Endless

Endless
Chapter 132



Sekali lagi mohon maaf. ini area dewasa. Bocil di larang lewat yah. Saya menampilkan kisah percintaan dunia barat, yang mana tidur bersama pasangan adalah hal biasa. Maaf ini dunia halu ku. Jika ada yang tidak kalian suka, boleh di skip. 🙏


••••


Malvin menengadah, memberi ciuman pada puncak kepala wanita yang menunduk di depannya sebelum akhrinya ia beralih ke bibir tipis milik yang selalu membuatnya kehilangan fokus. "Apa kau tidak apa-apa jika berada di atas?" Malvin bertanya karena takut jika Andrea merasa canggung untuk memimpin percintaan mereka siang ini.


Anggukan Andrea membuat Malvin semakin yakin jika wanita itu juga menginginkannya. Bahkan Malvin sudah mulai menggila dengan Aroma tubuh kekasihnya. Andrea memang selalu memakai aroma Tulip pada tubuhnya setiap habis mandi, wanita itu sangat menyukai bunga tulip sama seperti autornya. 🤭🤭🙏


Andrea benar-benar memimpin kali ini, dengan pelan ia mulai melakukan cumbuan untuk memancing gairah Malvin, berawal dari ciuman pada bibir hingga turun mengecup pada leher jenjang milik kekasihya. Pria bertato elang itu benar-benar hanya pasrah, dia menikmati setiap kecupan demi kecupan dan hi sa-p an lembut dari Andrea, Malvin bahkan mengigit bibir bawahnya menahan ******* karena merasa benar-benar nikmat.


"Malvin." Andrea bergumam. Namun, terdengar seperti mengerang.


Malvin tersenyum tipis, dia selalu menyukai saat Andrea menggumamkan namanya ketika mereka sedang bercinta. Ia menyingkirkan sejumput rambut yang tergerai di wajah wanita bermanik abu-abu itu. "Lalukan dengan perlahan saja Sayang jangan terburu-buru atau kau akan lelah."


Perlahan, Andrea memulainya. Aroma tubuh Malvin semakin menguasai pikirannya. Jemari tangan mulai menyusuri bagian dada pria di hadapannya, Andrea mendesis hebat saat Malvin membalas dengan meremas pada dadanya. Kini mata Andrea penuh dengan gairah dengan napas yang tercekat. Ia bahkan kesulitan bernapas karena begitu lamanya dia terjebak dalam cumbuan yang ia sajikan sendiri.


"Ma--alvin ...."


Andrea mengerang saat Malvin mulai melakukan penyatuan. Dadanya dia biarkan semakin merapat dengan tubuh Malvi, g a irah membuat rasa malu Andrea memudar bahkan nyaris hilang. Ia sama sekali tidak risih saat Malvin melakukan sentuhan-sentuhan yang belum pernah mereka lakukan. Andrea merasakan bagaikan ribuan kupu-kupu yang berterbanngan di atas perutnya saat ini.


"Aaarg s hit!" Malvin mengerang, dia hampir meledak saat Andrea melakukannya dengan gerakan cepat. Wanita itu terus bergerak di atasnya terus menerus hingga terdengar suara erangan panjang dari keduanya.


Segera Malvin merubah posisi dengan Andrea yang kembali berada di bawahnya, Malvin tersenyum mendapati wajah Andrea yang kelelahan. Keringat yang bercucuran membuat dia terilhat benar-benar bekerja dengan keras. "Kau baik-baik saja Sayang?"


Dengan mata yang masih terpejam Andrea mengangguk, dia sibuk mengatur napasnya yang masih memburu hingga belum mampu untuk berucap.


Malvin tersenyum dia mengecup singkat pada bibir kekasihnya dan beringsut menuju kamar mandi. "Tidurlah, aku akan mengatakan kepada Garilla untuk menyimpan kembali makanannya."


Andrea sekali lagi mengangguk. Ia kembali tertidur mengumpul kembali tenaganya yang barus saja dia keluarkan. Napas panjang terdengar sebelum akhirnya wanita itu perlahan-lahan tertidur.