LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 259. Pembantaian END.



Terlihat banyak mayat yang terpotong-potong dan terpenggal di sekitar Lazarus. Bau racun dan bau amis darah tercium di Medan pertempuran.


Lazarus mengayunkan Ice Chain dan Lava Chain Rank Epik miliknya ke arah pasukan pemberontak. Setiap kali dia mengayunkan Artefak rantainya 1 sampai 3 orang mati.


Pasukan berontak mulai ketakutan melihat pembantaian di hadapan mereka. Lazarus membunuh seseorang seperti membersihkan rumput liar.


"Monster!!!" Pasukan pemberontak mulai takut dan melarikan diri tempat itu.


"Heavenly Silver Leopard Spear Art gaya pertama! Silver Leopard Slash!" Seorang pria Beastman Leopard ranah Legendary menggunakan Skillnya untuk membunuh para pasukan yang melarikan diri. Bilah besar yang terbuat dari petir perak berbentuk 4 cakar memotong tubuh semua pasukan yang melarikan diri menjadi dua.


"Siapapun yang melarikan diri, aku akan membunuhnya!" Pria Beastman macan tutul berambut pirang dan mata hijau itu berteriak, seraya mengayunkan Artefak tombak Rank Legendary.


"Tuan Dean! Kita mempunyai kesempatan untuk menang!" Moral pasukan mulai naik.


Dean memakan sebuah Pil penawar Rank Epik, kemudian berjalan ke hadapan Lazarus. Meskipun dia hanya mempunyai kekuatan 3/4 dari kekuatan aslinya, tetapi dia yakin bahwa dia bisa mengalahkan Lazarus.


"Bajingan, siapa kamu!"


Lazarus mulai melepaskan Raegal Helm, dia mengetahui bahwa Dean adalah seorang Spearman veteran.


"Namaku Grand Duke Lazarus Regulus! Penguasa tanah Regulus!" Lazarus menjawab.


Semua orang gemetar, Lazarus adalah orang yang sering dibicarakan di 4 Benua banyak kisah tentangnya. Terutama saat perang Kerajaan Pendragon, Kerajaan Terra dan saat Pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar.


Dean tersenyum lebar, dia sudah lama ingin melawan Lazarus.


"Hahaha. Bajingan! Apakah kamu adalah Master dari Black Dragon itu? Bukankah kamu tidak mempunyai Job pertarungan jarak dekat dan apakah kamu yang menyebarkan racun?" Dean bertanya.


"Aku adalah orang yang mengontrak Black Dragon itu dan menyebarkan racun. Senang bertemu denganmu Silver Spear Marcenary!"


"Tatapan yang dingin! Kamu pasti sudah sering membunuh sampai bosan! Kamu juga tidak mempunyai hati saat membantai banyak orang dengan racun, tetapi aku sangat menyukainya karena aku adalah orang yang sama! Archer tembak dia!" Dean tersenyum.


Ribuan anak panah melesat ke arah Lazarus dan pasukan pemberontak yang berada di sekitarnya.


"Tuan Dean, tolong kami!" Seorang prajurit pemberontak berteriak.


Dean menatap para prajurit itu dengan tatapan dingin. "Hanya orang kuat yang dapat bertahan hidup! Kalian hanyalah bidak yang dapat dibuang dan diganti kapanpun."


Ribuan panah melesat ke arah Lazarus, tetapi Lazarus hanya melihatnya. Dia menyimpan Artefak rantai miliknya, kemudian mengeluarkan tombak Nine Headed Golden Dragon Spear.


Lazarus bergerak dengan sangat lincah menghindari, menebas dan memotong semua anak panah yang melesat ke arahnya. Gerakan Lazarus terlihat seperti seekor Red Dragon yang menari dengan sangat indah.


"Golden Dragon Spear Art adalah Skill yang diajarkan oleh Arthur. Skill ini sangat imbang dalam serangan dan pertahanan." batin Lazarus.


