ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Flashback Kenzo



Tidak pernah terbayangkan oleh Alena, jika sore hari ini dia bisa bertemu lagi dengan Enzo nya. Hal yang paling dinantikan nya selama dua minggu ini.


Enzo nya kembali dalam keadaan baik baik saja.


Saat ini mereka berada dikamar Kenzo. Alena terbaring dan menyandar didada bidang pria tampan itu.


Kenzo tampak mengusap kepala Alena dengan lembut, sesekali dia menciumi pucuk kepala nya. Menikmati kehangatan yang begitu mereka rindukan.


"En" panggil Alena. Tangan nya memainkan tangan kekar Kenzo yang sedari tadi tidak dilepaskan nya.


"Kenapa?" Tanya Kenzo menunduk menatap Alena


"Kemana kau menghilang dua minggu ini, kau baik baik saja bukan?" Tanya Alena mendongak melihat wajah tampan yang tidak lagi pelit akan senyum itu


"Kau pasti tidak menyangka aku berada dimana" ucap Kenzo


"Dimana ?" Tanya Alena. Dia menegakan tubuh nya dan menghadap kepada Kenzo


"Dirumah lamamu" jawab Kenzo.


Mata Alena langsung memicing tak percaya.


"Dirumah bibi Grace?" Tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk


"Kenapa bisa sampai disana En?" Tanya Alena tidak percaya. Bagaimana mungkin Kenzo bisa berada disana. Tempat itu begitu jauh dan terpencil.


"Disana tempat yang aman untuk aku bersembunyi. Ya, sembari menunggu luka ku sembuh" jawab Kenzo


"Kau terluka?" Tanya Alena lagi. Dan Kenzo langsung mengangguk


Flashback


Lautan yang dingin dan dalam malam itu benar benar membuat Kenzo merasakan dadanya begitu sesak . Mike memang kurang ajar karena menarik nya jatuh kedalam laut. Tapi Kenzo tidak menyesali itu, karena rencana nya berjalan lancar meski dia hampir mati.


Jatuh dari atas tebing yang begitu tinggi membuat tubuh nya berasa remuk redam. Dia berusaha sekuat mungkin berenang mengejar tubuh Mike yang terombang ambing didalam laut. Pria bertato itu juga berusaha untuk berenang keatas, namun jangan harap, karena Kenzo tidak akan membiarkan nya selamat malam ini.


Dengan segenap tenaga , akhir nya Kenzo bisa meraih tubuh Mike. Mereka sama sama berada dipermukaan air laut yang mencoba menghempaskan tubuh mereka saat ini.


"Kau tidak akan mati dengan mudah malam ini" geram Kenzo pada Mike yang tersenyum sinis.


"Jika aku mati, maka kau juga harus mati" balas Mike dengan nafas yang terengah engah


Diatas permukaan air laut mereka saling menyerang, memukul dan menenggelamkan lawan masing masing. Ombak yang menggulung tubuh mereka tidak lagi menjadi penghalang bagi mereka untuk saling membunuh.


Nafas mereka sama sama sesak dan hampir habis. Tapi malam ini harus ada yang mati diantara mereka.


Mike mulai lemas dan melemah membuat Kenzo dapat langsung memiting leher nya dengan kuat, membuat Mike seketika tidak dapat bergerak.


Kenzo mengeluarkan pisau lipat dari balik saku celana nya, untung saja pisau itu tidak hanyut tenggelam.


Dia langsung menghunuskan pisau kecil itu kebahu Mike, membuat Mike langsung mengerang kesakitan.


"Aarggh" teriak Mike begitu kuat


Tangan Kenzo masih memiting leher nya dengan kuat, dan kaki nya masih terus mengayun menjaga keseimbangan agar tidak tenggelam meski tubuh mereka terhempas kesana dan kemari.


"Ini untuk kebahagiaan Alena yang kau renggut" seru Kenzo kembali menusuk perut Mike hingga darah segar mulai mewarnai air laut itu


Bukan hanya sekali, namun berkali kali, bahkan pisau kecil itu mampu membuat isi perut Mike keluar dan langsung mengapung terbawa ombak.


