sana.
"Baiklah, kita sekarang akan pergi ke wilayah tengah Hutan Cerulean. Emerald, Linwood dan Rainbow kalian harus terus menyebarkan aroma kalian di sepanjang perjalanan."
"Kami mengerti!"
...****************...
Kelompok Lazarus pergi ke wilayah tengah Hutan Cerulean. Mereka bertemu banyak Magical Beast dan Demon Beast, tetapi karena adanya 3 Legendary Beast muda. Para Beast itu lebih memilih lari menghindari kelompok Lazarus.
"Groooaar!"
Seekor Epik Beast Green Forest Owl Bear berkepala burung hantu dan berbadan beruang dengan bulu hijau berlari ke arah kelompok Lazarus.
"Biarkan aku yang membunuhnya!" Bedros berkata seraya mengeluarkan Artefak kapak perangnya.
"Tidak! Kita harus membunuhnya bersama-sama! Apabila kamu membunuhnya sendirian akan sangat menguras energi, kita tidak mengetahui bahaya apa yang menunggu kita di kedalaman Hutan Cerulean. Kita harus sebaik mungkin untuk menghemat Energi." Lazarus berkata.
"Baiklah." Bedros melihat Lazarus dengan pandangan baru. Lazarus adalah pemimpin yang dapat diandalkan.
5 menit kemudian kelompok Lazarus sudah mengalahkan Epik Beast Green Forest Owl Bear.
Alastair dan Icarus membedah Beast itu dan mengambil material berharga dari mayat Beast itu. Inti Epik Beast element kayu, paruh, cakar dan daging Beast itu.
Lazarus mengeluarkan Artefak penyimpanan air, kemudian membasuh tubuh semua orang.
"Hidung Beast predator sangatlah sensitif dengan aroma darah. Kita harus membasuh tubuh kita agar aroma amis itu hilang dan tidak memancing Beast predator." Lazarus berkata.
Emerald, Linwood dan Rainbow mencium aroma tubuh semua orang.
"Apakah kalian masih mencium aroma amis darah?" Lazarus bertanya.
"Master, kami tidak menciumnya."
...****************...
Kelompok Lazarus melanjutkan perjalanan ke kedalaman Hutan Cerulean. Hari sudah semakin malam, akan sangat berbahaya untuk melanjutkan perjalanan. Jadi, mereka akan mencari tempat untuk berkemah.
"Tolong!" Suara teriakan yang serak terdengar dari kejauhan.
Lazarus dan yang lainnya segera pergi ke asal suara. Mereka akhirnya sudah berada 300 meter dari asal suara.
Lazarus mengeluarkan Artefak berbentuk teropong, kemudian memberikannya kepada semua orang.
"Artefak apa ini?" Ludger bertanya.
"Night fog binoculars Rank Elite. Aku membuat lensanya dari Night Crystal dan Mist Crystal. Artefak ini bisa melihat sejauh 500 meter melalui kegelapan dan kabut." Lazarus menjawab seraya melihat ke arah asal suara.
Ludger melihat ke asal suara menggunakan teropong itu. Dia melihat seorang pria Beastman Elang yang kehilangan kedua kakinya dan seorang Beastman burung gagak yang berteriak meminta pertolongan.
"Grifone!!" Bedros berteriak.
"Syuuuttt!"
Lazarus, Icarus, Alastair dan Hector menyuruh Ludger dan Bedros untuk diam.
"Diamlah, kita harus melihat situasinya! Apakah kalian tidak melihat dibelakang mereka terlihat tumpukan mayat?" Alastair bertanya.
Ludger dan Bedros terkejut saat melihat tumpukan mayat di sekitar Marquis Grifone. Mereka baru menyadarinya sekarang karena terlalu berfokus kepada Grifone.
"Aku kira semua ini jebakan! Bagaimana Grifone dan salah satu pengikutnya masih hidup! Sedangkan semua pengawal dan pasukannya sudah mati! Aku kira mayat mereka sudah mati selama 2 hari, bagaimana mungkin Beast-Beast liar tidak memangsa Grifone dan satu pengikutnya." Lazarus berkata.
"Dilihat dari bekas luka yang ada pada semua mayat itu, aku mengetahui bahwa semua itu bukanlah bekas pedang atau senjata lainnya. Melainkan cakar dari Beast kucing besar seperti macan tutul, harimau atau singa." Hector berkata.
