
Perbatasan wilayah barat dan wilayah tengah Hutan Cerulean. Kawanan Grand Demon Beast Bronze Bull mempunyai bulu coklat perunggu dan tanduk yang tajam, berukuran 5 meter di pimpin oleh seekor Legendary Beast Golden Bull dengan ukuran 8 meter sedang menyerang kelompok Kekaisaran Zephyra.
9 orang anggota Kekaisaran Zephyra itu terlihat terluka dan kelelahan karena serangan Beast yang menghuni Hutan Cerulean. Mereka sudah sangat terpojok oleh kawanan Beast jenis banteng di sana dan berpikir hari ini adalah hari kematian mereka.
Duke Levin Edmund Helmut terengah-engah seraya terus menahan serangan kawanan Beast banteng dengan perisai besarnya.
"Holy Steel Shield!"
Duke Levin Edmund Helmut menggunakan Skillnya untuk menahan serangan kawanan Beast Bronze Bull. Meskipun dengan luka yang sangat parah dan mana yang hampir habis, dia terus menahan serangan kawanan Beast banteng. Dia mengetahui bahwa dia jatuh, semua orang akan mati.
"Wind Arrow!" Seorang wanita berambut emas dan mata hijau menembakan sebuah anak panah ke arah kawanan Beast banteng. Dia adalah Daisy Silva dari keluarga Bangsawan Duke Silva.
"Raven Spear Art gaya terakhir Claws Of Silver Crows!" Seorang pria berambut perak ke abu-abuan menggunakan Skill tombaknya ke arah kawanan Beast banteng.
"Fiona, bagaiman keadaan Cyrille!!" Duke Levin berteriak.
Seorang wanita berambut emas panjang dengan mata perak menggunakan Artefak War Dress compang-camping dengan ukiran seekor Three-Headed Gold Dragon di plat dadanya terus menggunakan Skill Penyembuhan kepada seorang pria berambut jingga panjang dan mata hijau. Terlihat pria itu terluka sangat parah, kedua bola matanya rusak parah, banyak sayatan di dada kiri, perut dan bagian ginjal. Mereka adalah Fiona Draco dan Cyrille Phoenix.
"Cyrille masih hidup! Namun dia terluka sangat parah! Bagaimana bisa bajingan bodoh ini tidak bisa membedakan seekor Wind Mink dan seekor Legendary Beast Silver Wind Blade Mink muda! Apabila dia di serang oleh Legendary Beast yang sudah dewasa, dia akan mati!" Fiona Draco menjawab.
Kekaisaran Zephyra mengirim Duke Levin Edmund Helmut, 9 orang ranah Legendary keturunan langsung 5 Bangsawan Duke Kekaisaran Zephyra, 2000 pasukan Kekaisaran Zephyra dan 1200 Marcenary terlatih untuk menjelajahi Hutan Cerulean. Namun mereka semua mati karena serangan Beast dan manusia.
10 Bangsawan Kekaisaran Zephyra yang ikut ke Hutan Cerulean adalah Duke Levin Edmund Helmut, Ciel Phoenix, Cyrille Phoenix, Amanda Raven, Fiona Draco, Aldebaran Silva, Daisy Silva, Raiden Raven, Jayde Draco dan Dimitrie Helmut.
"Cyrille, apakah kamu ingin mati?" Fiona bertanya.
"Bunuh aku! Biarkan aku bertemu lagi dengan saudara kembarku Ciel!" Cyrille menjawab.
"Baiklah," Fiona Draco mengeluarkan sebuah Artefak pisau untuk menusuk jantung Cyrille.
"Bang!" Seorang pria berambut emas pendek dengan iris mata perak keabu-abuan menahan tusukan Fiona menggunakan Great Sword miliknya.
"Kak Jayde! Apa yang telah kamu lakukan?" Fiona bertanya melihat ke seorang pria berambut emas, mata perak dan armor yang hancur berantakan. Terlihat banyak sekali luka di tubuhnya.
"Ciel, sudah mati dan mayatnya mungkin sudah di makan oleh Beast! Kita harus menyelamatkan Cyrille, apapun yang terjadi." Jayde Draco berkata.
"Tetapi!"
