
Seorang gadis ras Demon berambut hitam dan mata emas sedang duduk di pangkuan seorang wanita cantik ras Demon berambut emas dan mata merah.
"Ibu, mengapa warna rambut dan mataku berbeda denganmu?" Rias kecil bertanya.
"Rias, kamu terlahir sebagai ras Eternal Night Demon. Sedangkan aku adalah ras Celestial Demon, kita mempunyai ras yang berbeda." Giselle tersenyum.
"Apakah Celestial Demon sangat kuat?" Rias bertanya.
"Ras Celestial Demon sangat kuat dan mempunyai kekuatan yang setara dengan ras Eternal Night Demon." Giselle menjawab.
"Aku ingin terlahir di dalam ras Celestial Demon." Rias berkata.
"Fufufu. Semua ras Celestial Demon adalah wanita. Seperti ras Ancient Ice Demon, pria yang terlahir dalam ras Celestial Demon sangat langka. Rias, di dalam sejarah selain leluhur hanya ada 2 pria ras Celestial Demon." Giselle berkata.
"Apa yang membedakan ras Celestial Demon dengan ras Demon lain?" Rias bertanya.
"Mereka mempunyai 4-9 Afinitas element yang berbeda bahkan tubuh mereka bisa menyeimbangkan element yang berbeda. Meskipun leluhur Celestial Demon terlahir sebagai Ancient Ice Demon, tetapi orang tuanya adalah Ancient Ice Demon dan Fire Demon yang mewarisi gen dari Eternal Night Demon." Giselle menjawab.
Rias menatap bingung ke arah Giselle.
"Rias, kamu terlalu muda untuk mengetahuinya dan saat kamu bertemu dengan seorang pria ras Celestial Demon atau Ice Demon bahkan dengan garis darah rank rendah atau tidak murni tangkap mereka." Giselle berkata
"Aku mengerti harga mereka pasti akan sangat mahal, jika dijual kepada Klan Celestial Demon atau Ice Demon." Rias mengangguk.
"Fufufu. Rias saat kamu dewasa pasti kamu akan mengerti mengapa kamu harus menangkap mereka." Giselle mengendong Rias, kemudian memberikannya kepada seorang pelayan wanita.
...****************...
"Mengapa aku mempunyai penampilan yang sangat berbeda dengan kelahiran ke 7?" batin Lazarus.
Semua Organisasi Dark Crows dan kelompok Lazarus saling memandang. Silver Dragon Soldrake dan 19 Beast King menatap ke arah Lazarus yang terbang di atas langit.
"Mustahil." Verga berkata.
"Urs, berapa banyak rahasia yang kamu sembunyikan dari kami?" Deviela bergumam.
Lazarus terlihat seperti seorang ras Demon dengan rambut emas panjang, mata emas dan 6 sayap kelelawar berwarna emas. 2 tanduk yang sangat indah dan ekor menyerupai ular berwarna emas.
"Celestial Demon." Louise bergumam.
Louise, Reese, Daryan, Deviela, Louise, Agatha dan semua orang mengetahui Lazarus bisa berubah menjadi Ancient Ice Demon. Namun sekarang mereka sangat terkejut karena Lazarus berubah menjadi pria ras Celestial Demon ranah Emperor.
"Nona Ash, bisakah kamu menyuruh pengikutmu yang mengatur Barrier untuk memperluas Barrier sebelum pertempuran di mulai lagi?" Lazarus bertanya.
"Baiklah." Ash menjawab dan mengulurkan tangannya ke udara seketika Barrier menjadi lebih luas 3 kali lipat.
Sebastian dan yang lainnya mengeluarkan Artefak senjata mereka, sedangkan Organisasi Dark Crows juga siap untuk bertarung dengan kelompok Lazarus.
"Ice Regalia." Lazarus berkata dan seketika Regalia berubah warna menjadi putih kebiruan.
Terjadi keheningan di Kota Golden Snake. Beast Void Storm Dragon masih pingsan tidak sadarkan diri akibat satu serangan Lazarus.
Ash mengetahui bahwa Lazarus adalah orang yang sangat kuat setelah benturan senjata mereka, sedangkan Fillmore seorang ras manusia ranah Emperor mengetahui bahwa Lazarus sangat kuat.
"Rias, aku akan menahan Nona Ash dan kamu harus menahan Spearman berambut merah panjang dengan mata ungu itu. Dia adalah orang kedua yang lebih kuat dari Ash." Lazarus berkata.
