
"What?" Wanita itu memekik kaget. "Besok ada 2 opeeasi yang harus aku lakukan. jangan lakukan itu Zi--- Aaaaaa." Paris menjerit spontan saat Zigo mendorongnya ke atas ranjang dengan tubuh yang sudah polos.
"Zigo ...!"
"Kita tidak memerlukan pakaian, Sayang. Malam pertama kita, untuk apa kau memakai baju."
Kini keduanya hampir tidak memiliki jarak, Zigo melihat jelas leluk tubuh Paris yang begitu indah. Kulitnya yang mulus membuat Zigo inggin segera tenggelam di atasnya. Paras cantik Paris yang merona karena tersipu malu juga membuat pria bermata cokelat itu terus mengelus, membuat perempuan itu sedikit bergeliat karena sentuhan itu.
"Baby ...."
"Apa kau siap Baby? Kau harus kuat. karena ini tidak akan berakhir sekali," bisik Zigo dengan nada penuh g a i r a h.
Keterdiaman Paris. membuat pria itu yakin, ini waktunya. Zigo menunduk, memberikan ciuman pada puncak kepala kekasihnya sebelum beralih ke bibir ranum milik Paris. Aroma tubuh Paris yang wangi dengan sabun Vanila yang dia pakai saat mandi tadi membuat Zigo semakin menggila.
Paris melepaskan pangutannya sejenak, menjauhkan wajahnya dari dada Kekasihnya. Ia menengadah, menatap raut wajah Zigo yang sangat dekat dengannya. Kini tatapan mata mereka beradu, keduanya saling menatap seperti dua orang yang saling merindukan, tidak ada salah seorang pun yang mengalihkan pandangan itu.
"Baby." Paris bergumam. Namun, terdengar seperti mengeram. Bibir perempuan itu merekah, seolah menunggu kekasihnya untuk segera kembali mencumbuinya.
Dengan senyum tipis, Zigo menyingkirkan sejumput rambut yang tergerai di wajah kekasihnya, tatapan pria itu seakan mengunci gerakan Paris. Dia kembali melakukannya, bibir Paris seakan menjadi candu baginya, ingin terus dan terus melahabnya tanpa member jedah untuk menarikan napas. Zigo terus bermain di sana hingga akhirnya wajah mereka kembali sejajar.
"Baby, pelan-pelan saja. Aku hampir tidak bernapas karrna ciumanmu. Apa kau ingin aku mati sebelum hari pernikahan kita?" pekik Paris dengan napas terengah-engah.
Zigo tertawa keras, raut wajah Paris benar-benar memerah karena susah mengambil napas. Perlahan, Zigo mulai beraksi, pelan tetapi benar-benar membuat Paris men-desah tidak tahan. Bahkan pria itu menghirup dalam-dalam Aroma tubuh Paris yang semakin menguasai pikirannya. Tangan kekarnya mulai menyusuri bagian paha wanitanya sedikit lama dii sana hingga terdengar desis yang sangat. Dan itu semakin membuat Zigo melakukan lebih.
"Ba--baby .... Aaaahh."
Paris mengerang sementara dadanya semakin merapat dengan tubuh Zigo. Gairah membuat rasa yang tadinya biasa daja hampir saja meledak. Tatapan mata mereka kembali terkunci, Paris kembali mengatur napasnya dan juga detak jantungnya yang semakin menggila. Ia menggigit bibir bawahnya dengan wajahnya memerah hingga kebagian lehernya.
Pria bermata cokelat itu merangkak di atas tubuh kekasihnya memberikan cumbuan-cumbuan yang membuat wanita itu kembali menahan napas karena kenikmatan yang tidak bisa dia hindari. Sudah cukup lama dia dan Zigo tidak melakukan adegan ranjang yang mengalirkan rasa sehebat ini. Saat rasa itu tidak tertahbkan lagi, Paris mulai beraksi. Dia membals segala cumbuan kekasihnya, Zigo dengab lihainya mulai memaeuki tubuh wanitanya, bergoyang dengan lembut di atas tubuh Paris. Keduanya kemudian tenggelam dalam g a i r a h hingga mencapai klimaksnya.
•
•
•
Gays ada Giveaway ni buat 2 orang pemenang masing-masing akan dapat pulsa 50K. tapi di novel sebelah yah. Bakal aku umumin tgl 25 nanti. aku bakal ambil 2 top fans 1 mingguan dan 1 bulanan, di Novel aku yang judulnya Rine And Shine. Buruan kasi vote dan dukungan kalian di sana. jangan lupa like dan komentwr sebanyak² nya juga Tekan Fav. agar tiap up selalu ada notif.. 🥰😘