Jayde menggeleng ringan. "Seharusnya aku yang mati saat bertarung dengan Mythical Beast Poison Hydra, tetapi Ciel menyelamatkan dan mengorbankan hidupnya untuk kita! Fiona, kamu harus segera keluar dari Hutan ini." Jayde menjawab, kemudian berjalan ke arah Duke Helmut bersama seorang pria berambut coklat perunggu pendek dan mata hijau.
"300 Bronze Bull di pimpin oleh seekor Legendary Beast Golden Bull dewasa pergi ke arah kita! Aku rasa mereka adalah pasukan bantuan kawanan Beast banteng ini!" Seorang wanita cantik berambut perak keabu-abuan dengan ikatan rambut twins tail dan mata perak berseru.
"Fiona, Daisy, Raiden, Aldebaran dan Cyrille pergilah! Aku, Ayah dan Jayde akan mengulur waktu untuk kalian pergi!" Dimitrie Helmut berteriak seraya mengumpulkan sisa kekuatan mana terakhirnya.
"Tidak! Duke, Kakak jangan korbankan nyawa kalian!" Fiona berteriak.
"Cih.. Fiona, Daisy, Aldebaran dan Amanda, kita harus pergi dari sini! Sesuai dengan perintah Paman Helmut, Senior Jayde dan Dimitri!" Raiden berkata seraya mengendong Riel yang terluka parah.
"Hahaha. Ingatlah kalian harus keluar dari hutan ini!! Raiden, aku akan menitipkan penjagaan mereka kepadamu!" Duke Levin tertawa.
"Berisik, Kakek Tua!" Raiden menjawab.
Kawanan Grand Demon Beast Bronze Bull dan Legendary Golden Bull yang tersisa melihat kawanan bantuan, mereka kemudian bergabung dengan kawanan yang baru saja datang.
2 Legendary Beast Golden Bull terlihat sangat indah dengan bulu dan tanduk emas mereka. Meskipun mereka seekor Legendary Beast dewasa, tetapi mereka belum bisa berbicara bahasa manusia karena keluarga dan leluhur mereka belum pernah berhubungan dengan ras humanoid. Tidak semua Legendary Beast bisa berbicara bahasa manusia.
"Hahaha. Sepertinya makan malam kita malam ini adalah daging Beast sapi!" Hector tertawa.
"Hector! Mereka adalah Beast banteng! Meskipun terlihat hampir sama dengan Beast sapi dan kerbau, tetapi mereka adalah jenis Beast yang berbeda!" Lazarus menjawab.
"Hahaha. Urs, daging tetaplah daging!" Jaan berkata.
Kelompok Lazarus yang menaiki punggung Little Gold, Linwood, Feira dan Emerald menghampiri kelompok Duke Levin.
Kelompok Duke Levin gemetar dengan kelompok berjumlah 21 orang yang tiba-tiba datang. Kelompok yang terdiri dari ras manusia, Demon, Beastman, Dark Beastman dan Beast. Mereka merasakan kelompok yang baru saja tiba mempunyai aura yang kuat.
"Magnolia, Rainbow, Butter segera obati terluka! Hector dan yang lainnya sisakan beberapa Beast Bronze Bull itu untuk menjadi tunggangan! Akira kamu harus membunuh 1 Alpa Legendary Beast Golden Bull, mereka mempunyai daging yang sangat enak dan Alastair, Icarus kalian berdua menghadapi Legendary Beast Golden Bull yang lain, tidak ada yang boleh membantu Alastair dan Icarus!"
Lazarus pergi ke hadapan kawanan Beast banteng seraya mengeluarkan aura yang mengintimidasi para banteng. Sesaat kemudian element es berkumpul di sekitarnya dan rambut Lazarus berubah menjadi putih.
"Frozen Ice Rose Garden Prison!"
Lazarus menggunakan Skill element es Rank S skala luas yang dipelajarinya dari Carissa. Sesaat kemudian banyak Rune sihir yang tercipta di sekitar kawanan Beast banteng sebuah sulur berduri yang terbuat dari es tercipta, kemudian mengikat kawanan Beast banteng dan di ujungnya mawar es yang indah mulai mekar.
"Moooo!" Kawanan Beast banteng berusaha melepaskan diri.
"Serang!!" Lazarus memerintahkan.
Akira, Solon dan yang lainnya mulai menyerang kawanan Beast banteng. Mereka terkejut karena Lazarus bisa menggunakan Skill sihir element es skala luas yang sangat indah ini. Meskipun tidak dapat membunuh semua kawanan Beast banteng, tetapi Skill ini dapat menghambat gerakan kawanan Beast banteng.
