Endless

Endless
Chapter 201



"Aku tidak mengira kita akan menikah secara bersamaan," ujar Zigo dengan sedikit tertawa.


"Kita adalah tiga sekawan, harusnya kita sedih susah dan bahagia bersama-sama bukan. Lihat para wanita itu di sana, mereka terlihat sangat bahagia. Sebentar nanti, ketika anak-anak kita lahir, mereka harus melakukan hal seperti yang kita lakukan. Setia kawan, saling melindungi hingga titik terakhir," ucap Malvin dengan penuh keharuan.


"Kau benar, kita adalah tiga sekawan. Meski kadang sedikit menyebalkan," tambah Demetrio melirik kepada Zigo yang sepertinya tidak peduli dengan ungkapan cinta yang baru saja mereka katakan.


"Oh cintaku, Baby I love you. Zigi berteriak kepada Paris yang sedang asyik mengobrol bersama Andrea dan Paris. Wanita itu sampai tersipu malu dengan kelakuan Zigo yang seperti kekanak-kanakan.


"Dasar Gila! kau membuat dia malu."


"Jika mungkin kau iri, kau bisa melakukannya untuk Marisa."


"Apa aku juga bisa melakukannya kepada Andrea?" Malvin bertanya karena ragu jika ia melakukan teriakan menggelikan itu kepada Andrea.


"Tentu saja, lakukanlah!" pinta Zigo pada Malvin. Ia ingin melihat bagaimana reaksi Andrea, apa dia akn tersipu malu seperti paris atau akan menerkam Malvin dengan tatapan tajam.


"Oh tidak!" Malvin menggeleng. "Aku tidak akan mencobanya. Lihat wajah itu, dia seperti memberitahukan kepada ku, kalau jangan melakukannya atau kau akan habis."


"Ahahhaha!! Wanitamu benar-benar cocok dengan dirimu Malvin, dia sangat pas menjadi Dewi kematian," ujar Zigo cekikikan. Namun, sedetik setelahnya dia melongo melihat ke arah Sampingnya.


"Hei! Ada yang terkesima di sini. Dasar kolot. Apa kau baru pertama kalinya jatuh cinta? Kau melihat Marisa seakan melihat berlian yang sangat langkah," ujar Zigo sedikit mengejek.


Demetrio berdehem lalu sedikit memperbaiki tuxedo yang ia kenakan. "Hentikan. Aku hanya sedang menikmati wajah cantik istriku."


"Istriku?" Zigo mengulangi dengan nada menggoda. "Cie .... Ada yang sudah berani memanggil istri di sini. Kau harus berjanji di depan altar kawan. Setelah itu, adegan ranjang dengan wajah yang begitu seksi bisa kau lihat lagi malam ini," bisik Zigo tepat di telinga Demetiro.


"Dasar pria sialan! Jangan suka menguping pembicaran orang lain kalau tidak kupingmu akan aku hilangkan."


"Oh God!" Zigo menutupi kedua kupingnya seketika.


Malvin yang sudah terbiasa dengan kejailan Zigo dan juga dinginnya Demetrio hanya menggelengkan kepala.


"Hei! Bagaimana kalau kita jodohkan anak-anak kita nanti, itu akan seru. Dio dela morte akan penuh dengan tawa anak-anak yang manis dan tampan."


"Apa kau pikir kita sedang membuka taman kanak-kanak. Jangan gila! Lagi pula Marisa tidak mengijinkan anak ku untuk menjadi mafia."


"Tidak. Kekasihku menyukai seorang Mafia. Dia sudah menjadi Dewiku, harusnya dia bangga akan melahirkan seorang Dewi mafia juga."


"Anakmu perempua!!" pekik Zigo dan Demetrio sekaligus.


"Yah! Memangnya ada apa? Kenapa kalian meneriakiku?"


"Ku pikir dia seorang lelaki. Tetapi, jika anakmu adalah seorang perempuan, lalu siapa yg akan menjadi penerus Dio dela morte Malvin. Kau adalah penerus satu-satunya Alexander yang tertinggal."


"Tentu saja dia. Gadis kecilku. Dia yang akan memimpin Dio dela morte di masa mendatang. Lagi pula ada kalian yang bisa membantunya untuk menjadi yang terhebat. Jika anak kalian sudah lahi, mereka bisa menggantikan kita untuk menjaga putriku. Dan pastikan jika anak kalian adalah laki-laki." Nada terakhir itu terdengar seperti ancaman.


"What!"


"Tidak!!"





Karena novel ini akan tamat aku bakal bikin give away lagi.. Di antara 2 dialog terakhir di atas, mana dialog Zigo dan mana dialog Demetrio. Sebutkan di kolom komentar yah, 2 orang yang beruntung akan aku kirimin pulsa 25k perorang. ✌😘. Dan bonus pic dari Mafia Brother.


Malvin Alexander.



Louis Zigo



Demetrio Ruiz