LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 269. Ignis Terbangun.



Black Dragon Asterion dan White Dragon Aneira terbang di atas kota Regulus. Mereka menjadi pusat perhatian warga Ibukota Regulus, semua warga Ibukota Regulus sudah terbiasa melihat seekor Beast Dragon terbang di atas Ibukota Regulus.


Ignite, Evanthe dan Ignatius selalu berkunjung ke Kastil Regulus. Semua orang awalnya ketakutan, tetapi mereka lama-kelamaan terbiasa dengan kehadiran Beast rank tinggi karena Albion dan yang lainnya selalu pergi ke Kota Regulus untuk membeli makanan ras humanoid.


"Nyonya Cathrine, Nyonya Alyssa dan Nyonya Deviela mampirlah ke tokoku!" Seorang penjual daging berteriak.


"Tuan Muda Leonhard, Tuan Muda Arion, Nona Muda Gardenia dan Nona Muda Ariana kalian sangat tampan dan cantik." Lucy/Black Mamba yang sedang membeli sate panggang bersama Orcblorg berteriak.


Asterion berhenti di udara, dia merasakan aura yang dia kenal sudah terbangun.


"Asterion, apa yang terjadi?" Deviela bertanya.


"Saudaraku terbangun setelah tidur lama." Asterion menjawab.


Setiap saudara kandung Beast Dragon dapat merasakan kehadiran dan keadaan saudara kandungnya dari kejauhan. Mereka mempunyai indra sangat peka, bahkan mereka dapat merasakan kematian saudara kandungnya dari jarak yang sangat jauh.


"Baiklah, kita harus kembali ke Kastil Regulus." Alyssa berkata.


Black Dragon Asterion dan White Dragon Aneira terbang kembali ke Kastil Regulus.


Iris sedang memberi makan seekor Nine Element Hydra berkepala 3 di Taman Kastil Regulus. Alanna sudah menjadi seekor Demon Beast dan menumbuhkan satu kepala lagi.


"Nyonya, apakah Master akan kembali?" Alanna bertanya.


"Lazarus, akan kembali sebentar lagi. Alanna apakah kamu merindukan Lazarus?" Iris mengelus kepala berwarna merah Alanna.


"Aku merindukan Master Urs dan Senior White." Alana menjawab.


"Bersabarlah, Lazarus dan White akan pulang. Mereka akan baik-baik saja." Iris menjawab.


...****************...


Asterion dan Aneira mendarat di taman Kastil Regulus. Dia ingin membawa Iris bertemu dengan Ignis karena mereka belum pernah bertemu sebelumnya.


"Asterion, mengapa kalian sudah kembali?" Carissa bertanya.


"Nyonya Iris, Nyonya Clarissa apakah kamu bisa bersamaku ke sarang Dragon?" Asterion bertanya.


Carissa, Freya, Felicity dan semuanya mempunyai wajah pucat. Red Dragon King Agni membuat sarang di sebelah sarang Ignatius dan Ignite. Mereka tidak ingin bertemu dengan Dragon tua pemarah itu.


Seorang Beastman White Dragon Basilio berjalan ke arah Asterion dan Aneira. "Aku ingin pergi bersama kalian ke sarang Dragon untuk melihat keadaan White Dragon King Galan dan Red Dragon King Sarion."


"Baiklah, tetapi aku membutuhkan seseorang untuk mewakili Master untuk pergi ke Sarang Naga." Asterion berkata.


Iris berjalan ke arah Asterion. "Biarkan aku dan Felicity yang mewakili Lazarus pergi ke sana."


"Baiklah, Nyonya Iris, Nyonya Felicity dan Basilio naiklah ke punggungku." Asterion berkata.


"Tuan Asterion, aku akan terbang menggunakan sayapku. Sebagai Beastman Dragon aku tidak berani menaiki punggung seekor Beast Dragon." Basilio membungkuk.


"Terserah kamu." Asterion menjawab.


Iris dan Felicity naik ke punggung Asterion. Mereka mengira kawanan Dragon berada dalam bahaya.


Mereka kemudian terbang ke sarang Dragon yang berada di kedalaman Hutan King melewati Artefak Gate dimensi yang dibuat oleh Roseanne di Hutan White Winter. Kebetulan jarak Hutan Emerald dekat dengan Hutan King hanya terhalangi oleh Gunung Storm tempat tinggal Thunder Bird Storm.


"Urs sangat beruntung bersahabat dengan Red Dragon Ignite." Roseanne berkata.


"Usss.."


Mendengar nama Urs, Leonhart tiba-tiba menangis begitupun dengan Gardenia, Veronika, dan Arion.


