
Iris mengganti pakaian dan melepaskan Artefak penyamarannya. Dengan, wajah serius Iris berkata pada Urs.
"Urs, apakah kamu sudah diberitahu di mana tempat pertemuan?"
"Duke Adrian Leandro mengatakan dia akan menyewa Restauran Black Pearl, untuk melakukan pertemuan. Dia juga mengharapkan kedatangan Duke Alastair untuk membicarakan masalah ini."
"Masalah, tentang telur Legendary Beast yang masih hidup adalah masalah yang besar. Adrian pasti sangat khawatir." Alyssa berkata.
Seekor Legendary Beast setara dengan seseorang ranah Legendary. Ketika dewasa, mereka dapat menghancurkan sebuah kota dengan mudah butuh tiga orang Mage, dan Warrior ranah Legendary untuk mengalahkan satu Legendary Beast tanpa terluka parah.
Iris, Lazarus dan Alyssa menghampiri Amarilis dan Blossom.
"Kakek, apakah kita akan bermain lagi?" Blossom bertanya.
"Blossom, kakek, mempunyai sebuah urusan kamu harus menjadi seorang gadis yang baik." Lazarus mengusap kepala Blossom.
"Baiklah... Blossom akan menjadi gadis yang baik." Blossom tersenyum.
Lazarus dan yang lainnya pergi ke Penginapan Keluarga Bangsawan Regulus, untuk mencari Duke Alastair Regulus.
Lazarus akhirnya sampai di sebuah kastil megah berwarna biru laut. Saat Lazarus memasuki gerbang penginapan, dia di sambut oleh taman yang luas ditumbuhi berbagai macam jenis bunga yang indah.
"Saint Iris, Nyonya dan tuan selamat datang." Seorang pelayan perempuan menyambut kedatangan mereka semua.
"Diana... Apakah ayah dan ibu sudah pulang?" Blossom memeluk pelayan wanita itu.
"Nona Blossom.. Ka-kamu bisa berbicara!" Diana terkejut sehingga mulutnya membentuk huruf O.
"Maafkan Blossom, karena selalu membuat Diana khawatir." Blossom tersenyum.
Diana, mempunyai wajah yang cantik, iris mata berwarna biru dan rambut berwarna pirang panjang bergelombang. Juga yang paling mencolok adalah bentuk payudara yang sangat indah.
Diana terlalu cantik untuk menjadi seorang pelayan, tapi Lazarus mengetahui bahwa dibalik semua itu Diana adalah seorang penyihir elemental api ranah Epik.
Diana adalah putri kedua dari Keluarga Bangsawan Duke Garcia Kekaisaran Avalon. Lazarus dulu menyelamatkan Diana dari rencana pembunuhan. Sejak saat itu Diana menjadi teman perjalanan Lazarus. Setelah Lazarus mati, Diana menjadi seorang pelayan Bangsawan Regulus untuk membayar budi pada Lazarus.
"Diana, Perkenalkan ini Kakek Urs.." Blossom menarik gaun pelayan Diana, kemudian pergi ke arah Lazarus.
Diana memperhatikan pria berarmor hitam di depannya. Setelah diperhatikan wajah pria itu mirip dengan Lazarus. Namun, pria itu mempunyai Iris mata berwarna ungu dan bekas luka panjang di pipi kanannya.
"Tuan, perkenalkan nama saya Diana." Diana sedikit membungkuk dengan rona merah di wajahnya.
'Apa yang aku pikirkan? Lazarus sudah mati.' batin Diana.
"Perkenalkan nama saya Urs. Senang bertemu dengan wanita cantik seperti Nona Diana." Lazarus tersenyum seraya sedikit membungkuk.
"Fufufu.. Tuan Urs mempunyai mulut yang sangat manis." Diana terkekeh kecil.
Alyssa segera memegang tangan kanan Urs, dia Iri melihat sikap Urs pada Diana. Tentu saja meskipun Alyssa sangat percaya diri pada kecantikannya, Diana mempunyai sesuatu yang membuat Iri semua wanita.
"Diana, apakah kamu mengetahui di mana Alastair?" Alyssa bertanya.
"Nyonya Alyssa, Duke Alastair sedang minum teh bersama Nyonya Cassandra, di pondok kecil di tengah taman." Diana menjawab.
"Terima kasih.. dan Diana bisakah kamu tidak memanggilku Nyonya? Kita sudah berteman selama 34 tahun."
"Fufufu, Baiklah Alyssa." Diana terkekeh kecil.
Diana membimbing semua orang pergi ke tempat Duke Alastair. Mereka, akhirnya sampai di pondok kecil indah yang berada di tengah taman bunga.
"Ayah." Blossom berlari ke arah Duke Alastair.
"Putri kecilku!" Duke Alastair segera mengendong Blossom.
Duke Alastair memperhatikan sikap Urs dan semua orang yang terlihat sangat tegang. Mengetahui ada sesuatu yang janggal, Duke Alastair bertanya,"Ibunda apa yang telah terjadi?"
