
Sebuah bangunan luas dengan taman, hutan, sungai dan padang rumput buatan tempat penelitian Beast di Benua Selatan Moonlight. Semua orang menyebut tempat ini adalah Kastil Golden Beast karena semua Beast perang di Benua Selatan Moonlight di kembang biakkan dan dipelihara di sini.
Daryan memasuki ruang penelitian bersama yang lainnya. Lazarus melihat banyak sekali jenis dan spesies Beast eksperimen di beberapa kandang. Seekor Epik Beast Earth Moa dengan tinggi 5 meter terlihat sangat menakutkan. Mereka adalah predator puncak di alam liar dan Beast jenis burung yang tidak bisa terbang, tetapi digantikan oleh kaki yang panjang dan kuat, leher panjang dan paruh tajam yang dapat memotong besi dengan mudah.
"Daryan darimana kamu mendapatkan semua Beast ini?" Lazarus bertanya.
"Aku mendapatkannya dari beberapa wilayah di 4 Benua. Namun mereka kebanyakan bukan Beast generasi pertama, melainkan generasi ketiga sampai ke 99. Kamu tahu aku sudah meneliti Beast selama 6000 tahun." Daryan menjawab.
200 pengikut Daryan berlutut dengan ekspresi yang serius, mereka sudah lama mengikuti Daryan dan mempunyai ketertarikan terhadap Beast. Namun baru kali ini mereka berhasil mengevolusikan seekor Grand Demon Beast Iron Gorilla menjadi Epik Beast Black Iron Gorilla.
"Apa yang terjadi?" Daryan bertanya.
"Tuan, kami sudah berhasil mengevolusikan Grand Demon Beast Iron Gorilla menjadi Black Iron Gorilla." Seorang Demon wanita dengan tanduk melengkung berwarna hitam, rambut merah dan mata merah berkata.
"Bagaimana dengan Epik Beast Golden Horse dan Demon Beast Dire Wolf?" Daryan bertanya.
"Maafkan kami karena kami gagal, apakah kita harus membunuh kedua Beast itu untuk mengakhiri penderitaan mereka?" Seorang pria Demon bertanya.
"Daryan, kebetulan aku mempunyai pengalaman tentang evolusi Beast bisakah aku melihatnya?" Lazarus bertanya.
"Baiklah, ikut denganku." Daryan menjawab.
...****************...
Lazarus melihat seekor Epik Beast Gorilla dengan tinggi 5 meter berbadan kekar dengan lapisan baja di sekitar tubuhnya. Di kandang yang lain seekor Beast kuda dengan bulu dan surai berwarna emas dan seekor Beast serigala dengan panjang 5 meter sedikit lebih besar dari Sirius berbaring kesakitan.
"Auuuuu." Blade melolong saat melihat Dire Wolf itu. "Black Claw!"
"Blade, apakah kamu mengenalnya?" Lazarus bertanya.
"Master, Black Claw adalah sahabatku!" Blade berkata seraya mencakar kaca kandang Black Claw.
Lazarus melihat kedua Beast itu menggunakan Skill Eye Of Divine Beast Master. Dia menemukan bahwa Beast Golden Horse itu mempunyai darah seekor Legendary Beast Light Pegasus dan Dire Wolf itu mempunyai garis darah seekor Five Element Wolf.
"Apakah kamu ingin mengevolusikan mereka sesuai dengan garis darah?" Lazarus bertanya.
"Aku ingin mengevolusikan mereka berdasarkan garis darah. Aku hanya mempunyai persentase keberhasilan 1,8% dari 3000 eksperimen." Daryan menjawab.
"Apa! Dari 3000 eksperimen kamu hanya berhasil 54 kali? Tunggu, bukankah kamu seharusnya berhasil sebanyak 25%?" Lazarus bertanya.
"Urs, aku sudah yakin kedua Beast ini mempunyai garis darah Beast rank tinggi. Namun aku tidak mengetahui garis darah Beast rank tinggi apa yang mengalir di tubuh mereka. Berbeda dengan Iron Gorilla yang berevolusi menjadi Black Iron Gorilla karena diberi makan makanan berunsur logam hitam. Evolusi menurut garis darah sangatlah sulit. Namun jika aku mengetahui garis darah Beast rank tinggi yang mengalir di tubuh mereka, mungkin aku bisa mengevolusikan mereka." Daryan menjawab.