Rias yang berada di samping Lazarus melihat ke arah Fillmore, dia adalah salah satu dari 12 eksekutif Organisasi Dark Rose dan dia mempunyai kekuatan lebih kuat dari ranah Emperor Normal.
"Aku akan menahan Fillmore, Verga, Fern dan Nine-tailed Silver Moon Fox Claris." Rias berkata.
"Slaughter Queen Rias, jangan anggap aku adalah lawan yang lemah. Aku sudah lama ingin bertarung denganmu." Fillmore berkata dan memperkuat auranya.
Reese menatap tajam ke arah Fillmore, dia merasakan ketakutan saat melihat dan merasakan aura Fillmore.
"Fufufu. Sudah lama aku tidak merasakan ketakutan seperti ini," batin Reese.
Lazarus memperkuat auranya dan menatap dingin ke arah Fillmore. Dia mengetahui aura Fillmore sangat arogan dan menekan semua anggota kelompok Lazarus.
"Monster." Fillmore tersenyum.
"Ice Field."
Lazarus menggunakan Skillnya dan seketika element es yang sangat besar berkumpul. Dia membekukan semua wilayah Kota Golden Snake.
"Serang." Lazarus berkata.
Siegfried, Kaisar Erland dan yang lainnya menyerang anggota Organisasi Dark Crows. Red Dragon Ignis dan 21 Beast King mengaum, mereka mengetahui bahwa 5 Beast Organisasi Dark Crows sangat kuat.
"Volcano!" Roseanne menggunakan Skill sihirnya. Rune sihir terbentuk di bawah tanah dan mengeluarkan lava yang sangat panas.
"Blizzard." Ibu Suri Agatha menggunakan Skill sihirnya. Dia menyerang anggota Dark Crows menggunakan badai salju yang sangat ganas.
"Hurricane." Helene menggunakan Skillnya dan menciptakan angin topan yang menghancurkan semua tempat yang angin topan itu tempati.
Semua anggota Organisasi Dark Crows hanya tersenyum menerima 3 Skill sihir Rank SS itu. Apabila Skill itu digunakan oleh ranah Emperor, maka mereka akan ketakutan. Namun mereka mengetahui bahwa Skill itu hanya digunakan oleh 3 Mage Rank Mythical.
"Water Wave." Seorang wanita cantik berambut hijau, mata merah, memakai jubah dan topi runcing berwarna hitam menggunakan Skillnya. Rune besar terbentuk dan sebuah gelombang air yang sangat besar menerjang 3 Skill gabungan itu.
Gelombang air itu menghancurkan 3 Skill sihir gabungan dan menyerang ke arah Agatha, Helene dan Roseanne. Laurels segera berlari ke depan Helene dan yang lainnya.
"Giant Earth Wall." Laurels menciptakan tembok tanah yang sangat kuat untuk menahan gelombang air itu.
"Fufufu. Aku tidak mengira bisa menemukan orang-orang berbakat yang menarik di Planet Antares. Namaku Penelope, seorang Mage ranah King." Penelope tertawa.
"Nine Element Giant Spear!"
Sebuah tombak pelangi raksasa melesat ke arah Penelope. Tombak itu terbuat dari gabungan beberapa element dan mempunyai kekuatan penghancur yang sangat kuat.
"Darkness Giant Spear!" Penelope menyipitkan matanya dan menghadang Skill itu menggunakan sebuah tombak raksasa berwarna hitam.
Benturan kedua Skill itu menciptakan ledakan yang sangat besar dan gelombang kejutnya sangat kuat.
Penelope menyipitkan matanya, dia mengetahui siapa yang menggunakan Skill ini. Meskipun kekuatannya tidak besar, tetapi hanya ada 3 orang yang bisa menggunakan Skill ini.
"Merlin!" Penelope berteriak seraya melihat ke arah puncak Red Tower.
"Berhati-hatilah wanita itu sangat berbahaya!" Merlin berteriak.
"One Hundred Lightning Eagle!"
Terlihat ribuan elang petir tercipta di sekitar Merlin dan elang-elang petir itu menyerang ke arah Penelope.
"Merlin, aku akan membunuhmu!" Penelope berteriak.
...****************...
Pertempuran terjadi dengan sangat intens. Kota dan Pergunungan Golden Snake sudah hancur berantakan akibat pertarungan kelompok Lazarus dan anggota Organisasi Dark Crows.
Siegfried dan Sebastian menghadapi banyak sekali Undeath. Mereka mengetahui bahwa wanita yang mereka hadapi mempunyai aura yang sedikit lebih kuat dari Reese.
