
Lazarus dan semua orang keluar dari ruang pertemuan, kemudian mereka sampai di lapangan sangat luas di dekat Hutan White Tiger.
"Lazarus,Altair bisakah kalian memikirkannya lagi?" Iris bertanya.
"Iris, aku tidak bisa menarik kembali perkataanku begitupun dengan Altair. Dia tidak ingin wilayah Regulus memisahkan diri dari Kekaisaran Lion Heart." Lazarus melirik ke arah Altair dengan mata tajam.
"Iris, sebagai seorang Ksatria aku tidak akan menarik keputusanku. Meskipun kalian berusaha mengehentikan aku untuk berduel dengan Lazarus."
Duel adalah cara seorang Ksatria untuk menyelesaikan masalah yang tidak bisa di selesaikan dengan bernegosiasi. Sejak zaman kuno di Antares duel bersifat sakral. Pemenang duel akan mendapatkan segalanya dari orang yang kalah.
"Aku tidak ingin salah satu dari kalian mati!" Iris berlutut di hadapan Lazarus dan Altair, dia tidak ingin suami atau saudaranya mati.
Amarilis segera membantu Iris untuk berdiri. Dia mengetahui bahwa ayah dan pamannya akan berduel dan hasil paling buruk adalah salah satu atau keduanya mati.
"Urs dan Kaisar Altair bisakah kalian memikirkannya sekali lagi?" Freya bertanya.
Lazarus menggeleng ringan. Duel ini sudah diputuskan dan disetujui oleh mereka berdua. Apapun hasil duel ini mereka akan menerimanya.
Altair dan Lazarus pergi ke lapangan luas seraya mengeluarkan Artefak senjata mereka. Altair menggenggam erat sebuah Artefak Claymore berwarna emas dengan ukiran kepala singa di gagangnya. Sedangkan Lazarus membawa Schyte/sabit besar berwarna perak dengan gagang berwarna hitam legam di sisi lain.
Mereka berdua memasang kuda-kuda pertarungan seraya memperkuat aura mereka. Salju di sekitar air mencair karena aura api yang panas membara di tubuh Altair.
Lazarus memandang Altair dengan Skill Eye Of Divine Beast Master dan melihat statistik dan ranah yang tidak jauh lebih lemah dari Iris. Apabila dia tidak menggunakan Skill Past Life Strong Power Rank A miliknya dia akan kalah karena perbedaan ranah dan jumlah mana.
"Past Life Strong Power, Orion." batin Lazarus.
Aura Lazarus semakin kuat dia tidak menggunakan semua kekuatan kelahiran ke 19 Orion, karena akan menyebabkan efek samping yang sangat buruk pada tubuhnya. Rambut hitam panjang Lazarus berubah warna menjadi putih, kemudian berkibar seolah-olah tertiup angin. Sekarang Aura dan jumlah mana Lazarus sama dengan Aura dan jumlah mana Altair.
"Duke Garfield dan Tuan Sean bisakah kalian berdua menjadi saksi duel ini?" Altair bertanya.
Duke Garfield Snow Mountain dan Sean Griffin berjalan ke arah wilayah duel, kemudian membuat sebuah Barrier. Agar pertempuran Lazarus dan Altair tidak diganggu dari luar.
Duke Gigas mempunyai wajah pucat awalnya dia hanya merasakan aura ranah Epik dari Lazarus, tetapi sekarang dia merasakan aura ranah aura Legendary dari Lazarus.
"Aku Sean Griffin akan menjadi saksi dalam duel ini. Apabila salah satu dari kalian mati di dalam duel maka aku Sean Griffin dan Duke Garfield Snow Mountain akan bertanggung jawab atas duel yang adil ini. Apabila keluarga kalian ingin membalas dendam atas kematian Kaisar Altair dan Duke Lazarus, maka kalian bisa datang kepadaku dan Duke Garfield!!!" Sean berteriak seraya menancapkan Artefak tombaknya ke tanah.
"Kaisar Altair dan Duke Lazarus, apabila kalian ingin menghentikan duel ini, maka sekarang saatnya. Apabila senjata kalian sudah saling berbenturan berarti duel tidak bisa di hentikan!" Duke Garfield berseru.
Semua orang terdiam mendengar perkataan Duke Garfield. Mereka mengetahui duel adalah hal yang sakral terutama dalam menyelesaikan permasalahan.
Iris kesulitan bernafas mendengar perkataan itu. Di dalam hati dan pikiran Iris tidak pernah membayangkan saudara kembar Altair dan suaminya Lazarus akan bertarung sampai mati. Duel ini bukan hanya mempertaruhkan wilayah Regulus, tetapi seluruh Kekaisaran Lion Heart.
Altair dan Lazarus bergerak dengan cepat bersamaan. Eight Element Schyte Regalia dan Claymore Golden Lion saling berbenturan menciptakan suara yang sangat keras.
"Ayah!!" Calista berteriak melihat duel itu. Dia tidak mengetahui siapa yang akan menang begitupun semua orang.
Lazarus dan Altair melompat ke udara seraya mengayunkan senjata mereka dengan cepat. Semua orang tidak bisa bernafas melihat pertarungan yang sangat cepat itu, tetapi mereka mengetahui bahwa Lazarus dan Altair imbang dalam kekuatan untuk saat ini.
"Golden Lion Sword Art gaya pertama Golden Lion Fury!"
Altair menggunakan Skill berpedangnya singa yang terbuat dari api merah membara menyerang ke arah Lazarus.
"Altair, kamu sudah menjadi sangat kuat," batin Lazarus.
"Blizzard Schyte Art gaya pertama Blizzard!"
