Endless

Endless
Chapter 110



Andrea tertawa setelah memutuskan sambungan, dia bahkan mematikan ponselnya hanya untuk melihat reaksi kekasihnya. "Maafkan aku Sayang, ini hanya sebentar." Wanita itu kembali tertawa hingga suara seseorang berdehem mengagetkan-nya.


"Oh astaga Garilla! Sejak kapan kau beridiri di situ."


"Sejak kau mengatakan. Kau berbohong, kembali sekarang sayang, aku tidak mau tahu, pokoknya sekarang." Garilla meliuk-liuk dengan tertawa saat menirukan itu.


Andrea menahan tawanya, melihat gaya meliuk-liuk dan bibir Gariila saat mengatakannya membuat dia menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Hentikan!"


Suara tawa geli Andrea membuat Garilla semakin tertawa hingga akhirnya kedua wanita itupun tertawa bersama-sama.


"Apa kau mengerjainya? itu tidak baik Andrea, dia bisa menjadi gila di sana."


"Hanya sebentar, aku akan menghubungi dan minta maaf," ujarnya dengan senyum yang menampilkan deretan gigi putihnya yang rapi.


Wanita tua berkulit hitam itu masih terbahak. "Aku sangat bahagia melihatmu seperti ini Andrea. Sungguh, kau adalah wanita yang paling beruntung karena memiliki Signore di sampingmu," ujarnya dengan mata yang berbinar.


"Kita akan segera ke Puelba."


"Benarkah?"


"Yah, dia harus meminta restu kepada Ayahku dan Dayla. Setelah itu, kita bisa menikah, Malvin menginginkan seorang bayi Garilla." Andrea mendesah dengan berat. ia kembali bersandar di ranjang menatap langit-langit kamar Malvin yang begitu tinggi. "Aku takut jika keinginannya itu tidak terkabulkan, dia akan meninggalkanku."


"Tuhan akan memberkati kehidupanmu Andrea, jangan memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi. Aku berdoa semoga kabahagiaan ini tidak akan pernah habis untuk mu."


Wanita berdarah Meksiko itu tersenyum, ia bangkit dan langsung memeluk tubuh Garilla yang berdiri tepat di tepi ranjang. "Terima kasih Garilla. Aku janji akan mewujudkan permintaan mu." Andrea menengadah. "Katakan! Apa yang kau inginkan, apa Kebebasan? Kau akan mendapatkannya segera."


Garilla tersenyum, dia melepaskan pelukan Andrea dan duduk di sampingnya. "No Sayang. Aku tidak lagi menginginkannya."


"Ya, itu dulu, saat Arsula dan kawanan-nya masih berkuasa. Namun, sekarang, aku ingin menghabiskan sisa waktuku bersama keluargaku di sini dan melayanimu dan Signore."


"Keluargamu?"


Garilla mengangguk. "Kedua anak-ku sudah berada di Verona Andrea. Aku sering mengunjungi mereka jika ada waktu luang."


"Oh God! Bagaimana bisa mereka di sini, bukankah mereka masih sekolah. Dan lagi, di mana kau meninggalkan mereka!" Andrea sedikit menaikan nada suaranya karena kaget juga khawatir. Dia tahu jika Garilla tidak memiliki simpanan yang cukup untuk membeli sebuah rumah, apalagi kedua anaknya masih di bawah umur dan butuh tempat tinggal dan makanan. Bahkan juga pendidikan. Dan semua itu butuh biaya yang tidak sedikit.


Garilla tahu kecemasan wanita di depannya. Ia meraih jemari tangan sahabatnya, mengelus lembut pada punggung tangan wanita bermata abu-abu itu. "Aku menaruh keduanya di sekolah yang memiliki Asrama, itu lebih baik agar mereka tetap aman dan aku bisa bekerja tanpa khawatir."


"Oh Tuhan!" Mata Andrea sudah berkaca. "Aku sangat berterima kasih karena kau mau melayaniku Garilla, tapi anak-anakmu akan sangat bahagia jika mereka tinggal bersamamu. Biarkan mereka datang ke Mansion, aku akan bicara dengan Malvin agar mengijinkan mereka tinggal bersama mu di sini."


"Tidak Andrea, jangan katakan apapun kepada Signore. Aku mohon, ini adalah rahasia kita berdua. Jika mereka tahu aku di sini karena sedang melunasi hutang Ayahnya, mereka akan sakit hati dan tidak ingin sekolah. Aku menjaga rahasia ini agar mereka tidak membenci ayahnya."


"Oh Garilla, kau adalah ibu terbaik. Aku janji akan merahasiakannya."


"Terima kasih Andrea, kau benar-benar malaikat ku."


"Kau bahkan lebih dulu menjadi malaikat ku Garilla."


Kedua wanita itu kembali berpelukan. Saling memuji kebaikan masing-masing. Begitulah, jika kita berteman dengan hati, maka yang akan kita dapatkan adalah kebaikan. Tetaplah jadi yang terbaik untuk orang-orang di sekitar kita, berteman-lah dengan tujuan untuk mendapatkan kebaikan dari sesama. Jangan karena untuk mendapatkan keuntungan.


🥰 Salam sahabat 💜✌.