Endless

Endless
Chapter 17



Malam semakin larut dan dua iblis ini masih terus berdebat. Demetrio pun hanya melihat dengan Diam. Bosan, akhirnya andrea memutuskan untuk kembali. Namun, Malvin menahannya untuk tetap tinggal.


"Aku yang menyuruh mereka datang, Demetrio tidak memiliki pasangan jadi ku perintahkan untuk mengajak Andrea untuk menemaninya." Malvin memberi kode agar Demetrio dan Andrea bergabung di mejanya.


"Tapi Baby, ini acara kita. Kenapa kau mengajak pelayan-pelayan ini."


"Demetrio adalah sahabatku, sahabatmu juga kan. Bukankah kau mengatakan minuman ini khusus orang-orang yang special?"


"Yah tentu saja, Baby."


"Maka dari itu aku mengajak Demetrio, dia juga special."


"Lalu bagaimana denggan wanita ini, kenapa dia harus ada?"


"Dia hanya panjangan Sayang, Demetrio tidak memiliki pasangan," ucapnya menatap Andrea yang begitu cantik dengan gaun selutut berwarna pink soft.


Arsula tertawa hambar dengan raut wajah aneh. "Tentu saja, mari kita menikmatinya bersama-sama."


Malvin memberikan senyuman tipis. "Minumlah" Malvin memberi Andrea gelas yang isinya sudah di campur dengan obat perangsang yang kuat. Itu yang di pikirkan oleh Arsula. Namun, kenyataannya semua itu sudah di ganti dengan minuman biasa yang efeknya hanya akan memabukan.


Raut wajah Arsula berubah seketika saat gelas itu di berikan kepada Andrea. "Baby!"


Dengan berat hati, Andrea menerimanya meski sebenarnya dia pun tidak bisa meminum alkohol. Namun, kini dia duduk di antara kawanan singa. Dia menatap sepasang kekasih yang gila akan penyiksaan itu dengan tatapan yang menunduk.


"Minumlah, nikmati malam ini Andrea."


"Sí, Signore."


"Signore, ini sangat tidak enak. Lidahku seperti terbakar."


"Aku bilang minum, apa kau tuli." Malvin mengangkat gelas dan memberikannya kembali kepada Andrea.


"Baby, apa yang kau lakukan, dia mengatakan tidak ingin minum."


"Minumlah!"


Andrea tidak memiliki pilihan, dengan tangan bergetar, dia menerima gelas itu dan meneguknya sampai habis. Begitu gelas pertama habis, Malvin menuangnya lagi sampai beberapa gelas dia habiskan.


Arsula merasa kesal dengan apa yang di lakukan Malvin, wanita itu mengepalkan kedua tangannya menahan emosi di depan kekasihnya. Pasalnya dia sengaja menaru obat perangsang ke dalam minuman itu, untuk dirinya dan Malvin. Namun, sepertinya pria bermata kelam itu mengetahuinya.


"Baby, aku juga ingin minum."


Malvin tersenyum lalu memberikan segelas minuman kepada Arsula. Hanya segelas, sedangkan Andrea meminum setengah dari botol besar itu. Saat gelas terakhir, Arsula bermaksud untuk menuangkannya di dalam gelas miliknya. Namun Malvin meraih botol dan meminumnya langsung. Dia menatap Arsula. "Aku sudah menepati janjiku, sekarang apa boleh kita pergi."


"Tapi Andrea dan Demetrio?"


"Mereka masih ingin di sini, benar bukan."


Demetrio yang terdiam dari tadi langsung menjawab. "Si, Signore. Aku akan mengatarkan Andrea kembali setelah menikmati beberapa lagu di sini."


Dengan hentakan kaki yang begitu kuat, Arsula meninggalkan kekasihnya bersama wanita yang sangat dia benci. Tatapan matanya terlihat begitu marah dengan apa yang baru saja terjadi. membayangkan perbandingan banyaknya minuman yang dia dan Andrea minum, membuat tangannya mengepal. Jika dia pulang sekarang, lalu bagaimana dia bisa menikmati berada di atas tubuh Malvin. Andrea bisa saja menggantikan dirinya karena efek minuman itu.


Sepeninggalan Manjikannnya, Demetrio menertibkan para pelayan yang ikut bekerja sama membantu Arsula. Dan Andrea dia terlihat tidak baik-baik saja, wanita itu mabuk dan berbicara tidak karuan.