Endless

Endless
Chapter 65



Andrea menatap tidak percaya dengan siapa yang berdiri di hadapannya. Mana mungkin dia bisa berada di Puelba, apakah dia melarikan diri ke tempat kelahirannya ini? Ataukah karena tahu Andrea sudah di bebaskan makanya dia datang untuk menyapa.


"Lama tidak berjumpa Andrea!"


"Marco?" Andrea menyebut dengan berat nama yang seumur hidup sama sekali tidak ingin dia sebutkan.


"Yah, aku! Apa kau tidak merindukanku?"


Andrea berdecak dengan tawa. "Rindu? Aku tidak akan merindukan bajingan sepertimu Marco."


Demi menghindari hal yang tidak di inginkan, dia mengajak Dayla untuk segera pergi dari sana. Namun, sayang, Marco ternyata tidak datang sendirian. Dayla dan Andrea di tahan dan di paksa ikut masuk ke dalam mobil.


"Hei, siapa kalian. Apa yang akan kalian lakukan. pada kami?" teriak Dayla menolak untuk di tahan.


Singkirkan wanita tua itu, kita hanya memerlukan dia," perintah Marco kepada dua anak buah yang sedang menahan Dayla.


"No! Jangan melukainya, menjauh darinya." Andrea menjerit memberontak saat dia pria yang menahan ibunya dan memisahkan keduanya.


"Andrea!"


"Dayla."


Kedua wanita itu menjerit untuk tidak di pisahkan. Andrea berusaha menggapai ibu sambungnya yang di tarik keluar dari mobil. "Jangan melukainya, aku mohon!"


Dorrr ....


Suara tembakan pertama terdengar di ikuti jeritan dari kedua wanita itu, Dayla terjatuh di depan mata Andrea, wanita itu tertembak di bagian bahunya dan terkapar tidak sadarkan diri di tanah.


"No! Dayla ...." Andrea menjerit keras di ikuti air mata yang terus keluar. "Dayla!!" Andrea berbalik, dia tidak berani menatap. Dayla terlihat bergerak dan darah memenuhi tubuhnya. Seperti mengulang kembali, Andrea menegang, dengan tubuh yang kaku. Itu mengingatkan Andrea dengan Arsula saat Malvin menembaknya.


Andrea terhuyung, air matanya terus mengalir. Dengan suara tercekat dia menatap Marco dengan begitu tajam. "Bajingan kau pembunuh! Aku membencimu!"


"Turunkan pandanganmu Andrea, tidak ada guna kau menatap seperti itu padaku. Kau berada dalam kuasaku sekarang. Dan wanita itu, dia seharusnya tidak melawan. Senjataku berkerja untuk orang-orang yang ingin melawanku."


"Apa yang kau inginkan dariku, kenapa kau melakukan itu padanya! Kami tidak pernah mengganggumu.""


"Abaikan dia Andrea, dia bukan ibumu, untuk apa kau mencemaskan wanita tua itu. Sebentar lagi umurnya akan membuat dia mati bahkan tanpa bantuan peluruhku."


Marco tertawa mendengarnya. Dia lalu memberi isyarat pada anak buahnya agar menyumbat mulut Andrea dan segera meninggalkan taman sebelum ada yang menyadari apa yang mereka lakukan.


••••••


Malvin mendesah menatap makanan yang di siapkan anak buahnya. "Kapan kita akan sampai?"


"Sebentar lagi Signore, kita butuh 16 jam untuk bisa sampai di bandara."


"Ini gila! Aku harus menunggu berjam-jam untuk bisa menyelamatkan wanita yang ku cintai."


"Jika kau tidak mengijinkannya kembali ke Puelba, mungkin hal ini tidak akan terjadi."


Demtrio membuat Malvin memutar kedua bola matanya malas. "Kau sudah melakukan apa yang ku perintahkan?"


"Sì, Signore."


"Lalu, apa mereka sudah menemukan titik di mana bajingan itu berada?"


"Marco berada di taman dekat rumah Andrea, semoga saja dia belum menemukan Andrea sebelum kita sampai."


"Apa maksudmu dengan berkata seperti itu?"


"Aku baru saja menghubungi Lazaro, dia mengatakan Andrea dan ibunya sedang jalan-jalan ke taman yang berada di dekat rumahnya."


"Kenapa kau baru mengatakannya!" Malvin berteriak dengan keras. Demetrio bahkan langsung terdiam karena tidak tahu apa yang harus dia katakan.


"Suruh mereka ke taman, perintahkan mereka sekarang! Cari Andrea, jangan biarkan Marco menemukannya."


"Aku sudah memberi pereintah itu pada mereka signore. Tapi, mereka tidak menemukan Andrea atau ibunya di sana."


Suara turun Demetrio membuat Malvin terdiam, dia tidak memiliki tenaga dan langusung terjatuh ke lantai tanpa dia sadari. Apa ini, dia bahkan menghabiskan seluruh hidupnya untuk bisa membunuh Marco demi dendam adiknya. Dan sekarang, dia harus memburu pria itu kembali untuk wanita yang dia cintai.


"Aku akan membunuhmu Marco Endrique, kau akan aku kirim ke neraka."