"Summon One Hundred Skull Knight. Summon One Hundred Dullahan. Summon One Hundred Death Wolf."
Wanita berambut hitam dan mata hijau itu memanggil banyak Undeath ranah Master, Grand Master dan Expert seolah-olah energi mana miliknya tidak terkuras sedikitpun.
"Summon Darkness Undeath." Sebastian tersenyum dan di dari Artefak gelangnya muncul 15 Undeath manusia dan Beast ranah Legendary serta 1 Undeath ranah Mythical.
"Bajingan, aku mempunyai Skill Necromancer. Akan tetapi, tidak mengetahui seseorang bisa memanggil pasukan Undeath sebanyak ini." Seekor Dark Lightning Abyssal Black Tiger Darkness Fang yang terbuat dari kegelapan berkata. Darkness Fang adalah salah satu Darkness Undeath yang dibangkitkan oleh Sebastian untuk dijadikan pengikutnya.
"Hahaha. Mereka semua Undeath yang tidak mempunyai pikiran dan jiwa berbeda dengan kalian yang masih mempunyai pikiran dan jiwa." Sebastian tertawa.
Siegfried melebarkan matanya saat melihat Sebastian mensummon 15 Darkness Undeath rank Legendary dan 1 Darkness Undeath Rank Mythical. Dia sekarang mengetahui 16 jiwa yang dia lihat menggunakan Eye Of Soul adalah 16 Undeath pengikut Sebastian.
"2 Pria tampan yang menarik dan perkenalkan namaku adalah Ariadne. Mari kita akhiri pertarungan ini secepatnya aku harus segera membantu Pemimpin Ash." Ariadne berkata seraya melihat Ash dan Lazarus yang sedang bertarung di atas langit.
"Summon Mythical Beast Skull Dragon, Summon Four Mythical Dullahan, Summon Mythical Beast Death Snake, Summon Mythical Beast Death Centipede, Summon Three Mythical Death Knight." Ariadne tersenyum.
10 Undeath ras humanoid ranah Mythical dan Mythical Beast terlihat di samping dan belakang Ariadne. 4 Ksatria tanpa kepala yang digantikan api biru berarmor lengkap membawa Artefak Great Sword, Spear dan War Axe. Seekor Beast Dragon berukuran 32 Meter yang terbuat dari tulang dengan mata api biru. Seekor mayat ular hitam raksasa tanpa jiwa, seekor kelabang berwarna hitam dengan ribuan tengkorak kepala manusia di tubuhnya dan 3 Death Knight yang sangat kuat.
Siegfried memperkuat auranya dan menggenggam erat Long Sword Durandal. "Lightning God Sword Art!"
Siegfried menebas semua Undeath rank rendah dan sedang menggunakan satu tebasan kuat.
"Sebastian, kita harus bertarung dengan bersungguh-sungguh melawannya." Siegfried berkata.
Sebastian mengangguk.
...****************...
King Beast Vermilion Bird Lena, Void Beast Black Turtle Hui Gui, King Beast Three-Headed Silver Dragon Silva, Void Beast Celestial Celestial Giant Green Viper Green Night dan Mythical Beast Blue Dragon Irina bertarung melawan Ignis dan semua Beast King sekutu Lazarus.
Terlihat banyak sekali luka di tubuh mereka bahkan Light Dragon Hogni kehilangan salah satu sayapnya.
"Rooooaaar. " Red Dragon Ignis, Black Dragon Asterion, Red Dragon Agni, Six Winged Red Dragon Ignite, Black Dragon Heather, Six Winged Gold Dragon Evanthe dan Red Dragon Melys menyemburkan api bersamaan ke arah semua Beast itu.
Seekor kura-kura hitam dengan tinggi 20 meter mempunyai ekor ular hitam dengan panjang 10 meter berjalan ke arah semua Beast, kemudian menerima serangan api gabungan Red Dragon Ignis dan yang lainnya.
"Ice Armor." Gui berkata.
Tubuhnya terkena langsung oleh serangan api gabungan 7 Dragon yang bisa membakar sebuah kota menjadi abu. Akan tetapi, kura-kura hitam berekor ular hitam itu hanya langsung menerima serangan itu.
"Apakah serangan gabungan kalian selemah ini." Hui ekor ular kura-kura hitam menatap ke arah Ignis dan yang lainnya.
"Hui, serangan mereka lumayan kuat." Gui kepala kura-kura hitam berkata seraya memperlihatkan luka bakar yang berada di tangan kanan dan cangkang depannya.
