
Flash back Marisa Demetrio.
Puelba. Meksiko.
Setelah pembicaraannya dengan Andrea, Marisa mengajak Demetrio untuk berjalan-jalan sebentar agar wanita pelukis itu bisa mengutarakan apa yang menjadi kekhawatiran di dalam hatinya. Kedua orang itu kembali mendatangi bar di mana malam itu dia dan Demetrio sempat bertemu. Marisa masih merasa canggung kepada Demetrio meski wanita itu sudah menerima cintanya. Dari awalnya Ia merasa jika kemarin ia terlalu terburu-buru mengatakan iya kepada pria dingin itu, maka dari itu dia harus meluruskannya dan kembali mempertimbangkan rasa yang di miliki Demetrio padanya.
Akan tetapi, Marisa malah mabuk. Wanita itu akhirnya mengatakan yang sebaliknya. Dia mengatakan jika memiliki perasaan kepada Demetrio semenjak pria itu datang. Namun, karena terus saja menyela Marisa, akhirnya rasa suka menjadi kekesalan.
Saat Demetrio datang dan tidak sengaja menolongnya di bar, hati Marisa mulai terketuk kembali. Dan tepat saat pria dingin itu mengatakan jika dia ingin memiliki Marisa, rasanya seakan bunga-bunga di dunia ini berjatuhan mengenainya. Ingin sekali dia tenggelam ke dalam tanah saking malu dan terharunya dia, cintanya di balas oleh pria yang di idamkan. Namun, saat sampai di Mansion, pikirannya mulai berubah lagi. Dia takut juka Demetrio hanya sekedar kebetulan juga menginginkan dirinya sama seperti Arbeto.
Sudah terlanjur basah, Marisa akhirnya mau di pacari Demetrio. Meski dalam keadaan mabuk. Namun, wanita ingat jelas apa yang ia lakukan bersama Demetrio. Pria itu membawanya kembali ke Mansion. Namun, karena takut Dayla akan melihatnya pulang dengan keadaan mabuk, Marisa menolak masuk dan akhirnya Demetrio membawanya ke hotel.
Keesokan paginga. Marisa sangat kaget terbangun dengan tubuh yang tidak terbalutkan apapun, matanya hampir saja keluar saat melihat Demetrio yang muncul keluar dari dalam kamar mandi hotel hanya menggunakan handuk yang di lilit di pinggangnya.
"De-Demetrio!!"
Tanpa penjelasan apa-apa, fikiran Marisa meluncur flasback. Dia mengingat semua kejadian sebelum akhirnya mereka berakhir dengan tanpa busana di atas ranjang hotel. "Oh tidak! Dasar bodoh."
"Selamat pagi."
"Pa--pagi," jawab Marisa malu-malu.
Demeterio menyunggingkan senyum. Masih dengan handuk yang melilit ia mendekat ke tepi ranjang. "Apa nona Arogan ini sedang malu padaku?" Ia mengelus lembut rambut Marisa. "Padahal di atas ranjang ia sunggh luar biasa."
Demetrio mengangguk pelan. "Dan juga sangat seksi," bisiknya tepat di telinga wanita itu.
"Aku akan mandi, rasanya gerah," ujar Marisa memotong kecanggungan yang tiba-tiba membuat wajahnya memerah dan terasa panas. Dengan cepat ia menyibak selimut, dan berlari ke kamar mandi.
Demtrio terkekeh melihat Marisa yang berlari karrna malu. "Aku akan bersiap, kita akan sarapan sebelum kembali ke Mansion," ujar Demetrio dengan nada sedikit tinggi karena Marisa yang sudah berada di dalam kamar mandi.
"Oh God! Apa aku benar-benar tidur dengannya?" Marisa mendesah pasrah. Ia ingat, saat mabuk semua yang ada di dalam pikirannya ia tuangkan. Bahkan Ekspresi Demetrio sangat datar mendengar semua yang ia katakan. Lalu sekarang, dia tersenyum saat menyapa dengan ucapan selamat pagi. Dan Senyum yang tidak pernah Marisa lihat itu sangat manis.
"Oh tidak! Apa yang terjadi padaku. Kenapa aku terus memikirkan wajah senyumnya." Marisa menepuk-nepuk wajahnya hingga ia terhentak saat Demetrio mengetuk pintu dan meneriakinya yang belum juga melakukan apa-apa.
"Marisa, pesawat kita pagi ini, cepatlah!"
"Si, aku segera keluar."
•
•
Apa ada yang penasaran bagaimana Marisa terbangun tanpa busana? wkwkwkwkwk. jika banyak yang komentar flsh backnya aku tayangkan 🤣🤣🤭🙏