"Duke Helmut, sudah lama tidak bertemu. Terakhir kita bertemu saat pesta pernikahanku " Lazarus berkata seraya berjalan ke arah Duke Levin.
"Urs!!" Duke Levin berteriak dengan tubuh gemetar.
"Duke Levin, kalian sudah mencapai batas kalian! Serahkan kawanan Beast banteng ini kepada kelompokku dan beristirahatlah!" Lazarus menjawab seraya membantu Duke Levin untuk duduk.
"Urs, bagaimana dengan kelompokmu! Kawanan Beast banteng itu sekitar 700 ekor dan ada 2 Legendary Beast Golden Bull yang memimpin mereka!" Duke Levin berteriak.
"Fufufu. Duke Levin, bagaimana 7 orang ranah Mythical bisa kalah melawan kawanan Beast itu." Magnolia terkekeh kecil seraya menggunakan Skillnya untuk menyembuhkan Riel dan yang lainnya.
"Apaa!" Semua orang terkejut, kemudian melihat ke arah tempat pertarungan.
Akira, Solon, Hector, Hali, Jaan dan Herakles terlihat seperti sedang menyembelih Beast ternak, saat bertarung melawan kawanan Beast Bronze Bull. Sementara itu tidak jauh dari sana Alastair dan Icarus sedang bertarung mati-matian dengan seekor Legendary Beast Golden Bull dewasa.
"Bukankah mereka berdua hanyalah ranah Epik? Kita harus membantu kedua ksatria itu!" Raiden berteriak dan ingin segera pergi untuk membantu Alastair dan Icarus.
"Berhentilah!" Lazarus menggenggam bahu Raiden dengan keras.
"Mengapa kamu menghentikan ku?"
"Biarkan Alastair dan Icarus melawan Legendary Beast itu!"
"Tunggu! Bukankah kamu sama saja mengorbankan mereka? Padahal ada 7 orang ranah Mythical di kelompokmu!" Raiden mengeluarkan aura ranah Legendary.
"Bang!!"
Lazarus menendang perut Raiden sehingga Raiden terlempar, kemudian menabrak pohon dengan keras. Amanda segera berlari ke arah Raiden untuk membantunya.
"Bajingan terluka sepertimu, hanya akan menjadi beban mereka! Jangan remehkan kekuatan kedua muridku!" Lazarus berkata seraya menatap Raiden dengan dingin.
"Kamu..." Raiden ingin berkata, tetapi dia memuntahkan seteguk darah hitam dari mulutnya.
"Raiden, apakah kamu teracuni!" Fiona berteriak.
Lazarus melemparkan sebuah Eliksir Penawar berwana merah ke arah Raiden. Dia mengetahui bahwa Raiden hanya dapat bertahan selama 7 hari, meskipun sudah meminum beberapa Potion penawar rank Unique.
"Apakah namamu Raiden? Lihatlah pertarungan Alastair dan Icarus! Apakah mereka terlihat memerlukan bantuan?" Lazarus tersenyum halus.
Semua orang melihat ke tempat pertempuran Alastair dan Icarus. Mereka melihat Alastair dan Icarus tersenyum seolah-olah menikmati pertarungan.
"Bagaimana mungkin, mereka bisa tersenyum saat melawan seekor Legendary Beast yang satu ranah diatas mereka!" Fiona berseru.
"Fiona, mereka menguasai Skill pertarungan yang hebat seolah-olah mereka sudah mengalami banyak pertempuran hidup dan mati. Mereka juga kelihatannya bukan pertama kali bertarung melawan lawan yang satu ranah diatas mereka." Jayde menjawab.
"Apakah kamu akan membantu mereka saat mereka hampir kalah?" Raiden bertanya.
"Aku tidak akan membantu mereka!"
"Kamu!!"
"Hahaha. Aku tidak akan membantu mereka karena mereka akan memenangkan pertarungan itu." Lazarus melanjutkan.
...****************...
Semua orang melihat ke arah pria tampan berambut putih panjang dan mata biru di hadapan mereka. Pria itu mempunyai wajah yang sempurna dan yang paling penting adalah dia sangat tenang dalam menilai situasi. Pesona dan Kharismanya bahkan bisa menggerakkan hati Fiona, Daisy dan Amanda yang sekeras batu karang.