Dean tersenyum lebar, dia mengetahui Lazarus adalah bakat yang sangat langka. Namun sayang Lazarus akan mati malam ini. Dean menyerang ke arah Lazarus seraya tersenyum lebar. Apabila dia dapat membunuh Lazarus namanya akan terkenal di 4 Benua.


...****************...


2 jam telah berlalu.


"Monster!" Dean berkata seraya berbaring di hadapan Lazarus. Dia kehilangan satu tangannya, dan menerima luka yang sangat parah akibat serangan Lazarus.


"Apabila kamu tidak terkena racun, mungkin aku membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk membunuhmu." Lazarus berkata, kemudian menusuk kepala Dean dengan tombaknya.


Semua pasukan pemberontak yang melihat Dean terbunuh menggigil ketakutan. Dean adalah salah satu Marcenary terkuat, tetapi Lazarus bisa membunuhnya.


"Serang! Dia pasti sudah terluka parah karena bertarung dengan Tuan Dean! Apabila kita tidak membunuhnya saat ini, dia akan membunuh kita semua!" Seorang Beastman badak berteriak.


Ribuan pasukan pemberontak menyerang ke arah Lazarus.


Lazarus mengeluarkan Artefak Rantai dengan bilah dan benang baja miliknya, kemudian dia menyalip dan membantai semua orang hidup-hidup.


Artefak senjata rantai dan benang adalah senjata yang sangat sulit digunakan melebihi Artefak Sword, Spear, Bow, Great Sword atau Artefak senjata jarak dekat lainnya. Namun dalam pembantaian atau bertarung dengan banyak orang kedua Artefak itu sangat efektif.


Wajah, Armor dan tubuh Lazarus penuh dengan darah dari semua musuhnya. Namun Lazarus tetap membunuh mereka, Reiga yang memperhatikannya sangat terkejut karena Orion dan Cesare tidak sehebat itu memakai Artefak Chain Blade.


Reiga terus membunuh para Archer dan Magician yang berada di sana. Area ini sudah ditutupi oleh Skill Eternal Darkness Barrier Sebastian dan Reiga, sehingga semua orang tidak bisa melarikan diri.


"Sebastian, bagaimana dengan kondisimu?" Lazarus bertanya menggunakan Raegal Ring.


"Aku sudah membunuh 1 Legendary Beast dan 3 Legendary Beast terluka parah." Sebastian berkata seraya duduk diatas seekor Legendary Beast Ancient Mountain Worm berukuran 80 meter.


"Reiga bagaimana kondisimu?"


"Urs, aku sudah membantai semua Archer dan Magician yang mengganggu! Aku juga sudah membunuh 6 orang ranah Legendary, aku kira kamu tidak memerlukan lagi bantuanku."


"Hector, bagaimana kondisimu dan Leona?"


"Urs, kami terdesak! Leonis, Scars dan Argus ternyata sudah menembus ranah Mythical! Mereka menggunakan Artefak untuk menyembunyikan ranah mereka!" Hector dan Leona menjawab.


"Sebastian dan Reiga, kalian harus membantu Hector dan Leona! Aku akan menahan semua orang dan Beast yang berada di sini sebelum pasukan bantuan datang! Eternal Darkness Barrier milik kalian juga akan hancur dalam waktu 2 jam lagi!"


"Tetapi–"


"Jangan pedulikan aku! Asterion berada di sini bersamaku, dia adalah Beast kontrakku yang sangat kuat!" Lazarus berteriak.


"Baiklah," Sebastian dan Reiga pergi ke tempat pertarungan Leona dan Hector.


...****************...


"Semua pasukan yang tersisa bantu Tuan Scars!!" Seorang Beastman rusa berteriak.


Lazarus mengeluarkan aura membunuh yang kuat. Asterion yang merasakan aura Lazarus segera pergi ke arah Lazarus.


Semua pasukan pemberontak berhenti karena merasakan aura haus darah yang kuat dari Lazarus.