"Poison Mist." Black Dragon Magna mengeluarkan kabut racun berwarna ungu ke arah kawanan Beast Marcenary Dark Crows. Dia kemudian terbang untuk menyerang langsung mereka bersama Moonlight Fenrir Silver Moon, Dark Sky Lion Daria, Nine-tailed Fire Fox Kitsune dan Silver Dragon Soldrake yang sudah terluka parah.
"Poison Breath."
"Frozen Breath."
"Nine Fire Fox."
"Moonlight Slash."
Black Dragon Magna dan yang lainnya menyerang ke arah kawanan Beast Marcenary Dark Cross menggunakan seluruh kekuatan mereka yang tersisa dari dalam kabut beracun.
Sesaat kemudian kabut beracun sudah hilang Silver Moon dan yang lainnya berbaring tidak berdaya dengan banyak luka di tubuh mereka.
Celestial Giant Green Viper Green Night melilit erat tubuh Black Dragon Magna. Bagaimanapun dia mempunyai ranah yang lebih tinggi dari Black Dragon Magna.
"Grooarrr!" Black Dragon Magna menembakan racun ke wajah ular Viper hijau raksasa itu.
"Black Dragon, racunmu tidak berpengaruh kepadaku karena perbedaan ranah dan level kita." Celestial Giant Green Viper Green Night mempererat lilitannya dan Black Dragon Magna kehilangan kesadaran, dia kemudian melemparkan tubuh Black Dragon Magna ke arah kawanan Beast.
Red Dragon Agni segera menangkap Red Dragon Magna, tetapi dia ikut terlempar dan menabrak White Tower sampai hancur.
"Bajingan!" Semua Beast yang berada di sana berteriak dan melanjutkan pertempuran.
...****************...
Kaisar Erland bertarung dengan Thunder King Leonidas, Galan bertarung dengan Fire King Apollo dan Roland bersama Gladius bertarung melawan Melida.
"Kelihatannya pertempuran ini lebih besar daripada saat melawan Orion." Apollo berkata seraya meludahkan darah.
"Mari selesaikan pertarungan ini." Galan menjawab.
"Tuan Galan, Erland, maafkan aku karena hanya menjadi beban untuk kalian." Kaisar Aldric berkata.
"Aldric kamu sudah banyak membantu dan 3 orang itu adalah fosil hidup yang sama sepertiku. Erland, aku melihat bayangan Golden King dalam dirimu dan kelihatannya kamu sudah setara dengannya." Galan tersenyum.
"Aku masih lebih lemah dari leluhur." Kaisar Aldric berkata kemudian api emas yang membara membakar tubuhnya.
...****************...
"Kekeke. Apakah kamu adalah Daryan?" Seorang pria berambut hitam dengan tubuh yang dilapisi oleh armor tulang tertawa.
"Ras Skull Demon. Aku belum mengetahui ada ras Skull Demon yang sangat kuat sepertimu." Daryan berkata seraya melapisi tubuhnya dengan petir berwarna hitam.
...****************...
"Aku adalah seorang ranah Void bagaimana seorang ranah Mythical bisa mengalahkanku." Sedna seorang wanita berambut pirang pendek dan mata hijau berkata. Terlihat dia sudah berbaring tidak berdaya dengan luka tebasan besar di punggungnya.
"Terima kasih karena telah memberikanku pertarungan yang sangat hebat." Reese yang mengalami sedikit luka tersenyum.
"Nona Reese, apakah kamu baik-baik saja?" Louise yang berubah menjadi seorang Demon bertubuh kekar dengan tinggi 3 meter menjawab seraya mengendong 5 orang ranah Mythical.
"Aku baik-baik saja dan pertempuran akan segera berakhir." Reese berkata seraya melihat ke arah Lazarus.
...****************...
Ash terlempar dengan sangat keras dari atas langit, terlihat dia sudah kalah dengan sebuah luka lebar yang berada di perutnya.
"Mustahil." Blue Dragon Irina bergumam.
Kelompok Organisasi Dark Rose menghentikan pertarungan saat mereka melihat Ash yang sudah kalah.
Lazarus yang hanya memakai celana kulit buaya pendek hitam terbang ke arah Ash yang berbaring tidak berdaya. Terlihat luka tebasan yang sangat lebar di punggung dan dadanya, dia belum pernah mengetahui ada seseorang yang sangat kuat seperti Ash.
