ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Rumah Penuh Kenangan



Saat ini Alena bersama ayah dan kakak nya telah tiba dirumah masa kecil mereka.


Rumah mewah yang lumayan besar dan sangat luas milik kapten Stone kini terasa begitu hidup. Setelah hampir beberapa tahun rumah itu seperti tidak berpenghuni. Hanya ada penjaga dan pelayan saja yang ada dirumah itu, sedangkan kapten Stone selalu berada diluar kota atau luar negeri. Dan Reymond sudah memiliki rumah nya sendiri dari hasil jerih payah nya selama ini.


Tapi kini, rumah yang menjadi segala kenangan bagi Reymond dan kapten Stone akan mereka tinggali kembali, segala kenangan pahit yang pernah mereka rasakan akan mereka ganti dengan kenangan baru yang lebih indah bersama Alena.


Mata Alena terlihat penuh mengamati sekitar rumah mewah yang bernuansa putih itu. Hari sudah sangat larut, jadi pemandangan depan rumah tidak begitu jelas dipandangan mata nya.


Tangan nya menggandeng tangan kapten Stone yang tidak ingin melepas tangan nya walau sebentar. Sedangkan Reymond berjalan dibelakang mereka


"Selamat datang dirumah kita Emilie" ucap kapten Stone membuat Alena langsung menoleh kearah ayah nya.


Alena tersenyum dan mengangguk penuh haru. Rasa nya dia benar benar merasa masih seperti mimpi sekarang .


Beberapa penjaga langsung menunduk hormat dan membukakan pintu besar untuk mereka masuk. Kapten Stone hanya mengangguk saja dan membawa Alena masuk kedalam rumah itu.


Tidak ada yang spesial, sama seperti rumah mewah lain nya, hanya saja beberapa furniture nya ada yang terlihat klasik, mungkin sudah sangat lama batin Alena.


"Ini rumah penuh kenangan, kenangan pahit yang membuat kami tidak bisa bertahan lebih lama dirumah ini" ungkap kapten Stone sembari membawa Alena terus masuk lebih dalam kerumah itu.


Pandangan mata Alena masih terus mengedar mengamati rumah itu. Rumah dimana tempat nya dilahirkan.


"Bahkan Reymond sudah tidak tinggal disini sejak mommy mu meninggal" kata kapten Stone lagi. Alena melirik kapten Stone dan beralih pada Reymond yang telah berjalan disamping nya


"Benarkah, kenapa?" Tanya Alena pada Reymond yang langsung mengangguk dan tersenyum, dia mengusap sekilas kepala Alena


"Karena terlalu sakit jika harus mengingat semua nya Alena. Kenangan itu begitu pahit, disaat aku pulang selalu ada mommy yang aku lihat meski dia tidak berbicara apapun, tapi sejak mommy tiada, semua nya terasa hampa." Jawab Reymond membuat Alena langsung tertegun


"Lalu bagaimana dengan Daddy?" Tanya Alena kini beralih pada kapten Stone yang terlihat berkaca kaca mata nya


"Semenjak mommy tiada, Daddy sudah jarang berada dikota ini nak. Daddy lebih sering mengambil tugas dinegara lain, apalagi Reymond sudah bisa mandiri dan mempunyai bisnis sendiri" jawab kapten Stone


"Saat itu pasti menyakitkan" gumam Alena . Langkah mereka terhenti saat kapten Stone menatap kearah nya


"Dulu memang menyedihkan, tapi sekarang kau telah kembali, dan Daddy sangat bahagia, begitu pula mommy mu" kata kapten Stone


"Mulai sekarang kita akan tinggal bersama disini" ucap Reymond membuat Alena kembali menoleh pada kakak nya itu


"Ya, itu harus. Karena aku ingin merasakan bagaimana rasa nya punya kakak yang bisa diandalkan" ucap Alena membuat Reymond langsung tertawa dan mencubit gemas hidung Alena


Mereka kembali berjalan lebih kedalam dan kini sudah tiba diruang keluarga dimana ada sebuah figura yang begitu besar disana. Sebuah foto keluarga dimana mereka terlihat begitu bahagia.


"Ini" ucap Alena tertahan saat melihat foto dimana Daddy dan mommy nya masih terlihat begitu muda. Ibu nya menggendong seorang bayi mungil, sedangkan Daddy nya menggendong seorang anak kecil yang begitu mirip dengan Reymond.