Mike terlihat lunglai dalam rangkulan Kenzo yang masih menatap nya dengan geram.


"Hidup mu tidak akan mudah Kenzo Barrent" gumam Mike ditengah kesadaran nya yang mulai menghilang


Kenzo hanya tersenyum sinis. Dia kembali menghunuskan pisau itu ketubuh Mike.


"Ini untuk semua kesakitan yang dia rasakan" geram Kenzo lagi yang kali ini menusuk jantung Mike membuat mata pria bertato itu langsung terbeliak menahan sakit.


Kenzo tersenyum sinis melihat nya. Dia kembali menarik pisau nya, namun dia tusukan lagi kejantung Mike. Mengeluarkan isi nya dengan penuh nafsu dan kebencian yang mendalam.


Kenzo langsung menghempaskan tubuh Mike yang langsung tenggelam kedasar laut, wajah nya benar benar puas meski kini tubuh nya juga lelah dan lemah.


Dia melirik keatas dimana helikopter mulai terlihat disana. Suara puluhan Speedboat juga terdengar dari kejauhan.


Kenzo langsung mengayunkan kembali tangan nya menuju balik tebing dimana ada pepohonan yang menutupi tebing itu.


Dia tidak ingin ditemukan oleh pihak agen, cukup sudah kali ini saja mereka ikut campur, masalah Thomas dan Jesica, akan dia urus sendiri nanti nya. Dua manusia bejat itu tidak cukup jika hanya mendekam di penjara, mereka harus mendapatkan bayaran yang setimpal dengan apa yang dia rasakan hari ini.


Dengan bersusah payah, akhir nya Kenzo bisa menepi kedaratan, bukan daratan pantai, melainkan pinggiran tebing yang dipenuhi oleh pepohonan dan lumut yang melapisi nya.


Penderitaan nya belum selesai, dia kembali menerobos hutan kecil dibalik tebing itu. Menaiki bukit terjal yang berbatu licin. Namun dia tidak terlihat kesusahan sama sekali, meski tubuh nya mulai lemah dan terasa sakit akibat luka tembak dilengan nya karena Thomas tadi.


Dua jam Kenzo berusaha keluar dan menuruni bukit terjal itu, dan akhir nya dia tiba disebuah jalanan kecil dipinggiran hutan.


Langkah nya terhuyung dan dia langsung jatuh terjerembab ditanah.


Dia melihat kesekitarnya dimana hari sudah mulai pagi, sebab sinar matahari mulai menerangi jalanan sepi itu. Hanya jalanan kecil, bahkan sangat jarang dilewati. Dia tiba tiba saja teringat sesuatu, samar samar dia merasa jika dia pernah melewati jalanan ini.


Jalanan menuju desa kecil dimana dia bertemu dengan Alena dulu nya.


Kenzo langsung tersenyum tipis, dia memang sudah ditakdirkan bersama Alena. Bahkan hingga terluka untuk kedua kali nya pun dia masih dibawa ketempat ini.


Kenzo bangkit dan berjalan mengikuti jalanan itu dengan langkah goyah, tangan kanan nya menggenggam lengan kiri nya yang terasa berdenyut karena peluru masih bersarang disana.


Hingga satu jam lebih dia berjalan dan dia tidak lagi sanggup untuk melangkah karena lelah dan dehidrasi. Kenzo duduk dan tersandar disebuah batang pohon. Dia langsung melepas jas nya dan mencampakan nya sembarang. Dia menoleh kearah lengan nya yang terlihat membengkak saat ini.


Desa Alena sudah nampak dipelupuk mata nya, namun untuk berjalan, dia masih begitu lelah.


Kenzo memejamkan mata nya sejenak, sembari mengatur nafas nya yang tersengal. Samar samar dia mendengar suara kuda dari jauh, dan semakin lama semakin mendekat kearah nya.


"Tuan, anda terluka" ucap pemuda itu sembari berlutut dihadapan Kenzo.


