Endless

Endless
Chapter 56



Andrea baru saja memasuki Mansion, dia bergegas ke dapur untuk mencari Garilla. Jam makan siang sudah berlalu, itu karena Malvin yang terus menahannya di taman. Perutnya sudah mulai keroncongan membuat dia harus melangkah dengan panjang. Saat memasuki ruang makan Andrea kaget mendapati Sella yang duduk dengan begitu santai menikmati makan siangnya.


"Sella?" Andrea memekik dengan wajah yang sangat terkejut. Sudah beberapa hari setelah Malvin berangkat ke Milan, pelayan arogan itu menghilang tanpa kabar. Tentu saja ini membuat Andrea kaget saat tiba-tiba dia muncul kembali.


"Hallo Andrea." Sella menyapa dengan wajah sinisnya.


"Aku pikir kau sudah mengundurkan diri untuk menemani majikanmu."


Sella menyeringai. "Selama Nona Arsula masih menjadi kekasih Signor Malvin, maka selama itulah aku berada di sini. Maka teruslah berhati-hati."


"Benarkah?" ucapnya penuh antusias.


Ingin sekali dia menertawai pelayan yang selalu membuat dia di hukum, mengatakan padanya jika Nona yang dia agungkan itu sedang berada di penjara. Namun, jika dia mengatakannya sekarang, mereka akan tahu tentang apa yang terjadi antara dia dan Malvin.


"Dari mana saja kau, aku tidak melihatmu membersihkan lantai atas hari ini. Kau juga tidak merapikan perpustakaan seperti biasanya."


"Apa kau mencariku di semua sisi Mansion Sella? Kau cukup baik untuk memantau pekerjaanku," ucapnya sambil menuangkan air putih pada gelasnya.


"Kau harus menjaga jarak ketika mengerajakan tugasmu Andrea. Karena jika tidak, wajah cantikmu ini akan kembali tergores." Sella menangkup dagu Andrea dan kembali menghepaskannya dengan kasar.


"Aw ...." Andrea menjerit saat kuku Sella yang panjang tidak sengaja menggores dagunya.


Sella tertawa melihat Andrea yang menjerit karena goresan yang dia buat. "Lihat! Bahkan tanpa rencana pun kau bisa terluka."


Garilla yang geram hendak membalas. Namun, Andrea dengan cepat menahannya. "Kau melakukan tugasmu dengan sangat baik Sella, aku harap itu terus berlanjut. Karena dalam beberapa hari ini, aku rasa majikanmu tidak akan berkunjung ke Masion."


Wajah Sella berubah seketika. "Apa maksudmu?" ucapnya dengan nada yang terdengar serius. "Apa kau melakukan sesuatu pada Nona Arsula?" Sella hendak menjambak Andrea. Tetapi, belum sempat tangannya menyentuh kepala Andrea dia sudah lebih dulu di cegat.


"Signore?"


Mata kelam itu menatap dengan begitu tajam. "Setelah makananmu selesai, bawakan untuk majikanmu."


"Signore. Maaf, tapi majikan mana yang kau maksud?"


"Jika kau masih ingin bernapas dengan baik, lakukan tanpa bertanya."


Sella begitu terkejut, dia mengangguk meski tidak mengerti dengan apa yang di katakan kekasih majikannya itu. "Sì, Signore," ucap Sella sedikit membungkuk.


"Sì Signore."


Andrea mencebik di dalam hatinya, Malvin mulai semena-mena lagi padanya. Tidak adakah Alasan yang lebih tepat untuk membuat Andrea datang kepadanya. Sementara baru saja mereka melakukan ciuman panas. Akan tetapi, perasaannya tetap berbunga, karena Malvin datang tepat saar Sella ingin menyakitinya.


"Apa mungkin dia sedang kesal dengan Arsula? dia bahkan tidak menatapku." Andrea membatin, bingung dengan sikap Malvin yang berubah-ubah.


"Apa terjadi sesuatu Sayang?" tanya Garilla saat menangkap Andrea yang terlihat melamun.


"Tidak!" jawab Andrea tegas.


"Lalu kenapa kau terlihat gugup saat Signore dan Demetrio muncul." Garilla meletakan 1 piring pancake dan 1 piring lasagna juga Pasta dengan 2 gelas air putih. "Bawah ini."


Andrea tercegat. "Apa Signore selalu makan sebanyak ini? Dan ini ....." Andrea menunjuk . "Kenapa harus ada Pancake dan dua gelas air Garilla, apakah Demetrio akan makan bersamanya?"


"Kalian akan makan siang bersama Andrea."


"Apa maksudmu? Untuk apa pelayan sepertiku makan siang dengan majikannya Garilla."


"Sudahlah Andrea, kau terlalu banyak protes. Signore menunggu makanannya?"


"Tapi--"


"No debat! Ingat Signore harus makan ini sebelum yang lain."


"Maksudmu dia harus makan pancake ini sebelum yang lain?"


"Ya ...."


"Why?"


"Kadar alkohol Signore masih ada Andrea dia akan mual jika memakan makanan berat."


Mata Andrea seketika membulat dengan ekpresi kaget. "Dari mana kau tahu Signore baru saja meminum alkohol?"