Endless

Endless
Chapter 32.



"Signora?"


Sella segera mendekat pada Arsula yang tiba-tiba datang. "Signora, apa hukumanmu sudah di cabut?"


"Apa Andrea sudah sadar?"


"Si, tapi?" Sella menahan kalimatnya, membuat kening Arsula berkerut dengan wajah penuh pertanyaan. Terlalu lama menjelaskan membuat wanita itu tidak sabar dan melangkah menuju kamar Andrea, Garilla yang baru saja menutup pintu kamar sampai terkejut dengan kedatangan dua wanita itu.


"Signora? sedang apa kau di sini?"


"Menyingkir dari hadapanku!" teriak Arsula saat Garilla hendak menahannya.


Dan Sella, dia memilih diam dari pada mengikuti Arsula. Itu adalah bentuk dari perlindungan dirinya.


"Signora, bukankah anda di larang untuk memasuki Mansion selama sepekan oleh Signore? Lalu sedang apa anda di sini," ucap Garilla mencoba memperingati Arsulla yang sepertinya lupa akan hukumannya.


"Bukan urusanmu, menyingkir! Atau kau akan mendaparkan kemarahanku," teriak Arsula dengan keras. Mata abu-abunya melebar seakan ingin menenggelamkan wanita berkulit hitam itu.


"Maaf Signora, silahkan pergi," perintah Garilla.


Dia menatap Andrea dengan penuh emosi. "Buka pintunya sekarang!"


"Maaf, tapi Andrea sedang beristirahat. Luka yang kau buat cukup dalam, dia butuh banyak istirahat agar cepat pulih," ucap Garilla masih dengan tangan yang menghadang langkah Arsula.


"Diam kau wanita tua! Buka pintunya atau kau akan berakhir seperti Andrea."


Garilla tidak menjawab, dia hanya dia berdiri menghalangi Arsula agar tidak bisa masuk. Berulang kali wanita itu berusaha untuk menyingkirkan tubuhnya dari hadapan pintu. Namun, sia-sia saja. Tubuh tua Garilla terlalu kekar dan berat. Wanita berkulit hitam itu memiliki berat badan lebih dari 70 kilo, tentu saja dengan ukuran tubuh Arsula yang yang seperti gitar Spanyol tidak bisa menandinginya.


Ketika kegaduhan itu mulai membesar Malvin yang sedang berada di ruang baca segera beranjak untuk menenangkan Arsula yang mengira dirinya sedang bersama dengan Andrea.


"Apa yang sedang kau lakukan?"


"Baby? Aku pikir kau ada di dalam sana bersama wanita itu."


"Pergilah Arsula, jangan buat keributan lagi."


"Baby, apa kau mengusirku?"


"Itu hukumanmu Arsula, patuhi atau kau akan menyesal."


Amarah Arsula semakin menggebu, tanpa di duga dia masuk ke dalam kamar Andrea dan mencekik leher wanita itu. Membuat Garilla, Sella dan Malvin berlari masuk untuk menarik Arsula.


Dengan cepat tangan Malvin menarik Arsula dan melemparnya hingga bagian punggungnya beradu dengan jendela kaca yang ada di dalam kamar Andrea.


"Sudah cukup Arsula!"


Arsula menggeleng keras, sakit pada bagian pungungnya membuat dia tidak bisa bergerak. Malvin semakin melindungi wanita itu, dan ini pertama kalinya Malvin membentak Arsula dengan begitu kasar.


"Jika kau tidak ingin aku tendang dari kehidupanku, maka enyahla dari hadapanku."


"Malvin! Aku ini kekasihmu!"


Malvin menyeringai dia mendekati Arsula dengan tatapan tajamnya. "Kekasih kau bilang, kau bahkan tidur dengan banyak pria di luar sana."


"Ma---Malvin, Aku ...."


"Kau!" Malvin mencoba menahan Amarahnya, dia menangkup wajah Arsula, membuat wanita itu mengadah menatap kekasihnya dengan bibir yang bergetar.


"Jangan melanggar apa yang sudah aku perintahkan, atau kau akan berakhir sama seperti Andrea. Bahkan lebih dari pada itu," bisiknya tepat di telinga munggil kekasihnya, membuat gadis berdarah Italia itu seperti tersengat listirk. Tegang dan mematung di tempat.