"Master!" Asterion dan Aneira terbang ke samping Lazarus. Mereka terlihat sudah terluka parah akibat duel dan pertarungannya dengan pasukan pemberontak.


"Demon Transformation! Past Life Strong Power White King Orion!" batin Lazarus.


Ranah Lazarus meningkat menjadi ranah Legendary, kemudian rambut hitamnya berubah menjadi putih salju. Sepasang tanduk tumbuh di kepala dan 6 sayap kelelawar berwarna tumbuh di punggungnya.


Wilayah yang mempunyai radius 200 meter seketika membeku karena aura Lazarus. Asterion dan Aneira merasakan ketakutan saat melihat Lazarus.


Semua pasukan pemberontak gemetar merasakan aura haus darah dari Lazarus dan melihat Lazarus yang berubah menjadi seorang ras Demon.


"Demon! Mengapa kamu menyerang Kerajaan Beastman!" Seorang pria Beastman rusa berteriak.


"Aku hanya ingin memusnahkan parasit yang berada di Kerajaan Beastman." Lazarus menjawab seraya mengeluarkan Claymore Frostmoure.


Semua pasukan pemberontak gemetar melihat banyak mayat di sekitar Lazarus. Begitupun dengan mayat Tuan Dean yang mempunyai luka tusukan tombak di kepalanya yang menembus sampai belakang.


"Bajingan! Dia sudah terluka parah! Dia hanya menggertak kalian cepat serang dan bunuh Demon itu!" Seorang pria Beastman kuda berteriak.


"Serang!!!"


Sisa pasukan pemberontak menyerang Lazarus, Aneira dan Asterion.


"Asterion sekarang saatnya mengamuk! Kamu bebas membunuh mereka semua, bukankah kamu belum pernah bertarung dengan serius setelah perang di Kerajaan Terra."


"Hahaha. Master, aku akan membantai mereka semua!!" Asterion tertawa terbahak-bahak.


Lazarus, Asterion dan Aneira terbang ke arah sisa pasukan pemberontak. Mereka terlihat menyukai membunuh sisa pasukan pemberontak.


...****************...


Eternal Darkness Barrier hancur.


Lazarus duduk di gundukan mayat para pasukan pemberontak. Medan pertempuran Lazarus tertutupi oleh es dan racun yang mematikan. Aneira dan Asterion berbaring di samping kanan dan kiri Lazarus seraya memakan mayat Grand Demon Beast Fire Bull.


"Urs, kami sudah menyelesaikannya!" Leona menjawab.


"Apakah kalian terluka? Siapa yang terluka paling parah?" Lazarus bertanya menggunakan Raegal Earring.


"Leona kehilangan mata kanannya! Reiga terluka ringan, sedangkan aku dan Sebastian terluka parah." Hector menjawab seraya memenggal kepala Leonis.


"Apabila kami tidak menggunakan Artefak pemberianmu. Meskipun menang kami akan terluka permanen atau kehilangan beberapa anggota tubuh kami. Apabila Tuan Sebastian dan Tuan Reiga tidak membantu kami, kami akan mati dengan mengenaskan!" Leona berteriak seraya melihat ke arah mayat Scars.


"Bawa semua mayat tiga orang itu dan mari kita pulang ke Regulus! Aku takut dalam beberapa hari ke depan perang dan pembantaian besar-besaran akan pecah." Lazarus berkata.


"Baiklah, kita akan segera pergi ke sana!"


...****************...


Reiga, Sebastian, Hector dan Leona segera pergi ke arah Lazarus.


Hector menggendong Leona yang terluka parah, sedangkan Reiga membantu Sebastian untuk berjalan.


Mereka sangat terkejut saat Lazarus duduk di sebuah bukit kecil yang terbuat dari mayat dan si sampingnya adalah seekor White Dragon dan Black Dragon yang kuat.