"Urs!!" Magnolia berteriak.
Semua orang segera menghampiri Magnolia yang sedang mengobati Cyrille. Mereka khawatir kepada Cyrille.
"Magnolia, apa yang terjadi?" Lazarus bertanya, dia mengetahui bahwa wajah Cyrille terlihat persis dengan mayat yang mereka temukan.
"Apakah pria ini saudara kembar Ciel?" batin Lazarus.
"Aku sudah mengobati matanya! Akan tetapi, aku tidak bisa mengobati ginjal, jantung dan hatinya yang sudah rusak! Apa yang harus kita lakukan? Meskipun dia bisa bertahan hidup, tetapi dia tidak bisa bertahan selama 3 hari dengan kondisi ini!" Magnolia berteriak.
Duke Levin Edmund Helmut berlutut mendengar perkataan Magnolia. Apabila mereka berada di Kekaisaran Zephyra, mereka bisa mengobati luka Cyrille dan dia masih bisa hidup selama beberapa tahun, meskipun dia tidak akan bisa menggunakan mana. Namun saat ini mereka berada di Hutan Cerulean dan tidak ada seorang Alchemist dan Dokter yang dapat mengobati Rien.
Cyrille menggeleng ringan. "Paman, kamu sudah berkali-kali melindungi ku dan Ciel. Kamu adalah pemimpin yang sangat hebat dan katakan kepada Ayahku bahwa aku dan Ciel mati dengan senyuman. Paman, bunuhlah aku! Aku hanya akan menjadi beban, apabila dibiarkan hidup." Cyrille tersenyum.
Amanda mengeluarkan sebuah Short Sword dan ingin menikam jantung Cyrille, tetapi Fiona segera menghentikannya. Dia mengetahui bahwa masih ada cara untuk menyelamatkan Cyrille. Mungkin karena insting wanitanya yang melihat Magnolia memohon dengan tulus kepada Lazarus.
"Aku bisa menyelamatkannya dan membuat dia lebih kuat." Lazarus menjawab.
"Tuan Urs, bahkan Magnolia yang memiliki Skill penyembuhan Rank SS tidak dapat menyembuhkan Cyrille! Bagaimana kamu akan menyembuhkan Cyrille?" Daisy Silva bertanya.
"Solon, segera datang kemari dan bantu aku." Lazarus berkata menggunakan Artefak Raegal Earring.
Sesaat kemudian Solon terbang ke samping Lazarus dengan sangat cepat. Semua orang menjadi waspada kepada pria Demon berambut pirang itu.
"Urs, apa yang kamu butuhkan?"
"Kamu adalah seorang Alchemist, apakah kamu pernah melakukan transplantasi organ tubuh?"
"Tidak! Transplantasi adalah Skill Rank S+! Aku belum pernah melakukan transplantasi."
"Baiklah, kamu akan menjadi asistenku untuk melakukan transplantasi organ." Lazarus melangkah ke arah Riel, kemudian memberikan 10 Herbal Green Ilussion Rose Rank Unique.
"Tuan, apa yang kamu inginkan?" Cyrille bertanya.
"Makanlah itu dan tidurlah! Aku berjanji kepadamu bahwa kamu akan sembuh dan menjadi seseorang yang lebih kuat." Lazarus menyentuh tangan Cyrille.
Cyrille mengangguk dan memakan 10 herbal Green Ilussion Rose Flower Rank Unique. Perlahan dia kehilangan kesadarannya dan tertidur lelap.
"Solon, gunakan Skill element bumimu untuk membuat sebuah ruangan kecil."
"Sesuai perintahmu, Sir."
Lazarus mengeluarkan sebuah peti mati es dari Cincin Draupnir, terlihat mayat seorang pria berambut jingga dengan tombak berwarna emas yang terbaring di sana.
"Ciel!!" Semua orang berteriak.
"Aku menemukan mayat Ciel di dekat sarang Poison Hydra aku sudah menetralisir racun di tubuhnya, kemudian menyimpannya di peti es agar tidak membusuk." Lazarus berkata seraya mengeluarkan beberapa Artefak gunting, pisau kecil, dan benang dari White Ice Silkworm. Dia mengetahui harus selalu membawa perlalatan ini sejak dia menyelamatkan Abercio dan Clara.