"Roseanne! Jangan katakan nama Urs di sini! Anak-anak selalu menangis saat mendengar nama Urs!! Panggil saja dia dengan nama Lazarus atau Duke Regulus. Nyaww" Cathrine menenangkan Gardenia, sedangkan Freya mencoba menghibur Leonhart dengan Buah apel kesukaannya.


"Maafkan aku!" Roseanne menjawab.


"Fufufu. Lazarus selalu bermain dengan mereka semua saat berada di Kastil Regulus. Apakah sekarang kamu mengetahui alasan Lazarus saat Ariana lahir dia segera pergi untuk berlatih? Apabila dia menundanya lebih lama, dia akan selalu merasa bersalah kepada anak-anaknya." Diana terkekeh kecil seraya mengendong Gardenia.


...****************...


*Sarang Ignite.


8 Ekor Beast Dragon sedang berkumpul, mereka adalah Red Dragon King Agni, Six Wing Red Dragon Ignite, Six Winged Gold Dragon Evanthe, Red Dragon Ignatius, Red Dragon Sarion, White Dragon Galan, Gold Dragon Rhea dan Earth Dragon Brontes.


"Paman, apakah Ignis akan bangun sekarang?" Gold Dragon Rhea bertanya.


"Ignis, sudah tertidur hampir 6 tahun aku tahu bahwa dia sudah menyelesaikan proses Rebirth! Ayah membantunya dengan memberikan Inti Red Dragon King Ignisia." Red Dragon Ignite menjawab.


"Aura yang sangat kuat untuk seekor Red Dragon yang baru menembus ranah Legendary." White Dragon Galan berkata.


"Pak Tua Galan, aku mengetahuinya. Cicitku Ignis adalah calon Red Dragon King selanjutnya dan Asterion adalah Calon Black Dragon King selanjutnya." Red Dragon King Agni menjawab.


"Hahaha. Aura miliknya bahkan lebih kuat dari putraku Snowfall." Galan tersenyum.


"Pak Tua Galan, mengapa kamu tidak pergi dan tinggal bersama Snow Fall? Padahal kamu sudah sangat tua? Snow Fall juga mengatakan padaku bahwa dia dan istrimu sedang mencarimu." Red Dragon King Agni bertanya.


"Nak, aku dan Sarion mempunyai usia yang sama dengan Karserin dan Gyr. Namun karena luka dalam dan sakit yang kami derita kami lebih memilih untuk meninggalkan sarang kami dan mengasingkan diri untuk menunggu kematian. Pasanganku mungkin masih bisa hidup selama 5000 tahun lagi, sedangkan kami pasti masih bisa hidup selama 100 sampai 200 tahun lagi meskipun manusia itu sudah memberi kami banyak herbal." White Dragon Galan menjawab.


"Pasangan? Aku juga mempunyai seorang pasangan, tetapi dia tidak memedulikan ku dan menganggap aku seperti mesin berkembang biak." Red Dragon Sarion berbaring malas mengingat masa lalu.


"Pak Tua Sarion, aku mengerti perasaanmu dan bolehkah aku bertanya siapa pasanganmu?" Red Dragon Ignatius bertanya.


"Salah satu dari 3 Red Dragon King? Agni pasti kamu sangat mengenalnya." Red Dragon Sarion menjawab.


Tubuh Red Dragon King Agni gemetar, hanya ada satu Red Dragon King betina di Red Dragon Valley. Dia adalah Red Dragon terkuat di Planet Antares.


"Summer Queen Red Dragon King Brenna?"


"Brenna adalah pasanganku. Awalnya aku dan Brenna mempunyai kekuatan yang sama, tetapi sekarang aku jauh lebih lemah dari Brenna." Red Dragon King Sarion berkata.


...****************...


Sesaat kemudian Iris, Felicity bersama White Dragon Aneira dan Black Dragon Asterion sampai dan masuk ke sarang Dragon.


"Asterion, bukankah tidak sopan kamu datang ke sini tanpa mengucapkan permisi?" Gold Dragon Evanthe bertanya.


"Nenek, maafkan aku karena aku sangat bahagia dan perkenalkan nama pasanganku Aneira Dementria Laica Aurora Cenora White Dragon." Asterion berkata.


"7 Suku Kata nama!" Semua Beast Dragon di sana berteriak.


"Apakah White Dragon itu adalah Beast kontrak baru Tuan Urs? Dimana Tuan Urs sekarang kami ingin berbicara dengannya!" Red Dragon Agni berseru.


