Endless

Endless
Chapter 60



Demetrio kembali setelah 2 jam dia membiarkan Malvin untuk menyendiri agar sedikit tenang. Dia sudah sering menghadapi situasi seperti ini. Namun, ini adalah keadaan terburuk yang dia lihat dari Malvin. Saat pertama kali dia mengetahui Arsula menghianatinya, dia melakukan hal yang sama. Akan tetapi tidak sekalipun dia menunjukan di depan wanita itu, dan itu akan di lupakan setelah makan malam berlalu.


Namun, kali ini, sunggu berbeda. Malvin melakukannya langsung di hadapan Andrea, dia memperlihatkan bagaimana dia sangat kecewa dan terluka karena merasa di permainkan. Ini adalah titik kelemahan Malvin, jika dia menyukai sesuatu maka rintangan apapun akan dia lewati. Namun, jika objek yang dia sukai tidak menginginkannya, maka dia akan melepaskan meski harus merasa tersiksa.


Demetrio membuka pintu dengan hati-hati, saat pintu terbuka, matanya di suguhi oleh suasana ruangan yang begitu hancur. Malvin tertidur di sofa dengan tangan yang masih memegang botol minuman. Fokus matanya kini beralih pada tangan majikannya yang hancur dan mengeluarkan darah. Demetrio membuang napas kasar melihat itu.


Tidak menunggu lama, Demetrio mulai membersihkan seluruh ruangan, membalikan barang-barang yang masih utuh ke tempatnya, lalu membuang semua yang sudah hancur dan tidak bisa di gunakan lagi. "Huuff." Demetrio mendesah kelelahan.


Begitu dia membalikan badan, serentak dia melangkah lebar saat melihat Malvin yang sepertinya bergerak, botol minuman itu terlepas dari genggamannya dan jatuh ke lantai.


"Signore, sadarlah?"


Mendengar suara Demetrio, Malvin mengerjab. Tubuhnya hampir saja terjatuh saat sedang berusaha untuk duduk. Demetrio hendak membantu. Namun, dia menolaknya dengan kembali tertidur.


"Signore, apa yang terjadi?" tanya Demetrio.


Malvin tidak menjawab, matanya kembali terpejam. Membuat sahabat sejatinya itu kembali bertanya.


"Malvin ...."


"Dia menginginkan kebebasan, dan aku memberikannya," ucapnya dengan gerakan membelakangi Demetrio. Entah apa yang membuatnya seperti malu memperlihatkan wajahnya.


"Dia mengatakannya?"


"Aku mendengarnya saat dia berbicara dengan Garilla."


"Kenapa tidak kau tanyakan langsung padanya. Mungkin saja dia punya alasan untuk mengatakan itu. Karena yang ku lihat darinya, dia sangat terluka saat kau mengusirnya."


"Dia hanya berpura-pura Demetrio. Dia menganggap perasaanku adalah ilusi karena keadaan."


Demetrio terdiam, tidak ada lagi yang bisa dia katakan. Sepertinya dia memang tidak bisa membantu wanita itu. "Lalu, apa aku harus menyiapkan kepulangannya malam ini?


Mata Malvin terbuka sektika, dia menatap tajam ke arah Demetrio. "Jika itu yang dia inginkan, maka lakukanlah. Biarkan dia kembali pada keluarganya."


"Jadi kau benar-benar akan melepaskannya?"


"Aku menginginkannya, bahkan lebih dari saat aku menginginkan Arsula. Akan tetapi, aku tidak bisa memaksanya untuk tetap tinggal. Aku ingin dia berada di sisiku karena menginginkannya."


Malvin menutup wajahnya dengan satu lengannya, dia membuang napas kasar memikirkan kemungkinan itu. Demetrio dapat melihatnya, bahwa sahabatnya sedang dalam situasi yang sulit. Perasaan memang membuat kita bimbang.


"Di mana dia?"


"Di kamarnya, dia sedang mengemasih barang-brangnya."


Pemilik manik hitam itu seketika menegakan tubuh, sekali lagi memberi tatapan tajam kepada Demetrio. "Apa ada pesawat ke Meksiko malam ini?"


"Sì, aku akan mengatur agar ada yang menemaninya hingga ke Puelba."


"Kau akan mengirim seorang pria bersamanya?"


"Ya, kita memang hanya memiliki pekerja pria bukan."


"Kau selesaikan semua yang dia butuhkan, jangan lupa kabari aku jika kalian tiba di puelba." Malvin mengambil kunci mobilnya dan berlalu meinggalkan Demetrio.


"Signore, apa maksudmu kalian. Apa aku yang harus menemaninya sampai ke Puelba?"


"Tentu saja, kau pikir siapa lagi."


"Tungg Signore, lukamu. Kau harus mengobatinya!"


"Aku hanya keluar sebentar."


"Baiklah," ucapnya pasrah saat punggung Malvin sudah tidak terlihat.


•


•


•


Hari ini cukup yeah, Grazi upnya hanya 5 bab. Kita bertemu besok dengan up yang seperti biasa yah. Jangan lupa follow aku, tekan fav biar ada notif setiap aku up. Like serta komentar yang positif. jika berkenang bisa kasih hadia dan votenya 🤭🤭🤭


Selamat bermalam minggu kalian semua, Love 💜💜💜