Namun yang membuat Lazarus bisa mengalahkan Ash dengan mudah adalah Ash menggunakan banyak Skill yang sama seperti Skill yang di gunakan oleh Lucius. Di dalam ruang jiwa Lazarus sudah berulang kali melawan Lucius, meskipun dia selalu kalah.
"Pemimpin!" Fillmore dan semua anggota Organisasi Marcenary Dark Crows berlari ke arah Ash yang terluka.
"Tuan, kamu menang dan aku tidak akan membawa Rias kembali ke Kekaisaran Eternal Night." Ash berkata seraya memuntahkan darah.
"Lazarus!" Iris dan semua orang menghampiri Lazarus. Mereka mengetahui Lazarus akan terluka parah saat menggunakan Skill itu.
Lazarus berubah menjadi seekor Emperor Beast Nine Headed Fire Phoenix. Semua orang terkejut dengan apa yang telah mereka saksikan. Bahkan Vermilion Bird Lena berlutut saat melihat Lazarus, dia mengingat tentang legenda di dalam Klan Great Bird yang diceritakan secara turun temurun saat melihat Lazarus.
Lazarus membakar tubuhnya sendiri, kemudian banyak bulunya yang terbakar berjatuhan.
"Apakah kamu ingin membunuh pemimpin dan kami semua!" Fillmore yang terluka parah setelah bertarung dengan Rias berteriak.
"Fillmore, Tuan ingin mengobati kita semua. Dia menggunakan Skill Divine Healing Fire Rank SSS untuk mengobati luka kita semua. Api itu adalah api kehidupan." Vermilion Bird Lena berkata dan terbang ke arah Lazarus, dia membiarkan tubuhnya terbakar oleh api Lazarus dan dia merasakan perasaan yang sangat hangat. Semua luka dalam yang sudah dia derita sejak lama perlahan mulai sembuh.
Semua orang mendekat ke arah api itu dan perlahan luka mereka mulai sembuh dengan cepat. Seperti sebuah keajaiban bukan hanya luka pertempuran mereka yang sembuh, tetapi luka dalam yang sudah mereka derita sejak lama dan mana mereka mulai beregenerasi.
"Hangat." Rias berkata.
"Api ini seperti angin hangat musim semi." Void Beast Storm Dragon berkata.
"Bagaimana mungkin ada Skill penyembuhan yang sangat kuat seperti ini." Light Dragon Hogni berkata seraya melihat sayapnya yang mulai beregenerasi dengan cepat.
"Aku tidak salah mengikuti Tuan."
Semua Beast jenis burung terbang ke arah Lazarus. Azure Phoenix Blue Lily, Violet Phoenix Calandra, Blue Soul Phoenix Luna, Golden Phoenix Krisan, Fire Phoenix Hyacinth, Green Forest Phoenix Linwood dan semua Beast rank tinggi dan sedang berjenis burung terbang ke arah Lazarus.
Orchid bersama semua orang dan Beast yang mengetahui pertarungan sudah selesai keluar dari tempat aman. Mereka melihat kota yang hancur, dan 3 Tower yang runtuh. Namun mereka tidak kehilangan satu keluarga pun.
Seorang anak melihat bulu yang terbakar, kemudian mengambilnya seketika tubuhnya terbakar.
"Putraku!" Seorang ibu berteriak melihat anaknya terbakar.
"Ibu api ini sangat hangat." Anak itu berkata dan memeluk ibunya.
Seketika ibunya merasakan angin hangat musim semi. Semua orang dan Beast membakar dirinya dari api itu, mereka merasakan semua luka dalam di tubuhnya hilang.
"Api ini!" Ega Silver Phoenix membakar tubuhnya sendiri dengan api dan seketika memuntahkan banyak darah berwarna hitam berbau busuk.
"Paman!"
"Aku baik-baik saja dan api ini seperti mengobati racun yang menggerogoti tubuhku." Ega menjawab seraya memuntahkan banyak darah hitam.
"Berkah, para Dewa." Semua orang Kota Golden Snake berkata dan berdoa kepada para Dewa.
Semua api perlahan padam. Lazarus terlihat sangat pucat dan terjatuh dari atas langit. Namun Lena dan kawanan Beast burung segera menangkapnya.
"Urs." Deviela berteriak dan berlari ke arah Lazarus.
"Kelihatannya aku akan mati." Lazarus berkata.
"Tidak!" Iris berteriak dan segera menggunakan Skill penyembuhannya bersama banyak orang untuk mengobati Lazarus.
