
Area Dewasa, bocah di larang mampir.
•
•
Pandangan keduanya bertemu, Andrea menahan napas saat wajah Malvin hanya berjarak beberapa senti darinya. Malvin mencium bibir Andrea dengan lembut, kali ini dia harus melakukannya dengan pelan. Mengingat Andrea yang sedang hamil muda.
Mungkin ini akan menjadi percintaan terakhir mereka selama masa kehamilan karena Malvin juga tidak ingin jika calon bayi nya mengalami sesuatu yang buruk karena nafsunya, apalagi Kriss mengatakan jika pada masa kehamilan awal rentan mengalami keguguran.
Bibir Malvin kembali bergerak, ia me lu mat bibir kekasihnya dengan memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat Andrea merasakan ra ng s a ngan dan kenikmatan hingga mengeluarkan de sa han.
"Malvin ...." Andrea memekik pelan saat ciuman mereka terlepas.
Malam ini memang bukan yang pertama kali mereka melakukannya. Namun, perasaan hangat yang Andrea rasakan berbeda dari malam-malam sebelumnya. Mungkin karena sebentar lagi dia dan Malvin akan meresmikan hubungan mereka. Dan lagi, mereka akan segera memiliki anak. Andrea berharap jika nanti pernikahan mereka akan terus di limpahkan kebahagiaan.
Andrea mengerang merasakan bibir Malvin yang menelusuri kulit lehernya hingga turun dan berhenti di bagian dadanya yang sudah mengeras. Malvin bermain di sana cukup lama, mungkin karena ukurannya yang sudah sedikit berubah karena hormon kehamilannya hingga membuat Malvin sedikit merasakan sensasi yang berbeda.
"Sayang." Andrea bergeliat. "Bisakah kita berpindah tempat? Ini sedikit tidak nyaman," ujarnya dengan lirih. Ia sedikit merasa tidak enak saat Malvin mulai menindihnya. Ukuran sofa yang tidak lebar membuat dia was-was jika saja tiba-tiba dia terjatuh.
Malvin tertawa kecil, ia menghentikan gerakannya. Dengan sangat hati-hati dia mengangkat tubuh Andrea agar berpindah ke atas ranjang. Sedari tadi kedua orang itu berada di atas sofa, dan tidak mungkin bagi Malvin untuk melakukannya di sana dengan keadaan tubuh Andrea yang sedang hamil. Itu akan sangat tidak nyaman seperti yang sudah di katakannya tadi.
Wanita itu sedikit gugup dengan senyuman yang di berikan Malvin hingga dengan refleks ia menyilangkan tangan menutupi bagian dadanya. "Jangan menatap ku seperti itu, kau membuaku Malu."
Malvin terkekeh, ia membelai kulit pundak Andrea yang terlihat sedikit memerah karena tanda dari pakaian dalamnya. "Sepertinya kau harus mengganti ukuran pakaian dalam mu Sayang, jika tidak ini akan memberi tanda yang lebih para," ujarnya dengan memberi kecupan singkat di sana.
Kini giliran Andrea yag tertawa. "Untuk apa kau membahas pakaian dalam di saat kita akan melakukannnya Malvin."
Malvin merangkak di atas tubuh Andrea. "Apa kau sudah sangat tidak tahan untuk melakukannya?" ujarnya setengah menggoda. Pria berata hitam itu bahkan mengedipkan satu matanya untuk Andrea.
Mata Andrea mengunci tatapan mata Malvin. "Kurasa kau yang sudah tidak tahan lagi Sayang."
Malvin menyeringai, ia menarik tubuh Andrea pelan hingga posisi keduanya bertukar dengan Andrea yang terduduk di atasnya. "Ku rasa mulai sekarang kau harus terbiasa berada duli atasku Sayang. Karena sepertinya kita akan sering melakukannya dengan posisi itu."
"Oh God! Apa kau ingin membuat anak kembar."
"Aku akan membuat 3 anak sekaligus jika kau mau."
"Aaaaah ...." Andrea mende sah pasrah saat Malvin mulai kembali mencumbuinya.
Mohon maaf slow up yah. Anak ku lagi sakit. Maaf jika ada typo bertebaran. akan aku perbaiki jika ada waktu.🙏🙏🙏