"Master, tolong selamatkan sahabatku Black Claw." Blade berkata.
"Daryan, bisakah aku melanjutkan eksperimen mu?" Lazarus bertanya.
"Hahaha. Apakah kamu mengira eksperimen evolusi adalah sebuah permainan?" Seorang pria Demon berambut coklat pendek, mata hijau tertawa.
Daryan menatap dingin ke arah pria Demon itu, kemudian mengeluarkan sebuah pisau kecil dan memotong tangan kanan Demon itu.
"Ahhhkk. Tuan maafkan kekasaranku!!" Demon itu berteriak.
Semua orang yang berada di sana tersenyum puas karena Alfred adalah seorang Demon penjilat yang selalu menyalahkan semua kesalahan kepada mereka. Meskipun Alfred adalah seseorang yang sudah lama menjadi pengikut Demon Emperor Daryan, tetapi mereka semua tidak menyukai Alfred.
Lazarus melebarkan matanya melihat semua itu. Dia hampir lupa bahwa di sini adalah Benua Selatan Moonlight tempat tinggal para Demon dan Dark Beastman. Berbeda dengan Benua manusia, di sini kekuatan adalah segalanya.
"Bawa Alfred keluar dari tempat ini, kalian berhak melakukan apapun kepadanya. Aku tidak ingin melihat Alfred berada di depan mataku lagi." Daryan berkata.
"Tidak!!" Alfred berteriak, tetapi lebih dari 20 Demon dan Dark Beastman menyeret Alfred dari ruangan itu dengan aura membunuh yang pekat.
"Hahaha. Aku hampir melupakan bahwa kamu adalah seorang Demon." Lazarus tertawa.
"Urs, kuda." Arion menunjuk ke arah Beast Golden Horse.
"Arion, apakah kamu menyukai kuda itu?" Lazarus bertanya.
Arion mengangguk.
Lazarus memasuki kandang itu, kemudian menatap ke arah kuda itu. "Daryan, aku yakin kuda ini mempunyai garis darah Legendary Beast Light Pegasus. Kamu memakai herbal, Inti Beast dan daging Beast element kayu dan air karena mengira dia mempunya garis darah Legendary Beast Unicorn normal."
"Tunggu, apakah kamu mengetahui garis darahnya?" Daryan bertanya.
"Bodoh, kamu tinggal meneliti darah dan cairan tubuhnya, kemudian meneteskannya ke element Pearl. Meskipun Golden Horse mempunyai atribut element logam, tetapi dia pasti mempunyai sedikit afinitas atribut element cahaya dari garis darahnya." Lazarus menjawab.
"Benar!! Sangat masuk akal, tetapi Element Pearl hanya bisa digunakan untuk mengecek Afinitas ras humanoid." Daryan berkata.
"Kamu tinggal menyuruh Root dan para Rune Master untuk mengubah Rune nya. Kamu tahu mengubah Rune pengecek Afinitas Element ras humanoid ke pengecek Afinitas Element Beast sangat mudah. Bahkan bagi seorang Black Smith dan Rune Master rank Master." Lazarus berkata.
"Tunggu! Apakah kita tinggal mengubah satu huruf Rune? Bukankah itu suatu hal yang sangat mudah, bahkan aku bisa mengubahnya." Langdon tersenyum, dia membayangkan Rune ras digantikan dengan Rune Beast.
"Apakah kamu mempunyai Crystal Mana Cahaya, Light Orchid Rank Unique, ..." Lazarus meminta bahan-bahan kepada Daryan.
Lazarus menyuruh Golden Horse itu untuk memakan herbal-herbal dan Inti Legendary Beast element cahaya.
Golden Horse itu meringkik karena merasakan seluruh tubuhnya kesakitan dan menolak untuk memakan Inti Beast element cahaya.
"Apabila kamu tidak ingin memakannya kamu akan mati. Namun apabila kamu memakan Inti Beast ini kamu akan terlahir kembali menjadi seekor Beast yang sangat indah dan kuat." Lazarus berkata.
Golden Horse itu memakan Inti Legendary Beast element cahaya, kemudian menyerap Crystal mana element cahaya yang berada di sampingnya.
"Berhasil!" Semua orang berteriak.
