
"Berapa anak yang kau mau?"
Marisa tampak berfikir sejenak. "Dua!"
"Dua? Hanya dua?" tanya Demetrio.
"Si," angguk Marisa dengan tersenyum tips. "Aku ingin punya anak perumpuan yang mirip sepertiku dan anak laki-laki tampan yang kelak mirip juga sepertimu."
Pria dingin yang kaku itu tersenyum lebar. Ia meraih pinggul Marisa membawah wanita itu mendekt padanya. "Baiklah Nyonya Ruiz, bagaimana kalau kembar. Itu akan lebih bagus bukan," ujar Demetrio dengan sedikit kerlingan menggoda.
"Jika kembar, perutku akan sangat besar. Kau pasti tidak akan menyukaiku lagi lalu mencari wanita lain yang memiliki tubuh yang lebih indah dari ku."
Demetrio mengelus lembut pada pipi istrinya. "Apa yang kau katakan, kau mengandung anak ku Marisa, mana mungkin aku tidak menyukainya. Memiliki tubuh yang indah tidak menjamin hidup kita akan bahagia Sayang."
Marisa tampak belum percaya, karena pada kenyataannya dia selalu melihat pria-pria yang selalu menyukai tubuh wanita yang indah.
"Dari pada kau berfikir yang tidak-tidak, bagaimana kalau kita membuatnya sekarang. Ini adalah malam pertama kita, meski tidak pertama kali bercinta, tapi aku ingin lau tidak melupakan malam ini."
Marisa memgantungkan kedua tangannya di leher Demetrio. "Apa kita akan begadang sampai pagi tuan Es?"
"Tergantung permainanmu Sayang, tetapi sebaiknya kita mandi dulu."
"Huh?"
Demetrio tergelak melihat ekspresi istrinya yang malu-malu. "Berhenti merasa malu, dan singkirkan tanganmu itu. Apa yang ingin kau tutupi, bukankah kita sudah sah."
Marisa tampak ragu, Namun, saat tangan Demetrio membuka semua bajunya ia malah tidak bisa apa-apa, dia membiarkan pria itu menggendongnya dan membawa ia masuk ke dalam kamar mandi.
*****
Setelah selesai membersihkan tubuh, dan memakai handuk Demetrio menggendong kembali tubuh Marisa keluar dari kamar mandi dan mendudukannya di atas tempat tidur.
"Sebentar, aku akan meyiapkan pakaianmu."
"Tidak perlu Sayang. Tidak ada pakaian yang di sini."
"A-apa yang kau lakukan."
"Kita tidak memerlukan pakaian, Sayang. Ini malam pertama kita, untuk apa kau memakai baju."
Kini keduanya hampir tidak memiliki jarak, Demetrio melihat jelas wajah cantik wanitanya yang merona karena tersipu malu. Pria berwajah dingin itu membelai! pelan, membuat perempuan itu sedikit bergeliat karena sentuhan itu.
"Dem ...."
"Apa kita sudah boleh memulainya, Sayang?"
Keterdiaman Marisa membuat pria itu yakin, ini waktunya. Demetrio menunduk, memberikan ciuman pada puncak kepala istrinya sebelum beralih ke bibir tipis milik Marisa. Aroma wangi dengan sabun yang dia pakai saat mandi tadi membuat Demetrio merasa sangat tidak tahan, hingga melakukan ciuman dengan sangat dalam.
Marisa melepaskan pangutannya, menjauhkan wajahnya dari dada Demetrio. Ia menengadah, menatap wajah suaminya yang sangat dekat dengannya, kini tatapan mata mereka beradu. Keduanya saling menatap seperti dua orang yang saling merindukan, tidak ada salah seorang pun yang mengalihkan pandangan itu.
"Sayang," gumam Marisa. Namun, terdengar seperti mengeram. Bibir perempuan itu merekah, seolah menunggu suaminya untuk segera kembali mencumbuinya.
Demetrio menyingkirkan sejumput rambut yang tergerai di wajah istrinya, tatapan pria itu seakan mengunci gerakan Marisa. Dia kembali melakukannya, bibir Marisa kembali menjadi sasaran Demetrio. Seakan menjadi candu, ia terus bermain di sana dengan tangan yang meraba sekujur tubuh Marisa
Napas Marisa tercekat, dia bahkan kesulitan bernapas karena begitu lamanya dia terjebak dalam ciuman suaminya. Bibir pria itu sedikit berkedut, tersenyum di balik ciumannya karena melihat wanitanya yang kesulitan mengambil napas.
Kemudian perlahan, Demetrio mulai beraksi. Tangan kekarnya mulai menyusuri bagian paha wanitanya hingga terdengar desis yang sangat memancing gairah. Dan itu semakin membuat Demetrio terus melakukannya hingga.
"Aaahh ...."
Marisa mengerang sementara dadanya semakin merapat dengan tubuh Demetrio. Marisa mengatur napasnya dan juga detak jantungnya yang semakin menggila. Ia menggigit bibirnya, saat ciuman Demetrio berpindah dari wajahnya hingga turun kebagian lehernya. Pria itu memberikan cumbuan-cumbuan yang membuat wanita itu kembali menahan napas karena kenikmatan yang tidak bisa dia hindari.
"Aku mencintaimu Marisa."
"Begitupun denganku."
Bakal segera tayang. Andless 2. ini tentang anak-anaknya yah gays jangan lupa mampir nanti. 💜