Kenzo mengerjapkan sejenak mata nya, seperti nya dia pernah melihat pemuda ini.


"Ah, bukankah tuan orang yang ditolong nona Alena dulu?" Tanya pemuda itu yang ternyata mengingat Kenzo, membuat Kenzo juga mulai mengenali nya


"Kau mengenal ku?" Tanya Kenzo , dan pemuda itu langsung mengangguk


"Saya Peter tuan, saya pernah membantu nona Alena merawat anda dulu" jawab pemuda itu, Peter


"Ya, aku mengingat mu." Ucap Kenzo


"Tuan kenapa bisa terluka, tuan mau kemana?" Tanya Peter menatap luka dilengan Kenzo


"Bisakah kau bawa aku kerumah bibi Grace" pinta Kenzo dan Peter langsung mengangguk


"Tentu tuan, mari. Bibi Grace pasti begitu senang dengan kedatangan anda" sahut Peter. Dia membantu Kenzo untuk berdiri dan naik keatas kuda nya.


Seperti nya pria ini memang bukan orang sembarangan, lagi lagi dia mendapati luka tembak ditubuh nya, batin Peter.


Tidak sampai setengah jam kemudian Kenzo tiba dirumah bibi Grace. Rumah yang pernah menjadi tempat nya bernaung, rumah yang menjadi tempat pertemuan nya dengan gadis polos yang baik hati. Alena.


Bibi Grace begitu terkejut mendapati Kenzo yang berada didepan rumah nya. Dia baru saja ingin pergi kepeternakan milik nya yang diberikan oleh Kenzo dulu, namun dia malah kedatangan orang yang begitu dermawan ini.


Bibi Grace membawa Kenzo kedalam rumah nya dan langsung mengobati luka Kenzo dibantu oleh Peter


"Tuan bagaimana bisa anda terluka?" Tanya bibi Grace sembari mengobati lengan Kenzo. Meski luka tembak yang telah membuat lengan nya membengkak, namun wanita paruh baya itu begitu pintar mengeluarkan peluru nya, bahkan mengobati nya dengan ramuan herbal.


"Ada yang ingin mencelakai ku bibi." Sahut Kenzo singkat. Dia menoleh sekilas kearah Peter yang terlihat meringis melihat bibi Grace yang mengeluarkan peluru dari lengan Kenzo.


"Ya Tuhan, luka nya sudah infeksi, tuan harus segera dibawa kerumah sakit" ungkap bibi grace, namun Kenzo langsung menggeleng


"Hanya luka kecil. Tapi boleh kah aku tinggal beberapa hari disini sampai luka ku sembuh?" Tanya Kenzo


"Tentu saja tuan, rumah ini juga rumah anda. Ah, jika ada Alena dia pasti senang sekali melihat anda ada disini" ucap bibi Grace dengan mata yang sendu


"Bibi merindukan dia?" Tanya Kenzo dan bibi Grace langsung mengangguk


"Tentu saja, dia sudah seperti anak saya sendiri. Sudah sangat lama tidak bertemu dengan nya. Apa keadaan nya baik baik saja, apa ayah nya belum mencari nya tuan?" Tanya bibi Grace pada Kenzo yang tersenyum tipis.


"Alena baik baik saja, sekarang dia sudah menemukan orang tua kandung nya, dia aman sekarang" jawab Kenzo


"Benarkah, ya Tuhan, syukurlah. Gadis itu sudah sangat lama hidup dalam penderitaan" ungkap bibi Grace begitu haru


"Suatu hari nanti aku akan membawa nya kemari. Dia juga begitu merindukan bibi. Sekarang dia sedang sibuk untuk mengikuti ajang bergengsi dikota" ungkap Kenzo


"Iya tuan. Tidak apa apa, saya begitu senang jika dia baik baik saja disana" sahut bibi Grace.


"Nona Alena sudah menjadi desainer tuan?" tanya Peter pula dan Kenzo langsung mengangguk pada nya.


