
Altair dan Lazarus bergerak dengan sangat cepat seraya mengayunkan Artefak senjata mereka masing-masing. Aura es dan aura api saling bertabrakan. Skill sabit, Skill berpedang dan Skill sihir saling berbenturan menciptakan pemandangan yang indah, tetapi menakutkan.
"Ice Clone! Ice Dragon Schyte Art Slaughter Ice Dragon!"
Lazarus menciptakan 3 bayangan es yang menyerupai dirinya seraya membawa sabit besar yang terbuat dari es. Lazarus dan 3 bayangan kemudian menggunakan Skill yang sama. Altair di serang oleh badai es seperti cakar naga di semua sisi tubuhnya.
"Thunder Body! Fire Steps! Lightning Barrier!"
Tubuh Altair dilapisi oleh petir berwarna putih, kemudian sebuah Barrier petir melindungi tubuhnya. Altair berlari dengan cepat ke arah Lazarus seraya memandangnya dengan cepat.
"Bang! Bang! Bang!"
Senjata mereka saling beradu, tetapi Altair tidak diuntungkan dalam pertarungan ini. Menggunakan 2 jenis aura dan mana sangat melelahkan dan Lazarus seolah-olah bisa menebak semua serangan Altair dan apa yang akan dilakukan selanjutnya oleh Altair.
"Ice Chain!"
Lazarus melompat, kemudian di sekitar Altair muncul rantai yang terbuat dari es mengikat tubuh Altair. Lazarus, kemudian dengan keras menendang kepala Altair dengan kakinya. Altair terlempar dan berguling-guling hingga akhirnya menabrak dan menghancurkan sebuah pohon.
"Ice Needle Rain!"
Di atas Altair muncul sebuah lingkaran sihir besar dan dari lingkaran sihir itu muncul ratusan ribu duri es sepanjang 15 Cm.
"Imperial Sword Art Gaya terakhir Tyrant!"
Altair mengayunkan Claymore miliknya, sebuah aura api berbentuk tebasan raksasa menghancurkan Skill Ice Needle Rain Lazarus.
Altair bangkit, terlihat tubuhnya sudah terluka parah akibat serangan Lazarus. Sedangkan Lazarus hanya mendapatkan sedikit luka ringan.
"Lazarus, kamu kalah!" Altair berseru.
Pertarungan sudah berlangsung selama satu jam. Altair mengetahui bahwa Skill Unique Lazarus hanya bertahan selama satu jam. Perlahan aura Rank Legendary Lazarus menurun menjadi aura rank Epik.
"Hahaha. Altair, apakah kamu berpikir aku akan kalah hanya oleh seorang lemah sepertimu." Lazarus tertawa terbahak-bahak seraya menyimpan Regalia ke Cincin Draupnir, kemudian mengeluarkan Artefak benang, Long Sword, Tombak, Great Sword dan yang paling mencolok adalah rantai biasa sepanjang 15 meter dan rantai 5 meter dengan bilah berbentuk pedang.
Semua orang terkejut melihat itu semua yang mereka mengetahui Lazarus hanya mempunyai 2 Job Swordman dan Beast Master. Namun dia mengeluarkan banyak sekali Artefak senjata seolah-olah dia mempunyai Job yang dapat menggunakan banyak senjata seperti Siegfried.
Lazarus berlari ke arah Altair, tetapi Altair sudah siap untuk menahan serangan Lazarus. Dia tidak boleh kehilangan fokus atau dia akan mendapatkan serangan yang fatal.
Lazarus melemparkan 10 pisau lempar ke arah Altair, tetapi Altair dapat menghindari semuanya. Altair sudah kehilangan banyak mana dan akan menghemat mananya untuk pertarungan panjang. Lazarus melompat, kemudian melemparkan 10 pisau lempar lagi ke arah Altair, tetapi Altair dapat menahannya dengan pedangnya. Pisau itu menancap di pohon, batu dan tanah.
Lazarus, kemudian menyerang ke arah Altair dengan Artefak tombak White Dragon dan melemparkan 5 pisau lempar yang terhubung dengan benang baja ke segara arah. Altair melompat ke atas, tetapi Lazarus segera mengayunkan rantai dengan bilah ke arah Altair.
"Lightning Sword Art gaya pertama Lightning!" Altair segera menggunakan Skill berpedangnya, tetapi aura mana Altair di serap oleh 10 Artefak pisau lempar Lazarus yang menancap di pohon dan tanah.
"Tunggu! Bajingan itu sedang mempermainkan ku! Artefak pisau lempar itu adalah isolator listrik dan petir!" batin Altair.
Lazarus segera melemparkan 10 pisau lempar yang terhubung dengan benang baja, kemudian menyalip tubuh Altair hidup-hidup. Altair seperti seekor serangga yang terperangkap dalam sarang laba-laba.