Amarilis segera membisikan sesuatu ke telinga Alastair. Perlahan ekspresi Duke Alastair berubah kemudian dia melirik ke arah Lazarus.
"Urs, aku akan membantumu! Masalah ini bukan hanya menyangkut kamu,tetapi masalah ini juga menyangkut masa depan, Kekaisaran Lion Heart." Duke Alastair berkata.
"Terima kasih, Tuan Alastair." Lazarus berterima kasih pada Duke Alastair.
"Cassandra, aku akan pulang saat makan malam. Kamu tetap di sini dan menjaga Blossom."
"Baiklah, suamiku aku akan menjaga Blossom." Cassandra tersenyum.
"Blossom, ingin ikut!" Blossom berteriak.
"Blossom, bukankah kamu akan menjadi gadis yang baik? Kakek akan pergi sebentar setelah pulang kakek akan memberikan kamu hadiah." Lazarus berkata.
Mendengar kata "hadiah" mata Blossom berbinar dan berkata,"Kakek Blossom akan menjadi gadis yang baik!" Blossom tersenyum.
Setelah berpamitan kepada Nyonya Cassandra, Diana dan Blossom. Lazarus dan yang lainnya, pergi ke restoran Black Pearl untuk bernegosiasi dengan Duke Adrian Leandro.
"Ibunda, apakah kamu sudah menghapus ingatan Blossom?" Alastair bertanya.
"Aku, telah menghapus ingatan Blossom." Iris menjawab.
Saat Iris memeluk Blossom, Iris menggunakan sihir Good Dream Rank C pada Blossom.
Duke Alastair mengetahui bila berita ini menyebar, akan terjadi keributan yang sangat besar. Urs, akan di incar oleh banyak orang jahat yang ingin mendapatkan telur Legendary Beast.
Lazarus dan yang lainnya sampai di restauran Black Pearl.
Restauran Black Pearl adalah restauran milik Nyonya Claire. Mereka, menyediakan berbagai jenis makanan laut.
"Yang Mulia Duke Alastair, Nyonya dan Duke Leandro telah menunggu." Seorang penjaga pria Beastman serigala membungkuk.
Pria Beastman itu membimbing semua orang ke ruangan pertemuan, di sana Duke Adrian Leandro, Marquis Edgar Allan, dan Nyonya Claire sudah menunggu. Lazarus dan yang lainnya duduk di meja yang dipersiapkan.
"Tuan Urs, kita bertemu lagi... Terima kasih atas semua bantuanmu aku sangat terbantu." Marquis Edgar tersenyum.
"Tidak, Yang mulia, aku hanya memberi sedikit bantuan." Lazarus tersenyum.
"Urs, apakah hal ini ada hubungannya, dengan surat yang kamu kirimkan pada Marquis Edgar?" Alyssa bertanya.
"Ini semua hanya sebuah masalah kecil." Lazarus menjawab.
"Tidak!! Kamu sudah menyelesaikan masalah yang sangat besar! Urs, kamu bukan hanya membantu wilayah Allan tetapi semua
wilayah timur, Kekaisaran Lion Heart. Sebagai Duke wilayah Timur Leandro, aku sangat berterima kasih." Duke Leandro sedikit membungkuk.
"Edgar, apa yang sudah Urs lakukan?" Iris bertanya.
"Urs, sudah mengirimkan surat mengenai Baron Smith, di dalam surat itu dia menceritakan semua yang terjadi waktu di Kasino. Urs, mengatakan kemungkinan besar Baron Smith telah melakukan korupsi dan menyalah gunakan kekuasaannya. Tapi, kemungkinan ada banyak bangsawan lain yang ikut terlibat, jadi Urs, meminta aku untuk menyelidikinya sekarang! Karena putra pertama Baron Smith menyinggung Keluarga Duke Regulus, pasti Baron Smith akan meminta pendapat dari Bangsawan lain yang mempunyai faksi yang sama." Marquis Edgar Allan menjelaskan.
"Akhirnya kita dapat menangkap semua Bangsawan yang terlibat, Baron Smith dan Faksinya menaikan pajak sangat tinggi, menjual obat-obatan terlarang, penjualan budak tanpa Izin, dan menambang mana stone secara ilegal." Duke Leandro melanjutkan.
"Urs, kamu sangat licik! Kamu menjadikan anak Baron Kane Smith dan Duke Regulus sebagai umpan.. Untuk menangkap ikan besar." Claire tersenyum.
Semua orang menatap ke arah Lazarus, mereka tidak mengetahui ada cara semudah itu, untuk menyelesaikan permasalahan di wilayah Allan selama bertahun-tahun.
"Yang mulia, dosa mereka bukan hanya itu, mereka juga yang menabur perselisihan di belakang layar juga pembunuhan?" Lazarus bertanya dengan mata serius.
"Urs, apa maksudmu?" Marquis Edgar Allan bertanya.
"Saat aku makan di restauran, aku mendengar orang-orang membicarakan tentang tuan Alvin Smith, yang selalu membeli budak wanita, tetapi setelah di beli oleh Alvin semua budak wanita itu hilang tanpa kabar. Apakah kalian tahu apa yang aku maksud?" Lazarus berujar.