Sabit Regalia berubah warna menjadi biru, kemudian Lazarus mengayunkan sabit Regalia membentuk sebuah pusaran angin salju yang bertabrakan dengan singa api Altair.
"Darkness Clone!"
Lazarus berubah menjadi 7 orang, kemudian menyerang ke arah Altair.
Altair, kemudian memperkuat auranya kali ini petir berwarna putih menyelimuti tubuh Altair. Dia, kemudian fokus kepada semua klon Lazarus.
7 Clone Lazarus terjerat oleh sebuah lantai yang terbuat dari petir, kemudian Altair menyerang semua Clone Lazarus dengan long sword yang terbuat dari petir. Namun Lazarus yang asli bukan salah satu dari Clone itu.
Altair, memfokuskan indranya untuk merasakan keberadaan Lazarus, kemudian dia merasakan Lazarus berada di atasnya.
Lazarus mengayunkan sabit Regalia di atas Altair, kemudian Altair segera membalasnya dengan Skill sihir element api.
"Fire Lightning Arrow!'
Altair menembakan 10 panah yang terbuat dari element petir dan api ke arah Lazarus. Namun ternyata Lazarus yang menyerang dari atas juga adalah sebuah Clone.
"Seventy-Two Ice Snake Beasts!"
Lazarus berada di belakang Altair, kemudian menciptakan 72 ekor ular yang terbuat dari element es. Berukuran 5-20 Meter menggeliat ke arah Altair seraya memperlihatkan taring-taringnya yang tajam.
"Salamander!"
Altair segera memanggil Raja Roh element api Salamander. Element api segera berkumpul ke arah Alastair seekor Dragon berukuran 40 meter terlihat di belakang Altair dan menyemburkan apinya ke arah ular es Lazarus.
"Ice Barrier! Azure Ice Domain!" Lazarus segera menggunakan Skill Domain dan Ice Barrier untuk menahan efek serangan element api Raja Roh Salamander.
Lazarus melirik ke arah Altair seraya tersenyum lebar. Dia tidak mengetahui kekuatan Altair sudah berkembang sangat pesat seperti ini.
"Lazarus, menyerahlah! Kamu tidak dapat mengalahkan aku dengan kekuatan seperti ini! Apakah kamu mempermainkan aku? Kamu mempunyai kekuatan yang jauh lebih kuat dari ini!"
"Hahaha. Altair, aku akan menjadi lebih serius kali ini. Apabila orang-orang berpikir seseorang yang mengontrak Raja Roh kuat kamu akan salah paham."
Lazarus memperkuat Aura mananya seraya mengeluarkan Skill sihir yang dia pelajari dari reinkarnasi ke 16 Jiang Yun.
"Unsur Element Air, Water Liong - Ice Phoenix!"
Mana element air berkumpul dan berubah bentuk menjadi seekor Beast Liong di sampingnya mana element es berkumpul dan membentuk seekor Beast Phoenix. Mereka kemudian menyerang ke arah Raja Roh Salamander.
"Aku menghabiskan banyak mana. Tidak! Altair juga menghabiskan banyak mana setelah pertarungan ini," batin Lazarus.
"Altair, cepat selesaikan pertarungan ini!" Lazarus berkata seraya menyerang ke arah Altair dengan sangat cepat.
"Bang! Bang! Bang!"
Bunyi benturan dua Artefak senjata terdengar gelombang kejut dari benturan menghancurkan wilayah pertarungan Lazarus.
"Altair dan Lazarus, belum genap 100 tahun, tetapi mereka berdua mempunyai kekuatan yang sangat kuat." Feng Long berkata.
"Paman, bukankah Duke Lazarus Regulus juga mempunyai Skill Benua Golden Sun? Aku mengetahuinya dari Skill yang dia gunakan."
"Aku awalnya tidak sadar, tetapi Liong Air dan Phoenix Es itu di ciptakan menggunakan mananya sendiri dan dapat bersaing dengan Raja Roh Salamander. Butuh jumlah mana dan kontrol mana yang mengerikan untuk bisa menciptakan dan mengendalikan kedua skill berbentuk Beast itu." Feng Long menjawab.
Semua orang terdiam melihat pertempuran Altair dan Lazarus. Mereka mengetahui Lazarus mempunyai Skill Unique yang dapat membuatnya 1 ranah lebih tinggi. Namun efek samping dari penggunaan Skill itu sangat berbahaya terutama Skill itu hanya bertahan selama 1 jam.
"Dewi Electra selamatkan Lazarus dan Altair," batin Iris.
Sebastian berjalan ke arah Deviela, kemudian memperhatikan wajah adik kecil perempuannya yang memerah karena melihat Duel Lazarus.
"Deviela, apakah Lazarus sesuai dengan kriteria mu?"
"Saudara, aku masih belum bertarung dengan Duke Lazarus. Aku masih belum mengetahui bagaimana Kekuatan sebenarnya Duke Lazarus Regulus. Bukankah dia seorang Beast Master? Apakah dia mempunyai Job Warrior dan mengapa dia sangat kuat!" Deviela menyentuh pipinya seraya melebarkan sayap kelelawar berwarna putih.
"Deviela, ingatlah apabila kamu membunuh Lazarus. Aku akan membunuhmu!" bisik Sebastian seraya tersenyum lebar.
"Fufufu, apabila dia lebih lemah dariku aku akan membunuhnya seperti halnya calon suamiku yang lain. Aku tidak ingin tunduk kepada seseorang yang lebih lemah dariku. Namun belum saatnya aku membunuh pria itu aku sedikit tertarik dengannya." Deviela menjawab menggunakan telepati suara.