Artefak Raegal Armor yang mereka kenakan hancur akibat pertempuran, tetapi Lazarus bisa mereparasi semua Artefak Raegal Armor itu kembali. Bagaimanapun tanpa memakai Raegal Armor, mereka akan terbunuh dengan cepat.


"Sebastian, apakah kamu tidak kehilangan anggota tubuhmu?" Lazarus bertanya.


"Hahaha. Urs, apakah kamu tidak kehilangan burung yang berada di kedua pahamu?"


"Sepertinya kamu baik-baik saja karena bisa melontarkan lelucon seperti itu."


"Begitupun dengan kamu." Sebastian menjawab.


Reiga melemparkan Regalia kepada Lazarus. "Sabit besar yang sangat kuat! Aku ingin sekali memilikinya dan aku sudah melakukan tugasku! Aku tidak membantu Sebastian, Leona dan Hector saat bertarung. Namun Scars seorang Beastman singa bersurai perak itu mempunyai level 92, di masa lalu dia bisa menjadi seseorang yang terkenal."


"Reiga terima kasih dan kelihatannya bantuan akan segera datang!" Lazarus melihat ke arah kejauhan.


Leonardo menaiki seekor Green Dragon bersama 40,000 pasukan pergi ke arah kelompok Lazarus.


"Aneira, apakah kamu bisa menggunakan Skill transformasi?" Lazarus bertanya.


"Master, aku bisa berubah menjadi bentuk White Wyvern dan Snow Cat! Selain kedua Beast itu aku tidak bisa menggunakannya." Aneira berubah menjadi kucing putih, sedangkan Asterion berubah menjadi kucing hitam.


Leonardo dan pasukan bantuan terkejut saat melihat banyak mayat Beastman dan Beast berada di sana. Leonardo dan Leon pergi ke arah itu.


"Dean! Liger!" Leonardo berteriak melihat mayat 2 orang Marcenary Ranah Legendary dalam kondisi yang sangat mengerikan.


Kelompok Lazarus pergi ke arah Leonardo dan Leon.


"Yang Mulia!!" Semua pasukan Beastman berlutut di hadapan Raja Hector dan Ratu Leona.


"Leonardo, Eilaria, Leon kami akan kembali ke Regulus untuk memulihkan diri. Pada saat itu kalian harus menyelesaikan semuanya." Leona berkata, bekas luka di mata kanannya terlihat sangat fatal.


"Nenek, matamu!"


"Aku mendapatkannya saat bertarung! Mungkin karena aku buta, jadi Dewi Gaia mengambil salah satu mataku." Leona yang berada di punggung Hector berkata.


Celestial melompat ke kepala Lazarus. "Master, apakah kamu baik-baik saja?"


"Celes aku baik-baik saja dan mari kita pulang ke Regulus." Lazarus berkata.


Celestial membuat sebuah celah dimensi menuju Kastil Regulus.


"Ayah mertua, ingatlah kalian harus membersihkan mayat mereka sebelum siang hari. Kalian juga harus meminum Potion Penawar racun Rank Epik karena setelah es, es itu mencair racun akan tersebar ke udara." Lazarus menyentuh bahu Leonardo.


"Aku mengerti dan terima kasih karena kamu sudah membantu Kerajaan Beastman." Leonardo membungkuk.


"Terima kasih! Grand Duke Regulus!" Eilaria, Leon dan pasukan Kerajaan Beastman berkata.


Kelompok Lazarus memasuki celah dimensi itu.


"Tunggu!" Kaisar Erland, Kaisar Alcander dan Tuan Ryan berteriak.


"Ayah mertua Erland, Cebol, Tuan Ryan kami hampir melupakan kalian!" Lazarus berkata.


...****************...


Iris dan semua orang menunggu Lazarus dan yang lainnya dengan ekspresi khawatir di Kastil Regulus. Cathrine dan Deviela duduk di samping Iris setelah menidurkan Leonhart, dan Gardenia. Sesaat kemudian celah dimensi terbentuk Lazarus dan yang lainnya keluar dari celah dimensi itu.


