
Yang bocah di larang masuk. 🤭
****
"Malvin aku merasa sesak." Andrea bergerak-gerak di bawa selimut membuat pria yang sedang menginginkannya itu semakin terkekeh dan hanya mengatakan satu kata.
"Aku menginginkanmu."
Raut wajah Andrea berubah serius, dia menyibakan selimut yang membalut keduanya. Andrea menatap manik hitam itu dengan lekat. "Kau pernah mengatakan itu padaku Malvin. Namun, kembali menariknya. kau membuangku di saat aku sudah mulai memberikan hatiku padamu."
"Kali ini tidak akan, aku tidak pernah melepaskanmu,' ucapnya kembali menutup selimut, membiarkan wanita itu memukulnya karena sesak juga gerah. Andrea kembali menurunkan selimut. "Berjanjilah kalau kau tidak akan membuangku lagi."
"Aku tidak pernah membuangmu Andrea, kau yang memilih untuk bebas." Malvin menangkup wajah kekasihnya menciumnya dengan dalam. "Berjanjilah untuk tidak pernah meminta hal seperti itu lagi padaku." Malvin mengelus lembut wajah Andrea. "Aku tidak peduli seperti apa masal lalumu Andrea, tetapi aku berjanji akan selalu memberimu kebahagiaan hingga akhir hidupku."
"Malvin," desah Andrea sambil merapatkan tubuhnya, seolah sangat terbuai dengan kata-kata manis kekasihnya hari ini. Seakan mendapatkan bisikan untuk ikut mengatakan kata romantis untuk pria itu "Aku mencintaimu."
Andrea menyambut bibir kekasihnya, saling beradu melepaskan hasrat. Dalam ciumannya, Andrea merasakan sentuhan jemari Malvin di bawa kupingnya, menelusuk masuk kedalam sisi rambutnya, membuat wanita itu merasan sensasi yang luar biasa. Meski ini bukanlah yang pertama kali mereka melakukannya Tetapi, dengan hati yang sudah saling mencintai rasanya melebihi apapun.
Malvin mulai mencumbuinya, di mulai dengan mencium leher Andrea, yang mana membuat wanita itu menggeliat. Malvin bahkan menyentuh bagian sensitif lainnya hingga Andrea mendesah tidak karuan.
Andrea melepas paksa ciumannya karena merasa sesak. Namun, baru saja dia mengambil napas Malvin sudah memulainya lagi. Pria bermata hitam itu menciumi sudut bibir Andrea berulang kali, membuat gadis itu mengerang dan menggesekan tubuhnya yang mana membuat Malvin semakin menggila.
Ciuman pun kembali terjadi lagi dan semakin dalam, Andrea menerima ciuman itu dan membiarkan lidah pria itu membelai masuk ke dalam rongga kenikmatannya. Kini tubuh keduanya sudah tidak tertutupi apapun, dan Malvin mulai membelai kulit pundak Andrea yang terlihat begitu menggoda, perlahan menelusuri bagian dada dengan jemarinya, dengan ciuman yang sama sekali tidak terlepas.
Malvin merangkak di atas tubuh Andrea, mengunci tatapan Andrea, pria itu sudah berada di atas puncak dan menginginkan pelepasan sekarang juga. Andrea menjerit menyebutkan nama pria itu hingga Malvin semakin menambah ritmenya. Dia bahkan menarik wanita itu dan menciumnya seolah bibir Andrea yang mampu menuntaskan dahaganya.
"Maafkan aku Andrea .... Arrgh." Malvin mengerang saat terakhir di ikuti dengan gigitan keras Andrea pada tangannya.
Malvin mengambil napas dan berbaring miring di dekat tubuh Andrea, mengelus puncak kepalanya dengan lembut lalu memberikan beribu-ribu ciuman di sana. Wanita itu bermandikan keringat, lelah menyelimuti wajah cantiknya. Dia menarik selimut menutupi tubuh kekasihnya dan memeluknya dengan erat.
"Ti voglio bene. (Aku mencintaimu.)"
Tidak ada jawaban, Andrea hanya membalas pelukan itu dan mulai terlelap dalam pelukan hangat pria bermata hitam itu.
Maaf baru up. Bab ini sungguh melewati tahap riview yang panjang 😋 di tambah lagi dengan suasana hatiku yang lagi tidak baik. 😶. Semoga lolos dengan baik.🙏💜
_______
Spoiler dikit.
"Apa masa period mu sudah datang?"
Andrea mengerjabkan matanya. "A-apa maksudmu?"