"Master, pergi ke Hutan Cerulean satu Minggu lalu untuk berlatih dan aku membawa Nyonya Iris dan Nyonya Felicity sebagai perwakilannya." Asterion menjawab.


Semua Beast Dragon menatap ke arah Iris dan Felicity.


Iris dan Felicity merasakan aura yang kuat dari kawanan Beast Dragon itu, bahkan di alam atas Beast Dragon, Liong, dan Phoenix adalah ketiga Beast yang berada di puncak predator.


"Iris, Felicity tenang saja kami tidak akan menyerang kamu! Apabila kami berani menyentuh sehelai rambut kalian. Urs pasti akan datang kepada kami untuk membalas dendam." Red Dragon King Agni berkata.


"Hohoho. Urs, manusia yang menarik dia sudah menyelamatkanku, Sarion, Klan Beastman Red Dragon dan Klan Beastman White Dragon dari kepunahan." White Dragon King Galan berkata.


Iris dan Lilian mengangkat sedikit gaun putih kebiruan mereka. "Lord Dragon, mengapa kalian memanggil kami ke sini? Apakah ada masalah yang sangat penting?"


"Manusia, Ignis akan bangun!! Dia sudah 6 tahun melakukan Rebirth yang sangat sakit dan sudah menembus ranah Legendary Beast saat Kakek Agni memberikannya Inti Red Dragon King Ignisia." Gold Dragon Rhea menjawab.


"Siapa Ignis?" Felicity bertanya, bukankah Asterion adalah Beast kontrak pertama Lazarus. Dia kemudian mengingat Albion dan semua Beast kontrak Lazarus yang lain sering menyebut nama Ignis.


"Grooooar!" Auman seekor Dragon terdengar di dalam Goa.


Aura haus darah, kejam dan tirani terasa di dalam Goa, batu penutup goa hancur dan akhirnya seekor Red Dragon dengan sisik merah bersinar seperti permata Ruby, mata merah dan sayap yang lebar terbang ke arah mereka.


Red Dragon itu lebih besar dari Asterion dan Aneira, dia mempunyai ukuran kepala sampai ekor 28 meter dan sepasang tanduk seperti mahkota di kepalanya.


Aneira merasakan ketakutan saat melihat Red Dragon Itu, Asterion segera menenangkannya.


Meskipun Asterion tidak mempunyai hubungan yang baik dengan saudaranya Ignis. Namun dia masih menganggap Ignis sebagai Alpa dari semua Beast Kontrak Lazarus.


"Kadal Merah, apakah kamu sudah terbangun? Saat kamu tertidur Master dan kami sudah mengalami banyak pertempuran." Asterion berkata.


"Asterion, cepat berburu makanan! Aku sangat lapar! Bisakah kamu membayangkan seekor Dragon yang belum makan selama 6 tahun."


"Bajingan! Kamu berani menyuruhku!" Asterion berteriak.


Ignis menatap Asterion dengan tajam, kemudian dengan cepat menekan kepala Asterion ke tanah. "Ingatlah ini adalah perintah! Apakah kamu merasa sudah besar?! Apabila kamu berani mengatakan hal seperti itu lagi, aku akan memotong kedua sayapmu!"


"Grooooarrr!"


Aneira menerkam Ignis, tetapi Ignis dengan tenang mencakar Aneira hingga dia terlempar dan menabrak langit-langit Goa.


"Bajingan! Lepaskan, dia!" Red Dragon Ignatius dengan tubuh dengan banyak bekas luka berteriak.


Ignis tersenyum lebar, dia melihat lawan yang sebanding untuk mencoba kekuatannya.


"Ignis! Lepaskan Asterion!" Iris berteriak.


Ignis melihat ke arah Iris, kemudian dengan cepat melepaskan Asterion.


"Pasangan Master! Nyonya Iris!" Ignis berteriak.


"Nyonya Iris! Kadal merah itu sangat tirani! Apakah kamu tidak melihatnya? Apabila di depan Master dia sangatlah tenang! Namun saat dia tidak bersama dengan Master dia adalah penggila pertarungan!" Asterion berteriak seraya menyemburkan bola api ke arah Ignis, tetapi Ignis menghindarinya hanya dengan kibasan sayap.


"Fufufu. Urs belum pernah mengatakannya kepada kami dan kebetulan aku selalu menyimpan banyak daging Beast." Felicity mengeluarkan banyak daging Beast dari Artefak penyimpanannya.


"Manusia, terima kasih." Ignis segera memakan semua daging Beast itu dengan lahap.


...****************...


Ignis selesai memakan semua makanannya, kemudian melihat ke arah Iris, Felicity dan semua Beast di sana.