Lazarus berlari dan mengambil pisau lempar tidak mempunyai benang yang tertancap di tanah, dan batang pohon. Dia kemudian mengambil pisau lempar itu dan melemparkannya berulang-ulang ke arah Altair. Namun Lazarus tidak mengincar titik vital Altair melainkan titik yang tidak tertutupi oleh Artefak armor rank Epik yang sudah hancur akibat duel.
Altair memperkuat auranya, kemudian benang baja yang memperangkapnya meleleh. Apabila Lazarus menyerangnya menggunakan Artefak rank Epik atau Legendary dia bisa saja kalah dan terluka parah. Namun Lazarus hanya menyerangnya menggunakan Artefak rank elite seolah-olah Lazarus sedang bermain-main dengannya.
"Lazarus, apakah aku tidak layak menjadi lawanmu!" Altair berteriak.
Lazarus tidak menjawabnya, kemudian dia membawa sebuah Artefak Dagger White Dragon dan dengan cepat menyerang ke arah Altair.
Altair sudah siap dan menebas Lazarus dengan Artefak Claymore miliknya, tetapi dia hanya menebas Clone bayangan Lazarus.
"Blush!"
Lazarus menusuk pinggang Altair dari belakang, kemudian menghilang di bayangan pepohonan. Element kegelapan yang dia dapatkan dari membuat kontrak dengan Darkness sangat membantu Lazarus.
Altair mencoba untuk lebih fokus dan merasakan Lazarus dari sekitarnya. Dia, kemudian mendengar suara dari belakangnya dan menebaskan Claymore Golden Lion ke arah asal suara.
Pohon yang berada di belakang Altair terbelah menjadi dua akibat tebasan auranya. Namun Lazarus tidak berada di sana.
Sebuah rantai mengikat tubuh Altair dari belakangnya, Altair melapisi tubuhnya menggunakan aura api, tetapi sebelum rantai itu meleleh Lazarus melempar Altair dengan keras ke arah batu besar hingga hancur.
Altair memuntahkan seteguk darah segar kemudian bangkit kembali.
"Fire Domain!" Altair menggunakan Skill domainnya untuk membakar wilayah hutan. Dia mengetahui Lazarus menggunakan hutan ini untuk bersembunyi.
Hutan White Tiger terbakar, tetapi Lazarus belum keluar dari tempat persembunyiannya. Altair terus berwaspada menggunakan semua indranya untuk mendeteksi keberadaan Lazarus.
"White Fire Lotus!"
Lazarus berteriak seraya menggunakan Skill miliknya. Sebuah bunga lotus berukuran 15 meter yang terbuat dari api putih menyerang ke arah Altair.
"Fire Shield!'
Lazarus keluar dari dalam tirai api dengan tubuh yang di lapisi oleh api berwarna putih. Altair terkejut karena Lazarus sekarang tidak lagi bersembunyi dan menyerang diam-diam.
"Hahaha. Altair, kamu tidak boleh meremehkan Skill yang terlihat lemah dan hanya menggunakan Skill sihir rank D untuk menahan Skillnya. Meskipun lotus itu terlihat kecil, tetapi serangan itu setara Skill Rank B." Lazarus tertawa.
"Aku akan selalu mengingatnya." Altair berkata seraya mencabut pisau yang tertancap di pahanya, kemudian melakukan kuda-kuda pertempuran.
Lazarus berlari ke arah Altair seraya menggenggam Dagger White Dragon.
"Darkness Slaughter Dagger Art!"
Lazarus dengan cepat dan lincah menyerang ke arah Altair karena kecepatan Lazarus Altair tidak dapat menebak arah serangan Lazarus dan terkena banyak luka sayatan Dagger Lazarus.
"Skill apa ini aku baru pernah melihatnya!" batin Altair semakin bingung karena Lazarus menggunakan banyak Skill dari Job Assasin dan Schyte Master.
"Bajingan! Kamu tidak boleh terkejut di dalam pertarungan atau kamu akan kehilangan nyawamu." Lazarus berkata, kemudian melemparkan sebuah pisau lempar ke wajah Altair.
Altair segera menahannya dengan Claymore Golden Lion. Namun Lazarus segera menjerat Claymore Golden Lion dengan sebuah rantai berbilah pedang.
"Aku tidak akan terkena trik yang sama dua kali!" Altair berkata seraya menggenggam erat Claymore Golden Lion itu dengan sangat erat.
"Bodoh, Golden Lightning!" Lazarus tersenyum, kemudian Skill Golden Lightning yang dia dapatkan saat membuat kontrak dengan Golden Fang.
Tubuh Altair tersengat aliran petir. Meskipun dia mempunyai Skill kekebalan petir, tetapi karena energi mananya yang hampir habis dia merasakan tubuhnya lumpuh.
