
Asap membumbung tinggi ke langit, api membakar setengah wilayah dan es membekukan setengah wilayah Pergunungan Helios.
Beast rank rendah dan sedang lari berhamburan meninggalkan Pergunungan Helios. Insting mereka merasakan bahaya, meskipun tidak ikut dalam pertempuran. Namun mereka akan mati jika tetap berada di Pergunungan Helios karena efek pertarungan.
"Semuanya ikutlah bersamaku ke Hutan Emerald untuk menyelamatkan diri!" Seekor Epik Beast Black Phoenix muda berteriak bersama 7 Mythical Beast yang tidak ikut bertarung.
Pertempuran di Pergunungan Helios di rasakan di Kerajaan Terra, Kerajaan Simfonia, Kerajaan Pendragon, Hutan Emerald dan Hutan King. Kerajaan Terra segera mengirimkan 10.000 prajurit untuk mencari tahu apa yang terjadi, kemudian menutup rapat 4 gerbang pintu masuk Kerajaan Terra yang berada di bawah gunung.
"Cepat, kita harus segera pergi ke Kekaisaran Avalon!" Ratu Alicia berteriak memerintahkan para prajuritnya.
...****************...
Grung masih berdiri, meskipun mendapatkan banyak luka dari pertarungannya dengan Ludger, Lazarus dan Laufey. Namun Grung tidak tumbang dan masih berdiri dengan kokoh seperti sebuah gunung.
"Burning Sun Spear Art!" Lazarus yang memakai Skill Eastern Noble Bloodline menyerang Grung menggunakan Archion Spear. Gelombang api yang sangat terang menebas daging Grung.
"Snow Mountain Battle Axe Art!" Laufey ikut menyerang Grung menggunakan Snow Mountain Axe Rank Mythical miliknya. Setiap luka tebasan Laufey membuat luka, daging dan darah Grung membeku.
"Rage Of Thunder!"
Sebuah lingkaran sihir raksasa berwarna ungu tercipta di atas Grung, sesaat kemudian ribuan petir berwarna ungu menyambar Grung. Laufey dan Lazarus segera menghindar agar tidak terkena oleh serangan Ludger.
Debu dan asap mulai menghilang memperlihatkan siluet kadal raksasa, Grung tidak bergeming dari tempatnya setelah menerima serangan penuh Ludger. Mata emas miliknya menatap tajam ke arah Lazarus, Laufey dan Ludger.
"Hahaha. Serangan yang sangat hebat!" Grung tertawa terbahak-bahak.
Grung menyelam ke dalam tanah, dia sekarang sangat menikmati pertarungan ini. Akan tetapi, dia harus segera mengakhiri pertarungan ini.
Mata Ludger, Lazarus dan Laufey memerhatikan wilayah sekitarnya, mereka mengetahui Grung akan melakukan serangan sergapan kepada mereka.
Lazarus memfokuskan semua indranya dan merasakan gerakan Grung dari bawah tanah, dia kemudian melirik ke arah Cynthia yang sedang bertarung dengan Beast King Bronze Dragon.
"Demon Transformation." Lazarus berubah menjadi ras Demon berambut putih, mata biru dan 6 sayap, dia dengan cepat terbang ke arah Cynthia.
Sesaat kemudian Cynthia merasakan getaran dari bawah tanah. Grung muncul dari bawah tanah seraya membuka mulutnya yang di penuhi banyak gigi tajam.
Lazarus segera terbang ke arah Cynthia dan memeluk erat tubuhnya, dia terbang menggunakan seluruh kekuatannya hingga membentur sebuah bukit dengan keras.
"Cynthia, apakah kamu baik-baik saja?" Lazarus bertanya.
"Aku baik-baik saja." Cynthia menjawab seraya memuntahkan darah.
Grung menyemburkan banyak minyak dari mulutnya, dia kemudian membakar wilayah sekitarnya menggunakan api biru yang sangat panas. Laufey melapisi tubuhnya menggunakan semua auranya dan terbang ke arah Grung.
"Tuan Grung!" Beast King Bronze Dragon terbang untuk menghadang Laufey.
"Tidak akan kami biarkan!"
Sebastian mengikat erat tubuh Grung menggunakan 7 ular raksasa yang terbuat dari kegelapan, kemudian Galan menebas Vertikal ke arah Bronze Dragon yang terbang ke arahnya. Bronze Dragon itu terjatuh dengan keras ke tanah sehingga membuat sebuah lubang kawah yang besar.
