Endless

Endless
Chapter 174



Andrea, Marisa dan Demetrio tiba di Mansion, ketiganya baru saja kembali mengurus gedung dan juga beberapa keperluan lainnya. Karena pernikahan mereka di putuskan untuk di adakan di Verona, maka segalanya harus segera di siapkan mulai dari sekarang.


Dari kejauhan samar-samar Demetrio mendengar suara Zigo dan Malvin yang sedang berbincang. Sepertinya kedua saudara itu sedang membicarakan tentang pengalihan tanggung jawab untuk mengurusi gudang senjata bagian barat, Malvin memang berencana memberikannya kepada Zigo sebelum ia menikah. Gudang yang menyimpan sebagian besar senjata miliknya itu terletak berdekatan dengan Mansion utama milik Zigo, untuk itu Demetrio menyarakan agar Zigo bisa memberi perlindungan di sana.


Dio dela morte memang memiliki anak buah di segala sisi Italia. Namun, setelah Daniel bergabung sepertinya pria tua itu menyalah gunakan kekuasaan yang di berikan Malvin untuk mencuri beberapa senjata miliknya. Zigo hampir saja membunuh pria itu saat Malvin memberinya tanggung ketika mereka berada di Puelba. Namun, karena pernah membantu Malvin memburu Marco maka ia di lepaskan dengan syarat menjauh dari Italia dan melupakan jika pernah bekerja sama dengan Malvin.


Sekarang saat acara pernikahannya sudah di depan mata Daniel mengirim orang-orangnya untuk mengacaukan ketentraman Malvin, beruntung Zigo menyadarinya dan segera melapor. Daniel juga mengancam akan membeberkan kepada pemerintah Italia jika kartel Dio deka morte melakukan penjualan barang ilegal, jika mereka ketahuan maka kehancuran mereka di ambang pintu. Pemerintah tentu tidak akan melepaskan mereka dan melarang kelompoknya untuk beroperasi dan tentu saja hal itu bisa menyebabkan Malvin juga Demetrio bisa tertangkap.


"Maaf. Andrea, bisakah kau temani Marisa makan siang ini? Sepertinya Malvin membutuhkanku."


Marisa yang hendak merapikan barang-barang yang mereka bawah menghentikan gerakannya dan mendekati Demetrio. "Pergilah, aku akan makan bersama Andrea."


"Si, sampai jumpa nanti malam."


"Apa sesuatu terjadi? Kenapa raut wajahmu telihat serius," tanya Andrea saat Demetrio hendak melangkah pergi. Wanita dengan dres hitam bermotif bunga mawar kecil itu seperti merasakan jika sesuatu telah terjadi.


"Tidak ada, semua baik-baik saja." Pria berwajah dingin itu sedikit menundukkan kepala ke arah Andrea dan bergegas melangkah ke ruangan di mana Malvin dan Zigo berada.


Andre masih terus berfikir, ia takut jika sesuatu benar-benar terjadi. Kondisinya sedang hamil, pernikahan mereka juga tinggal 1 bulan lagi.


"Andrea!"


"Huh?" Lamunannya di kagetkan oleh tepukan pelan Marisa di bahu kanannya."


"Ada apa? Apa kau masih marah pada Demetrio. Maafkan dia, pria kaku seperti dia memang selalu protektif."


Marisa terkekeh. "Kalau begitu ayo, bukankah kau lapar." Marisa merangkul tangan Andrea dan melangkah pergi menuju ruang makan karena ia tahu jika wanita hamil itu sudah sangat lapar sejak mereka di perjalanan tadi.


Andrea mengikuti Marisa dengan tersenyum kecil, ia juga tidak mau mengatakan kecemasannya kepada saudara tirinya itu. Lagi pula, ini hanya perasaannya saja mungkin yang di katakan Demetrio benar, jika semua baik-baik saja.


*****


"Maaf, aku terlambat." Demetrio menyapa Zigo dan Malvin dengan sedikit menundukkan kepalanya.


"Oh, akhrinya pria yang sedang di mabuk cinta ini datang," goda Zigo. Pria yang memiliki senyum menggoda itu berdiri menyambut kedatangan Demetrio. "Bagaimana kabar kekasihmu? Apa dia butuh Tour Guide untuk berkeliling Verona? Jika ia, maka aku siap menemaninya."


Demetrio tersenyum masam. "Singkirkan nama kekasihku dari otak liarmu itu. Jika tidak, barang berhargamu itu akan benar-benar aku patahkan." Demetrio menyeringai dengan menatap ke bagian bawah.


Sontak saja pria dengan julukan predator itu mundur menjauh dengan menutup bagian depan celananya dengan kedua tangan. "Dasar gila!"




Ada yang tahu siapakah si babang senyum manis ini 💜. Yang berhasil tebak dan masuk komentar pertama di notifku dapat pulsa 20 🤭😅