"Urs/Lazarus/Cucuku!"


Semua orang lega melihat Lazarus dan yang lainnya pulang dengan keadaan hidup. Namun mereka melihat wajah, armor, dan semua bagian tubuh Lazarus, Sebastian dan Reiga bermandikan darah. Sedangkan Leona dan Hector terluka parah.


"Iris, cepat obati Leona dan Hector! Mereka berdua yang terluka paling parah!"


Semua orang segera mengistirahatkan Hector dan Leona. Mereka mengetahui Lazarus dan yang lainnya telah mengalami pertempuran yang sangat sengit.


"Healing!!"


Reese dan yang lainnya segera mengobati Reiga, Sebastian dan Lazarus. Asterion dan Aneira melirik ke arah Siegfried dengan tatapan tajam.


"White Dragon!" batin Siegfried.


"Urs, ceritakan apa yang terjadi saat di Kerajaan Beastman!" Siegfried berseru.


Kyros memegang bahu Siegfried. "Sieg, Lazarus dan yang lainnya telah mengalami pertarungan sengit! Meskipun mereka hanya bertarung selama 10 jam!"


Kyros sangat sensitif dengan aura haus darah dan dia dengan samar mencium aroma racun dari tubuh Lazarus dan yang lainnya.


"Bolehkah aku membersihkan diri dan beristirahat? Aku merasakan semua tulangku remuk." Lazarus bertanya.


"Urs, Diamlah! Apakah menurutmu aku tidak mengetahui bahwa kamu terluka parah karena memaksakan tubuhmu?" Carissa berkata dengan suara dingin.


"Urs, seharusnya kamu meminta bantuan kami untuk bertarung! Bukankah akan lebih cepat apabila bertarung bersama?" Alyssa bertanya.


"Di lihat dari luka yang didapatkan Hector dan Leona. Musuh kalian setidaknya 3 orang ranah Mythical." Raja Eric berkata.


"20,000 pasukan, 3000 Beast, 7 orang ranah Legendary, 4 Legendary Beast dewasa, dan 3 orang ranah Mythical. Aku, Sebastian, Reiga, Asterion, Seekor White Dragon muda yang aku selamatkan, Leona dan Hector. Kami bertujuh membantai mereka semua sampai tidak tersisa." Lazarus menjawab.


"Apaaa!"


Semua orang terkejut mendengar jawaban Lazarus.


"Mustahil kalian dapat membantai mereka semua hanya dengan 7 orang, bahkan dengan adanya Reiga bersama kalian! Kecuali, kalian menggunakan rencana licik." Kaisar Aldric berkata.


"Aku meracuni mereka semua, menggunakan berbagai jenis racun. Apabila kita bertarung secara langsung, dengan adanya Reiga kita hanya mempunyai harapan kemenangan 50% dan beberapa orang diantara kita akan mati. Dan pertarungan pasti akan berlarut-larut selama beberapa hari." Lazarus menjawab.


Semua orang gemetar. Mereka mengetahui bahwa mereka tidak boleh menjadikan Lazarus menjadi seorang musuh.


Asterion dan Aneira melompat dari bahu Lazarus, kemudian pergi ke luar dari ruangan itu. Mereka ingin segera beristirahat untuk memulihkan diri setelah pertempuran panjang.


Kaisar Alcander, Kaisar Erland dan Ryan mengangguk. Mereka menyaksikan langsung pertarungan Lazarus.


Setelah pengobatan Lazarus pergi ke ruangannya untuk beristirahat, begitupun dengan Reiga dan Sebastian.


...****************...


"Alcander, bisakah kamu menceritakan semua yang telah kamu saksikan?" Galan bertanya.


Kaisar Alcander mulai menceritakan apa yang telah dia saksikan. Namun yang paling membuat Alcander terkejut adalah kekuatan Lazarus dan Asterion saat bertarung dengan banyak pasukan.