"Roooarrr!" Bronze Dragon itu bangkit kembali seraya mengaum ke arah Galan dan Sebastian.
Laufey mengayunkan tombaknya, wajah dinginnya yang tanpa ekspresi sedikit tersenyum halus. Grung mencambuk kan ekornya ke arah Laufey dan serangan mereka saling berbenturan menciptakan gelombang kejut yang sangat kuat.
"Demon!" Grung berteriak.
Ekor Grung terpotong oleh tebasan War Axe Laufey, tetapi Grung segera mencakar Laufey menggunakan cakar raksasa miliknya. Tubuh Laufey terlempar dengan kuat dan Ludger segera menangkapnya, mereka berdua terlempar sampai membentur sebuah bukit kecil hingga menciptakan sebuah kawah yang besar akibat kerasnya benturan mereka.
"Terima kasih, aku akan terluka parah. Apabila kamu tidak menangkap ku." Laufey berkata dia merasakan semua tulangnya remuk.
"Tubuh Beast rank tinggi lebih kuat dari ras humanoid." Ludger menjawab. Mereka berdua bangkit kembali, sesaat kemudian Galan terlempar dan menabrak Ludger dan Laufey.
"Fufufu. Pertarungan yang sangat hebat!" Nine-tailed Blue Moon Fox Blue Moon tertawa seraya memperlihatkan giginya yang tajam.
...****************...
Beast King Bronze Dragon dan Nine-Tailed Blue Moon Fox berjalan ke samping Grung. Mereka menatap ke arah para penyusup, mereka sudah terluka parah.
"Tuan Grung, 5 Mythical Beast pengikut kita terluka dan aku mengatakan kepada mereka untuk mundur." Beast King Bronze Dragon berkata.
"3 Mythical Beast yang lainnya terbunuh dalam pertarungan." Beast King Nine-Tailed Blue Moon Fox berkata.
"Aku harus mengakuinya, tetapi mereka sangat kuat." Grung menjawab.
Pertarungan mereka telah terjadi selama 1 hari dan 1 malam, tetapi mereka masih belum bisa memenangkan pertempuran ini. Pertempuran habis-habisan yang sudah menghancurkan segalanya.
"Silver Moon Sword Art!" Lazarus tertutupi oleh aura dingin berwarna perak dan menyerang langsung ke arah Grung. Laufey segera menghadang Blue Moon dan Laufey segera menghadang Ruu.
Lazarus terbang dengan ahli terbang dengan cepat seraya menyerang semua bagian tubuh Grung, setiap tebasan nya berhasil menembus sisik tebal dan keras Grung.
"Rooar!" Grung mengaum mengeluarkan gelombang suara yang sangat keras, telinga Lazarus berdengung dengan kencang. Akan tetapi, dia terus menyerang Grung menggunakan seluruh kekuatannya.
Lazarus merasakan energi mana di dalam tubuh Grung semakin melonjak, dia segera melarikan diri dari tempat itu karena Grung akan menggunakan serangan Skala besar.
Grung mengeluarkan api berwarna merah yang membara dari tubuhnya, dia terlihat seperti kadal yang terbakar.
"Hahaha. Menyenangkan kalian adalah lawan yang bisa memaksaku menggunakan seluruh kekuatanku. Setidaknya sekarang aku sama kuatnya dengan Raegal dan Golden King di masa lalu." Grung tertawa.
Grung menciptakan lingkaran sihir di bawah Kelompok Lazarus. Dia sudah lama tidak bertarung dengan seluruh kekuatannya, sesaat kemudian element api dan bumi berkumpul.
"Terbang!" Lazarus dan Laufey berteriak bersamaan.
Dari lingkaran sihir itu tercipta lautan lava yang sangat panas, kemudian Grung menyemburkan Lava yang sangat panas ke arah Lazarus.
"Ice Shield, Wind Shield, Darkness Shield, Light Shield..." Sebastian dan yang lainnya menggunakan Skill pertahanan mereka untuk melindungi Lazarus.
"Boom."
Sebuah ledakan tercipta dari tabrakan Skill membuat bumi bergetar. Grung tersenyum melihat kelompok Lazarus bisa menahan serangannya.
Lazarus menatap tajam ke arah Grung, kemudian melapisi tombak dan tubuhnya dengan api putih. Dia melemparkan tombak Archion ke arah Grung.