"Urs, apa yang ingin kamu lakukan dengan mayat Ciel?" Duke Levin bertanya.
"Aku ingin mentransplantasi organ jantung, ginjal dan hati Ciel kepada Cyrille." Lazarus menjawab.
Semua orang terkejut kepada Lazarus. Mereka tidak mengetahui Lazarus adalah seorang dokter yang berpengalaman, tetapi semua orang berpikir hal itu adalah hal tabu di Planet Antares. Di masa lalu ada seorang Alchemist yang mentransplantasi kan organ dan bagian tubuh Demon ke tubuh manusia, setelah itu transplantasi organ tubuh menjadi hal yang sangat dilarang di Planet Antares.
"Anak muda, dahulu Alchemist itu mentransplantasi organ ras humanoid ke tubuh manusia. Akan tetapi, aku sekarang akan mentransplantasi organ tubuh manusia ke tubuh manusia. Kelihatannya Organ Ciel cocok dengan Organ Cyrille karena mereka saudara kembar. Duke Levin, apakah kamu ingin Duke Berlin dan Keluarga Bangsawan Phoenix menyerang Keluarga Bangsawan Duke Helmut karena hanya 2 Putranya yang mati?" Lazarus bertanya.
Semua orang mempunyai ekspresi serius. Mereka mengetahui bagaimana sifat Duke Berlin yang terlihat selalu berias seperti wanita, tetapi dari kelima Duke Kekaisaran Zephyra. Duke Berlin Phoenix adalah Duke yang paling kejam.
"Ciel sudah mati! Biarkan Urs mentransplantasikan organ Ciel kepada Cyrille! Aku mengira Ciel akan sangat bahagia di taman Eden melihat jantungnya berdetak di tubuh adiknya." Raiden berkata.
"Grand Duke Lazarus Regulus, berapa persentase kamu bisa menyembuhkan Cyrille?" Fiona bertanya.
"100%, aku sudah pernah mencoba beberapa kali operasi pembedahan transplantasi organ ini saat peperangan Kerajaan Terra." Lazarus bertanya.
"Apabila Kaisar Erland atau Kaisar Aldric mengetahuinya kita semua akan di hukum mati!" Daisy berteriak.
"Tidak! Bukan kita yang akan di hukum mati, tetapi Tuan Urs yang akan di hukum mati!" Amanda dan Fiona menjawab.
"Hahaha. Mereka tidak akan dapat melakukan apapun kepadaku, walaupun aku tidak suka menggunakan kekuasaan. Namun apakah kalian lupa Magnolia adalah putri tertua Kaisar Aldric dan aku juga menikahi Lilian yang merupakan Putri Kedua Kaisar Aldric. Selain itu Theresia dan Felicity adalah istriku! Mereka berdua adalah Putri Kaisar Erland. Kaisar Aldric dan Kaisar Erland akan menganggap tindakanku benar karena menyelamatkan seseorang."
"Tunggu! Apakah kamu Grand Duke Lazarus Regulus! Mengapa kamu berada di sini? Bukankah saat itu Theresia mengatakan ketiga istrimu hamil?" Dimitri yang merupakan pemimpin Intelijen Kekaisaran Zephyra berteriak.
"Aku ke Hutan Cerulean untuk berlatih dan aku sekarang mempunyai 4 bayi, sekarang apa keputusan kalian?" Lazarus bertanya.
"Kami setuju!" Semua orang berteriak.
Lazarus dan Solon membawa mayat Ciel dan juga Cyrille yang pingsan ke sebuah ruangan tanah yang telah dibuat oleh Solon.
"Anak muda, ingatlah di kedalaman Hutan Cerulean apapun bisa terjadi. Apabila kalian tidak bertemu denganku, pasti sudah dipastikan kelian mati." Lazarus dan Solon memasuki ruangan itu, sesaat kemudian pintu itu tertutup oleh tanah.
...****************...
Magnolia menceritakan apa saja yang telah terjadi setelah mereka memasuki Hutan Cerulean.
"Urs, sangat hebat! Dia bisa bertahan di Hutan Cerulean seolah-olah dia mempunyai banyak pengalaman bertahan hidup di wilayah yang berbahaya! Apabila pasukan kami datang ke Hutan Cerulean bersama Urs, aku rasa semua orang akan selamat." Duke Levin berkata.
"Tuan Urs, sangat tampan dan dia seolah-olah mengetahui apa yang terjadi di masa depan." Amanda berkata.