"Ayah, kamu tidak boleh mati." Alastair memeluk salah satu kepala Lazarus seraya menangis tersedu-sedu dengan hidung mengeluarkan banyak ingus.
"Master. Kamu tidak boleh mati." Red Dragon Ignis dan Black Dragon Asterion berkata.
"Maafkan aku." Rias berlutut.
"Apa yang harus katakan kepada Gardenia dan Leonhart jika kamu mati. Nyaww." Cathrine memeluk sayap Lazarus.
"Mungkin sekarang saatnya aku mengucapkan selamat tinggal." Lazarus perlahan menutup matanya dan lidah di sembilan kepalanya menjulur keluar.
Iris, Deviela, Cathrine dan semua Beast kontrak Lazarus menangis tersedu-sedu. Mereka mengira Lazarus terus mati, tetapi Albion bingung mengapa saat Lazarus mati kontrak jiwanya masih belum terputus.
"Urs, bisakah kamu tidak membuat semua orang khawatir? Lelucon mu membuat Nenekku menangis." Sebastian menendang kepala Lazarus.
"Master, kamu adalah seorang Master yang sangat buruk." Albion menggigit kaki Lazarus.
"Sakit!" Lazarus berteriak saat Albion menggigit kakinya.
"Ayah, apakah kamu belum mati?" Alastair bertanya.
"Aku hanya sedikit menggoda kalian dan Nona Ash sesuai janjimu kamu tidak akan membawa Rias kembali ke Kekaisaran Eternal Night." Lazarus berkata.
"Tuan, aku akan mundur dan tidak akan berusaha membawa Rias kembali. Selamat tinggal dan semoga kita bisa bertemu kembali." Ash berkata, kemudian Barrier hancur.
Kekuatan Ash dan semua anggota kelompoknya yang berada di atas ranah Legendary kembali tersegel. Fern menciptakan celah dimensi dan pergi memasukinya bersama semua anggota Marcenary Dark Crows.
Celah dimensi itu tertutup dan semua orang bernafas lega karena kelompok Ash sudah pergi.
"Akhirnya mereka pergi." Lazarus bernafas lega.
Semua Beast yang berada di sana menatap ke arah Vermilion Bird Lena yang berada di samping Lazarus.
"Mengapa kamu tidak pergi?" Lazarus bertanya.
"Aku ingin menjadi pengikutmu." Lena menjawab.
"..."
Sesaat kemudian Ash dan Fern kembali lagi. Mereka berdua segera menyeret pergi Lena dari tempat itu. Sebelum memasuki celah dimensi Ash dan Lena membungkuk.
Lazarus kembali ke bentuk manusia dan ranah aslinya. Dia merasakan rasa sakit di tubuhnya darah keluar dari hidung, mulut dan telinganya. Bahkan rasa sakit kali ini lebih sakit dari saat Merlin merebusnya.
Sebastian segera mengendong Lazarus.
"Sebastian, mari kita kembali ke Regulus untuk beristirahat. Kelihatannya aku akan tertidur lama setelah menggunakan Skill terlarang itu." Lazarus berkata.
"Serahkan semuanya kepadaku dan kamu sekarang boleh beristirahat." Sebastian tersenyum.
"Terima kasih, sahabatku." Lazarus perlahan menutup matanya.
...****************...
"Nona Roseanne, maafkan kami karena Magic Tower dan Kota Golden Snake hancur." Iris berkata.
"Fufufu. Magic Tower dengan sejarah ribuan tahun sudah hancur dan hanya Blue Tower yang tersisa. Namun aku tidak menyalahkan kalian karena semua ini adalah sebuah bencana seperti gunung meletus, tsunami atau gempa bumi. Aku akan memindahkan Kota Golden Snake dan Magic Tower ke tempat lain karena melihat dari kondisinya tempat ini sudah tidak bisa di tinggali. Iris yang lebih penting adalah semua orang bisa selamat dan aku sebagai Pemimpin Magic Tower berterima kasih kepada kalian." Roseanne membungkuk.
Semua anggota Magic Tower dan penduduk Kota Golden Snake berlutut. "Terima kasih."
"Semoga Para Dewa memberkahi kalian." Deviela berkata.
"Semoga Dewi Cahaya Electra memberkahi kalian dan jika kalian ingin mencari tempat tinggal lain. Wilayah Regulus akan menerima kalian dengan baik. Nyaww." Cathrine berkata.
"Baiklah, sekarang kita akan pulang ke rumah kita. Wilayah Regulus." Iris berkata.