Bronze Dragon Aruu ingin menahan serangan Lazarus, tetapi serangan Lazarus sangat kuat dan bisa melubangi sayapnya. Tombok itu terus maju ke arah wajah Grung, tetapi Grung berhasil menghindarinya dan tombak itu menggores tubuh Grung.
"Archion!" Lazarus berteriak.
Archion berbalik dan menciptakan 9 tombak api putih yang menusuk punggung Grung, kemudian dia kembali lagi ke tangan Lazarus.
"Api putih yang sangat dingin. Bahkan api itu berhasil membekukan dagingku dengan melahap apiku." Grung berkata.
Grung melangkah, kemudian dia memuntahkan banyak darah dari mulutnya, dia merasakan tubuhnya mati rasa dan tidak mendengarkan perintahnya.
"Serangan kalian berdua adalah element es. Mana es itu mengendap di dalam tubuhku mengakibatkan aku sedikit kesulitan bergerak."
Laufey dan Lazarus saling melirik Grung berhasil mengetahui rencana mereka, tetapi rencana mereka berhasil mempengaruhi bagian dalam tubuh Grung. Mereka berpikir bahwa tubuh luar Grung sangat keras dan kuat, tetapi berbeda dengan tubuh bagian dalamnya selain menyerang dari luar, mereka juga menyerang dari dalam.
"Rencana yang menarik, tetapi hal itu tidak akan bisa mengalahkanku." Grung mengumpulkan energi mana di tubuhnya begitupun Beast King Blue Moon dan Aruru.
Sebuah bola api raksasa, bola petir berwarna perak raksasa dan bola es raksasa tercipta di atas Grung.
"Urs, apakah kita akan mati di sini?" Sebastian bertanya.
"Sebastian, kita akan baik-baik saja." Lazarus menjawab.
Ludger, Galan, Sebastian, Lazarus dan Laufey menyerang Grung menggunakan Skill terkuat mereka. Skill mereka saling berbenturan mengakibatkan gelombang kejut yang sangat kuat, tubuh Grung, Aruu, Blue Moon dan semua orang terlempar karena gelombang kejut yang sangat kuat.
"Mereka telah bertarung sangat lama, tetapi kelompok ras humanoid itu masih mempunyai kekuatan yang tersisa untuk menahan serangan itu." Grung terkejut.
"Urs!" Iris berteriak.
Lazarus segera menangkap Iris dan Cynthia dengan sangat erat, dia kemudian membungkusnya dengan 6 sayap kelelawar berwarna putih. Lazarus membentur tanah curam dan berguling-guling hingga akhirnya berhenti.
"Apakah kalian baik-baik saja?" Lazarus bertanya.
"Kami baik-baik saja, tetapi kami sudah kehabisan banyak energi mana dan tidak bisa melanjutkan pertempuran." iris menjawab.
Kekuatan Grung lebih kuat dari Zephyr, meskipun dia belum menembus ranah Void Beast. Seandainya Raegal masih hidup dan bukan Undeath mungkin Raegal mempunyai kesempatan untuk mengalahkannya.
Grung menatap kosong ke arah kelompok Lazarus, dia melihat ke arah Ruu dan Blue Moon. Mereka adalah Beast yang paling lama dan setia kepada Grung, jika pertempuran ini di lanjutkan bukan hanya Grung yang akan mati, tetapi mereka juga akan mati.
"Aku harus menyerah," batin Grung saat mengingat tentang Bronze Dragon muda dan rubah kecil yang bermain dengannya di masa lalu.
Kelompok Lazarus berjalan ke arah Grung, begitupun dengan Grung dan yang lainnya. Mereka berwaspada takut lawan melakukan serangan kejutan. Mereka berhenti di jarak 7 meter dan saling menatap dengan tajam tanpa berkedip.
"Aku menyerah!"
"Kami menyerah!"
Suasana menjadi hening saat Grung mendengar kelompok Lazarus menyerah, begitupun dengan Lazarus dan anggota kelompoknya.
"Tuan Grung, kita masih bisa bertarung!" Bronze Dragon Ruu berteriak.
"Diam!" Grung berkata.
"Grung, maafkan aku karena telah menyerang wilayah mu. Tujuanku sebenarnya adalah menahan mu agar kelompokku yang lain bisa menyelesaikan Dungeon Helios. Awalnya aku ingin bernegosiasi dengan Ludger, tetapi kamu tiba-tiba menyerangnya. Dan.. Apakah kamu melihat Beast kontrakku seekor Moonlight Fenrir muda?" Lazarus bertanya.
