Endless

Endless
Chapter 106



Area 21+ mohon untuk para bocil bisa lebih bijak memilih bacaan yah. Mohon maaf jika ada adegan yang kurang mengenakan atau sedikit membuat anda risih. Sudah saya cantumkan di bulrb bahwa ini adalah cerita dewasa, dan cerita di dalamnya berlatar dunia barat. Jika ada yang tidak suka atau kurang berkenang, boleh di skip yah. Saya sudah menikah yah, jadi tenang saja adegannya sudah tidak asing lagi.


🤣🤣😄😙🙏🙏.


***


Andrea tersenyum tepat di bibir Malvin pria itu menciumnya dengan sangat buas, seakan tidak akan ada kesempatan lagi. "Kau bisa melakukannya dengan pelan-pelan Sayang. Semua ini milikmu."


Malvin membalas kalimat romantis Andrea dengan kembali menciumnya, ciuman yang awalnya hanya biasa saja berubah menjadi ciuman panas yang menuntun pada gair*ah. Di mana keduanya sama-sama menginginkannya.


"Aku mencintaimu Andrea, tidak akan ku biarkan siapapun mendekatimu."


"Aku juga mencintaimu ...."


Andrea mengerang saat bibir Malvin mulai berpindah dari bibir turun ke rahangnya, dan mulai menelusuri leher jenjang yang mulus itu. Aroma tubuh wanita itu bahkan sangat membuatnya bergairah, wangi Soft yang begitu lembut. Membuat Malvin semakin agresif dan mulai kembali pada bibir wanita bermata abu-abu itu. Kali ini bukan hanya kecupan. Namun di ikuti dengan lum*atan. Tidak ada penolakan dari Andrea, wanita itu justru membalasnya hingga Malvin semakin tidak terkendali.


Wanita bermata abu-abu itu sungguh sangat menikmati kecupan-kecupan dan juga usapan kekasihnya, penuh gair*ah hingga membuat ia harus mengigit bibirnya bawahnya berulang kali.


"Kau harus sedikit menahan suara desahanmu Sayang."


"Ahh ....hh " Desahannya lolos saat Malvin menghis*ap kulit dadanya dan meninggalkan jejaknya di sana.


Dengan cepat pria bermanik hitam itu menyumbat bibir yang baru saja mendesah dengan ciuman. Dengan tangan yang bermain di sisi paha Andrea bibir Malvin mulai turun, mengecup dari rahang hingga turun ke bagaian dada dan berhenti di sana. Andrea mengeram dengan ******* yang dia tahan agar tidak terdengar sampai keluar.


"Malvin ... ah... hh"


Malvin menarik selimut untuk menutupi Andrea yang menatapnya dengan senyum menggoda. Seperti itulah Andrea sekarang, dia melupakan rasa malunya karena terlalu menikmati akan cumbuan kekasihnya yang membuat dia selalu kehilangan akal.


"Aku menginginkanku Sayang."


Dia hendak menjawab. Namun, sentuhan Malvin kembali membuat dirinya menegang dalam kenikmat*an. "Oh Sh*it Malvin, ah ...hh." Andrea mengerang, dia merapatkan tubuhnya, menatap pria yang sedang memposiskan diri di atas tubuhnya.


Saat benda keras itu mulai memasukinya, Andrea mengigit bibir bawahnya, menatap pria yang sedang bermain di sana dengan rona gair*ah. Perlahan rasa sakit itu berganti menjadi nikmat karena Malvin menggerakan tubuhnya perlahan agar Andrea tidak merasa sakit.


Andrea mengakui jika Malvin adalah pria luar biasa, dia selalu bisa membuat wanita itu berada dalam kenikmatan yang tiada kira. Sentuhannya bahkan dangat lembut dan membuat dia mendamba. Sekilas dia bertanya-tanya, kenapa Arsula bisa menghinati pria luar biasa seperti Malvin. Dan dia bersyukur jika dia adalah wanita yang Malvin inginkan.


Sejenak dalam kenikmatannya, Malvin meraskan jika tubuh Andrea bergetar, sepertinya karena dia menahan rasa sakit. "Sayang, katakan jika kau merasa sakit."


Andrea menutup matanya dan mengigir bibir sepenuhnya, lalu perlahan membuka mata. "Lanjutkan," erangnyanya kembali dengan bibir yang tergigit.


Malvin menggerakan tubuhnya perlahan hingga benar-benar terbenam di sana, dan Andrea menikmatinya. Malvin selalu memberikan kenikmatan dan kepuasan setiap kali mereka bercinta. Des*han-des*han yang di berikan Andrea bahkan semakin membuat Malvin bergairah hingga keduanya mencapai *******.


Dia mengecup puncak kepala Andrea yang di penuhi keringat, setelah selesai melakukannya. Perlahan dia memisahkan diri, dan kembali berbaring di samping tubuh polos Andrea. Wanita itu tersenyum, mengelus pada dada kekasihnya.


"Apa ini akan menjadi Malvin Junior?"


"We'll get it this time baby. (Kita akan mendapatkannya kali ini sayang.)"


Pipi Andrea memerah, dia memang selalu menyukai setiap kalimat yang Malvin ucapkan. Semoga apa yang mereka impikan segera terwujud. Yaitu pernikahan dan seorang bayi mungil.