Endless

Endless
Chapter 92



Malvin bangun terlebih dahulu, dia menyandar pada kepala ranjang sambil menatap kekasihnya yang masih terlelap. Tanpa sadar tangan itu mengelus pada wajah cantik yang sedang terlelap. Andrea sedikit bergeliat karena sentuhan itu, perlahan dia bergeser hingga wajahnya beradu dengan dada berbulu Malvin. Bersandar di sana sambil menghirup dalam-dalam aroma tubuh malvin yang khas. Wanita itu seperti tidak ingin lepas dari dekapan kekasihnya.


"Selamat pagi," sapa Andrea dengan suara serak.


Malvin memperbaiki posisi tidurnya agar wajah Andrea terlihat jelas. "Selamat pagi." Dia mengecup singkat sebelum melanjutkan. "Apa tidurmu nyenyak Sayang?"


Andrea menggeleng pelan. "Sepertinya aku bermimpi buruk. Seluruh tubuhku terasa sakit."


Malvin terkekeh, mengingat bagaimana dia menggoda Andrea semalam hingga wanita itu lemas. Manik hitamnya kini fokus menatap wajah Andrea yang begitu polos tanpa polesan. Begitu cantik, kulit putih dan rambutnya bahkan pas untuk itu. Tanpa kalimat apapun dia mengecup pada bibir Andrea, lagi dan lagi. Itu terus berulang hingga membuat wanita bermata abu-abu itu sedikit mengerucutkan bibirnya karena merasa terganggu.


"Berhenti menciumku Malvin, kau membuat geli."


Malvin memghentikan gerakannya. "Apa kau menginginkan sesuatu untuk sarapan pagi inl? Aku akan menyuruh Garilla untuk menyiapkannya."


Andrea menggeleng dengan tubuh yang beringsut menjauh. "Tidak perlu, aku bukan Arsulla yang selalu meminta sesuatu yang aneh. Namun, menyentuhnya saja tidak."


Malvin mengeritkan dahi hingga kedua alisnya bergelombang. Dia menengadah, menatap pada wanita yang berlalu ke kamar mandi dengan wajah datar. Sepertinya Andrea kesal karena pertanyaan itu, memang benar yang di ucapkan Malvin adalah kalimat yang selalu dia keluarkan setiap pagi saat terbangun setelah menghabiskan malam panas bersama Arsula. Dan Andrea tahu akan hal itu karena selalu membantu Garilla untuk menyiapkan makanan yang di minta oleh Arsula.


"Sayang! Apa kau marah?" Malvin berteriak ke arah kamar mandi.


"Kau harus lebih memperbiasakan diri jika wanitamu sekarang bukan lagi Arsula Simon, tetapi Andrea Pricillia, Tuan Malvin Alexander," ujarnya di balik kamar mandi yang luasnya seukuran kamar pembantu di Mansion ini.


Pria bermanik itu tertawa. "Kau cemburu?"


Andrea memutar bola matanya. "Aku? Hahahaha." Wanita itu tertawa hambar. "Untuk apa aku cemburu kepada orang yang sudah mati." Dia enggan mengakuinya, meski di dalam hati jantungmya hampir saja meledak-ledak karena emosi.


"Akh ...!" Andrea mengerang saat bibir Malvin dengan begitu tidak sopan menyentuh kulit leher jenjangnya. Jantungnya hampir saja meledak karena kaget. "Malvin, apa yang kau lakukan di dalam sini?"


"Aku juga harus membersihkan tubuhku Sayang."


"Setelah aku selesai melakukannya, sekarang keluarlah!" Wajah wanita itu cukup kesal, tetapi sungguh, sentuhan Malvin barusan itu menyenangkan. Beberapa hari ini bersama Malvin membuat gairah Andrea semakin menjadi-jadi. Cumbuan-cumbuan pria itu seperti narkotika yang membuatnya menjadi kecanduan.


"Baiklah." Malvin melepaskan pelukannya pada pinggang Andrea, menjauhkan dirinya dari wanita yang semakin membuat ardelaninnya tertantang. Jika satu menit lagi dia terus mempertahankan posisinya, maka bisa di pastikan Andrea akan kembali menjerit hingga lemas karena serangannya.


Menahan gairah seksual untuk tubuh wanita seperti Andrea sangatlah susah bagi Malvin. Apalagi, dia terbiasa melakukannya bersama Arsula setiap saat. Dan jangan pikir hanya Malvin yang merasakan itu, karena Andrea pun demikian. Dia menginginkan Malvin sebesar Malvin menginginkannya. Gairah yang Andrea rasakan kepada pria bermata hitam itu semakin lama semakin menggebu. Entah apa yang akan terjadi jika Lazaro menolak pria itu. Mungkin, saja pasukan Dio dela morte akan membanjiri Puelba dengan darah.





Maaf, lagi malas up karena level yang merosot jauh. Mangsedih bangat 😭😩.


Just information.


Terus ngasih dukungan kalian yah, karena setelah Pop nya 1M nanti, aku bakal ngasih hadiah untuk 3 top fans di sini. Kira-kira nih, hadiah yang cocok apa yah? 🤭. komentar di bawah yah.