"Ini foto kita sayang. Foto yang diambil beberapa hari sebelum kejadian naas itu terjadi. Foto yang diambil sehari sebelum Daddy pergi keluar negeri, kau masih dua bulan saat itu, dan Reymond masih berusia lima tahun" ungkap kapten Stone


Alena masih terdiam dan memperhatikan foto itu dengan lekat. Foto sebuah keluarga yang terlihat begitu bahagia. Dan Alena masih tidak menyangka dia pernah memiliki keluarga yang lengkap seperti ini.


Sebelum akhir nya takdir membawa nya pada kehidupan yang begitu sulit.


Alena menatap Daddy nya yang terlihat sedih jika mereka harus membahas masalah itu. Alena tahu, Daddy nya pasti merasa hancur saat itu karena harus kehilangan istri dan anak yang paling dia cintai. Dan begitu pula dengan Reymond, dia pasti begitu terpukul kehilangan kebahagiaan disaat usia nya masih terlalu kecil. Bukan hanya Alena yang merasakan kepahitan hidup, tapi Daddy dan kakak nya juga. Dan Alena tidak ingin menyalahkan mereka, karena semua memang sudah takdir nya.


Dia menatap kapten Stone dan tersenyum dengan manis, senyum yang mampu menenangkan hati setiap orang yang melihat nya.


"Daddy masih terlihat sangat tampan disini, keren dan pasti nya menjadi idola setiap wanita bukan" goda Alena yang langsung menyandar dibahu Kapten stone sembari merangkul lengan pria tua itu


Kapten Stone langsung tertawa pelan dan mengusap kepala Alena


"Kau tidak tahu saja Ale, meski Daddy tampan, tapi Daddy adalah orang yang paling dingin pada siapapun, dia adalah agen yang sangat ditakuti pada masa nya" ungkap Reymond


"Benarkah" tanya Alena yang kini menatap Reymond yang langsung mengangguk sedangkan kapten Stone masih tidak bisa mengontrol senyum nya


"Ya, dia hanya hangat pada mommy, tapi jika dengan yang lain, jangan coba coba mengusik nya" ucap Reymond pula


"Ya, dan sekarang sifat Daddy menurun padamu" sahut kapten Stone pada Reymond


Alena langsung tertawa dan melihat Reymond dari atas kebawah


"Emmm, tidak sama sekali. Dari pertama kali mengenal kak Rey dia begitu baik padaku dad, tidak dingin dan sombong" kata Alena dan kini Reymond yang tertawa


"Haha, mungkin karena ikatan batin kita Ale" ucap Reymond


"Ya mungkin saja" jawab Alena


"Ayo, Daddy antar kekamar mu. Kau harus istirahat, wajah mu masih pucat sayang" kata kapten Stone


"Kamarku?" Tanya Alena


"Daddy sudah menyiapkan nya sejak beberapa hari yang lalu" sahut Reymond


"Wah, Daddy benar benar baik" ucap Alena dan kapten Stone kembali mengusap kepala putri tercinta nya


"Hanya sebuah kamar, Daddy belum sempat menyiapkan kamar untuk mu dulu" jawab kapten Stone


"Kakak" panggil Alena pada Reymond. Reymond langsung menoleh pada Alena yang sedari tadi menggandeng lengan ayah nya. Panggilan itu begitu menghangatkan hati nya


"Maukah menggendongku?" Tanya Alena dengan wajah yang begitu menggemaskan, membuat Reymond langsung tersenyum dan mengangguk dengan cepat


"Kenapa tidak minta pada Daddy saja sayang?" Tanya kapten Stone sedikit kecewa


"Tangga nya begitu tinggi, aku takut pinggang Daddy encok, tubuhku berat dad" jawab Alena membuat Reymond langsung terkekeh lucu


"Oh dad, kau harus sadar akan umur sekarang, jadi biarkan tugas ini aku ambil alih" kata Reymond yang langsung berdiri dan sedikit membungkuk didepan Alena.


"Daddy bisa temani aku tidur kan?" Pinta Alena yang telah naik ke punggung Reymond.


Kapten Stone langsung tersenyum sumringah setelah sebelum nya terlihat kecewa.


"Tentu nak" sahut nya cepat


Alena langsung merebahkan kepala nya dipunggung kekar Reymond yang membawa nya kelantai dua dimana kamar nya berada.


Alena benar benar lelah sekarang, tubuh nya yang belum pulih membuat nya cepat merasakan lelah, bahkan sedari tadi kapten Stone dan Reymond saling memendam berbagai pertanyaan tentang apa yang terjadi pada Alena, karena dibeberapa bagian tubuh nya masih dipenuhi luka gores dan lebam akibat terjatuh kedalam sungai malam kemarin.


