
Pagi yang sangat indah untuk kedua mahluk yang baru saja selesai bercumbu. Meski sang pria sedikit merasa kecewa karena Andrea yang terus saja mual sepanjang pria itu sedang memberikan cumbuan. Dia kembali tertidur setelah dia memuntahkan semua isi perutnya. Bahkan Malvin harus tetap berada di samping karena Andrea yang tidak ingin jauh dari kekasihnya.
Malvin sedikit merasa leluasa saat wanita itu benar-benar terlelap. Pria bermata hitam itu bangkit, memakai kaos yang sempat dia buka dan berjalan keluar kamar. Saat dia menuruni tangga, sempat dia melirik Agrio yang terus menundukan kepala. Ingin sekali dia menendangnya. Namun, mengingat wanitannya memohon untuk tidak menghukum Agrio, karena semua yang dia lakukan hanya karena mematuhi perintah Andrea.
"Signore!" Agrio menyapa dengan kepala yang masih tertunduk. "Apa anda butuh sesuatu?"
"Panggilkan Garilla untuk ku."
"Sì."
Tanpa menunggu lama, Agrio segera melangkah untuk memanggil wanita tua yang sudah berusia 50 tahun itu. Dan Malvin, dia menuju ruang kerjanya di mana Demetrio yang sedari tadi sudah menunggunya. Malvin menyuruhnya untuk menunggu karena kondisi Andrea yang membuatnya sedikit panik juga bingung.
"Apa dia baik-baik saja?"
"Entahlah, dia tertidur setelah semua isi perutnya dia keluarkan." Malvin terduduk dengan lemas, dia terus saja memberi usapan pada punggung kekasihnya hingga tangannya merasa gemetar.
"Aku sudah menghubungi dokter, dia akan tiba sebentar lagi."
"Terima kasih."
"Apa aku juga harus menghubungi Zigo untuk membahas klien kita yang kemarin?"
Malvin menatap Demetrio dengan tajam. "Apa kau ingin aku tendang dari sini?"
Demetrio terkekeh mendengar ancaman Malvin. Padahal, ini adalah kesempatan untuk sekali lagi membuat pria itu kalah. Saat keduanya sedang asik membahas tentang pekerjaan, seorang terdengar mengetuk pintu. Dan wanita tua dengan pakaian pelayan itu muncul di balik suara ketukan itu
"Bisakah lau membantuku melihat keadaan Andrea? Dia merasakan mual sejak kembali dari bandara."
Andrea sedikit mengerutkan kening, itu karena Andrea yang terlihat baik-baik saja saat mereka kembali tadi. "Mungkin saja Nona sedikit masuk angin karena memaksa untuk bangun lebih awal hari ini. Dia juga tidak sarapan sebelum pergi menjemputmu di bandara," jelas Garilla.
Malvin sedikit kecewa mendengar itu. Padahal dia berharap lain dengan gejala yang di alami Andrea. "Baiklah. Dia masih tertidur. Kau bisa melihatnya, dokter akan tiba sebentar lagi".
"Sì, Signore. Aku permisi."
****
Demetrio menangkap rona gelisah di wajah sahabatnya. "Tenanglah, mungkin saja yang di katakan Garilla itu benar. Andrea hanya masuk angin, kau tidak perlu khawarir. Dia akan baik-baik saja," ujarnya menenangkan.
Meski faktanya, Malvin bukan memikirkan tentang itu. Pria bermata kelam itu menganggukan kepala untuk Demetrio. Setelahnya, ia beranjak dari tempat duduknya saat mendengar suara dokter. Terlihat di sana jika Garilla sedang menuntun dokter tersebut untuk naik ke kamar. Dan Malvin baru ingat, Andrea tertidur hanya menggunakan pakaian dalam. Dia membukanya saat keduanya sedang bercumbu.
"Oh s hit!" pekik Malvin tiba-tiba. Demetrio yang sedang fokus sampai hampir saja menjatuhkan tablet yang dia pegang saking kagetnya.
"Ada apa, kenapa tiba-tiba kau berteriak?"
Malvin tidak peduli dengan pertanyaan yang di berikan Demetrio. Dia berlari dengan cepat menuju kamarnya, beruntung dokter dan Garilla baru saja akan memasuki kamar. Tunggu!" Malvin mendekat dengan napas terengah-engah. "Maaf. Apa kalian bisa di sini sebentar, aku harus ke kamar mandi. Tidak sopan jika aku melakukannya saat kalian sedang berada di dalam kamarku."
Garilla dan juga dokter mengerti, mereka mengangguk dengan sopan mempersilahlan Malvin untuk masuk. "Silahkan, kami akan menunggu di sini Sognore," timpal Garilla.
Dengan cepat dia membuka pinti dan menutupnya kembali. Malvin menuju wal in closed mengambil piaya dan memakaiakannya kepeda kekasihnya yang masih tertidur dengan lemas. Wajahnya tampak sediki pucat Namun, itu sama dekali tidak mengurangi kecantikannya. "Hampir saja," ujarnya mengecup pada bibir yang sedikit terbuka.