Icarus mengangguk. "Beast rank tinggi jenis kucing besar, tetapi belum dewasa dari ukuran bekas cakaran. Hanya Beast rank tinggi yang mempunyai kecerdasan seperti ras humanoid dan dia menggunakan Grifone dan yang lainnya sebagai umpan."
"Urs, kita akan lakukan sesuai rencana! Emerald, aku dan Urs akan pergi kesana. Icarus, Alastair dan Rainbow akan berada di bagian tengah, sedangkan Linwood, Ludger dan Bedros akan memperhatikan di bagian belakang. Kalian harus memberitahu kami saat Beast itu menyerang." Hector berkata.
"Hector, mengapa kita tidak pergi ke sana bersama?" Ludger bertanya.
"Beban Diamlah! Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa Beast yang kita lawan adalah ahli membunuh? Dia sekarang pasti sedang memperhatikan Grifone dari kejauhan! Ingatlah di alam liar seseorang yang terlalu percaya diri dengan kekuatan, akan mati konyol! Kecerobohan sekecil apapun akan mengakibatkan kematian!"
Alastair memberikan 2 Artefak Busur dan Panah Rank Epik kepada Ludger dan Bedros. "Kalian harus menembak ke arah Beast itu, saat Beast itu menyerang. Kalian bisa menembakan panah itu dengan tenang karena Linwood akan menjaga kalian."
"Baiklah," Ludger dan Bedros menjawab, mereka tidak mengetahui latihan apa yang telah Urs, Icarus, Hector dan Alastair lalui.
Lazarus melambaikan tangan sebagai tanda rencana di mulai. Dia, Hector dan Emerald pergi ke tempat Grifone dengan sangat waspada, sedangkan Alastair dan Icarus berada tidak jauh dari sana seraya menjaga jarak dari mereka.
Lazarus, Hector dan Emerald akhirnya sampai ke tempat Grifone dan satu bawahannya.
...****************...
Ludger dan Bedros melihat bayangan hitam berlari dengan cepat dari kejauhan menyatu dengan kegelapan malam.
"Berhati-hatilah, Urs dan Hector, Beast itu pergi ke arah kalian dari Utara!" Bedros dan Ludger menarik tali busurnya sehingga melengkung tajam dan membidik ke arah Beast itu.
"Groooaar!!"
Beast itu menerkam ke arah Lazarus karena instingnya mengatakan Lazarus adalah yang paling lemah.
"Swooosh!!" 2 anak panah melesat ke arah Beast itu, tetapi Beast itu dapat menghindari panah Bedros dan Ludger.
Alastair dan Icarus segera berlari ke tempat Lazarus seraya mengeluarkan aura ranah Epik dan menyerang Beast itu dengan tombaknya. Merasakan aura 2 orang ranah Epik Insting Beast itu merasakan bahaya dan ingin melarikan diri, tetapi Emerald menghadang jalan pelariannya.
"Groooar!!" Emerald mengaum.
"Siiiii.." Rainbow terbang ke arah Beast itu dan menembakan cairan racun pelumpuh.
"Hector, pergi bantu mereka dan jangan bunuh Beast itu! Aku sedikit tertarik dengan Beast itu."
"Baiklah," Hector tersenyum dan bergabung dalam pertarungan.
...****************...
"Apakah itu Ancient Golden Darkness Leopard? Namun kucing besar itu memiliki 2 tanduk melengkung di kepalanya dan tidak mempunyai pola emas." Icarus berkata.
"Ancient Black Horned Purple Eyed Darkness Lion! Beast yang sangat langka! Mereka terlahir menjadi pembunuh alami, dan sulit untuk ditemukan. Saat mereka menembus ranah Legendary Beast, mereka dapat menyaingi seorang Assasins Ranah Mythical." Hector berkata.
Ludger dan Bedros terkejut mendengar perkataan Hector. Mereka tidak mengetahui sejak kapan Hector berpikiran dingin dan cerdas seperti ini. Mereka penasaran obat apa yang sudah diberikan Urs kepada Hector.
"Swooosh!"
Bedros menembakan panahnya, kemudian panah itu mengenai paha Emerald.
"Grooooaaar!!"
Emerald mengaum kesakitan.
"Bajingan! Tetaplah fokus pada pertarungan dan tugas kalian! Apabila kalian melakukan kesalahan lagi, aku akan mengusir kalian!" Hector berteriak.