"Asterion, siapa Beast Gold Dragon dan White Dragon betina itu?" Ignis bertanya.


"Nama White Dragon betina itu adalah Aneira pasanganku dan Gold Dragon betina itu Rhea, dia yang selalu menjagamu saat proses Rebirth." Asterion menjawab.


"Sa-salam kenal Ignis." Rhea berkata dengan terbata-bata.


Ignis melirik ke arah Agni, Ignatius dan yang lainnya. Dia hanya mengenal Red Dragon Ignite dan Gold Dragon Evanthe.


"Senior, namaku adalah Earth Dragon Brontes! Senang bertemu denganmu dan aku adalah Beast kontrak Master."


"Hahaha. Brontes, kamu adalah Variant Earth Dragon. Kamu sangatlah besar dan kuat, apabila Asterion dan Golden Fang berani menindas mu katakan padaku." Ignis tertawa.


"Ya, senior."


"Hahaha. Bajingan kecil, kamu mempunyai wajah dan sifat yang sama dengan Ignisia." Red Dragon King Agni tertawa.


"Kakek? Apakah kamu kakekku?" Ignis bertanya.


"Aku adalah Kakekmu yang memberikan Inti Ignisia. Namaku adalah Red Dragon King Agni dan mereka adalah Red Dragon Sarion dan White Dragon Galan."


"Senang bertemu dengan kalian." Ignis bersujud.


"Kadal merah mengapa kamu bersujud?" Asterion bertanya.


"Kadal kejam, aku sudah mengatakan untuk menghormati Dragon yang lebih tua." Ignis menjawab.


"Sejak kapan kamu yang pemarah menghormati yang lebih tua?!"


"Aku menghormati Master seperti Ayahku sendiri. Aku ingat saat aku ingin memakan mu dan Master memukuliku hingga sekarat. Hidupmu adalah belas kasihan Master!"


"Bajingan! Apakah kamu pernah ingin memakan ku? Aku baru mendengarnya saat ini! Bajingan mana yang tega untuk memakan saudaranya sendiri!"


"Hahaha. Maafkan aku saat itu aku hanya ingin mencoba daging Dragon lain dan penasaran dengan rasanya."


"Bajingan! Meskipun kulitku hitam, tetapi di darahku juga mengalir darah Red Dragon! Apabila kamu menjadi seorang Dragon kanibal kamu akan langsung dilemparkan ke dasar Abyss paling dalam!!"


...****************...


Gold Dragon Evanthe, menjamu Iris dan Felicity dalam bentuk manusia. Dia menghidangkan teh dan daging panggang yang baru saja dia buat.


"Nyonya Gardenia, apakah kita boleh membawa Ignis kembali ke wilayah Regulus?" Felicity bertanya.


"Kalian boleh membawanya, dia bisa menjadi bantuan yang besar untuk wilayah Regulus dan aku sangat berterima kasih kepada Urs karena sudah membesarkan kedua cucuku." Gold Dragon Evanthe tersenyum.


...****************...


Ignis mendekat ke arah Aneira. "Aneira, kapan aku bisa melihat keponakanku?"


Aneira mempunyai wajah merah. "Aku tidak mengetahui kapan tepatnya, tetapi aku harus pulang dulu ke Pergunungan Frostin bersama Asterion untuk bertemu dengan Ayahku White Dragon King Snowfall."


White Dragon Galan yang mendengar nama Snowfall melebarkan matanya. "Apakah kamu Putri Snowfall? Apakah Snowfall pernah mengatakan tentang White Dragon Galan?'


"Kakek? Ya!! Nenek mencarimu mengelilingi Lembah Ice Valley yang luas! Dia khawatir dengan keadaanmu dan sekarang dia depresi dan mengurung diri di sarangnya." Aneira berteriak, dia tidak mengetahui White Dragon tua yang berada di sampingnya adalah Kakeknya.


"Galan, apakah kamu tidak ingin menemuinya?" Sarion bertanya.


White Dragon Galan memberikan satu sisiknya kepada Aneira. "Katakan pesanku kepada Nenekmu bahwa aku baik-baik saja dan dia boleh mencari Dragon jantan lain untuk dijadikan pasangan."


"Tidak! Mengapa aku harus mengatakan itu!"


Asterion mengusap kepalanya ke wajah Aneira. "Apakah kamu tidak melihat kakekmu? Dia sudah sangat tua dan kesulitan untuk terbang. Apabila Kakekmu mati, nenekmu pasti lebih bersedih. Seekor Dragon jantan yang setia, tidak ingin melihat pasangannya sedih karena kematiannya."