"Tidak, berhasil atau tidak Golden Horse itu berevolusi tergantung dengan dirinya sendiri." Lazarus berkata.
Lazarus pergi ke kandang Dire Wolf berbulu hitam itu, kemudian mengelus kepala Dire Wolf itu.
"Apakah kamu sangat kesakitan?" Lazarus bertanya.
Dire Wolf itu menggeram, dia belum putus asa karena rasa sakit saat melihat sahabatnya Blade sangat mengkhawatirkannya.
"Aku akan membuatmu berevolusi, tetapi semua itu tergantung keberuntunganmu." Lazarus berkata.
Seolah mengerti Beast Dire Wolf hitam jantan itu menatap ke arah Lazarus dengan tajam, dia ingin sekali tetap hidup dan berburu bersama Blade.
"Daryan, bisakah kamu membawakan aku Herbal dan Inti Epik Beast element api, air, angin, petir dan tanah?" Lazarus bertanya.
"Tunggu! Bukankah Dire Wolf itu mempunyai garis darah Darkness Fenrir?" Daryan bertanya.
Daryan menyuruh kepada pelayannya untuk membawakan herbal dan material yang dibutuhkan oleh Lazarus.
"Auuuuu.." Black Claw melolong kesakitan dengan mulut yang mengeluarkan banyak darah berwarna hitam.
"Apakah kalian memberikannya Gehenna Orchid Rank Epik?" Lazarus bertanya.
"Kami memberikan Gehenna Orchid Rank Epik kepada Dire Wolf jantan itu." Daryan menjawab.
"Gehenna Rose akan menjadi racun untuk Dire Wolf dan akan menghambat proses evolusi! Apakah kalian mempunyai Sun Rose?" Lazarus bertanya.
"Tidak! Kami kehabisan dan apabila kami membelinya sekarang kami harus membeli atau memesannya di Serikat Pedagang akan memerlukan waktu sekitar satu Minggu untuk mendapatkannya." Seorang Pria Demon berkata.
"Tuan Urs, Sun Rose berada di Benua Timur Golden Sun. Serikat pedagang harus mengekspornya terlebih dahulu dari Benua Golden Sun, meskipun dengan Skill teleportasi kami tidak bisa mengetahui persediaan Sun Rose di Serikat Pedagang masih ada atau tidak." Seorang wanita Demon berambut ungu panjang berkata.
"Cepat tanyakan kepada semua Bangsawan di Ibukota Kekaisaran Moonlight! Apakah mereka mempunyai Sun Rose?" Daryan memerintahkan.
"Sesuai perintah, Anda." Semua pelayan Daryan pergi dengan cepat untuk mencari keberadaan Herbal Sun Rose.
"Urs, apakah kamu mempunyai cara lain?" Daryan bertanya.
"Deviela, aku memerlukan bantuanmu untuk mengalirkan element cahaya ke arah Black Claw!" Lazarus berteriak.
"Baiklah." Deviela menggunakan Skill element cahaya miliknya untuk membantu Black Claw. Blade membantu Deviela mengaliri tubuh Black Claw menggunakan Skill element cahaya miliknya.
"Urs, bagaimana apakah dengan cara ini Dire Wolf bisa bertahan?" Daryan bertanya.
"Tidak, hanya Sun Rose yang bisa menetralisir efek Gehenna Rose. Apabila kita menggantinya ke herbal element cahaya lain, mungkin akan terjadi efek yang lebih buruk dari ini." Lazarus bertanya.
"Berapa lama Dire Wolf itu bisa bertahan?" Daryan bertanya.
"5 jam."
2 jam kemudian seorang wanita Demon berambut coklat panjang, mata merah dan tanduk merah memasuki ruangan penelitian dengan buru-buru.
"Demon Emperor Daryan, Tuan Urs, aku menemukan Sun Rose!" Wanita itu berteriak seraya memberikannya ke arah Lazarus.
Lazarus segera menyuruh Black Claw untuk memakan 7 herbal Sun Rose karena Black Claw sebelumnya memakan 7 herbal Gehenna Rose. Perlahan kondisi Black Claw kembali stabil.
"Mungkin evolusinya akan berlangsung semalaman. Kamu hanya harus mengawasi kedua Beast ini dalam proses evolusi dan menambahkan Crystal mana saat Crystal mana disekitarnya habis." Lazarus berkata.
