LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 179. Akhir Keributan.



Semua orang menatap ke arah Lazarus. Mereka mengetahui orang yang menemukan batu sedimen itu pertama kali adalah Lazarus.


Pria malang yang rela untuk berargumen dengan Kaisar Alcander dan orang kuat yang lainnya. Namun, Kaisar Erland adalah orang yang memenangkan tawar-menawar dengan adil.


Lazarus dan Iris berjalan ke arah Lycans dan Leluhur Vampire Golden Moon Acasha seraya membawa 25 batu sedimen berbagai ukuran dan harga. 5 batu sedimen seharga 50 Koin Emas, 10 batu sedimen seharga 10,000 Koin emas dan 10 batu sedimen seharga 1 Juta Koin Emas.


Duke Adrian dan Claire menghampiri Lazarus, kemudian membungkuk karena penyesalan. "Lazarus dan Iris, maafkan aku dan Claire karena telah berniat jahat kepadamu! Aku tidak menyangka akan terjadi keributan ini karena kami berdua." Duke Adrian berkata.


"Crow, maafkan aku! Seharusnya batu sedimen itu adalah milik Lazarus." Claire berkata.


Iris menyipitkan matanya dan mengeluarkan aura intimidasi ranah Legendary. Namun Lazarus menyentuh bahu Iris dan menggeleng ringan.


"Rubah tua, anggap saja itu sebagai bayaran hutangku karena dulu aku sudah mencuri banyak material milikmu." Lazarus berkata.


Iris menarik kembali auranya. Meskipun dia masih marah kepada Claire dan Duke Adrian yang ingin mengambil batu sedimen Lazarus.


Kaisar Erland Zephyra menghampiri Lazarus. "Urs, apakah kamu ingin 1/4 Material Eternal Night Purple Jade?"


Semua orang kagum dengan keadilan Kaisar Erland. Meskipun Material Eternal Night Purple Jade sangat berharga, Kaisar Erland membaginya dengan Lazarus.


Lazarus menggeleng ringan. "Kaisar Erland, Material itu bukan milikku karena kamu telah menawar saat aku belum membayarnya." Lazarus berkata seraya memberikan 1 Juta 10 ribu 5 Koin Emas kepada Acasha.


"Terima Kasih. Namun aku harus membayar hutangku tentang masalah ini. Apa ada sesuatu yang kamu inginkan dariku?" Duke Adrian Leandro bertanya.


"Hmmm.. Bagaimana jika Markas Aliansi The North yang berada di Kota Lion Castle di bebaskan untuk tidak membayar pajak?"


"Apakah hanya itu? Baiklah aku akan membebaskan Markas Aliansi The North membayar pajak untuk selamanya." Duke Adrian Leandro berkata.


Semua orang kagum dengan kebijaksanaan pria berarmor hitam yang berada di depannya. Pria itu tidaklah serakah dan menerima semuanya dengan lapang dada. Meskipun sudah dirugikan, dia masih memaafkan orang yang mempunyai niat jahat padanya.


"Apa yang kamu inginkan dariku?" Kaisar Erland bertanya.


"Kaisar Erland, aku menginginkan lencana Kekaisaran Zephyra. Setelah Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar ini aku akan kembali berpetualang. Lencana itu pasti membantuku." Lazarus menjawab.


Kaisar Erland mengeluarkan lencana emas dengan ukiran gambar Naga berkepala sembilan, kemudian memberikannya kepada Lazarus.


"Aku berjanji tidak akan menyalah gunakan lencana Kekaisaran Zephyra." Lazarus berkata.


"Hahaha. Lencana itu memang akan diberikan kepadamu setelah menikah. Berhati-hatilah aku tidak ingin kedua putriku menjadi janda setelah menikah."


"Kakek tua, aku seperti seekor kecoa yang sangat sulit untuk mati." Lazarus menjawab.


Kerumunan orang semakin ramai. Freya dan yang lainnya berada di kerumunan seraya melihat Lazarus yang sedang tawar-menawar batu sedimen. Mereka merasa sedih karena Lazarus tidak mendapatkan batu sedimen yang dia pilih, tetapi mereka tahu bahwa Lazarus bukanlah seorang pria yang mudah putus asa.


"Lycans, bisakah aku yang membuka batu sedimen?" Lazarus bertanya.


"Baiklah." Lycan menjawab.


Semua orang melupakan Lazarus sudah membeli 25 batu Sedimen dan membayarnya. Mereka penasaran isi dari 25 batu sedimen yang di beli oleh Lazarus.


"Apakah kalian ingin menawar batu Sedimen yang aku beli? Totalnya ada 25 Batu Sedimen dan masing-masing batu seharga 200 Juta Koin Emas!" Lazarus berteriak.


