Endless

Endless
Chapter 57



"Dari mana kau tahu Signore baru saja meminum alkohol?"


Garilla pura-pura cuek. dia kembali membereskan piring untuk di bersihkan. "Signore menunggu makanannya Andrea."


"Jawab dulu pertanyaanku Garilla."


"Mungkin, gajebo akan menjawabmu."


"Oh my god Garilla, apa yang kau tahu." Andrea meletakan kembali nampan yang hendak ia bawah.


"Aku tidak melihat apapun Andrea, hanya sekilas melihat seorang wanita yang sedang mengelus signore. Sekilas aku pikir itu kamu, makanya aku mendekat. Dan saat ingin mengintip Demetrio menangkap basah ku. Aku akhirnya kembali tanpa tahu apa yang mereka lakukan di gajebo taman. Jika sikap Demetrio seperti itu, artinya dia adalah wanita jahat itu."


Andrea membuang napas legah, dia kembali mengambil nampan dan pergi lagi. "Ku pikir dia telah melihat adegan itu."


"Tunggu!" Garilla menahan Andrea yang hendak pergi. "Apa sesuatu terjadi? Kau tampak tegang."


Andrea menelan ludah dengan sangat susah, dia ragu untuk mengatakannya kepda Garilla. Namun, jika dia mengetahuinya nanti, itu akan sangat menyakitkan bukan, mereka adalah teman. "Sebenarnya ...." Andrea menjedah, jantungnya berdetak sangat cepat. Dia hampir tidak bisa mengatur bibirnya yang mulai bergetar.


"Garilla, sebenarnya wanita itu adalah aku, bukan Nona Arsula."


"Apa!"


"Jangan katakan kepada siapapun Garilla aku mohon."


"Kau bersama Signore? Kalian sedang...." Garilla memberi isyarat dengan kedua tangannya.


"Sedang apa! Aku hanya sedang membangunkannya tadi Garilla, aku harap kau bisa menjaga rahasia ini."


Garilla tersenyum tipis. "Kau tidak perlu khawatirkan itu Sayang, kau hanya perlu menjaga diri agar Sella dan nona Arsula tidak mengetahui hubunganmu dengan Tuan Malvin."


"Aku tidak mencemaskan Arsula Garilla, dia tidak akan melukaiku, bahkan untuk menyelamatkan dirinya saja dia sedang berusaha."


"Apa sesuatu yang buruk terjadi padanya?"


Andrea melihat ke sekitar memastikan bahwa tidak ada yang mendengar ketika dia mengatakannya kepada Garilla. Dan wanita tua di hadapannya mengerutkan kening dengan tingkah Andrea yang di rasanya aneh.


"Nona Arsula di kurung di ruang bawa tanah, dan makanan yang sella bawah itu di peruntukan untuknya."


"What?"


"Apa yang dia lakukan sampai di kurung di sana?"


"Ceritanya panjang Garilla, aku akan segera kembali dan menceritakan semuanya padamu, makanan ini harus sampai pada tuannya terdahalulu."


"Sì Signora, aku akan menunggu kau kembali dan menceritakan semuanya padaku."


"Garilla!"


"Apa?"


"Jangan memanggilku seperti itu! Aku tidak menyukainya."


Garilla mendesah. "Lalu aku harus memanggilmu dengan apa. Kau adalah kekasih majikanku, tidak sopan jika aku menyebutkan namamu Signora."


"Oh god Garilla, non farmi sembrare una donna da quattro soldi davvero non voglio che la gente pensi così. ( jangan membuatku seperti wanita murahan aku sangat tidak ingin orang-orang menganggap seperti itu.)"


"Kau hanya terlalu banyak berfikir Andrea, percayalah semua pikiran mu itu hanya karena kau merasa takut."


"Kau tahu, sejak aku datang ke Verona, doa yang aku pajatkan adalah agar segerah bebas dari tempat ini. Tetapi, entah kenapa saat Signore mengatakan menginginkanku, hatiku terasa legah aku tidak marah dengan kata-kata itu."


"Lalu untuk apa kau merasa cemas?"


"Aku takut ini hanya ilusiku saja, keadaan sedang tidak baik Garilla. Nona Arsula sedang di tahan, aku takut dia hanya merasa frustasi dan menganggapku sebagai fantasi napsunya. Maksudku, dia hanya membutuhkan aku karena di kecewakan kekasihnya."


Garilla tertegun, dia tidak mampu berkata apa-apa. "Sayang, jika kau merasa seperti itu. Maka yakinkanlah dirimu tanyakan pada hatimu apa kau menginginkan kebebasan atau tetap berada di sisinya."


"Aku sedang mencobanya, semoga keputusan yang kudapatkan nanti tidak menyakiti siapapun."


"Baiklah, perbaiki wajahmu dan antarkan makanan ini. Kita akan membicaran masalah ini lagi nanti."


"Sì." Andrea tersenyum menatqp sahabat yang rentan umurnya sangat jauh darinya itu. "Kau adalah teman terbaikku Garilla."


"Me to Andrea."


Sementara itu seseorang yang mendengar dari kejauhkan nampak begitu kecewa. Seperti biasa, dia akan memghilang tanpa ada yang menyadarinya.