Grung berkeringat mendengar jawaban Lazarus, dia adalah Beast yang cerdas dan berusaha memahami tentang peristiwa yang terjadi. "Tunggu, kamu mengirimkan Ludger untuk bernegosiasi denganku?"
Lazarus mengangguk.
"Ludger selalu datang ke wilayahku untuk menantang Blue Moon dan Ruu bertarung. Aku menyerang Ludger karena aku mengira Ludger ingin membuat kekacauan di wilayahku." Grung menjawab.
"Ya?" Lazarus menatap ke arah Ludger.
"Tuan Urs, kamu tahu bahwa aku mempunyai darah panas dan aku selalu datang ke wilayah ini untuk menantang Blue Moon. Kamu mengirimkan orang yang salah untuk bernegosiasi karena hubunganku dengan Grung tidak baik." Ludger menunduk.
"Grung, mengapa kamu menyerang kelompokku terlebih dahulu?" Lazarus bertanya.
"Pencuri telur!" Blue Moon berteriak seraya melirik ke arah Cynthia.
"Cynthia, apakah kamu mencuri telur seekor Beast King?" Lazarus bertanya.
"Urs, aku bersumpah tidak mencuri telur Beast King!" Cynthia berteriak.
"Seorang pria paruh baya dari kelompokmu menyelinap dan mencuri telurku!" Blue Moon berteriak.
"Aku mengira kamu adalah bagian dari kelompok manusia berambut perak yang mencuri telur Blue Moon. Dia melahirkan 2 telur dan kalian mencuri salah satunya, bukankah hal itu pantas untuk dihukum mati?" Grung bertanya.
"Urs, Tuan Ega mempunyai Beast kontrak Nine-Colours Dragon Chameleon. Mungkinkah dia adalah orang yang mencuri telur?" Iris bertanya.
"Orang tua itu menggali kuburannya sendiri. Blue Moon, aku akan mengembalikan telurmu dan apakah kamu bisa melepaskan Beast kontrakku Moonlight Fenrir Sirius?" Lazarus bertanya.
"Urs, apa maksudmu Seekor Moonlight Fenrir muda?" Bronze Dragon Ruu bertanya.
"Apakah kamu melihatnya?" Lazarus bertanya.
"Urs, bisakah kamu melupakan Moonlight Fenrir muda itu?" Grung bertanya.
Lazarus menyipitkan matanya dan mengeluarkan aura membunuh yang kuat, dia kemudian mengangkat tangannya ke udara. Sesaat kemudian ratusan ribu Beast dan beberapa Beast King muncul dari celah dimensi itu.
"Elder Runara!" Agni dan Beast Dragon lainnya sedikit ketakutan.
"Agni, Magna, Ragna dan Melys sudah lama tidak bertemu. Apa yang kalian lakukan di sini ? Bukankah Sunfyre mencari kalian 2 bulan lalu?" Grung bertanya.
"Agni, apakah kamu mengenalnya?" Lazarus bertanya.
"Grung adalah salah satu dari 13 Elder Dragon. Kami sangat mengenalnya karena dia adalah Elder yang mempunyai tubuh terbesar." Red Dragon Melys dengan 4 tanduk seperti mahkota berkata.
"Hahaha. Aku hanya Elder Dragon dengan nama, aku tidak pernah pergi ke Klan Dragon karena ukuran tubuhku yang sangat besar. Kelihatannya aku akan pergi ke punggung Baxia dan pensiun." Grung menjawab.
"Agni dan Beast di 6 Hutan adalah pengikutku. Grung, aku katakan sekali lagi untuk kembalikan Sirius." Lazarus mengeluarkan auranya.
"Urs, kelihatannya Celeste membawa Beast kontrakmu menuju kemari." Grung berkata.
Terlihat Sirius bersama seekor Mythical Beast Fenrir betina yang sangat cantik dengan mata biru, ujung ekor biru, ujung kaki dan cakar biru serta sebuah tanda bulan sabit di kepalanya. Blue Moon Fenrir adalah Variant yang lebih kuat dari Moonlight Fenrir, mereka adalah Beast yang lebih langka dari Moonlight Fenrir. Sirius menyeret Ega yang sudah kehilangan satu tangan kanannya, Ega berusaha menyelamatkan Sirius. Namun Celeste segera memotong tangannya dan memotong kedua sayap Beast kontraknya.
"Celeste, salah satu dari Elder Wolf?" Lazarus bertanya.