"Maafkan aku." Bedros menjawab.
Lazarus mencoba untuk mengobati Marquis Grifone dan Viscount Black Crow. Namun dia sudah menyadari bahwa tidak ada harapan untuk mengobati mereka.
"Bunuh aku!" Grifone berkata dengan suara lemas.
"Tuan, tolong akhiri penderitaan kami!" Beastman gagak itu berkata.
Lazarus menggeleng ringan. "Bukan aku yang berhak untuk mengambil nyawa kalian, tetapi Hector dan Ludger adalah orang yang berhak mengambil nyawa kalian."
"Roooar!!" Emerald mengaum sebagai tanda kemenangan, terlihat 1 panah tertancap di pahanya dan banyak bekas cakaran dan gigitan di tubuhnya.
Surai hijau Emerald berkibar karena tertiup angin. Dia menginjak tubuh Beast singa betina itu dengan dua cakarnya.
"Groooar!" Beast singa betina itu terus memberontak. Namun akar pohon tiba-tiba mengikat tubuh kucing betina itu.
"Kyaaat!" Linwood terbang ke arah Lazarus bersama Ludger dan Bedros.
...****************...
Mereka melihat Marquis Grifone Eagle Eye dan Baron Crown Black Crow yang sudah tidak berdaya berbaring menyandar di sebuah pohon.
Hector yang telah selesai bertarung pergi ke arah Marquis Grifone. Dia mengetahui bahwa Grifone sudah sekarat, bahkan Potion Rank Void juga tidak akan bisa menyelamatkan nyawanya.
"Ka-kaisar He-hector, Ma-maafkan aku!" Marquis Grifone berkata.
Hector melihat pengkhianat itu dengan pandangan iba dan kasihan. Bagaimanapun Grifone adalah teman masa kecilnya dan Leona.
"Urs, apakah kita bisa mengobati mereka?"
Lazarus menggeleng ringan. "Tidak... Hector kematian adalah belas kasihan yang paling baik untuk mereka. Sebagai Kaisar dan temannya kamu harus membebaskan mereka dari rasa sakit dan penderitaan."
Hector mengeluarkan sebuah Artefak Dagger, kemudian menusuk leher Marquis Grifone dan Baron Crown. Namun dia masih sedih karena harus membunuh temannya.
"Bajingan! Singa tua, kamu tidak boleh sedih! Apakah kamu tidak melihat senyum di wajah Grifone? Dia sudah senang karena kamu sudah memaafkannya." Lazarus berkata, kemudian bangkit.
"Holy Fire!"
Api berwarna kuning keemasan membakar mayat Grifone, Crown dan mayat para pengikutnya.
"Holy Fire! Kamu harus mempunyai Afinitas elemen api Rank S dan element cahaya Rank S untuk menggunakan Skill itu!" Bedros berteriak.
Lazarus melangkah ke arah Beast singa betina itu.
"Hahaha. Aku mendapatkan harta Karun di hutan ini." Lazarus tertawa terbahak-bahak.
...****************...
Bedros mendekat ke arah Emerald.
"Tuan Emerald, maafkan aku karena telah salah menembakan panah." Bedros mencabut panah di paha Emerald.
Emerald melihat ke arah Bedros, kemudian menempelkan Feather-eating caterpillar ke rambut Bedros.
"Lord Lion, mengapa kamu menempelkan urat ini ke rambutku!"
"Bajingan! Apabila panah itu mengenai lubang bokongku aku akan sembelit untuk beberapa saat! Bukankah kamu harus mendapat hukuman?"
"Tidak! Ulat ini akan memakan rambutku! Biasanya ulat ini menempel di Beast yang berbulu, tolong maafkan aku."
"Baiklah!" Emerald melepaskan Feather Eating Caterpillar, kemudian menyuruh Bedros pergi.
"Emerald, kamu sangat kelewatan! Beast beruang itu mengalami sesuatu yang lebih buruk dari kebotakan." Linwood berkata.
"Hahaha. Bajingan itu tidak mempunyai rambut depan dan terlihat sangat jelek!! Pasti Master akan membotaki rambutnya." Emerald tertawa.
Bedros pergi ke arah kelompok Lazarus.
"Apaa yang terjadi pada rambutmu!" Lazarus dan yang lainnya berteriak.
Bedros segera mengeluarkan cermin, kemudian bercermin. "Ahhhhhhhkk, Rambut indahku!!'