"Hahaha. Urs aku mengakui bahwa kamu adalah seseorang yang sangat hebat." Langdon tertawa.
"Ibu, aku lapar!" Arion berkata.
"Fufufu. Apakah kamu lapar?" Deviela mengendong Arion, kemudian pergi ke taman Kastil Daryan untuk menyusui Arion.
"Daryan, aku akan meminta beberapa Inti Beast atribut es dan cahaya untuk Beast kontrakku." Lazarus berlari menyusul Deviela.
Langdon memberikan catatan yang diberikan oleh Lazarus kepada Langdon, kemudian mereka segera melakukan eksperimen kepada Langdon.
"Lia, sekarang kamu adalah pemimpin penelitian ini menggantikan Alfred." Daryan berkata.
"Terima kasih, Demon Emperor Daryan." Lia berlutut.
"Aku masih penasaran darimana kamu mendapatkan Sun Rose itu? Bukankah Sun Rose sangat langka?" Daryan bertanya.
Tubuh Lia gemetar saat mendengar pertanyaan Daryan. "Aku dan Eliana menggunakan Skill teleportasi ke Black Fortress, kemudian mencurinya dari taman Nyonya Amara. Namun Eliana tertangkap dan aku meninggalkannya untuk kabur seorang diri."
"Apakah kamu mencurinya dari taman Nyonya Acasha?" Langdon bertanya.
Lia mengangguk.
"Baiklah, aku akan pergi ke Black Fortress untuk mengambil kembali Eliana. Namun Lia kamu sekarang aku copot dari Pemimpin Eksperimen." Daryan menatap tajam ke arah Lia.
"Tuan, mengapa kamu mencopot aku?" Lia bertanya.
"Lia, kamu merebut bunga itu dari Eliana. Setelah itu kamu menendang Eliana saat dia ingin kabur dari Taman Acasha. Seseorang yang mengorbankan temannya sendiri untuk kekuasaan tidak berhak untuk menjadi pemimpin." Seorang wanita cantik berambut emas dan mata emas berkata, dia adalah Amara di sampingnya adalah Eliana dan Evangeline.
"Salam, Demon Emperor Daryan." Evangeline berkata.
"Maafkan aku karena pengikutku telah mencuri bunga kalian." Daryan berkata.
"Tuan/Paman!" Langdon dan semua orang di sana berteriak, dia baru pertama kali melihat Daryan meminta maaf.
"Tidak, aku sudah mengetahui alasan Tuan untuk mengambil bunga itu. Apabila aku berada di posisi Tuan aku akan melakukan hal yang sama." Amara tersenyum.
Daryan tersenyum. "Apakah kamu tertarik kepada Urs? Mengapa kamu selalu memata-matai Urs dari jauh sejak Urs sampai di Kekaisaran Moonlight."
"Aku mencintainya." Amara tersenyum.
Lazarus dan Deviela yang berada tidak jauh dari sana melebarkan matanya, mereka kembali ke sini karena ingin meminta beberapa Inti Beast untuk White Fang dan yang lainnya.
"Urs." Arion mencubit pipi Lazarus.
Amara memalingkan wajahnya ke arah Lazarus, dengan mata melebar dan tubuh membeku. Dia tidak mengetahui bahwa Lazarus masih berada di sini dan belum kembali ke Istana Kekaisaran Moonlight.
"Amara, sudah lama tidak bertemu." Lazarus tersenyum canggung.
"Ya.."
...****************...
*Wilayah Regulus.
Sirius menatap ke arah langit dari atas tebing terjal seraya menggigit sebuah ranting di mulutnya.
"Master, apakah kamu baik-baik saja? Mengapa kamu tidak mengajakku ke Kekaisaran Moonlight," batin Sirius.
"Aku akhirnya menemukanmu." Seekor Moonlight Fenrir keluar dari semak-semak dengan penampilan yang lusuh.
"Siapa kamu?" Sirius menggeram ke arah Moonlight Fenrir itu.
"Aku adalah Moonlight Kakekmu. Aku sudah berenang melewati North Sea dan berlari melewati berbagai Hutan untuk sampai ke sini. Violet Phoenix itu mengirim ku ke Benua Utara Boreas, bukan ke wilayah Regulus." Moonlight menggeram marah.
"Kakek!"