Semua orang mendengar teriakan Lazarus, tetapi semua orang itu diam. Mereka ragu-ragu apakah batu sedimen Lazarus berisi Material berharga seperti batu sedimen Raja Erland. 200 Juta Koin Emas bukanlah uang yang sedikit bagi Kerajaan dan Kekuatan Besar.


"Aku akan membeli 1 batu sedimen!" Ibu Suri Agatha berteriak seraya berjalan ke arah Lazarus.


Lazarus tersenyum. "Nenek, kamu boleh memilih batu sedimen yang kamu inginkan." Lazarus menjawab seraya memisahkan batu sedimen berisi Moonlight White Jade.


"Lazarus, aku akan membeli satu batuan sedimen." Duke Adrian Leandro berkata seraya memilih salah satu batuan sedimen.


"Saudara Urs, aku akan membeli semua batuan sedimen itu!" Raja Tyron berkata.


"Semua orang hanya boleh membeli 1 batu sedimen." Lazarus berkata.


"Aku akan membeli satu batu sedimen." Elder Tyron menjawab.


"Fufufu. Pria tampan, uang ini adalah uangku beserta Freya dan yang lainnya. Bolehkah aku memilih batu sedimen paling besar? Apabila batu sedimen itu berisi Material berharga kami ber sepuluh bisa membaginya." Felicity berkata.


"Terima kasih." Lazarus menjawab.


Lazarus berhasil menjual 10 batu sedimen. Ibu Suri Agatha, Duke Adrian, Felicity, Raja Tyron, Deborah, Laurel, Demon Emperor Reese, Adara, Ketua Gavin dan Kakek Hugo adalah 10 orang yang membeli batu sedimen Lazarus.


"Apakah sudah semuanya? Kaisar Alcander, apakah kamu tidak ingin membeli batu sedimen milikku?" Lazarus bertanya.


"Peluang kemenangan dari batu sedimen seharga 10 Koin Emas dan 100,000 Koin emas sangat kecil. Kamu juga selalu menghinaku Cebol aku tidak ingin membeli batu sedimen milikmu! Kamu sudah mengantungi 2 Milyar Koin Emas di kantung mu."


"Cebol, aku tidak akan menjual apapun kepadamu di masa depan! Kamu akan menyesalinya!"


Kaisar Alcander menjulurkan lidahnya. Dia mengetahui Lazarus adalah pria yang licik seperti ayahnya Pangeran Arka.


"Aku akan membeli salah satu batu sedimen milikmu!" Geraldine berjalan ke arah Lazarus, kemudian membeli salah satu batu sedimen.


Lazarus menjadi sedikit pucat saat Geraldine membeli batu sedimen, tetapi dia kembali ke ketenangannya.


"Hahaha. Lazarus, aku akan membeli salah satu batu sedimen mu!" Sebastian tersenyum lebar, kemudian membeli salah satu batu sedimen Lazarus.


"Anak muda biarkan aku dan Beryl membeli 2 batu sedimen milikmu." Beryl dan seorang pria tampan berambut biru membeli 2 batu sedimen Lazarus.


"Cih... Bajingan kecil, kamu suka membuat keributan dimanapun dan aku akan membeli salah satu batu sedimen milikmu. Aku bukanlah seorang penjudi, tetapi aku kasihan kepadamu yang sudah kehilangan Milyaran Koin Emas." Raja Legolas membeli salah satu batu sedimen.


15 Batu Sedimen Lazarus terjual dengan harga 3 Milyar Koin Emas. Dia, segera memberikan semua Koin Emas itu kepada Iris yang berada di sampingnya.


"Apakah masih ada lagi yang menawar?" Lazarus bertanya.


Semua orang tidak menjawab 200 Juta Koin Emas adalah harga yang mahal bagi mereka. Meskipun mereka ingin membeli batu sedimen Lazarus, tetapi mereka tidak mempunyai uang.


"Aku hitung sampai sepuluh! Kalian tidak boleh menyesalinya! 1..., 10. Penawaran telah ditutup! Aku tidak akan menjual lagi sisa 10 batu sedimen berhargaku kepada kalian!" Lazarus berteriak.


Semua orang menelan ludah penasaran dengan isi batu sedimen Lazarus. Kaisar Erland tidak menawarnya karena kehabisan banyak uang.


Lazarus akhirnya membuka batu sedimen milik 15 orang itu terlebih dahulu.


Lazarus membuka batu sedimen milik permaisuri Agatha. Sebuah telur Beast dengan 9 warna terlihat sangat indah. Semua orang yang berada di sana sangat terkejut melihat telur itu begitupun dengan Ibu Suri Agatha.


"Telur Legendary Beast Ancient Nine-Colored Poison Snake!" Acasha berteriak.


"Life Detection!"


"Nenek, kamu sangat beruntung kamu mendapatkan telur Beast rank tinggi yang masih hidup."


Mata semua orang melebar. Mendengar perkataan Lazarus.