"Celeste, sedang memulihkan diri di wilayahku. Jadi aku tidak bisa membiarkan ras humanoid dan Beast asing masuk ke wilayahku." Grung berkata.
"Master." Sirius berlari ke arah Lazarus dan menjilat wajahnya.
"Sirius, mengapa kamu tidak kembali?" Lazarus bertanya.
"Master, Fenrir itu memaksa aku menjadi pasangannya karena dia harus mengeluarkan kebanyakan energi mana yang berada di dalam tubuhnya." Sirius menjawab.
"Bodoh, apakah kamu belum mengatakan bahwa kamu sudah mempunyai 4 pasangan?" Silver Moon bertanya.
"Aku sudah mengatakan bahwa aku sudah mempunyai 4 pasangan dan dia menjawab bahwa 1 pasangan lagi tidak ada yang berubah. Aku berhasil menembus ranah Legendary Beast saat menyerap kelebihan mananya, bukankah itu saling menguntungkan? Aku tidak ingin Celeste mati atau kehilangan kewarasannya karena kebanyakan energi mana, tetapi dia mengatakan ingin tinggal bersamaku." Sirius menjawab.
"Apakah kamu Ayah mertuaku?" Celeste bertanya.
"Panggil aku Urs dan terima kasih sudah merawat Siri.."
Sebelum Lazarus menyelesaikan perkataannya Silver Moon segera menyerang Celeste.
"Sirius, aku menyerahkan mereka kepadamu." Lazarus berkata.
"Master, aku memerlukan bantuan di sini. Ignis, Paman Agni siapapun tolong aku untuk memisahkan mereka!" Sirius berteriak.
"Kami tidak bisa mencampuri urusan rumah tangga orang lain, sebagai Alpa Male kamu harus menyelesaikan masalahmu sendiri. Aku khawatir Silver Moon akan mati." Grung berkata.
...****************...
Lazarus mengembalikan telur kepada Blue Moon. Dia dan Ega meminta maaf atas kesalahan karena mencuri telur Blue Moon.
Siegfried dan yang lainnya kembali dengan kondisi mengenaskan, bahkan Baldur kehilangan satu kakinya. Namun hanya Baldur yang kehilangan anggota tubuh.
"Siapa saja yang mendapatkan warisan dari Dungeon Helios?" Lazarus bertanya.
"Baldur mendapatkan warisan Earth Hero Balder, tetapi dia kehilangan kakinya terkena oleh salah satu jebakan." Harald menjawab.
"Apakah kamu sudah menyimpan kakinya di Artefak yang aku berikan?" Lazarus bertanya.
"Saudara Urs, aku sudah menyimpannya sesuai perintahmu." Baldur memberikan peti berisi kakinya kepada Lazarus.
"Potongannya sangat bersih, aku kira kaki ini bisa aku sambung kembali." Lazarus berkata.
"..."
"Siapa yang menerima warisan Fire Hero Cesare?" Lazarus bertanya.
"2 orang yang menerima Skill Pahlawan Cesare adalah Altair dan Eric." Belinda berkata.
"Aku sudah menduganya Ayah mertua dan Altair." Lazarus berkata.
"Aku rasa kalian sudah mengalami hal yang lebih buruk dari apa yang telah kami alami." Eric berkata.
"Siapa yang menerima warisan Thunder Hero Ray?" Lazarus bertanya.
"Siegfried menolak warisan Skill terkuat Thunder Hero Ray, sehingga Victor dan Hector yang menerimanya. Dengan perjanjian dia akan menerima setengah bagian harta rampasan dari Victor dan Hector." Liana menjawab seraya menggertakan giginya.
"Hahaha. Siegfried, kamu sudah mempunyai Skill Eye Of Soul Skill yang dapat melihat jiwa seseorang dan warisan itu adalah warisan yang sama. Aku mengerti perasaanmu dan aku lihat kalian bertiga mendapatkan Artefak Ray."
"Urs, mengapa kamu mengetahui aku mendapatkan Skill Eye Of Soul?" Victor bertanya.
"Hahaha. Apakah kamu tidak melihat mataku?" Lazarus bertanya.
"Eye Of World?" Liana bertanya.
"Aku juga tidak memerlukannya karena yang aku perlukan adalah harta berharga. Tuan Ega, aku akan memotong 75% bagian harta rampasan mu dan mari kita pergi ke wilayah Regulus untuk membagi semua harta dengan adil." Lazarus menjawab.