LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 42. Membeli Budak End.



Bleddyn dan kelompok Beastman Snow Wolf melihat ke arah Lazarus. Mereka, terkejut dengan skill garis darah Bangsawan Utara yang dipakai Lazarus.


"Manusia, apakah Anda berasal dari Benua Utara?" Bleddyn bertanya.


"Aku lahir di Benua Barat, tetapi aku mempunyai garis darah orang Benua Utara."


Bleddyn mengetahui bahwa hanya sedikit Bangsawan di Benua Utara yang dapat membangkitkan Skill garis keturunan Bangsawan Utara.


"Manusia, apakah Anda dapat bersumpah dengan kehormatan Anda bahwa tidak akan berbuat jahat kepada suku kami?"


"Aku bersumpah! Aku tidak akan berbuat jahat kepada suku Snow Wolf! Bleddyn, apakah kamu bisa menceritakan apa yang terjadi pada sukumu?" Lazarus bertanya.


"Tuan, awalnya suku Beastman Snow Wolf hidup dengan damai di kaki Pergunungan Frostin. Suku kami hidup berdampingan dengan Mythical Beast Ice Fenrir Snow Fang...," Bleddyn tiba-tiba berhenti.


"Apa yang terjadi?" Elder Tyron bertanya dengan wajah penasaran dengan kelanjutan cerita Bleddyn.


"Tujuh tahun yang lalu terjadi pertempuran antara Tuan Snow Fang dan Legendary Beast White Dragon Aurora. Meskipun, Tuan Snow Fang sudah berusaha bersama kelompok Beast serigala, tetapi White Dragon Aurora beserta kelompok Beast Frost Wyvern berhasil menang dalam pertempuran itu. Banyak anggota suku kami yang menjadi korban dalam peristiwa itu. Sisa suku kami berpencar, tetapi naasnya kelompok kami tertangkap oleh pemburu budak dan berakhir di sini." Bleddyn dan kelompok Beastman Snow Wolf mempunyai ekspresi sedih.


"Apakah Ice Fenrir penguasa Pergunungan Frostin selama dua puluh ribu tahun sudah mati? Bagaimana, seekor Beast yang mempunyai kekuatan hampir mendekati Saint Beast dapat dikalahkan oleh seekor Beast White Dragon ranah Legendary?" Elder Tyron bertanya.


"Dwarf, Tuan Snow Fang mempunyai usia yang sudah sangat tua. Banyak sekali luka bekas pertempuran ditubuhnya. Dwarf berhentilah menghina Tuan Snow Fang!! Aku akan mencabik-cabik kamu apabila kamu menghina Tuan Snow Fang!" Bleddyn dan Kelompok Beastman Snow Wolf melihat Elder Tyron dengan tatapan permusuhan.


"Bleddyn, maafkan saudaraku. Aku berjanji akan memperlakukan semua anggota sukumu seperti keluargaku sendiri." Lazarus berkata.


"Terima kasih, semoga Dewa Utara Boreas selalu melindungi kamu."


Bleddyn mempunyai ekspresi lega di wajahnya. Janji dari seorang Bangsawan Utara adalah janji yang akan selalu ditepati. Mereka sekarang mempunyai tempat untuk pulang.


"Master, apakah White Dragon itu membunuh seekor Ice Fenrir ranah Mythical?" Ignis bertanya.


"Ignis, meskipun Aurora membunuh Mythical Fenrir. Namun, Ice Fenrir itu sudah tidak berada dalam masa primanya. Aurora juga menyerang dengan bantuan banyak pasukannya. Aku yakin Aurora sekarang terluka parah dan mendapat banyak kerugian setelah selesai berperang dengan Ice Fenrir."


"Ice Fenrir adalah salah satu Beast peringkat tinggi. Kekuatan mereka bahkan lebih kuat dari Beast Dragon normal." Golden Fang berkata.


"Goldie, kamu juga saat dewasa akan menyamai kekuatan seekor Beast Ice Fenrir. Apabila saat kamu melawan Ice Fenrir itu di dalam masa prima dan tingkatan yang sama. Menurutmu, siapa yang akan menang?" Asterion bertanya.


"Aku yang akan menang karena aku mempunyai mana element guntur dan logam yang merupakan kelemahan element es." Golden Fang menjawab.


"Aku iri pada kalian berdua! Asterion mempunyai mana element api dan racun. Sedangkan Golden Fang mempunyai element guntur dan logam." Ignis meraung.


"Ignis, element api milikmu lebih kuat dari Asterion. Seekor Beast yang berfokus satu element bahkan mempunyai kemungkinan lebih kuat dari seekor Beast yang mempunyai banyak element." Lazarus berkata.


"Aku mengetahui seekor Saint Beast yang berfokus satu element dalam kisah legenda. Bahkan, Dewa Naga Logam Divine Beast Bahamut juga hanya berfokus pada satu element." Asterion berkata.


"Apa maksudmu Saint Beast Red Dragon Claudius?" Ignis bertanya.


"Kadal merah, meskipun kita adalah pengikut Divine Beast Tiamat. Divine Beast dengan lima kepala yang mempunyai lima element berbeda. Namun, Claudius adalah salah satu dari dua belas Saint Beast dari Klan Dragon yang dapat menembus ke alam atas. Bahkan, aku mengira diatas ranah Saint Beast ada ranah yang lebih tinggi." Asterion menjawab.