"Bajingan!" Duke Alastair berteriak.
Mereka sekarang sadar, Budak wanita yang menghilang tanpa kabar pasti sudah dipermainkan sampai mati, oleh pria itu. Untuk menghilangkan buktinya mereka membunuhnya, membuangnya dan mengubur atau membakarnya di suatu tempat.
"Awalnya aku mengira itu semua adalah rumor, tetapi saat aku melihat sifat Alvin dengan mataku sendiri aku semakin yakin. Bukan hanya itu, saat aku berbicara dengan seorang pengemis, dia mengatakan dahulu adalah seorang pelayan di kediaman seorang Baron, tetapi Baron yang dia layani meninggal saat perang saudara. Apakah kalian mengenal Baron itu?" Lazarus menatap Marquis Edgar dengan serius.
Marquis Edgar berpikir sejenak sesaat kemudian ekspresinya tiba-tiba berubah. "Baron Mark Carter! Wilayah kekuasaan Baron Smith berbatasan dengan Baron Mark Carter dan Viscount Hall, akan tetapi 2 tahun yang lalu adik Baron Mark Carter, Clark Carter melakukan kudeta dan merebut kekuasaan Baron Mark Carter!"
"Semua itu berhubungan! Meskipun, dalam perang saudara menurut peraturan Kekaisaran Lion Heart "Bangsawan lain tidak boleh ikut campur." Tetapi, perang saudara membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Darimana Clark mendapatkannya?" Lazarus bertanya.
"Menurut Informasi yang aku dapat, Clark hanyalah seorang penjudi dan tidak mempunyai kekayaan apapun. Clark juga hanyalah seorang Swordman ranah Elite berbeda dengan Mark yang merupakan Swordman ranah Grand Master, aku juga mendapat informasi bahwa Baron Kane Smith selalu terlibat perselisihan dengan Baron Mark Carter." Marquis Edgar Allan melirik ke arah Lazarus.
"Semua ini bertujuan untuk menguasai wilayah Timur Kekaisaran Lion Heart, sedikit demi sedikit, di mulai dari wilayah Allan.. Para Bangsawan itu, membunuh orang-orang yang menghalangi jalan mereka, seraya membangun kekuatan mereka. Tapi, hal ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi di belakang layar."
Boom!
Marquis Edgar tidak dapat mengontrol amarahnya. Dia menggenggam meja sampai hancur saat mendengar penjelasan Lazarus.
"Maafkan aku!" Marquis Edgar meminta maaf.
Meskipun, Marquis Edgar dan Duke Adrian bukan orang yang bodoh, akan tetapi mereka tidak bisa mengawasi semua wilayahnya secara bersamaan.
"Masalah ini seperti sebuah wabah, yang apabila tidak diatasi secepatnya bukan hanya Wilayah Allan yang akan terkena dampak, tapi Wilayah Leandro Bahkan, Kekaisaran Lion Heart akan terkena dampak." Lazarus berkata.
Lazarus mengetahui di balik para Bangsawan ini pasti ada seseorang Bangsawan Rank tinggi yang mengatur ini semua.
"Urs, apakah kamu tertarik menjadi seorang penasihat?" Duke Adrian Leandro memberi tawaran.
'Urs, meskipun, aku sudah 300 tahun menjadi seorang Duke, aku tidak dapat berpikir secerdas kamu.' batin Duke Adrian.
"Maafkan saya yang mulia.. Saya masih mempunyai banyak urusan yang belum diselesaikan." Lazarus menolak tawaran Duke Adrian.
"Baiklah.. Apabila itu sudah menjadi keputusanmu, datanglah ke Wilayah Leandro kamu akan di sambut sebagai seorang tamu kehormatan." Duke Adrian l memberikan sebuah lencana lambang Keluarga Bangsawan Leandro kepada Lazarus.
Lazarus merasakan Dejavu kemudian berterima kasih pada Duke Leandro. "Terima kasih Yang Mulia." Lazarus tersenyum.
"Panggil saja aku tuan/ayah , kebetulan aku mempunyai putri yang mempunyai usia yang hampir sama denganmu." Duke Adrian tersenyum.
Alastair menatap kearah Duke Adrian dan Marquis Edgar. Darah memang lebih kental dari air. Mereka berdua, mempunyai sifat yang sama.
'Butuh waktu 12 tahun lagi untuk Blossom menjadi dewasa.. Tunggu! Aku melupakan seseorang.'
Duke Alastair melirik ke arah Amarilis yang sedang terpesona oleh penjelasan Urs.
'Adikku adalah wanita yang cantik. Meskipun, dia sudah berusia 31 tahun tapi usianya sama dengan Charlotte. Bagi seseorang ranah Epik Amarilis, tidak akan bertambah tua meskipun sudah berumur 70 tahun.'
Mata Duke Alastair berbinar melihat ke arah Amarilis.
'Mengapa tiba-tiba suhu di ruangan ini menjadi dingin.' batin Amarilis.