"Baiklah," Aneira mengangguk.


Ignis menatap ke arah Asterion dan Aneira. Masternya mengatakan bahwa dia adalah Dragon jantan yang tampan dan akan mendapatkan seorang pasangan Dragon betina yang cantik.


Ignis menatap ke arah Ignatius dan Rhea, dia menganggap Ignatius dan Rhea adalah seorang pasangan.


"Ignis, apa yang sedang kamu pikirkan?" Ignite bertanya.


"Kakek, aku akan pergi ke Dragon Valley dan mencari beberapa Beast Dragon betina untuk dijadikan pasangan." Ignis menjawab.


"Apa maksudmu?" Ignatius bertanya.


"Asterion, sudah mempunyai pasangan dan aku tidak mempunyainya. Bahkan Master juga sudah mempunyai beberapa orang anak. Bukankah seharusnya aku mencari pasangan dan melahirkan beberapa orang anak untuk menjadi pelindung keturunan Master?" Ignis menatap ke arah Red Dragon Ignatius.


Rhea mempunyai wajah pucat, kemudian mundur beberapa langkah mendengar Ignis ingin pergi ke Dragon Valley untuk mencari pasangan. Meskipun Rhea tidak masalah dengan poligami karena ayahnya mempunyai 3 pasangan. Namun, dia mengira Ignis tidak tertarik sedikitpun dengannya.


"Cih. Bajingan kecil aku adalah Ayahmu! Apakah kamu tidak merasakan melalui jalinan jiwa?" Ignatius bertanya.


"Apaaa! Bukankah kamu adalah pasangan Gold Dragon betina yang cantik itu?" Ignis terkejut.


"Rhea adalah sepupuku! Dia masih muda dan belum mempunyai pasangan! Dia menunggumu untuk bangun selama 4 tahun terakhir! Apakah kamu tidak tertarik kepada Rhea sedikitpun?"


Ignis menatap ke arah Rhea, kemudian berlari ke luar sarang dengan ekspresi malu.


"Apa yang terjadi?" Rhea bertanya.


"Hahaha. Bajingan! Aku tidak menyangka Kadal Merah adalah tipe yang sangat agresif seperti itu!" Asterion tertawa seraya berguling-guling.


Sesaat kemudian Ignis kembali ke sarang seraya membawa seekor Epik Beast Lava Bull dan memberikannya kepada Rhea.


"Maukah kamu jadi pasanganku? Namun aku bukanlah seekor pejantan Betta (monogami), aku adalah seorang pejantan Alpa (poligami) Jadi aku akan memiliki 5 orang betina. Namun aku pasti akan selalu menyayangimu selamanya." Ignis berkata seraya menatap tajam ke arah Rhea.


"Baiklah, aku menerimanya." Rhea menjawab.


Ignis mengusapkan kepalanya, ke kepala Rhea. "Master mengatakan kepadaku bahwa seorang pejantan sejati tidak boleh merebut pasangan dari pejantan lainnya."


"Terima kasih."


" Rhea, mari kita pergi ke tempat lain."


"Baiklah."


Ignis dan Rhea terbang meninggalkan sarang.


"Ignatius bukanlah sekarang sudah saatnya kamu mencari betina lain?" Ignite bertanya.


"Aku akan pergi ke Dragon Valley untuk mencari betina lain, kebetulan saat ini adalah musim untuk mencari pasangan." Red Dragon Ignatius tersenyum.


"Ayah Bi berada di Dragon—" Asterion berkata, tetapi Agni dan Ignite segera menutup mulut Asterion.


"Asterion apa yang ingin kamu katakan?"


"Tidak, aku hanya ingin mengatakan ada seorang Dragon betina yang cantik di Dragon Valley, dia bahkan mempunyai kecantikan yang sama dengan ibu." Asterion tersenyum.


"Melanthios memanglah Dragon betina yang cantik, tetapi dia sangatlah tirani dan kejam." Ignatius menjawab.


"Baiklah, bagaimana jika kita besok pergi ke Dragon Valley? Bagi seekor Beast Dragon, Dragon Valley adalah tanah suci Dragon dan mereka harus pergi ke sana menimal satu kali seumur hidupnya." Aneira berkata.


"Hahaha. Biarkan aku, Galan, Sarion, Evanthe dan Ignite yang menjaga sarang kalian." Red Dragon Agni tertawa.


"Kakek, apakah aku tidak tahu tujuan aslimu adalah untuk menjarah sarang kita saat kita pergi?" Ignatius menatap tajam ke arah Agni.


"..."