Perjanjian awal hanya beberapa hari, namun kenyataan nya Kenzo berada disana selama dua minggu lebih. Tubuh nya yang lemah akibat luka yang infeksi mengharuskan nya untuk beristirahat selama seminggu. Seminggu lain nya dia habiskan untuk menenangkan diri dan berlatih kemampuan nya didesa itu ditemani oleh Peter yang setiap hari mengajak nya berkeliling desa. Desa yang menjadi kenangan manis nya bersama Alena.


Rasa rindu pada Alena dia pendam karena bagaimana pun dia ingin musuh nya tahu jika Kenzo Barrent telah tiada dan hilang bagai ditelan bumi. Kenzo tidak ingin mereka menggunakan keluarga nya untuk melumpuhkan pertahanan Kenzo seperti yang terjadi saat di Jepang dua tahun lalu. Kenzo akan keluar sebagai King Aldrego untuk membasmi mereka. Meski dia tahu Alena tetap akan terlibat, tapi setidak nya melindungi satu orang lebih baik dibandingkan dia harus melindungi seluruh keluarga nya. Itu benar benar merepotkan.


Flash back off


Alena langsung memukul dada Kenzo dengan kesal membuat pria itu tersenyum lucu melihat wajah kesal menggemaskan itu


"Kenapa tidak mengabari ku jika kau disana. Kau benar benar keterlaluan" gerutu Alena


"Ponsel ku hilang" sahut Kenzo namun Alena langsung mendengus


"Kau itu orang hebat, tidak mungkin hanya karena tidak ada ponsel kau tidak bisa mengabariku. Bukti nya sekarang kau bisa kembali. Kau memang menyebalkan En. Kau bersenang senang disana, dan kau membiarkan aku menangis setiap hari disini" gerutu Alena lagi. Kenzo langsung tertawa kecil mendengar nya , dia menarik Alena kedalam pelukan nya dan mencubit gemas hidung Alena


"Maafkan aku, aku harus memulihkan tenaga ku. Aku kembali bukan sebagai Kenzo, melainkan king Aldrego. Aku harus menjadi kuat untuk mu" ucap Kenzo


"Apa musuh mu masih banyak?" lirih Alena menatap sendu wajah Kenzo


"Masih ada kakak Mike yang harus aku musnahkan" jawab Kenzo


"Apa kau menghilang juga salah satu rencana mu?" tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk


"Aku tidak ingin keluarga ku diusik oleh mereka. Sebagai Kenzo Barrent, nyawa keluarga ku pasti tidak akan aman. Mereka akan menjadi kelemahan ku nanti nya" ungkap Kenzo


"Jadi kau tidak akan keluar sebagai Kenzo Barrent dan menghentikan pencarian orang orang?" tanya Alena


Kenzo langsung mengangguk dan mengusap lembut wajah Alena


"Ya, aku harap kau juga jangan bilang pada siapapun jika aku sudah kembali. Masih banyak hal yang belum aku selesaikan" jawab Kenzo


"Clara begitu sedih kau menghilang, apa kau juga akan merahasiakan keberadaan mu dari nya?" tanya Alena lagi


"Hanya sebentar Alena. Setelah semua selesai aku akan kembali. Aku tidak ingin mereka terlibat lagi" jawab Kenzo


"Jadi bagaimana jika aku ingin menemui mu?" tanya Alena dengan bibir yang mengerucut kesal


"Panggil namaku, maka aku akan datang" jawab Kenzo. Alena langsung mendengus dan memukul kembali dada Kenzo dengan kesal


"Jangan membual, dua minggu setiap saat hanya nama mu yang aku sebut, tapi kau tidak juga muncul." gerutu Alena


"Kau memang menyebalkan, awas saja jika kau menghilang lagi, aku tidak ak........"


"En!!!!" seru Alena saat tiba tiba Kenzo mengecup bibir nya sekilas membuat gerutuan Alena seketika terhenti


"Jangan cerewet. Aku sudah kembali. Dan aku tidak akan meninggalkamu. Bagaimana mungkin aku bisa hidup tanpa matahariku" ucap Kenzo pada Alena yang kesal namun juga merona.