Altair dengan kekuatannya melempar tubuh Lazarus dengan mengayunkan Claymore Golden Lion yang terikat oleh rantai milik Lazarus.
"Altair, apabila kamu melakukan hal seperti ini saat melawan seorang Assasins kamu akan mati! Light Spear!" Lazarus yang berada di atas Altair menciptakan sebuah tombak yang terbuat dari cahaya menyerang ke arah Altair.
"Shield!"
Altair berteriak, kemudian Artefak gelang yang dipakai Altair bersinar kehijauan dan menciptakan sebuah Barrier cahaya.
"Artefak pertahanan sekali pakai?" batin Lazarus.
Lazarus melepaskan lantai yang terikat di Claymore Golden Lion Altair, kemudian mendarat dengan aman di dahan pohon yang tidak jauh dari sana.
Altair terengah-engah. Lazarus yang berada di hadapannya sangat pintar. Dia merasakan Lazarus tidak bersungguh-sungguh melawannya, tetapi sedang melatihnya dan memberitahu kekurangannya. Apabila Lazarus bersungguh-sungguh dan berubah menjadi Nine Headed Golden Dragon dari awal dia pasti sudah mati saat ini.
Lazarus saat ini berbeda dengan Lazarus saat melawan Permaisuri Lilith Nightmare. Meskipun saat melawan Lilith Lazarus sangat kuat dan terampil menggunakan Skillnya, Carissa, Ray dan Iris, tetapi sekarang dia tidak menggunakan Skill mereka.
Lazarus mengeluarkan Artefak busur berwarna putih kebiruan dan anak panah. Dia kemudian mengarahkan anak panah itu ke arah Barrier Altair seraya melapisinya dengan aura es.
"Swoosh"
Lazarus menembakan salah satu anak panah ke arah Barrier, tetapi anak panah itu tidak dapat menembus Barrier Altair. Lazarus kemudian menembakan 10 anak panah lagi tepat mengenai titik yang sama sampai Barrier Altair hancur.
"Swoosh"
Lazarus menembakan 3 anak panah sekaligus ke arah Altair. Namun Altair bisa memotong 2 anak panah yang melesat ke arahnya.
Ketika Altair ingin memotong salah satu anak panah lagi. Tiba-tiba anak panah itu sedikit berubah arah dan menggores pipi Altair.
"Altair, seorang Archer rank tinggi dapat mengatur arah anak panahnya karena mereka sudah berteman dengan hembusan angin. Apabila kamu menghadapi seorang pemanah ranah Legendary dan sedikit lengah kamu bisa langsung terbunuh." Lazarus berkata seraya menembakkan 3 anak panah terakhir ke arah Altair.
Altair menahan salah satu anak panah dengan Claymore Golden Lion, kemudian menghindari salah satu anak panah.
Altair kemudian melompat ke arah kanan untuk menghindari anak panah terakhir. Namun tiba-tiba anak panah Lazarus berbelok dan mengenai bahu Altair.
"Jangan lengah bajingan! Kamu akan mati apabila mengira aku sudah kehabisan anak panah!" Lazarus berteriak.
Lazarus menciptakan sebuah anak panah dari es, kemudian memanah semua organ vital Altair. Namun sekarang Altair dapat merasakan dan menghindari panah Lazarus karena sudah merasakan irama dan pola panah Lazarus.
"Bodoh!" Lazarus melesatkan anak panah.
Altair segera menghindarinya karena sudah menebak arah serangan Lazarus. Akan tetapi, saat Altair menghindar tiba-tiba panah itu bergerak tidak sesuai dengan irama dan pola, kemudian menancap ke paha, bahu kanan dan tangan kiri Altair.
"Jangan berpikir bahwa setiap Archer akan melesatkan panah sesuai irama. Mereka berbeda dengan seorang Swordman yang setiap gerakannya sesuai dengan pola/Irama." Lazarus berkata dan menyimpan Artefak Busur White Dragon ke Cincin Draupnir.
Lazarus melompat dari atas pohon, kemudian menggenggam erat Artefak Tombak White Dragon.
"Altair, kamu juga mempunyai Job Spearman! Bertarung lah menggunakan tombak! Kamu dan aku sudah mengulur waktu untuk mengumpulkan energi mana sekarang saatnya pertarungan sebenarnya." Lazarus berkata seraya melirik wajah Altair dengan tajam.
Altair mengeluarkan tombak berwarna emas dari Artefak penyimpanan miliknya, kemudian menerima tantangan Lazarus.
"Altair, apakah kamu mengetahui kamu sekarang sedang menghadapi lima orang dan kurang dari 5% kemampuan mereka, aku bahkan ribuan atau puluhan ribu kali mati dan belum pernah menang," batin Lazarus.