"Hahaha. Sekarang aku akan menyebut Urs sebagai kakak laki-laki!" Raiden, Dimitri, Aldebaran dan Jayde tertawa.
"Fufufu. Pria tua seperti kalian ingin menyebut Urs kakak laki-laki?" Magnolia terkekeh kecil.
"Kami berusia 100 tahun, bukankah Urs mempunyai usia yang sama dengan kami semua?" Amanda bertanya.
"Amanda, aku baru berusia 99 tahun!!" Fiona berteriak.
"Urs, baru berusia 60 tahunan dan dia seperti seseorang yang sudah hidup lebih dari 300 tahun. Aku juga tidak percaya Urs belum genap 100 tahun setelah melihat sifatnya." Magnolia terkekeh kecil.
"Apaaa!!" Semua orang berteriak, mereka merasa malu kepada diri mereka sendiri.
"Tunggu! Mengapa Urs memanggil kami Anak Muda?" Raiden bertanya.
Alastair dan Icarus menghampiri mereka seraya menyeret mayat Legendary Beast Golden Bull. Terlihat banyak luka di tubuh mereka akibat pertempuran, sedangkan Akira dan yang lainnya sudah menyelesaikan pertarungan mereka dan membedah mayat Beast Bronze Bull dan Golden Bull di sana.
"Nyonya Magnolia, bisakah kamu menyembuhkan kami?" Alastair bertanya.
"Kalian duduklah di sini dan biarkan Urs yang nanti membedah mayat Legendary Beast Golden Bull buruan kalian." Magnolia menjawab.
"Siapa mereka?" Duke Levin bertanya.
"Perkenalkan nama saya Icarus Lion Heart dan dia adalah Alastair Regulus." Icarus memperkenalkan diri mereka.
"Salam Duke Levin Edmund Helmut." Alastair dan Icarus membungkuk.
Fiona, Amanda dan Daisy terkejut mendengar nama belakang Alastair.
"Apa hubunganmu dengan Tuan Urs?" Amanda bertanya.
"Aku adalah anak tertua Grand Duke Lazarus Regulus atau Urs The North." Alastair menjawab.
"Tunggu! Mengapa kamu terlihat seperti Ayahnya daripada putranya!" Raiden terkejut.
Alastair menatap tajam ke arah Raiden. "Tuan, bisakah kamu tidak mengatakan hal itu? Kamu sudah menyakiti hatiku dan semua orang di wilayah Regulus mengatakan hal yang sama!!" Alastair menjawab dengan mata berlinang seraya memeluk Icarus di sampingnya.
"Tuan, kamu tidak sopan! Alastair lebih muda dan lebih tampan darimu, dia baru berusia 36 tahun! Bagi seorang ranah Epik usia itu sangat muda, dia hanya mempunyai tubuh yang tinggi dan berotot kekar." Icarus berteriak.
Hector menghampiri Alastair dan Icarus.
"Raja Hector!"
"Apa yang terjadi? Mengapa Alastair menangis?" Hector bertanya.
"Kaisar Hector, pria itu mengatakan Alastair lebih mirip seperti Ayah dari Paman Urs, daripada putranya!" Icarus menunjuk ke arah Raiden.
Hector mengeluarkan aura ranah Mythical, kemudian menatap tajam ke arah Raiden.
"Apakah semua itu benar?" Hector bertanya.
"Maafkan aku!" Raiden meminta maaf.
"Alastair, apakah kamu memaafkannya?"
Alastair menggeleng ringan seraya menutupi bibirnya yang melengkung. "Tidak, dia harus mendapatkan hukuman!"
"Sesuai dengan aturan kelompok, dia harus di gantung di pohon yang tinggi untuk umpan Beast terbang." Icarus berkata.
Raiden melirik ke arah semua orang, tetapi mereka segara memalingkan wajah.
"Baiklah, aku akan menerima hukumanku!" Raiden bangkit, kemudian pergi bersama Hector, Alastair dan Icarus.
"Hahaha. Keempat bajingan itu! Mereka sangat senang menggoda seseorang!" Magnolia tertawa terbahak-bahak.
"Apa maksudmu?" Amanda bertanya.
"Urs, menyebut kalian anak muda dan Alastair yang pura-pura menangis semua itu hanyalah lelucon!!"
...****************...