"Red Dragon Claudius, adalah bencana berjalan di zaman kuno. Bahkan, Black Dragon Melanthios hanyalah seperti seekor serangga di hadapan Claudius." Lazarus berkata.


Ignis dan Asterion mengangguk bersamaan.


"Master, siapa Black Dragon Melanthios?" Golden Fang bertanya.


"Black Dragon Melanthios adalah Black Dragon Hybrida ranah Mythical. Dia mempunyai element api dan racun yang kuat." Lazarus menjawab.


Golden Fang melirik ke arah Asterion. Black Dragon Melanthios mempunyai ciri yang sama persis dengan Asterion.


"Apaa!!"


"Hahaha, meskipun kita mengetahui bahwa Master sudah membunuh ibu kita. Namun, kita tidak mempunyai rasa dendam kepada Master karena ibuku kalah dalam pertempuran yang adil. Kita berdua bisa hidup saat ini juga berkat belas kasih Master." Ignis tertawa.


Asterion mengangguk.


Ignis dan Asterion tidak mengetahui wajah ibunya sejak mereka lahir. Meskipun, mereka tahu Lazarus yang sudah membunuh ibu mereka. Akan tetapi, mereka tidak menyimpan dendam pada Lazarus karena dia sudah memperlakukan mereka seperti keluarganya sendiri.


"Master, kedua telur yang kamu titipkan pada kami bertiga sudah menetas. Apakah kamu ingin melihatnya?" Ignis bertanya.


"Apa!! Ignis aku, Freya dan Alyssa akan melihatnya saat malam hari. Aku tidak sabar untuk melihat keluarga baru kita." Lazarus tersenyum.


Eleanor melihat Lazarus yang tiba-tiba tersenyum, kemudian menepuk bahu Lazarus. "Urs, apa yang sedang kamu pikirkan?" Eleanor bertanya.


"Aku hanya senang memikirkan bahwa aku akan mempunyai keluarga baru." Lazarus berkata.


"Para Elf, Bleddyn dan kelompok Beastman Snow Wolf adalah keluarga baru Tuan Urs. Aku Diana akan selalu menghormati Tuan Urs." Diana sedikit membungkuk.


Luck datang dengan senyum lebar diwajahnya seraya membawa kontrak segel pengalihan kontrak budak yang harus di tanda tangani dengan darah Lazarus.


"Tuan Urs, kamu harus menggunakan setetes darahmu untuk menanda tangani segel pengalihan budak." Luck tersenyum lebar.


Lazarus menusukan jarum ke jarinya hingga berdarah, kemudian menetaskan setetes darahnya ke segel budak yang mempunyai banyak rune kuno yang rumit. Selesai meneteskan darahnya Lazarus merasakan dia sudah terhubung dengan lebih dari seratus orang budak. Berbeda dengan kontrak Ignis dan yang lainnya kontrak ini seperti jaring-jaring merah jiwa yang terhubung pada kalung yang dipakai para budak.


"Penjaga keluarkan semua budak itu!" Luck tersenyum.


Bleddyn menatap Luck dengan tatapan haus darah. Akan tetapi, Luck hanya membalasnya dengan senyuman.


Lazarus melihat ke arah seorang penjaga yang tidak jauh dari sana yang sedang memperhatikan semuanya. Penjaga itu menggunakan jubah hitam yang menutupi wajah dan tubuhnya. Dari tekanannya dia sudah melampaui ranah Expert.


"Bleddyn kemari!" Lazarus memberi perintah.


Bleddyn bersama para kelompoknya segera pergi ke belakang Lazarus.


"Luck, aku sudah membayar semuanya. Aku harus berpamitan sekarang." Lazarus berkata.


"Tunggu!" Bleddyn segera menghentikan Lazarus.


"Luck apakah kamu mempunyai urusan lain denganku?"


"Tuan Urs, aku mempunyai dua orang budak Assasin ranah Expert dari Serikat Pembunuh Night Hunter. Aku rasa mereka berdua akan sangat berguna untuk Tuan Urs."


Para penjaga membawa dua orang budak dengan penampilan yang tidak bisa dikenali dengan banyak luka memar dan bau yang sangat busuk. Bahkan, semua penjaga menutup hidung mereka saat membawanya.


Kelompok Lazarus kecuali Lazarus segera menutup hidung karena mencium bau yang sangat busuk dari kedua budak Assasins itu.


"Nama mereka adalah Dylan dan Ghost. Mereka, dijual oleh Serikat Pembunuh Night Hunter karena masalah tertentu."


"Pencuri Kotoran! Mereka berdua yang mencuri tempat penyimpanan kotoran! Kita tidak membunuh mereka karena saat itu mereka tidak mempunyai niat membunuh!" Golden Fang berteriak.


Lazarus terkejut melihat Dylan dan Ghost. Pantas saja dia sangat mengenali bau dari Dylan dan Ghost karena bau itu seperti bau kotoran Ignis dan yang lainnya.


"Hahaha, ini semua mungkin adalah sebuah takdir. Luck, aku akan membeli mereka berdua." Lazarus tertawa terbahak-bahak.