"Kau lelah?" Tanya Reymond melirik Alena yang terlihat memejamkan mata nya


"Iya" jawab Alena pelan


Reymond berjalan sedikit cepat namun tetap berhati hati membawa Alena kekamar nya diikuti oleh kapten Stone dibelakang mereka.


Kapten Stone langsung membuka pintu kamar itu membiarkan Reymond masuk dan membawa Alena menuju tempat tidur nya.


Kamar itu bernuansa putih namun dihiasi dengan warna soft pink, sesuai dengan kriteria Alena. Entah dari mana pria tua itu tahu warna favorit Alena, apa sama juga dengan istri nya.


Reymond menurunkan Alena diatas tempat tidur, dan Alena langsung merebahkan diri nya disana. Dia benar benar ingin beristirahat saat ini.


Reymond beralih dan menatap Alena, dia mengusap pucuk kepala adik nya itu dan mencium dahi nya sejenak. Meski Alena merasa ada yang aneh namun sebisa mungkin dia menahan nya, jangan sampai kakak dan Daddy nya tahu jika dia trauma dicium oleh lelaki.


"Tidur lah, wajah mu begitu pucat, apa ada yang sakit lagi?" Tanya Reymond menatap heran wajah Alena yang tiba tiba memucat


"Tidak kak, aku hanya ingin beristirahat saja" jawab Alena dengan memaksakan senyum nya


"Apa perlu Daddy panggilkan dokter nak?" Tanya kapten Stone dengan wajah yang khawatir. Dia duduk disamping Alena saat ini.


Alena langsung menggeleng dan tersenyum menatap wajah khawatir Daddy nya itu


"Tidak dad, aku baik baik saja, hanya perlu beristirahat. Daddy mau menemaniku bukan?" Tanya Alena dan kapten Stone langsung mengangguk


"Tentu, ayo kita tidur, Daddy akan menceritakan kisah yang indah untuk mu" ucap kapten Stone yang langsung merebahkan tubuh nya disamping Alena yang telah bergeser ketengah


"Kisah cinta Daddy dan mommy!" Pinta Alena dan kapten Stone langsung mengangguk


"Baiklah tuan putri" ucap kapten Stone


Reymond hanya tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar diwajah ayah nya. Setelah sekian lama dia tidak pernah lagi melihat senyum yang begitu lebar diwajah tua itu.


"Kalian tidak berniat membersihkan diri terlebih dahulu" tanya Reymond


"Tidak" jawab Alena dan kapten Stone serempak membuat Reymond sedikit terkesiap dan menggeleng lucu


"Baiklah, seperti nya aku memang sudah tidak diperlukan lagi saat ini. Jika begitu istirahat lah, kita bertemu lagi besok pagi." Ucap Reymond


"Selamat malam kak" ucap Alena


"Selamat malam Alena" balas Reymond dengan senyum manis nya. Dia langsung keluar meninggalkan Alena bersama kapten Stone. Dia ingin memberikan waktu berdua untuk ayah dan adik nya itu.


Reymond kini berjalan menuju kamar nya yang berada disebelah kamar Alena. Ya, kapten Stone sengaja membuat kamar disebelah kamar Reymond karena dia tidak ingin Alena merasa sepi dan canggung karena baru pertama kali berada dirumah ini.


Reymond duduk disofa nya sembari menghela nafas nya sejenak.


Dia ingat perkataan kapten Stone saat akan menjemput Alena tadi. Ayah nya itu berkata jika saat ini Alena tengah diganggu oleh seorang pria yang sangat terobsesi dengan nya. Pria itu juga yang pernah melecehkan Alena dan membuat Alena begitu trauma jika bertemu pria itu. Reymond juga tahu dari ayah nya jika sekarang pria itu telah menjadi buronan karena bisnis ilegal nya yang berhasil kapten Stone ungkap kemedia berkat bantuan Kenzo Barrent.


Dan Reymond benar benar tidak menyangka jika kehidupan Alena begitu menyedihkan. Dia dijual oleh orang tua angkat nya sehingga bisa berurusan dengan orang sekejam Mike. Dan Reymond berjanji akan membantu menangkap Mike dan melindungi Alena dengan bantuan orang orang nya. Dia begitu sakit hati saat tahu adik nya mengalami hal yang begitu menyedihkan. Dan Reymond tidak terima itu. Meski ayah nya dan Kenzo Barrent pasti sudah bergerak, tapi Reymond akan tetap membantu mereka, setidak nya bisa melindungi Alena dari bahaya lagi.


...


*Next...


jangan lupa tinggalin jejak dan komen ya guys


terimakasih yang masih setia sama Alena dan Kenzo


mohon dukungan nya selalu.


love you somuch*